Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, September 09, 2026

Titik Hotspot Sudah Menurun, BPBD Tetap Lakukan Upaya Preventif

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Dwi Harsono mengatakan, pertanggal 8 September 2026, titik Hotspot hanya ada 4 titik, 3 titik di kecamatan Nanga Mahap dan 1 titik di kecamatan Nanga Taman. Situasi ini sangat terkendali, artinya kebakaran memang terjadi pada Peladang yang di awasi dan dijaga ketat, sehingga kebakaran tidak meluas.

"Situasi Karhutla terkendali dalam artian, hanya terjadi pada peladang yang diawasi dan dijaga ketat sehingga tidak meluas," katanya melalui pesan WhatsApp Rabu (09/09/2026).

Menurut dia, titik panas dari tanggal 4 sampai tanggal 7 September 2026 menurun dengan rincian tanggal 7 ada 10 titik dan tanggal 8 September kemarin hanya 4 titik.

"Itupun berada di kecamatan tertentu,Nanga Taman dan Nanga Mahap, kemungkinan ada warga yang belum bakar Ladang.

Kendati titik Hotspot turun lanjut dia, pihaknya tetap melakukan sosialisasi agar pembakaran Ladang dapat dilakukan pada saat situasi memungkinkan atau sudah sedikit normal.

Saat ını kita tetap melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa serta pihak perusahaan, TNI -Polri terkait kondisi dilapangan.Apabila ada titik kebakaran lahan atau lahan kita langsung keroyokan, agar sumber Api tidak menyebar. Sebagai upaya tindakan preventif.

"Inilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ını, berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir titik Api," kata Bayu.

Pantauan awak media ini di lapangan, menunjukkan, bahwa Asap sudah berkurang, jarak pandang sudah mulai membaik, yang semula hanya sekitar 100 meter. Kini sudah mulai berangsur-angsur normal(tar/man)


Selain Patroli, Tim Dari Koramil Nanga Mahap Berhasil Padamkan Api Di Desa Tembaga

 

Tim sat memadamkan Api di Desa Tembaga kecamatan Nanga Mahap Selasa (09/09/2026) kemarin.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Koramil 1204-18/Nanga Mahap bersama personel BKO TNI, Polsek Nanga Mahap dan masyarakat secara terus menerus melakukan patroli di wilayah rawan serta menangani titik panas di Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Selasa (08/09/2026) kemarin.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, menunjukkan ada 2 titik Hotspot di wilayah Desa Tembaga dengan luas lahan terdampak sekitar 1,3 hektare. Kedua titik Api tersebut telah berhasil di padamkan dan dinyatakan padam. Sementara itu, firespot aktif dilaporkan nihil.

Kegiatan penanganan melibatkan 2 personel Koramil 1204-18/Nanga Mahap, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, serta 2 anggota Polsek Nanga Mahap. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat segera ditangani dan tidak kembali meluas.

Plh. Danramil 1204-18/Nanga Mahap, Serma Ardi, mengatakan, bahwa patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Nanga Mahap.

“Dua titik hotspot yang berada di Desa Tembaga telah berhasil ditangani dan dipadamkan. Kami bersama personel BKO, Polsek Nanga Mahap serta masyarakat akan terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla, sehingga apabila ditemukan titik api dapat segera ditindaklanjuti dan tidak sampai meluas,” ungkapnya.

Selain pemadaman Api, personel juga melaksanakan patroli pencegahan di wilayah Desa Tembaga yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran maupun pembakaran lahan. 

Patroli melibatkan 2 personel Koramil, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, 2 anggota Polsek Nanga Mahap dan 2 masyarakat Desa Tembaga.

Ardi mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. 

"Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah Karhutla sejak dini,” tegasnya.

Kegiatan patroli dan pemadaman berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi wilayah Kecamatan Nanga Mahap terpantau aman dan terkendali (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).

Kendalikan Inflasi, Hari InI Pemkab Sekadau Akan Gelar OP,

Banner OP di inisiasi oleh Disperindagesdm dan TP PKK.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja hari ini akan melaksanakan Oprasi Pasar (PP) dalam rangka pengendalian inflasi. Kegiatan ini selain OP juga mendukung kegiatan PKK Provinsi Kalimantan Barat dan PKK  kabupaten Sekadau, Rabu (09/09/2026) pasar Lawang Kuari komplek pasar baru Sekadau jalan Panglima Naga Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Pada kegiatan Operasi Pasar tersebut, produk yang dijual adalah, beras Premium sebanyak 500 pack, kemudian gula pasir sebanyak 500 pack dan Minyak Goreng sebanyak 500 liter. 

"Tiga jenis barang ını dibandrol dengan harga Rp. 90.000, ribu rupiah," kata Kadis Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita, Selasa (08/09/2026) kemarin melalui WhatsApp Grup.

Menurut dia, dengan adanya Oprasi Pasar ini masyarakat kabupaten Sekadau sedikit bisa terbantu, selain itu kegiatan ını juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

"Mudah-mudahan masyarakat bisa sedikit terbantu dengan adanya Oprasi Pasar ini," tutupnya (tar/man).


Selasa, September 08, 2026

Camat Sekadau Hulu Apresiasi Upaya PT.Agro Andalan Mencegah Karhutla

Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim dari Mabes TNI di PT.Agro Andalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Forum komunikasi Pemerintah kecamatan (Forkompincam) kecamatan Sekadau hulu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT.Agro Andalan untuk mengatasi permasalahan Karhutla di wilayah kerja perusahaan,selain itu pihak perusahaan juga memberikan kontribusi nyata, terhadap pencegahan Karhutla. Konsentrasi untuk mengatasi Karhutla dinilai sangat membantu Pemerintah Daerah.

"Upaya yang dilakukan oleh PT Agro Andalan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi Karhutla," kata Plt Camat Sekadau Hulu Francisco Uwardianus melalui pesan singkat Selasa (08/09/2026).

Selain itu ia juga mengapresiasi kepada pihak TNI dan Polri yang selalu mendampingi dan membaur bersama mengedukasi masyarakat terkait resiko bahaya pembakaran hutan dan lahan tanpa kontrol.

Kami pemerintah kecamatan Sekadau Hulu mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensosialisasikan dan membantu pemadaman api yang beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran di beberapa wilayah di kecamatan sekadau hulu.

Apresiasi ini ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan sosialisasi Karhutla bersama Tim dari Mabes TNI dan sejumlah kepala desa di kantor PT. Agro Andalan tanggal 7 September 2026 lalu.

"Terimakasih kami sampaikan kepada tim Mabes TNI dan PT.Agro Andalan, dan para kepala desa yang telah berkonstribusi nyata mencegah terjadi nya Karhutla di wilayah kecamatan Sekadau hul," pungkasnya (tar/man).

Musim Kemarau, Arus Trasnportasi Warga Seberang Kapuas Terganggu

 

Kondisi Dermaga penyeberangan sungai Kapuas di stegher yang pondasi dermaga sudah amblas mengikuti kontur tanah, sehingga agak memcurut ke bawah foto diambil Selasa (08/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Seberang Kapuas Yemi Ibrahim mengeluhkan, bahwa kemarau yang berkepanjangan menyebabkan arus trasnportasi warga dari Madya dan Seberang Kapuas menuju kota Sekadau sedikit mengalami kendala. Karena dermaga tempat persinggahan sudah kandas di tanah, jadi posisi tidak rata memcurut ke bawah mengikuti pola sungai dalam kondisi mereng, kondisi ını menyebabkan warga agak kesulitan membawa barang belanjaan.

"Kondisi ını sangat menyulitkan warga, saat mengangkut barang bawaan dan sepeda motor," katanya kepada media ini, Senin (08/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia,kondisi tentu akibat alam, namun kendati begitu arus angkutan barang dan orang masih relatif lancar,hanya saja masalahnya mungkin harga-harga kebutuhan pokok kemungkinan ada kenaikan sedikit di wilayah pedalaman seberang Kapuas, terutama wilayah transmigrasi.

Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ını musim kemarau berakhir, sehingga transportasi tidak terganggu lagi.

Bukan hanya trasnportasi yang terganggu,masyarakat sudah mulai mengeluhkan kesulitan air bersih,karena selama ını masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor untuk mandi dan mencuci.

Mungkin karena kemarau sudah terlalu lama,maka keadaan air sumur mungkin sudah mulai mengering.

"Jadi perlu ada rencana antisipasi yang bisa mengatasi darurat air bersih, apabila kemarau ını berkepanjangan," ucapnya (tar/man).


Meskipun Titik Hotspot Berkurang, Kesiagaan Damkar Tetap 24 Jam

Eko Sulistyo dan Frans Undun.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau mulai menunjukkan penurunan bahkan titik Hotspot beberapa hari kemarin pernah nihil. Meskipun demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau tetap menyiagakan personel selama 24 jam hingga musim kemarau berakhir.

"Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, jumlah titik panas atau hotspot yang sebelumnya terpantau mulai berkurang," kata Eko Sulistyo kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kabupaten Sekadau belum lama ını.

Bahkan kata dia,saat ini hampir tidak ditemukan titik panas yang dinilai membahayakan. Akan tetapi,kondisi ını tidak membuat petugas lengah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

Dikatakan dia lagi, bahwa kesiapsiagaan petugas tetap dilakukan selama 24 jam. Begitu kita mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kejadian kebakaran hutan dan lahan,mau tidak mau kita harus selalu siap untuk turun ke lapangan.

Risiko tersebut juga bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang mulai melakukan kegiatan berkebun dan berladang.

Karena itu, masyarakat, khususnya petani dan peladang, diimbau untuk sementara menghindari pembakaran dalam proses pembukaan lahan.

"Harapan kita udara di Kabupaten Sekadau ini bisa menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan efek penyakit ISPA bagi masyarakat," katanya.

Dalam penanganan karhutla, Damkar Sekadau tidak bekerja sendiri. Petugas berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, hingga perusahaan.

Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan hotspot sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Meski demikian, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terjadi di Tiga Kecamatan Belitang.

Karena akses menuju wilayah tersebut menjadi tantangan karena petugas harus menyeberangi sungai. Pendangkalan sungai juga membuat mobilisasi kendaraan dan peralatan pemadam menuju lokasi kebakaran menjadi lebih sulit.

Selain persoalan akses, ketersediaan sumber air turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas akan mengerahkan kendaraan pemadam apabila lokasi kebakaran masih dapat dijangkau. Tim juga mencari sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Damkar Sekadau memiliki sekitar 21 personel yang dibagi dalam tiga sif.

Setiap sif terdiri atas tujuh petugas. Mereka tetap disiagakan untuk menangani berbagai kejadian kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun karhutla.

Damkar Sekadau juga menyiapkan dua unit kendaraan operasional, yakni L300 dan Strada. Kedua kendaraan tersebut dilengkapi dengan peralatan penyedot air untuk mendukung proses pemadaman.

Meskipun kondisi kabut asap mulai berkurang dan Karhutla semakin terkendali, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

"Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan kualitas udara di Kabupaten Sekadau tidak memburuk selama sisa musim kemarau," katanya (tar/man).


Subandrio: Jika Ingin Maju Sekolah Setinggi-tingginya

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH.MH kembali menyarankan agar anak-anak di kabupaten Sekadau dari yang masih duduk di bangkunya SD,SMP,SLTA bahkan yang sedang Kuliah,sebaiknya jangan pernah berhenti ditengah jalan, karena hanya dengan pendidikan yang baik kabupaten kita bisa maju dan berdaya saing. "Karena belajar adalah kunci kesuksesan,jika ingin memajukan Daerah dan diri sendiri," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tidak ada rumusnya, kalau kita tidak belajar mengikuti pendidikan yang baik bisa maju, contoh orang luar Negri mereka nisa pergi ke bulan, itu karena belajar. Perkembangan teknologi saat memaksa kita harus mengikuti,jika tidak mampu mengikuti artinya kita sudah jauh ketinggalan.

"Jika sudah ketinggalan,maka kemiskinan lah yang akan menghimpit kehidupan kita," katanya.

Di zaman serba modern ini,selain berilmu,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif, karena jika sekolah tinggi punya ilmu tapi tidak kreatif, semua itu tidak ada gunanya. 

Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau untuk bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT. 

Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.

"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"katanya.

Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. Misalnya yang putus SD, SMP dan SLTA, semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.

"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," katanya.

Tidak dapat dipungkiri lanjut dia,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang,angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya angkatan 50 dan angkatan 60.

"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.

Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.

"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (tar/man).

Senin, September 07, 2026

Terkendala Kemarau Panjang, Sejumlah Perusahaan Mengurangi Kuota Pembelian TBS

Foto TBS ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan kabupaten Sekadau,Ifan Nurfatria mengatakan,jika melihat kondisi kemarau yang berkepanjangan saat ini, dan mengakibatkan penurunan debit air sungai Kapuas dan sumber air lainnya secara signifikan. Sehingga armada Ponton (tongkang) pengangkut CPO (Crude Palm Oil) tidak dapat bersandar dan melakukan bongkar muat di dermaga Terminal Khusus perusahaan. 

"Dampak dari terhambatnya distribusi ini, menjadi salah satu penyebab tangki timbun (storage tank) CPO di seluruh Pabrik Pengolahan Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sekadau penuh," katanya kepada media ini, Senin (07/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, alternatif lain yang dilakukan perusahaan sebagai upaya distribusi CPO melalui jalan darat dengan menggunakan Truk Tangki tidak bisa optimal,mengingat keterbatasan jumlah armada serta jarak tempuh.dan muatan kurang banyak, ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh ke Dermaga di Tayan atau Kijing untuk dibangkor muat.

Dengan kondisi tangki timbun yang penuh ini, kata dia lagi,.menjadi pemicu  perusahaan yang memiliki PKS melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS)Kelapa Sawit. Pembelian disesuaikan dengan kemampuan Pengolahan Pabrik dan daya tampung tangki CPO.

Bahkan hampir semua PKS saat ını, hanya melakukan operasional dibawah dari kapasitas normalnya.Misalnya yang biasa ngolah 100 ton, kini hanya mampu mengolah 50 ton,dengan begitu pembelian TBS disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pengaturan pembelian TBS oleh PKS tentunya berdampak pada dibatasinya penerimaan TBS, baik dari kebun Inti, Plasma dan lembaga pekebun swadaya serta Mitra perusahaan. 

Beberapa perusahaan hanya bisa menampung buah dari kebun inti dan plasma  itupun dibatasi hingga 50 persen, bahkan beberapa perusahaan juga dengan strategi penundaan panen kebun inti. 

Sedangkan lembaga pekebun swadaya yang bermitra ada yang masih diberikan kuota dalam jumlah kecil, bahkan dihentikan sama sekali,sedangkan untuk pekebun swadaya yang tidak bermitra, penerimaan TBS dihentikan untuk sementara.

Kondisi ini semata karena kendala alam, yang tidak diharapkan oleh semua pihak. PKS dengan kebijakannya masing-masing telah berusaha semaksimal mungkin agar TBS petani dapat tertampung.

Oleh karena itu diharapkan agar petani dapat memahami kondisi ini dan tetap bisa menjaga kondusifitas.Mungkin bisa dicoba beberapa upaya misalnya dengan menunda jadwal panen.

"Melihat kondisi Pemerintah Daerah juga ikut prihatin, namun kita semua berharap agar musim kemarau ini bisa segera selesai dan kondisi Sungai Kapuas kembali normal," doanya (tar/man).

Permudah Akses Air,Polres Sekadau Siapkan 10 Unit Sumur Bor Untuk Tangani Karhutla

Tim dari Polres Sekadau saat mengalir sumur bor untuk persiapan Karhutla agar akses air mudah, Senin (07/09/2026) di tiga kecamatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk mengantisipasi kendala kekurangan sumber air saat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jajaran Polres Sekadau menyiapkan 10 titik sumur bor di sejumlah wilayah. Empat titik di antaranya telah selesai dan mengeluarkan air, sementara enam titik lainnya masih dalam proses pembuatan. Penyediaan sumur bor tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan untuk memudahkan penanganan akses Air pada saat penanganan Karhutla, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air atau sumber air alami sulit dimanfaatkan.

Dari empat titik yang telah selesai, dua berada di wilayah Polsek Sekadau Hilir, masing-masing di Dusun Pangkin, Desa Mungguk, dan Jalan Barage, Desa Sungai Ringin. Sementara dua titik lainnya berada di wilayah Polsek Nanga Mahap, tepatnya di Dusun Engkayak, Desa Nanga Mahap, serta Polsek Belitang Hulu di Dusun Balai Sepuak, Desa Balai Sepuak.

Sumur bor di Dusun Pangkin dan Jalan Barage masing-masing memiliki kedalaman 12 meter. Sumur di Dusun Engkayak memiliki kedalaman 10 meter, sedangkan di Dusun Balai Sepuak mencapai 18 meter.

Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air pendukung yang lebih mudah dijangkau ketika personel melakukan penanganan Karhutla di lapangan. Harapannya dengan sumber air yang tersedia, kebutuhan air untuk pemadaman dapat lebih cepat dipenuhi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi salah satu kendala yang kerap dihadapi personel dalam penanganan Karhutla, yakni keterbatasan sumber air.

“Penyediaan sumur bor ini untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber air. Ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujar IPDA Iwan, Senin (07/09/2026).

Menurutnya, keberadaan sumur bor di sejumlah wilayah akan memberikan alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.

“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan sangat penting. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, personel dapat lebih mudah melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” katanya.

Meski tidak termasuk dalam wilayah Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polres Sekadau tetap melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Polda Kalbar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla. Melalui Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama jajaran memetakan dan membangun 98 titik sumur bor di wilayah rawan Karhutla. Sebanyak 52 titik telah berhasil mengeluarkan air secara optimal dan siap digunakan, sementara 46 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Selain menyiapkan sumber air, Polres Sekadau terus melakukan pemantauan wilayah, patroli serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

“Sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” pungkasnya(sumber humas/tar/man).

Cegah Karhutla,TIM Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi Bersama Masyarakat Sekadau

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi dampak Karhutla kepada sejumlah tokoh masyarakat di wilayah tiga kecamatan kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

SEKADAU-FAKTAPAGIMCOM.Tim Penyuluhan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI terus melakukan upaya untuk pencegahan Karhutla. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan dan Desa di Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap dan melibatkan jajaran Koramil setempat, pemerintah kecamatan dan desa, Polri, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta warga setempat.

Selain memberikan edukasi, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI juga menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Dusun Cuka Hilir, Desa Sekonau dan Kantor PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.

Tim juga menyampaikan strategi penanganan kondisi darurat, termasuk pemadaman darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penyuluhan akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.

Dengan meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau terlindungi dari dampak kebakaran dan asap (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).