Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Minggu, September 06, 2026

Purbaya Menjadi “Musuh” Bersama Kepala Daerah se-Indonesia

 

Foto ilustrasi AI.
FAKTAPAGI.COM.Udah jangan minta link video mesum guru di Pekalongan itu. Setop! Ada baiknya simak para kepala daerah seperti menjadikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai musuh bersama. Gara-gara Dana Bagi Hasil (DBH) dipotong. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak! 

Pemicu para kepala daerah manas ke Purbaya, sederhana. Pagu DBH APBN 2026 tinggal Rp58,5 triliun, dari sebelumnya Rp192,2 triliun, alias ambles 69,5 persen. Ini bukan diskon Harbolnas. Ini diskon yang membuat bupati, wali kota, dan gubernur merasa seperti anak kos melihat saldo rekening tanggal tua.

Purbaya pun mendadak menjadi nama paling menyeramkan di grup WA kepala daerah. Mengalahkan hantu. Kalau hantu cuma muncul tengah malam, Purbaya muncul di APBD.

Pada 7 Oktober 2025, sebanyak 18 gubernur mendatangi Kementerian Keuangan. Ada Rudy Mas’ud dari Kalimantan Timur, Bobby Nasution, Rahmat Mirzani Djausal, Andi Sudirman Sulaiman, Lalu Muhamad Iqbal, serta gubernur dari Jambi, Aceh, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Banten, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Papua Pegunungan, dan Bengkulu.

Rudy mengeluhkan DBH Kaltim yang biasanya Rp6–Rp7 triliun, kini tinggal Rp1,6 triliun. Itu bukan lagi diet anggaran. Itu sudah operasi pengurangan lemak sampai tulang.

Bupati dan wali kota ikut meradang. Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menyebut keresahan sudah meluas. Kutai Kartanegara masih menunggu kurang salur DBH Rp1,4 triliun. DKI Jakarta pun ikut kena. APBD 2026 turun dari Rp95 triliun menjadi Rp79 triliun, karena DBH dipangkas Rp15–Rp20 triliun.

Jakarta ternyata juga bisa miskin. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman siap membawa persoalan ini ke Presiden. Karena, daerah penghasil tambang harus menanggung kerusakan infrastruktur dan lingkungan tanpa kompensasi yang dianggap pantas. “Ayo, lapor ke Presiden cepat, Pak. Cuma berani ndak.” Ups.

Daerah merasa seperti sapi perah. Diperah ketika punya susu, lalu disuruh mengurus kandangnya sendiri. Duh, gini amat negara.

Purbaya kemudian mengaku “merasa berdosa” memangkas hak daerah. Kepala daerah mungkin sempat terharu. Namun air mata itu belum sempat kering ketika Purbaya menyebut kebijakan tersebut sebagai “legasi” Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani. Waduh. Dosa ada, tetapi pelakunya seperti dilempar ke masa lalu. Jeng Sri lagi ngopi mungkin kesedak ni.

Purbaya juga mengatakan daerah masih banyak uang yang belum dipakai dan meminta anggaran dibelanjakan tepat waktu sebelum meminta tambahan. Ia menjanjikan evaluasi serta tambahan TKD 2027 hingga Rp90 triliun. Sementara pembangunan infrastruktur bisa dibiayai lewat pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur dengan cicilan dari DBH.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ikut menambah bensin, masih ada kekurangan pembayaran DBH sekitar Rp70 triliun. Publik pun mulai pusing. Yang satu bilang uang daerah banyak. Yang satu bilang uangnya kurang. Yang satu bilang Rp70 triliun belum dibayar. Uangnya sebenarnya sedang piknik ke mana? 

Belum selesai, muncul episode Purbaya versus Pramono Anung soal obligasi daerah. Purbaya melarang Jakarta menerbitkan obligasi karena keuangan Jakarta dianggap kuat. Bahkan disebut “uangnya kegemukan”.

Pramono tetap ngotot. Jakarta berencana menerbitkan obligasi Rp5,6 triliun, naik dari rencana awal Rp3,5 triliun, untuk pencairan 2027–2028. Jurus Pramono sederhana, kalau obligasi dilarang, kembalikan DBH Jakarta!

Nah, ini baru debat elite. Purbaya, jangan utang! Pramono, kembalikan uang kami! Purbaya, uang Jakarta banyak! Pramono, kalau banyak, kenapa dipotong? Rakyat, lho, saya yang bayar pajak kok ikut pusing?

Inilah komedi fiskal Indonesia. DBH dipotong, daerah marah. Daerah mau berutang, pusat melarang. Pusat bilang uang daerah banyak. Daerah bilang uangnya kurang.

Para elite bermain catur memakai bidak triliunan. Sementara rakyat cuma menjadi penonton yang tidak pernah diajak bermain. Yang diperebutkan Rp192,2 triliun. Yang tersisa Rp58,5 triliun. Yang belum dibayar sekitar Rp70 triliun.  Yang dijanjikan lagi Rp90 triliun.

Saya dan ente yang baca ini hanya bisa bertanya, ini negara sedang mengatur keuangan atau sedang main petak umpet dengan uang rakyat? A su dahlah, wak! Sing penting Koptagul masih murah meriah, only Rp3000 perak (oleh Rosadi Jamani/RED)

Wabup Ingatkan, Gali Potensi Yang Ada, Pasarkan Dagangan Melalui Medsos

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Wakil Bupati Sekadau Subandrio,SH, MH meminta agar para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau tetap konsisten dengan usahanya. Gali potensi yang ada, pasarkan dagangan melalui medsos dan buat trobosan baru melalui produk kuliner yang beraneka ragam. Supaya pembeli berminat dengan rasa khas produk asli kabupaten Sekadau. "Pemerintah Daerah tetap mendukung para pelaku UMKM, karena kalian adalah garda terdepan pendongkrak perekonomian kabupaten Sekadau,"katanya beberapa waktu.

Menurut dia, harusnya para pelaku UMKM jangan hanya berjualan secara temporer, coba kita lihat pada saat bulan puasa, banyak sekali bermunculan produk kuliner yang beraneka ragam, tapi kenapa habis bulan puasa lalu hilang.

"Padahal jika dilanjutkan tentu akan lebih baik, orang bisa belanja beraneka ragam kuliner dari Sekadau," katanya.

Sebab lanjut dia, kabupaten Sekadau adalah kabupaten perlintasan, lalulang warga dari Sintang,Kapuas Hulu,Melawi dan lalu lintas warga dari Pontianak dan sekitarnya. Keuntungannya wilayah kita tepat berada di tengah-tengah provinsi Kalimantan Barat.

"Harusnya, kondisi ini bisa dimaafkan oleh para pelaku UMKM, untuk memasarkan hasil kulinernya," kata Wabup.

Lebih lanjut pria asal Belitang Hulu menyarankan, untuk menopang ekonomi rumah tangga kita harus berusaha,karena hanya dengan berusaha kita bisa dapat uang, jika ada kendala sebaiknya kordinasi dengan dinas terkait, baik persoalan modal, akses dan kesulitan lainnya, sebab ia yakin dinas pasti punya solusi. 

"Yang belum paham tentang Manejemen usaha, akan diberikan pelatihan," katanya.

Karena kata dia lagi, pemerintah Daerah sangat komitmen untuk terus mendorong para pelaku UMKM ını bisa menjadi wirausaha usaha yang yang berdaya saing.

"Mari kita bangun Sekadau sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,karena cita-cita para tetua dulu untuk memekarkan kabupaten Sekadau adalah agar masyarakat bisa maju," tutup mantan ketua KPU dua periode ını (tar/man).

Bupati Ingatkan, Jangan Putus Sekolah, Hanya Dengan Menguasai Ilmu Kita bisa Maju

 

Aron,SH.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH dalam setiap kunjungan kerja ke kampung-kampung, ia selalu mengingatkan kepada orang tua agar jangan sampai anak-anak mereka putus sekolah, karena menurut dia,hanya dengan menguasai ilmu dan teknologi kita bisa merubah nasib dan terlepas dari kemiskinan. "Hanya dengan pendidikan yang baik kita bisa terhindar kemiskinan, katanya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Desa Cenayan kecamatan Nanga Mahap.

Menurut dia, jika kita hidup miskin tapi masih mau sekolah,maka suatu saat kita bisa merubah nasib, karena hanya di sekolah kita mendapatkan ilmu dan wawasan, jika wawasan kita sudah luas maka pola pikir pasti akan bertambah baik, jika sudah baik nasib juga akan baik. 

"Karena hanya dengan sekolah gerbang kebodohan bisa terbuka, semua ilmu yang didapat bisa menjadi bekal hidup di masyarakat,"pesannya.

Selain itu, pria kelahiran Nyonak ını juga selalu berpesan agar masyarakat patuhi aturan bakar Ladang, karena jika musim kemarau kita bakar Ladang juga percuma, sebab belum bisa ditanami, karena sekitar beberapa sentimeter kedalam tanah keluar aura panas. "Bagaimana padi bisa tumbuh,yang ada malah bibit kita kering dan rusak karena terpapar panas," ingatnya.

Selain bakar Ladang, ia juga terus mengingatkan, masyarakat harus sadar bahwa di musim kemarau panjang ini, kita juga harus hati-hati bakar sampah disekitar rumah. Selain menambah volume Asap, bakar sampah juga bisa memicu kebakaran hebat, misalnya rumah bisa ikut terbakar, bahkan rumah tetangga bisa jadi korban kebakaran.

"Jadi kita saat ını, kita memang harus selalu waspada, agar kondisi Api di wilayah kita tetap terkendali," ucapnya (tar/man).

Sabtu, September 05, 2026

Dandim Sebut, Karhutla di Sanggau dan Sekadau Semakin Terkendali

 

Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Dandim Sanggau.
SANGGAU-FAKTAPAGI.COM.Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau terus menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas hotspot (HS) yang sebelumnya masih cukup tinggi dan fluktuatif, saat ini mulai menunjukkan kecenderungan lebih terkendali berkat sinergi dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Sabtu (05/O9/2026/).

Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Gabungan serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan Karhutla.

“Pada kondisi awal, aktivitas hotspot di wilayah Sanggau dan Sekadau masih cukup tinggi dan fluktuatif, dengan temuan harian berkisar belasan hingga puluhan titik. Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, sebagian titik tersebut terkonfirmasi sebagai firespot (FS) yang memerlukan penanganan secara cepat dan terpadu,” ujar Dandim.

Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi lapangan, saat ini aktivitas hotspot menunjukkan kecenderungan lebih terkendali dengan rata-rata berada pada kisaran belasan titik per hari. Sementara itu, firespot yang terkonfirmasi berada di bawah jumlah hotspot dan terus dilakukan pemantauan serta penanganan secara intensif.

Dandim menegaskan, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, Manggala Agni, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga seluruh unsur terkait di wilayah.

“Kami juga mendapatkan dukungan dari Korem dan Kodam, pimpinan TNI, BPBD Provinsi, serta BNPB Pusat, baik berupa dukungan personel, alkap dan material, anggaran, maupun berbagai upaya penanganan lainnya, termasuk dukungan modifikasi cuaca,” jelasnya.

Meski kondisi Karhutla mulai terkendali, Dandim mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan potensi munculnya titik api tetap ada sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran lahan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku. Keberhasilan mengendalikan Karhutla adalah keberhasilan kita bersama,” tegasnya.

Dandim mengajak seluruh masyarakat Sanggau dan Sekadau untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat sinergi dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Dengan sinergi, kepedulian masyarakat, kerja keras seluruh unsur, dan tentunya atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, mari kita jaga Sanggau dan Sekadau agar tetap aman dari ancaman Karhutla,” pungkas Dandim (Pendim 1204/Sanggau/red).

Bupati Ingatkan Jika Keluar Rumah Pakai Masker

 

Bupati Sekadau didampingi Kapolres Sekadau dan kadis Kesehatan PP dan KB saat membagikan masker kepada pengguna jalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron, SH selalu mengingatkan agar masyarakat waspada, karena saat  ını udara di wilayah kabupaten Sekadau sedang tidak baik-baik saja, meskipun secara umum titik Api terpantau sangat minim, namun kabut Asap tetap melanda, artinya Asap tersebut terbang dari wilayah kabupaten tetangga. Supaya tidak terpapar ISPA sebaiknya jika keluar rumah atau beraktivitas diluar rumah harus menggunakan masker

"Apalagi anak-anak, mereka sangat rentan terpapar," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat ını titik hotspot di Wilayah kabupaten Sekadau sangat minim, andaipun ada semuanua masih bisa terkendali, karena kalau bakar ladang artinya apinya dimatikan pada jam-jam tertentu.

Kita patut bersyukur, meskipun terpapar kabut Asap namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sangat minim,itu artinya kordinasi dari atas sampai ketingkat bawah terkendali dengan baik. "Sehingga kebakaran bisa di minimalisir," katanya.

Namun, saat ını Pemerintah Daerah sedang mensiasati kondisi cuaca, karena saat ini kita masih dalam tahap Siaga, belum sampai pada tahap Tanggap Darurat, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lapangan bisa kita kendalikan.

"Saat kabupaten Sekadau sedang dalam tahap Siaga, belum sampai pada tahap Tanggap Darurat," katanya (tar/man).


Benarkah Dugaan Rembesan Limbah Di Sungai Gonis Dari PKS MPL? Simak Hasil Penelusuran Dilapangan

 

Muara sungai Semaja tempat berasal Air keruh dan warga hitam kecoklatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Maraknya tudingan di media sosial (medsos) terkait dugaan pencemaran limbah Pabrik kelapa sawit Milik PT. MPL belum tentu kebenarannya, karena hasil pengecekan lapangan oleh tim Humas bahwa sumber air keruh berwarna kecoklatan bukan dari intag pembuangan Pabrik PT MPL di Sungai Gonis, tetapi air keruh tersebut keluar dari muara Sungai Semaja.

"Awalnya tanggal 13 Juli 2026 dapat telepon dari Pak Kades bahwa ada laporan dari warga menemukan ikan mati karena limbah perusahaan, kemudian Kita sudah cek lapangan, 350 meter dari integ pipa kita ditelusuri ke hilir tidak ada tanda-tanda air keruh,namun setelah 350 meter ada muara sungai Semaja yang mengalir dan banyak ditemukan ikan mati di muara tersebut,  dari sungai itu terdapat air warna keruh yang terlihat mengalir," kata Nainggolan Parhusip kepada media ını, Sabtu (05/092026) di Warkop pasar baru Sekadau.

Jadi, bisa dipastikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu, tidak berasal dari integ PT.MPL tetapi keluar dari muara Sungai Semaja (tar/man).

Kadis Akui, Tantangan UMKM.Adalah Manejemen, Modal Dan Akses

ST. Emanuel,SKM,ME.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Dan Menengah kabupaten Sekadau ST.Emanuel,SKM,ME mengatakan, bahwa usaha mikro memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Daerah. Hanya saja,dalam pengembangan kita masih menghadapi berbagai tantangan besar,. terkait Manejemen usaha, keterbatasan modal, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital. 

"Oleh karena itu pihak dinas Koprasi usaha kecil dan menengah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi transformasi usaha mikro agar naik kelas menjadi wirausaha," kata kepada mereka ını, Sabtu (05/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, melalui berbagai kegiatan baik itu pelatihan maupun sosialisasi kita bekali ilmu, strategi dan legalitas yang diperlukan oleh para pelaku UMKM. Tujuannya, agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan semua kegiatan pelatihan untuk mengembangkan usahanya.

"Mari kita ubah tantangan menjadi peluang demi kemajuan ekonomi masyarakat di bumi Lawang Kuari ını," katanya.

Memasuki masa purna tugas dirinya menginginkan agar para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau bisa berhasil mencapai tujuannya.

"Sebagai garda terdepan UMKM harus bisa berdaya saing di tengah kondisi," katanya (tar/man).


Titik Hotspot Rendah, Komunikasi Pemerintah Dengan Masyarakat Sangat Baik

  

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Suharsono mengatakan, saat ını titik Hotspot di kabupaten Sekadau sangat minim, bahkan kebakaran di wilayah kabupaten Sekadau juga sangat minim, hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara Pemerintah Daerah dan masyarakat Peladang sangat intensif, bahkan para Peladang di kabupaten Sekadau sangat tunduk dengan aturan yang ada.

"Adapun titik Hotspot yang terdeteksi, masih bisa terkendali, artinya menyala jam berapa kemudian mati jam berapa, artinya dipadamkan pada jam tertentu," katanya kepada awak media ını, Jumat (04/09/2026) di ruang kerjanya.

Bayu mengapresiasi masyarakat kabupaten Sekadau,sesuai update terakhir Hotspot (titik panas) kita hari ini terpantau sekitar jam 14.00 WIB sangat sedikit. 

Bahkan dari tanggal 3 September hanya 8 titik kemudian tanggal 4 hanya ada 10 titik, dan titik hilang pada jam-jam tertentu.

Hanya saja kata dia, saat ını yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah membuat surat edaran terkait pencegahan Karhutla oleh Bupati,dan kondisi kita saat ini masih dalam tahapan Siaga, artinya kita masih sangat aman dari Karhutla. 

Tetapi lanjut dia, kalau kabut Asap kita kabupaten Sekadau sebagai jalur perlintasan,angin biasanya berhembus ke utara sehingga Asap tentu mengalir mengikuti angin,makanya meksipun titik Hotspot kita berkurang, tetapi kabut Asap yang kita rasakan saat ını adalah terbawa angin.

"Bukan kabut Asap dari wilayah kita," ujarnya.

Mudah-mudahan kondisi Hotspot kita tetap bertahan bahkan kalau bisa berkurang, dan kabut Asap segera berlalu,agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,termasuk kegiatan belajar-mengajar.

"Saran saya kepada warga Sekadau,jika keluar rumah atau beraktivitas diluar rumah sebaiknya mengunakan masker," ingatnya.

Jika ada yang terpapar ISPA sebaiknya segera memeriksa diri ke Puskesmas terdekat,agar bisa ditangani dengan baik.

"Terimakasih masyarakat kabupaten Sekadau yang telah mendukung penuh surat edaran dari Bupati terkait pembakaran Ladang,"ucapnya(tar/man).


Buka Pelatihan Bagi Pelaku UMKM, Wabup Minta Jangan Melenceng Dari Tujuan

 

Berfoto bersama usai acara pembukaan pelatihan bagi pelaku UMKM oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio, Jumat (04/09/2026) di Gedung UMKM Center Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio,SH,.MH,.membuka secara resmi kegiatan sosialisasi peningkatan usaha mikro menuju wirausaha yang berdaya saing. Kegiatan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk membangkitkan para usaha kecil untuk menjadi usaha menengah dan besar, karena usaha kecil menengah adalah pendongkrak perekonomian suatu Daerah bahkan Negara, Jumat (04/09/2026) di gedung UMUM Center Sekadau.

Dalam sambutannya pria asal kecamatan paling Timur tersebut mengatakan,bahwa bidang usaha dibagi menjadi tiga bagian yakni kecil, menengah dan Besar, artinya usaha kecil harus bisa berkembang menjadi usaha menengah selanjutnya usaha menengah bisa menjadi besar. 

"Begitulah keinginan dari Pemerintah,agar para pelaku UMKM bisa berkembang dan berdaya saing,' katanya mengawali sambutan.

Menurut dia,di kabupaten Sekadau tercatat ada sekitar 13 ribu lebih pelaku UMKM,dari jumlah tersebut yang aktif ada sekitar 2 ribuan saja. Pemerintah Daerah selalu ingin agar para pelaku UMKM ini bisa berkembang dan berhasil, karena sejatinya mereka adalah garda terdepan sebagai pendongkrak perekonomian Daerah.

"Sebab selain bekerja, hanya dengan berusaha kita bisa dapat uang,makanya kita harus terus berusaha,"sarannya.

Namun lanjut dia,yang menjadi persoalan apakah usaha yang ada sudah maksimal atau meningkat bahkan hanya jalan di tempat. Padahal di zaman sekarang teknologi secanggih ını harusnya bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu pelaku usaha untuk memasarkan produk dagangan,baik melalui tiktok,Facebook dan medsos lainnya.

"Gunakan medsos dengan baik, jadikan sebagai sarana pemasaran produk yang kalian hasilkan," ingatnya lagi.

Karena UMKM adalah pendongkrak ekonomi masyarakat kabupaten Sekadau,jangan minder, olah semua kuliner yang ada jadikan sebagai sumber dagangan di UKM. Kita sudah punya tempat untuk menjual produk UMKM,meskipun belum maksimal yakni UMKM Center.banyak sekali potensi yang kita punya, namun kita belum bisa memanfaatkan dengan baik.

Untuk itu ia meminta kepada ibu-ibu pelaku UMKM,jangan malu belajar, misalnya kita berkunjung ke tempat lain, kunjungi pusat produksi ciri khas daerah tersebut, pelajari kemudian kita modifikasi dengan produk kita,sehingga menghasilkan produk baru.

Di kabupaten Sekadau kata dia,para pelaku UMKM mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, mereka bisa dengan mudah mengakses pinjaman ke bank, karena pemerintah pusat sudah menyiapkan dana di Bank.

Hanya saja,ada beberapa hal yang harus dibenahi, tempat serta beberapa persyaratan lain, bahkan pinjaman bagi pelaku UMKM dengan bunga rendah dan ini harus menjadi perhatian dari dinas terkait, yakni melalui pembinaan yang masiv agar mereka merasa diperhatikan.

Dulu kata dia, Pemerintah kabupaten Sekadau pernah menyalurkan bantuan kepada pelaku UMKM dengan dana Rp 2,4 juta, namun setelah dibantu bukannya berkembang malah banyak yang tutup. Karena sudah melenceng dari tujuan awal.

'Maka dari itu ia berpesan kepada para ibu-ibu yang hadir, agar lebih fokus pada tujuan awal apabila ingin mengembangkan usaha,kita harus berusaha agar menjadi masyarakat yang produktif," pesannya.

Sementara itu kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Emanuel dalam sambutanya mengatakan, bahwa usaha mikro memiliki peran penting untuk menaikkan perekonomian di kabupaten Sekadau, maka dari itu manfaatkan teknologi yang ada,agar usaha mikro tumbuh menjadi usaha yang tangguh dan berdaya saing.

"Saya merasa bangga atas partisipasi dan antusiasme kaum ibu-ibu pelaku UMKM yang hadir mengikuti sosialisasi ını," ucapnya.

Bahkan kata dia, para peserta kebanyakan ibu-ibu yang masih usia muda,hal ını menandakan bahwa minat kaum muda untuk berusaha masih tinggi.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para pelaku UMKM yang sudah hadir saat ını, dan yang selama ını sudah bekerjasama selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas, untuk itu ia mohon pamit karena bulan depan sudah masuk purna tugas.

"Saya mengucapkan banyak terima kepada para pelaku UMKM kabupaten Sekadau yang selama ini sudah bekerjasama,mohon maaf jika dalam bekerjasama terdapat kesalahan, karena bulan depan saya sudah purna tugas," ucapnya.

Sementara itu ketua panitia Kartika Haryati dalam sambutanya mengatakan, bahwa saat ını jumlah peserta yang hadir mengikuti pelatihan dan sosialisasi sebanyak 50 orang yang didominasi kaum hawa. 

Salah satu tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menumbuhkan semangat usaha para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau. Narasumber yang kita undang dari PPIPT dari Untan.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ını dapat menumbuhkan para pelaku UMKM.yang handal dan mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja sendiri,"ucap Tika.

Hadir pada kesempatan ını perwakilan dari sejumlah dinas terkait, perhubungan, camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, para Kabag, Kabid serta perwakilan dari beberapa dinas (tar/man).


Jumat, September 04, 2026

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Partai Demokrat Salurkan Bantuan Sembako

 

Berfoto bersama dengan para korban kebakaran usai menyerahkan bantuan secara simbolis oleh Aron, SH ketua DPC Demokrat kabupaten Sekadau, Kamis (03/09/2026) di kompleks terminal Lawang Kuari desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten Sekadau kembali melaksanakan bakti sosial (Baksos). Kali ini jajaran pengurus dan simpatisan partai berlambang bintang mercy ini berbagi kasih kepada 17 Kepala Keluarga (KK) korban musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di kompleks terminal Lawang Kuari,Kamis (03/09/2026) kemarin sore.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh ketua DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau Aron S.H dan di hadiri seluruh jajaran pengurus DPC Partai Demokrat.

Kepada awak media usai kegiatan Aron menyampaikan, bahwa Baksos yang dilakukan oleh partai sebagai bentuk keprihatinan terhadap para korban  kebakaran. 

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit membantu kesulitan mereka usai musibah,"ujarnya.

Ia menyebut bahwa, bantuan yang disalurkan tersebut bersumber dari bantuan pengurus DPD partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat serta bantuan dari jajaran Pengurus DPC Partai Demokrat kabupaten Sekadau.

Sebelumnya kata dia, DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau beberapa waktu lalu juga menyerahkan bantuan kepada warga Dusun Tp.Muntik Desa Selalong yang mengalami musibah serupa.

Sebagai Bupati Aron juga berpesan, agar warga lebih berhati-hati saat membakar lahan maupun sampah mengingat musim kemarau yang belum bisa di prediksi kapan berakhirnya.

"Kabut asap yang begitu pekat dapat menggangu kesehatan, jika kita bakar sampah malah akan menambah volume asap di wilayah kita," ingatnya.

Kegiatan tersebut juga di hadiri angota DPRD provinsi Kalbar Hasan S.E.M.E,. sekretaris DPC Jefray Raja Tugam serta seluruh anggota fraksi DPRD kabupaten Sekadau dan seluruh jajaran pengurus dan simpatisan DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau (tar/man).