Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Senin, September 07, 2026

Terkendala Kemarau Panjang, Sejumlah Perusahaan Mengurangi Kuota Pembelian TBS


SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan kabupaten Sekadau,Ifan Nurfatria mengatakan,melihat kondisi kemarau yang berkepanjangan saat ini, mengakibatkan penurunan debit air sungai Kapuas dan sumber air lainnya secara signifikan. Sehingga armada Ponton (tongkang) pengangkut CPO (Crude Palm Oil) tidak dapat bersandar dan melakukan bongkar muat di dermaga Terminal Khusus perusahaan. 

"Dampak dari terhambatnya distribusi ini salah satu menjadi penyebab tangki timbun (storage tank) CPO di seluruh Pabrik Pengolahan Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sekadau penuh," katanya kepada media ini, Senin (07/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, alternatif lain yang dilakukan perusahaan sebagai upaya distribusi CPO melalui jalan darat dengan menggunakan Truk Tangki tidak bisa optimal,mengingat keterbatasan jumlah armada serta jarak tempuh.dan muatan kurang banyak, ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh ke Dermaga di Tayan atau Kijing untuk dibangkor muat.

Dengan kondisi tangki timbun yang penuh ini, kata dia lagi,.menjadi pemicu  perusahaan yang memiliki PKS melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS)Kelapa Sawit. Pembelian disesuaikan dengan kemampuan Pengolahan Pabrik dan daya tampung tangki CPO.

Bahkan hampir semua PKS saat ını, hanya melakukan operasional dibawah dari kapasitas normalnya.Misalnya yang biasa ngolah 100 ton, kini hanya mampu mengolah 50 ton,dengan begitu pembelian TBS disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pengaturan pembelian TBS oleh PKS tentunya berdampak pada dibatasinya penerimaan TBS, baik dari kebun Inti, Plasma dan lembaga pekebun swadaya serta Mitra perusahaan. 

Beberapa perusahaan hanya bisa menampung buah dari kebun inti dan plasma  itupun dibatasi hingga 50 persen, bahkan beberapa perusahaan juga dengan strategi penundaan panen kebun inti. 

Sedangkan lembaga pekebun swadaya yang bermitra ada yang masih diberikan kuota dalam jumlah kecil, bahkan dihentikan sama sekali,sedangkan untuk pekebun swadaya yang tidak bermitra, penerimaan TBS dihentikan untuk sementara.

Kondisi ini semata karena kendala alam, yang tidak diharapkan oleh semua pihak. PKS dengan kebijakannya masing-masing telah berusaha semaksimal mungkin agar TBS petani dapat tertampung.

Oleh karena itu diharapkan agar petani dapat memahami kondisi ini dan tetap bisa menjaga kondusifitas.Mungkin bisa dicoba beberapa upaya misalnya dengan menunda jadwal panen.

"Melihat kondisi Pemerintah Daerah juga ikut prihatin, namun kita semua berharap agar musim kemarau ini bisa segera selesai dan kondisi Sungai Kapuas kembali normal," doanya (tar/man).

Permudah Akses Air,Polres Sekadau Siapkan 10 Unit Sumur Bor Untuk Tangani Karhutla

Tim dari Polres Sekadau saat mengalir sumur bor untuk persiapan Karhutla agar akses air mudah, Senin (07/09/2026) di tiga kecamatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk mengantisipasi kendala kekurangan sumber air saat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jajaran Polres Sekadau menyiapkan 10 titik sumur bor di sejumlah wilayah. Empat titik di antaranya telah selesai dan mengeluarkan air, sementara enam titik lainnya masih dalam proses pembuatan. Penyediaan sumur bor tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan untuk memudahkan penanganan akses Air pada saat penanganan Karhutla, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air atau sumber air alami sulit dimanfaatkan.

Dari empat titik yang telah selesai, dua berada di wilayah Polsek Sekadau Hilir, masing-masing di Dusun Pangkin, Desa Mungguk, dan Jalan Barage, Desa Sungai Ringin. Sementara dua titik lainnya berada di wilayah Polsek Nanga Mahap, tepatnya di Dusun Engkayak, Desa Nanga Mahap, serta Polsek Belitang Hulu di Dusun Balai Sepuak, Desa Balai Sepuak.

Sumur bor di Dusun Pangkin dan Jalan Barage masing-masing memiliki kedalaman 12 meter. Sumur di Dusun Engkayak memiliki kedalaman 10 meter, sedangkan di Dusun Balai Sepuak mencapai 18 meter.

Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air pendukung yang lebih mudah dijangkau ketika personel melakukan penanganan Karhutla di lapangan. Harapannya dengan sumber air yang tersedia, kebutuhan air untuk pemadaman dapat lebih cepat dipenuhi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi salah satu kendala yang kerap dihadapi personel dalam penanganan Karhutla, yakni keterbatasan sumber air.

“Penyediaan sumur bor ini untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber air. Ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujar IPDA Iwan, Senin (07/09/2026).

Menurutnya, keberadaan sumur bor di sejumlah wilayah akan memberikan alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.

“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan sangat penting. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, personel dapat lebih mudah melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” katanya.

Meski tidak termasuk dalam wilayah Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polres Sekadau tetap melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Polda Kalbar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla. Melalui Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama jajaran memetakan dan membangun 98 titik sumur bor di wilayah rawan Karhutla. Sebanyak 52 titik telah berhasil mengeluarkan air secara optimal dan siap digunakan, sementara 46 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Selain menyiapkan sumber air, Polres Sekadau terus melakukan pemantauan wilayah, patroli serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

“Sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” pungkasnya(sumber humas/tar/man).

Cegah Karhutla,TIM Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi Bersama Masyarakat Sekadau

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi dampak Karhutla kepada sejumlah tokoh masyarakat di wilayah tiga kecamatan kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

SEKADAU-FAKTAPAGIMCOM.Tim Penyuluhan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI terus melakukan upaya untuk pencegahan Karhutla. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan dan Desa di Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap dan melibatkan jajaran Koramil setempat, pemerintah kecamatan dan desa, Polri, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta warga setempat.

Selain memberikan edukasi, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI juga menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Dusun Cuka Hilir, Desa Sekonau dan Kantor PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.

Tim juga menyampaikan strategi penanganan kondisi darurat, termasuk pemadaman darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penyuluhan akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.

Dengan meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau terlindungi dari dampak kebakaran dan asap (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).

Bertindak Cepat, Personil Koramil Sekadau Padamkan Api Di Engkersik

 

Personil TNI dari Koramil 15 Sekadau Hilir saat membantu warga memadamkan Api, Senin (07/09/2024) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Koramil 1204-15/Sekadau Hilir bersama personel BKO dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdasarkan titik Hotspot kebakaran lahan yang terdeteksi sekita 0,6 Haktare di Desa Engkersik Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026)

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melaksanakan pemadaman. Upaya tersebut berhasil mengendalikan api hingga dinyatakan padam.

Dalam kegiatan pemadaman, turut terlibat 3 personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, 5 personel BKO, serta 4 masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah api meluas dan menjaga kondisi wilayah tetap aman.

Danramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla.

“Begitu terdeteksi adanya titik panas di Desa Engkersik, personel langsung bergerak bersama personel BKO dan masyarakat untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan kondisi saat ini sudah aman serta terkendali,” ujarnya.

Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan patroli pencegahan Karhutla di wilayah Desa Engkersik guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Patroli melibatkan 3 personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, serta 4 masyarakat Desa Engkersik.

Kapten Arm Syarif Mahendra juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat menimbulkan kebakaran meluas,” tegasnya.

Kegiatan pemadaman dan patroli tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama personel BKO dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla. Dengan pemantauan dan patroli secara berkelanjutan, diharapkan potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sehingga tidak meluas serta menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan (Pendim 1204/Sanggau Red).

Trima Mahasiswa PLP, Wabup Ingatkan Ikuti Kegiatan Dengan Baik

 

Berfoto bersama usai acara serah terima mahasiswa PLP2 oleh wakil Rektor universitas PGRI Pontianak kepada wakil Bupati Sekadau, Senin (07/09/2024) di lantai II kantor Bupati Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH, MH.,menerima penyerahan mahasiswa program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP2) universitas PGRI Pontianak tahun 2026. Kegiatan ını adalah upaya pendidikan sebelum menjadi guru, karena sejatinya PLP adalah sarana untuk menimba pengalaman, Senin (07/09/2026) di Aula lantai II kantor Bupati Sekadau jalan merdeka Timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutanya mantan ketua KPU dua periode ını, terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada universitas PGRI Pontianak karena telah memilih Kabupaten Sekadau sebagai tempat PLP2 tahun 2026.

Ia minta kepala dinas pendidikan dan kebudayaan untuk memantau kegiatan PLP mahasiswa di kabupaten Sekadau.

"Apabila ada hal-hal yang kurang baik di lapangan segera selesaikan dengan baik,"ingatnya.

Menurut dia,PLP adalah sarana untuk meningkatkan pengalaman bagi adek-adek mahasiswa.Karena selama kuliah kalian hanya mendapatkan teori yang diajarkan dosen,sehingga saat PLP kalian langsung turun kelapangan bertemu langsung dengan murid.

Untuk diketahui kata dia lagi,sejatinya tujuan pendidikan adalah untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Pada saat itu yang dibutuhkan adalah generasi yang pintar dan produktif yang mampu menguasai teknologi.

Memang kata dia,mendidik dan mengajar hanya beda tipis,tetapi sejatinya ada perbedaan,karena mendidik itu lebih sulit dari pada mengajar.

"Kalau hanya sekedar mengajar itu mudah,tapi mendidik lebih sulit," kata Suban sapaan akrabnya.

Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau kata dia, selalu berusaha agar anak-anak tidak ada yang putus sekolah, karena dilihat dari jumlah rata-rata warga Sekadau hanya tamatan SMP, jadi kita masih jauh ketinggalan, makanya saya minta kepada adek-adek yang 26 orang mahasiswa universitas PGRI asal kabupaten Sekadau jangan ada yang putus di jalan.

"Seandainya semuanya selesai dan mendapat gelar sarjana,maka bertambah lagi jumlah warga Sekadau yang mendapatkan gelar sarjana," ucapnya.

Silahkan berangkat ke tempat yang sudah ditentukan,selamat bertugas, kordinasi jika ada yang terjadi lapangan,dengan berbagai pihak,kami berharap hasilnya bisa kami dapatkan, untuk memajukan dunia pendidikan di kabupaten Sekadau.

Sementara itu Dr, Abdurahman MPD, wakil rektor PGRI dalam sambutanya meminta, kepada pemerintah Daerah kabupaten Sekadau agar dengan senang hati menerima kedatangan mahasiswa kami untuk PLP2.

Karena yang ikut PLP2 tahun ını adalah rata-rata mahasiswa asal kabupaten Sekadau. 

Semoga para mahasiswa ını bisa mengikuti kegiatan ını dengan baik, karena sebagai seorang calon guru kalian tidak selesai sampai disini saja, tetapi masih ada jenjang pendidikan lagi yang harus diikuti.

"Yakni jenjang pendidikan khusus ilmu keguruan, semoga bisa menjadi calon guru yang produktif dan fropesional," ucapnya.

Sementara itu panitia PLP2 universitas PGRI Pontianak dalam sambutanya mengatakan, PLP2 adalah agenda rutin tahunan, karena tahun lalu adalah PLPI namun tahun ini disebut PLP2.

Menurut dia, 26 orang mahasiswa dari berbagai jurusan yakni jurusan Penjas, Biologi, Bahasa Indonesia,matematika, Geografi, sejarah dan lain-lain.

Mereka kata dia,akan ditempatkan di SMA Negeri 01, SMP 01 Sekadau, SMA karya Sekadau, SMP Belitang dan beberapa sekolah lainnya.

"Mudah-mudahan para mahasiswa ını bisa memberikan kontribusi yang baik selama mengikuti PLP," katanya.

Sebab hasilnya nanti akan disampaikan kepada dosen pembimbing,karena mereka dalam kegiatan tersebut berada di sekolah yang dituju selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu kembali lagi ke universitas.

"Selama bertugas mohon jaga nama baik almamater, bekerjalah dengan rendah hati, karena tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau kalian tidak akan berhasil," katanya.

Hadir pada acara tersebut para kepala sekolah dari sekolah yang dituju,.kepala sekolah SMA Negeri, kepala Sekolah SMP negeri 01 Sekadau, kepala sekolah SMA karya Sekadau,.kepala Sekolah SMP Belitang dan kepala sekolah lainnya (tar/man).

Pencemaran Udara Masih Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

 

Apeng Petrus, S.STP.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Apeng Petrus.S.STP mengatakan,Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Lingkungan Hidup mencatat berdasarkan data dari Air Quality Monitoring System (AQMS) alat otomatis yang digunakan untuk memantau kualitas udara dan tingkat pencemaran udara secara real-time 24 jam secara terus-menerus yang dipasang di kabupaten Sekadau
dari Kementerian Lingkungan Hidup, bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Sekadau masih dalam kategori sedang,yang artinya udara di wilayah Kabupaten Sekadau masih dalam kategori aman untuk manusia, hewan dan tumbuhan.

Meskipun begitu, ia menyarankan kepada seluruh masyarakat terlebih kepada anak anak usia sekolah untuk selalu menggunakan masker pada saat beraktivitas diluar rumah atau mau ke sekolah dan tempat kerja.
Prilaku ını sebagai upaya tindakan preventif guna menghindari berbagai penyakit yang tersebar melalui udara dan debu, saat musim kemarau.
Selain itu ia juga menyarankan, kurangi aktivitas dirumah terutama terhadap anak-anak.
"Sebab mereka yang paling rentan terpapar penyakit," katanya kepada media ını Senin (07/09/2026) melalui pesan singkat (tar/man).

Minggu, September 06, 2026

Henry: Hadapi Kabut Asap, Jika Terpapar ISPA Segera Ke Berobat

 

Henry Alpius.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) kabupaten Sekadau Henry Alpius kembali mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim saat ını. Kabut Asap yang melanda wilayah kabupaten Sekadau saat ını memang sangat memperihatinkan, jika tidak waspada maka akan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Jika terpapar segera berobat ke rumah sakit atau ke Puskesmas terdekat, karena sesuai instruksi Bupati semua puskesmas siap melayani pasien ISPA,"katanya kepada media ini melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan dia lagi, menyingkapi kondisi saat ini hampir di seluruh wilayah kabupaten /kota di Kalbar termasuk Sekadau terpapar kabut asap, sehingga jika melihat perkembangan adanya peningkatan kasus ISPA masih menjadi perhatian kita bersama. 

"Oleh sebab itu  mari lindungi diri, keluarga, dan lingkungan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan udara, menghindari paparan asap rokok, serta menggunakan masker saat mengalami batuk atau pilek," ingatnya.

Kenali lanjut dia, gejala sejak dini dan segera manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut. "Pencegahan dimulai dari kepedulian kita bersama kita wujudkan masyarakat Kabupaten Sekadau yang sehat, tangguh, dan terlindungi dari ISPA," pesan Kadis (tar/man).


Ridi : Penyusunan RAD KLA Periode 2027-2031 Baru Dimulai

 

Kegiatan rapat evaluasi RAD KLA tahun 2026 beberapa waktu lalu di gedung PKK kabupaten Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026. Evaluasi tersebut sebagai upaya mengukur capaian program, mengidentifikasi kendala,sekaligus perbaikan serta pemenuhan hak dan perlindungan anak.Acara ini  buka oleh Sekretaris Daerah, Rabu (02/09/2026) di Gedung PKK kabupaten Sekadau.

Kegiatan tersebut sebagai momentum awal bagi Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam mempersiapkan penyusunan RAD KLA periode 2027–2031.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Martinus Ridi, mengatakan, bahwa evaluasi RAD KLA bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian terpenting untuk melihat kembali berbagai program yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, serta menentukan langkah perbaikan agar pelaksanaan program pemenuhan hak dan perlindungan anak ke depan dapat berjalan lebih optimal.

Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilaksanakan oleh satu instansi saja.

'"Tetapi butuh keterlibatan semua pihak sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Ridi.

Lebih lanjut ia menjelaskan,melalui evaluasi pelaksanaan RAD KLA Tahun 2023–2026, pemerintah daerah ingin memperoleh gambaran yang jelas mengenai capaian program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Evaluasi juga dilakukan guns mengetahui berbagai kekurangan maupun program yang belum berjalan secara optimal.

Dikatakan dia lagi, berdasarkan evaluasi mandiri KLA Tahun 2024 yang dilakukan pada 2025, Kabupaten Sekadau memperoleh nilai 661. Namun, setelah melalui proses verifikasi oleh kementerian, nilai akhir yang diperoleh sebesar 590 sehingga Kabupaten Sekadau masih berada pada kategori Pratama.

Sementara itu, hasil evaluasi mandiri KLA Tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap peningkatan tersebut dapat membawa Sekadau meraih kategori KLA yang lebih tinggi setelah melalui proses verifikasi.

“Harapan kita tentunya capaian evaluasi mandiri tahun 2025 ini dapat terus meningkat dan menjadi dasar untuk memperbaiki berbagai indikator yang masih perlu diperkuat,” katanya.

Martinus Ridi menambahkan, kegiatan evaluasi tersebut sekaligus menjadi awal penyusunan RAD KLA periode 2027–2031. Karena itu, seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas KLA diharapkan dapat menyusun program yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Selain program, penguatan sistem dokumentasi dan pengelolaan data juga menjadi hal penting. Setiap perangkat daerah diharapkan dapat mendokumentasikan program dan kegiatan dengan baik serta menyediakan data yang akurat sebagai bahan evaluasi dan pendukung penilaian KLA.

Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI), Margareta Siregar, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keberhasilan Kabupaten Layak Anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Ia terus mendorong,agar penguatan upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan anak, seperti putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, penyalahgunaan narkoba, serta persoalan sosial lainnya. Ia turut menekankan pentingnya melibatkan Forum Anak dalam proses pembangunan, termasuk dalam Musrenbang, karena anak memiliki perspektif dan kebutuhan yang berbeda dengan orang dewasa.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok berdasarkan klaster KLA, paparan hasil pelaksanaan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2024–2025, diskusi evaluasi RAD per klaster, serta penyusunan target RAD KLA Tahun 2027–2031.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sekadau diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyusun rencana aksi yang lebih terarah, terukur, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Sekadau (tar/man).


Titik Hotspot Terkendali, Kadis BPBD Ingatkan Waspada Kabut Asap

 

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Suharsono mengingatkan bahwa saat Kabut Asap masih melanda sejumlah wilayah, meskipun sempat di guyur hujan sedikit kemarin. Kendati titik Hotspot sempat nihil kemarin. Untuk itu sebagai leading sektor penanganan bencana Daerah,ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ını.

"Gunakan masker saat berada diluar rumah, periksa ke Puskesmas terdekat jika ada warga terpapar ISPA," katanya melalui pesan WhatsApp Minggu (05/09/2026).

Dikatakan dia lagi, secara umum kondisi Karhutla di kabupaten Sekadau sangat minim, bahkan kemarin sempat nihil titik Hotspot, namun situasi kita saat ını hanya terkena imbas kabut Asap. Namun, terkait Kabut Asap pihaknya tidak berbuat apa-apa, selain hanya berdoa semoga cepat turun hujan.

Menurut dia, penanganan kabut tidak bisa seperti menangani bencana lain, sebab kemana arah angin disitu aspa berterbangan.Pemerintah sudah berkerja keras untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak, diantaranya Camat, Kades,pihak perusahaan TNI -Polri untuk mendeteksi secara dini titik api di berbagai wilayah.

"Hasilnya memang nyata, secara umum titik Hotspot kita semakin hari semakin, berkurang,bahkan kalau ada titik Api masih terkendali,"katanya.

Artinya, jika ada titik api pada jam-jam tertentu menyala, kemudian pada jam tertentu padam, inilah yang dimaksud terkendali (tar/man).


Purbaya Menjadi “Musuh” Bersama Kepala Daerah se-Indonesia

 

Foto ilustrasi AI.
FAKTAPAGI.COM.Udah jangan minta link video mesum guru di Pekalongan itu. Setop! Ada baiknya simak para kepala daerah seperti menjadikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai musuh bersama. Gara-gara Dana Bagi Hasil (DBH) dipotong. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak! 

Pemicu para kepala daerah manas ke Purbaya, sederhana. Pagu DBH APBN 2026 tinggal Rp58,5 triliun, dari sebelumnya Rp192,2 triliun, alias ambles 69,5 persen. Ini bukan diskon Harbolnas. Ini diskon yang membuat bupati, wali kota, dan gubernur merasa seperti anak kos melihat saldo rekening tanggal tua.

Purbaya pun mendadak menjadi nama paling menyeramkan di grup WA kepala daerah. Mengalahkan hantu. Kalau hantu cuma muncul tengah malam, Purbaya muncul di APBD.

Pada 7 Oktober 2025, sebanyak 18 gubernur mendatangi Kementerian Keuangan. Ada Rudy Mas’ud dari Kalimantan Timur, Bobby Nasution, Rahmat Mirzani Djausal, Andi Sudirman Sulaiman, Lalu Muhamad Iqbal, serta gubernur dari Jambi, Aceh, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Banten, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Papua Pegunungan, dan Bengkulu.

Rudy mengeluhkan DBH Kaltim yang biasanya Rp6–Rp7 triliun, kini tinggal Rp1,6 triliun. Itu bukan lagi diet anggaran. Itu sudah operasi pengurangan lemak sampai tulang.

Bupati dan wali kota ikut meradang. Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menyebut keresahan sudah meluas. Kutai Kartanegara masih menunggu kurang salur DBH Rp1,4 triliun. DKI Jakarta pun ikut kena. APBD 2026 turun dari Rp95 triliun menjadi Rp79 triliun, karena DBH dipangkas Rp15–Rp20 triliun.

Jakarta ternyata juga bisa miskin. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman siap membawa persoalan ini ke Presiden. Karena, daerah penghasil tambang harus menanggung kerusakan infrastruktur dan lingkungan tanpa kompensasi yang dianggap pantas. “Ayo, lapor ke Presiden cepat, Pak. Cuma berani ndak.” Ups.

Daerah merasa seperti sapi perah. Diperah ketika punya susu, lalu disuruh mengurus kandangnya sendiri. Duh, gini amat negara.

Purbaya kemudian mengaku “merasa berdosa” memangkas hak daerah. Kepala daerah mungkin sempat terharu. Namun air mata itu belum sempat kering ketika Purbaya menyebut kebijakan tersebut sebagai “legasi” Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani. Waduh. Dosa ada, tetapi pelakunya seperti dilempar ke masa lalu. Jeng Sri lagi ngopi mungkin kesedak ni.

Purbaya juga mengatakan daerah masih banyak uang yang belum dipakai dan meminta anggaran dibelanjakan tepat waktu sebelum meminta tambahan. Ia menjanjikan evaluasi serta tambahan TKD 2027 hingga Rp90 triliun. Sementara pembangunan infrastruktur bisa dibiayai lewat pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur dengan cicilan dari DBH.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ikut menambah bensin, masih ada kekurangan pembayaran DBH sekitar Rp70 triliun. Publik pun mulai pusing. Yang satu bilang uang daerah banyak. Yang satu bilang uangnya kurang. Yang satu bilang Rp70 triliun belum dibayar. Uangnya sebenarnya sedang piknik ke mana? 

Belum selesai, muncul episode Purbaya versus Pramono Anung soal obligasi daerah. Purbaya melarang Jakarta menerbitkan obligasi karena keuangan Jakarta dianggap kuat. Bahkan disebut “uangnya kegemukan”.

Pramono tetap ngotot. Jakarta berencana menerbitkan obligasi Rp5,6 triliun, naik dari rencana awal Rp3,5 triliun, untuk pencairan 2027–2028. Jurus Pramono sederhana, kalau obligasi dilarang, kembalikan DBH Jakarta!

Nah, ini baru debat elite. Purbaya, jangan utang! Pramono, kembalikan uang kami! Purbaya, uang Jakarta banyak! Pramono, kalau banyak, kenapa dipotong? Rakyat, lho, saya yang bayar pajak kok ikut pusing?

Inilah komedi fiskal Indonesia. DBH dipotong, daerah marah. Daerah mau berutang, pusat melarang. Pusat bilang uang daerah banyak. Daerah bilang uangnya kurang.

Para elite bermain catur memakai bidak triliunan. Sementara rakyat cuma menjadi penonton yang tidak pernah diajak bermain. Yang diperebutkan Rp192,2 triliun. Yang tersisa Rp58,5 triliun. Yang belum dibayar sekitar Rp70 triliun.  Yang dijanjikan lagi Rp90 triliun.

Saya dan ente yang baca ini hanya bisa bertanya, ini negara sedang mengatur keuangan atau sedang main petak umpet dengan uang rakyat? A su dahlah, wak! Sing penting Koptagul masih murah meriah, only Rp3000 perak (oleh Rosadi Jamani/RED)