Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Selasa, Oktober 20, 2026

Untuk Mengatasi Kelangkaan BBM Subsidi, Bupati Sekadau Keluarkan Surat Edaran

 

Tim dari Forkompinda dan forkompincam.saat melakukan Sidak di sejumlah SPBU di kabupaten Sekadau ini memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan Surat Edaran bupati beberapa waktu lalu (foto istimewa).
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk mengatasi carut marut antrian panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bupati Sekadau, Aron, S.H.resmi mengeluarkan Surat Edaran(SE) dengan Nomor 500.2.1/1852/DPPTK 02/2026 tentang Tertib Penyaluran,Pengawasan, dan Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Kabupaten Sekadau. Dikeluarkannya SE tersebut sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan BBM dan menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak beberapa waktu lalu.

Kebijakan ini mengacu pada sejumlah peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi beserta perubahannya, Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, serta Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian BBM Bersubsidi.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh pengelola SPBU maupun masyarakat pengguna BBM.

Salah satu ketentuannya, seluruh kendaraan roda empat atau lebih yang mengisi Biosolar wajib terdaftar dalam sistem digital Pertamina melalui MyPertamina atau menggunakan QR Code. Pengelola SPBU dilarang melayani pengisian bagi kendaraan yang tidak memiliki barcode maupun yang menyalahgunakan barcode tersebut.

Surat edaran tersebut juga mengatur pembatasan penjualan Pertalite berdasarkan jenis kendaraan, yakni kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp50.000 atau setara dengan 5 liter per hari.

Kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp400.000 atau setara dengan 40 liter perhari.Sementara itu, untuk BBM jenis Biosolar (B50), pembatasan ditetapkan sebagai berikut:

Kendaraan roda empat maksimal 40 liter per hari. Kendaraan truk angkutan umum roda enam atau lebih maksimal 80 liter perhari.

Dalam pelaksanaannya, PT Pertamina Patra Niaga bersama pengelola SPBU diminta melakukan koordinasi teknis terkait pengaturan mesin Electronic Data Capture (EDC), kesiapan operasional, pengawasan penyaluran BBM, serta penerapan jam operasional secara serentak mulai pukul 07.00 WIB.

Pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan ini akan dilakukan secara bersama oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta PT Pertamina Patra Niaga sesuai dengan perkembangan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Sekadau.

Bupati Sekadau Aron, S.H.,menegaskan bahwa pengaturan tersebut dilakukan demi kepentingan bersama, terutama untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah kelangkaan BBM di Kabupaten Sekadau.

“Demi kelancaran bersama serta menjaga stabilitas BBM agar tidak langka,” ucapnya.

Melalui penerbitan surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap penyaluran BBM dapat berlangsung lebih tertib, pengawasan semakin optimal, dan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi dapat terlayani dengan baik (tar/man).

TMMD Lakukan Normalisasi Sungai, Sebagai Bentuk Kedekatan TNI Dan Masyarakat

 

Normalisasi Sungai yang dilakukan oleh TNI melalui TMMD di Dusun Sairi Bahan Desa Amboyo selatan kecamatan Ngabang kabupaten Landak, Senin (19/10/2026) di Landak.
LANDAK-FAKTAPAGI.COM.Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Kodim 1210/Landak terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya manfaatnya adalah normalisasi sungai di Dusun Sairi Bagan, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (19/10/2026) kemarin.

Kegiatan normalisasi sungai tersebut menjadi salah satu upaya Satgas TMMD guna memperbaiki kondisi lingkungan dan mendukung aktivitas masyarakat di sekitar sungai. Kehadiran prajurit TNI dalam pengerjaan ini mendapat sambutan positif dari warga yang turut merasakan perhatian terhadap pembangunan di wilayah mereka.

Suasana keceriaan tampak ketika sejumlah warga antusias turun ke sungai untuk mencari ikan. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan menarik sekaligus menggambarkan kedekatan masyarakat dengan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Antusiasme warga ini menunjukkan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan di pedesaan.

Melalui normalisasi sungai ini, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1210/Landak berharap kondisi sungai semakin baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung pembangunan wilayah pedesaan.

Kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan TMMD. Semangat gotong royong yang terjalin diharapkan terus terpelihara sehingga hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga.

Program TMMD Reguler Ke-130 Kodim 1210/Landak pun terus menjadi wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Landak (tino).

Senin, Oktober 19, 2026

Aktivitas PETI di Desa Malenggang Tak Tersentuh Hukum

 

Kegiatan aktivitas PETI Di wilayah Malemgang kabupaten Sanggau.
SEKAYAM-FAKTAPAGI.COM.Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin  (PETI), dengan menggunakan alat berat beroperasi secara terang-terangan di  RT 08 Dusun Malenggang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (15 /10/2026) kemarin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media ini di lapangan menunjukan, bahwa  aktivitas Pertambangan Tanpa Izin  (PETI) di Dusun Malenggang  Desa Malenggang tersebut diduga sudah berlangsung lama beroperasi, tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Menurut keterangan dari salah satu warga, melihat dari jejak pekerjaan tersebut yang mana sudah terlihat sudah cukup luas, dan menyebab kan  kerusakan lingkungan serta alam, dan pencemaran sungai Saeh.

Di lokasi PETI tersebut terpantau tiga Unit alat berat Exavator sedang melakukan pekerjaan, 2 unit exavator Caterpilar, dan 1 unit Hitaci PC 200.

"Kami sangat prihatin melihat kerusakan lingkungan yang semakin masif, coba lihat sungai Saeh sekarang sudah tidak dapat lagi warga ber aktifitas di sungai mandi maupun cuci sebab yang mengalir bukan air tapi lumpur, " keluh warga tersebut yang enggan di publikasikan.

Excavator yang digunakan oleh para penambang emas di Malemgang kabupaten Sanggau.

Namun ia berharap Kapolda Kalbar tidak tinggal diam dengan keadaan ini dimana penambangan emas ilegal yang selama ini berjalan aman di wilayah Hukum Sanggau, sehingga rasa kepercayaan kami terhadap institusi Polri tetap ada.

"Mudah- mudahan Kapolda Kalbar mendengarkan keluhan ini dan langsung memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan tindakan tegas, "pintanya (tino)

Minggu, Oktober 18, 2026

Karhutla Masih Membara, Prabowo Malah Pesta di Istana

 

Foto ilustrasi AI.
JAKARTA-FAKTAPAGI.COM.Hampir tidak ada fotonya. Menteri pun tak berani berkomentar. Namun, publik tahu ada pesta di Istana Bogor. Ya, mereka berpesta ria, makan makanan enak, minum sepuasnya di tengah karhutla membara. Karhutla mengamuk, 639 hektare lahan masih menyala, warga terancam ISPA, negara tetangga megap-megap. Eh, Presiden Prabowo Subianto malah mengumpulkan hampir seluruh Kabinet Merah Putih di Istana Bogor, Jumat malam, 16 Oktober 2026. Agendanya? Bukan memadamkan api, bukan anjloknya IHSG, bukan menyelamatkan rakyat dari asap. 

Melainkan makan malam mewah bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, lengkap dengan tarian daerah Ambon, Jawa, dan entah daerah mana lagi.

Hutan terbakar, istana menari. Gambut menghitam, meja makan berkilau. Rakyat batuk-batuk, kabinet menyaksikan pertunjukan budaya. Kalau ini bukan ironi, mungkin kamus bahasa Indonesia perlu dibakar sekalian, biar asapnya melengkapi suasana.

Jamuan itu diisi perkenalan anggota kabinet, pidato persahabatan, serta cerita jasa Uni Soviet membantu Indonesia merebut Papua. Wakil Presiden Gibran duduk di kiri Prabowo, Manturov di kanan. Posisi duduk tertata rapi, sayangnya persoalan rakyat belum tentu ikut tertata.

Wartawan menunggu sejak sore di luar Pintu 3. Ponsel dan ajudan dilarang masuk. Seusai acara, para menteri keluar dengan mulut terkunci seperti brankas Bank Indonesia. Hanya Menteri Perumahan Maruarar Sirait sempat berbicara, mengundang Presiden ke acara perumahan November dan Desember. Rumah memang penting, Pak, tetapi bagaimana membangun rumah kalau penghuninya sedang berjuang menghirup udara?

Keesokan harinya, Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menjelaskan, “Menjamu Bapak Wakil Perdana Menteri Rusia dan rombongan. Jamuan berupa tarian-tarian daerah. Makan malam.” Ia juga menegaskan acara itu bukan perayaan ulang tahun, meskipun 17 Oktober merupakan hari ulang tahun Presiden.

Netizen X pun meledak. Sebuah unggahan meraup lebih dari 10 ribu suka karena rakyat mengira pemerintah membahas karhutla, kelangkaan BBM, dan ekonomi buruk. Akun lain menulis, “He truly deserves to be impeached.” Marah boleh, wak, tetapi jangan berharap pemakzulan otomatis menjadi alat pemadam kebakaran.

Sementara istana sibuk berdiplomasi, Singapura melalui Menteri Grace Fu dan National Environment Agency mengidentifikasi tujuh perusahaan Indonesia yang dikaitkan dengan kebakaran penyebab udara tidak sehat: PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, dan PT Bangkanesia.

Mereka menerima Preventive Measure Notices berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act, yang memerintahkan pengerahan pemadam, penghentian pembakaran, dan penyerahan rencana aksi. Tiga perusahaan bahkan sudah menjadi perhatian sejak 2015, dengan kasus yang masih terbuka.

Malaysia ikut gerah. Anggota parlemen Lim Guan Eng mengancam menggugat Indonesia untuk menuntut kompensasi jika Jakarta menolak satgas ASEAN permanen. Syed Saddiq mendorong tekanan diplomatik dan finansial, termasuk pemutusan akses pendanaan perusahaan. Namun Menlu Mohamad Hasan memilih diplomasi agar hubungan bilateral tidak rusak.

Begitulah, wak. Di luar negeri, asap menjadi urusan diplomatik. Di dalam negeri, rakyat menunggu tindakan. Singapura mengirim surat, Malaysia mengancam gugatan, sementara istana menyuguhkan tarian dan makan malam.

Jangan-jangan ada teknologi baru bernama diplomasi aromatik. Asap karhutla dibalas aroma hidangan istana, kebakaran dijawab tarian, penderitaan rakyat disuguhi pidato persahabatan.

Tentu menjamu tamu negara bukan dosa. Persahabatan internasional juga penting. Tetapi ketika rumah sendiri kebakaran, bukankah tuan rumah seharusnya sesekali memeriksa dapur yang terbakar?

Rakyat tidak meminta Presiden berhenti menjamu tamu. Rakyat hanya ingin melihat keseriusan sama ketika menghadapi bencana. Sebab, yang terbakar bukan cuma hutan, melainkan kepercayaan.

Kalau asap terus mengepul sementara jawaban pemerintah datang belakangan, jangan heran bila rakyat akhirnya kecewa. Tamu negara pulang membawa kenangan. Rakyat tetap tinggal bersama asap (Rosadi Jamani/red faktapagi.com).


Sabtu, Oktober 17, 2026

HIPMI Sanggau Berkomitmen Dukung Iklim Usaha Kondusif dan Stabilitas Ekonomi Daerah

 

Kegiatan FKSHMPI yang di inisiasi oleh HIPMI kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu (foto istimewa).
SANGGAU-FAKTAPAGI.COM.Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan Forum Komunikasi dan Sinergitas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Sanggau. Kegiatan FKSHPMI dalam Rangka Mendukung Iklim Usaha yang Kondusif serta upaya stabilitas ekonomi Daerah, Kamis,(15/10/2026) di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan sinergitas antara pengusaha muda, Pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Disela-sela kegiatan, Ketua HIPMI Kabupaten Sanggau, Alex Chandra menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sanggau.

Dikatakan dia, HIPMI siap bersinergi dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ronald Risakota, mantan Ketua HIPMI Kabupaten Sanggau periode 2021–2024, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan forum tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan menjaga kesinambungan komunikasi antar pengurus lintas periode dalam memperkuat soliditas organisasi serta mendorong kontribusi pengusaha muda bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Sanggau.

Sebagai bentuk komitmen bersama, HIPMI Kabupaten Sanggau menyampaikan deklarasi sikap sebagai berikut:

1. Mendukung terciptanya iklim usaha yang aman, tertib, dan kondusif.

2. ⁠Mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

3. ⁠Mendorong anggota HIPMI menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. ⁠Mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi barang, serta ketersediaan kebutuhan masyarakat.

5. ⁠Berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pemberdayaan pelaku UMKM di Kabupaten Sanggau.

Melalui deklarasi tersebut, HIPMI Kabupaten Sanggau menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan pembangunan ekonomi daerah serta memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergitas berkelanjutan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat sektor UMKM, dan mendorong stabilitas ekonomi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau (red).

Jumat, Oktober 16, 2026

Sabu 1 Kilogram Gagal Beredar, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Babat Habis Pelaku Narkoba

 

Penangkapan pelaku pengedar satu kila Narkotika jenis Sabu oleh tim Satres narkoba Polresta Deli Serdang, Kamis (15/10/2026)
DELI SERDANG-FAKTAPAGI.COM.Satu kilogram narkotika jenis sabu yang diduga akan diedarkan di wilayah Lubuk Pakam berhasil diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang. Dalam operasi tersebut, petuga mengamankan seorang pria berinisial S (39) beserta barang bukti sabu seberat bruto 1.000,14 gram,Kamis (15/10/2026) kemarin.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pemetaan lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas transaksi narkotika di Kelurahan Lubuk Pakam III, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Operasi dipimpin langsung Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H.

Sebelum bergerak ke lokasi, personel gabungan terlebih dahulu mengikuti apel pada sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, tim melakukan penyelidikan dan penyisiran di titik yang telah dipetakan hingga berhasil mengamankan S.

Dari lokasi penindakan, petugas menyita satu tas ransel berwarna hitam dan satu plastik klip besar berisi sabu dengan berat bruto 1.000,14 gram. Barang bukti tersebut selanjutnya dibawa bersama terduga pelaku ke kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan dalam laporan operasi, S mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria yang dikenal dengan inisial R. Petugas kemudian melakukan pencarian terhadap pria tersebut, tetapi hingga operasi berlangsung keberadaannya belum ditemukan.

Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan untuk menekan peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah Lubuk Pakam dan sekitarnya.

“Pemberantasan peredaran narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika,” ujar Fery.

Selain melakukan penindakan, Fery juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga setempat. Masyarakat disebut memberikan apresiasi terhadap langkah petugas dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika di Kelurahan Lubuk Pakam III.

Keberhasilan mengamankan sabu dengan berat bruto sekitar satu kilogram ini menjadi bagian dari upaya Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dalam memutus peredaran narkotika. Kepolisian masih perlu mendalami asal-usul barang bukti, dugaan jaringan yang terlibat, serta keberadaan pria inisial R.

Saat ini, terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Status hukum terduga pelaku tetap harus mengacu pada proses penyidikan dan pembuktian sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (tim).

Geruduk Polda Sumut, AMPD Sumut Minta Berangus Labura Dari Darurat Narkoba, Tangkap Saimin Harahap

 

Aksi damai.yanh dilakukan oleh AMPD Sumut di Mapolda Sumut untuk meminta pihak kepolisian mengusut dan memberangus peredaran Narkoba di kabupaten Labuhan Batu Utara dan menangkap Saimin Hasibuan terkait Banda Narkoba, Rabu (14/10/2026) kemarin.

SUMATERA UTARA -FAKTAPAGI.COM.Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Sumatera Utara (AMPD Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Rabu (14/10/2026). Dalam aksinya, massa mendesak kepolisian segera mengusut dugaan maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), khususnya di Kecamatan NA IX-X dan kawasan Kampung Pajak.

Dalam orasinya, pimpinan aksi Gunawan Situmorang menyebut peredaran narkoba di wilayah tersebut masih menjadi persoalan serius. Ia menuding seorang pria berinisial SH diduga berperan sebagai bandar narkoba di kawasan itu.

“Labura masih marak peredaran narkoba, khususnya di Kecamatan NA IX-X dan Kampung Pajak, yang diduga dikomandoi oleh SH,” ucapnya saat orasi.

AMPD Sumut mendesak aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas dugaan jaringan peredaran narkoba tersebut dan menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Gunawan juga mengklaim SH memiliki dua orang kaki tangan yang beroperasi di wilayah Sidua-dua dan Gunting Saga. Selain itu, ia melontarkan dugaan adanya aliran uang sebesar Rp8 juta setiap 10 hari kepada oknum aparat penegak hukum untuk melancarkan aktivitas ilegal tersebut.

Tudingan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam aksi demonstrasi. AMPD Sumut meminta Kapolda Sumatera Utara mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat, termasuk personel di Polres Labuhanbatu dan pejabat utama Polsek NA IX-X, apabila ditemukan bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Setelah sekitar satu jam menyampaikan orasi, perwakilan Polda Sumut dari Direktorat Reserse Narkoba menerima aspirasi dan informasi yang disampaikan massa aksi.

Perwakilan Ditresnarkoba Polda Sumut menyatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dan meneruskan informasi tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Kita akan berkoordinasi lebih lanjut dan menyampaikan ini kepada pimpinan, yakni Direktur Reserse Narkoba, agar seluruh pelaku dan bandar diberantas sampai ke akarnya,” demikian pernyataan perwakilan Ditresnarkoba Polda Sumut sebagaimana disampaikan dalam aksi tersebut.

Menutup aksi, AMPD Sumut menegaskan akan terus mengawal tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

Mereka berharap aparat tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melakukan penyelidikan secara serius, transparan, dan profesional terhadap dugaan peredaran narkoba maupun dugaan keterlibatan oknum aparat.

AMPD Sumut juga menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam pemberantasan narkoba, sejalan dengan semangat Polri untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat (tim).

Polres Sekadau Raih Peringkat III Penegakan Hukum Lalu Lintas Jajaran Polda Kalbar

 

Kapolres Sekadau AKBP Andika Wiratama saat menerima penghargaan sebagai peringkat ke III SELRA oleh Kapolda Kalbar,.Rabu (14/10/2026) di Hotel Ibis Pontianak.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Polres Sekadau meraih peringkat III kategori Manajemen Penegakan Hukum (SELRA) dalam evaluasi kinerja satuan lalu lintas jajaran Polda Kalimantan Barat. Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Tahun 2026 di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (14/10/2026) kemarin.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar dan diterima Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama.

Dalam kategori tersebut, Polresta Pontianak meraih peringkat pertama, disusul Polres Kubu Raya di posisi kedua dan Polres Sekadau di peringkat ketiga. Sementara itu, Polres Sanggau menempati posisi terakhir.

Evaluasi kinerja dalam Rakernis tersebut juga mencakup tiga kategori lainnya. Polres Ketapang meraih peringkat pertama kategori Keaktifan Penindakan Knalpot Nonstandar, Polres Sambas pada kategori Manajemen Penyajian Informasi dan Data (K3I), serta Polres Kubu Raya pada kategori Manajemen Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas.

Rakernis dibuka oleh Kapolda Kalbar dan dihadiri Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono, Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Ketua IMI Kalbar Yuliansyah, para pejabat utama Polda Kalbar, kapolres dan kasat lantas jajaran, serta perwakilan instansi terkait.

Dalam arahannya, Kapolda Kalbar menekankan pentingnya profesionalisme personel lalu lintas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penegakan hukum harus dilaksanakan secara transparan dan berkeadilan, disertai edukasi keselamatan berlalu lintas dan upaya pencegahan kecelakaan.

Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan instansi terkait serta membangun kepercayaan masyarakat melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. Kehadiran Polantas diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Polres Sekadau, khususnya Satlantas, untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas. Polres Sekadau juga berkomitmen mengedepankan pelayanan yang humanis serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas," kata IPDA Iwan saat diwawancarai, Kamis (15/10).

Hasil evaluasi tersebut, ujarnya, akan menjadi bahan perbaikan bagi Satlantas Polres Sekadau, baik dalam penegakan hukum, edukasi keselamatan berlalu lintas, maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Harapannya, kinerja Satlantas Polres Sekadau terus meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Sekadau," pungkasnya (sumber Humas Polres Sekadau).

Akhirnya Turnamen HUT Pemda Di Helat

Kepala dinas Disporapar Gunawan saat melahirkan tendangan pertama mewakili Bupati sebagai tanda dimulainya turnamen antar club HUT Pemda Sekadau yang ke 23,Kamis (15/10/2026) di Lapangan sepak bola EJ.Lantu Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah menunggu cukup lama bahkan hampir 2 bulan turnamen sepak bola HUT Pemerintah Daerah tahun 2026 tertunda, akibat buruknya cuaca lantaran kabut Asap.Dimulainya turnamen HUT Pemerintah Daerah yang ke 23 ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati yang diwakili kepala Dinas Disporapar kabupaten Sekadau Gunawan, Kamis (15/10/2026) di lapangan bola Ej.Lantu Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya kepala Disporapar mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia turnamen yang telah bekerja keras, sehingga turnamen ını bisa kita helat pada hari ını.

Menurut dia, turnamen sepakbola memang sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat pencinta sepak bola,. selain menjadikan hiburan gratis, sepakbola juga bisa menjadi perekat sekaligus sebagai ajang bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta.

"Turnamen sepak bola sebagai wadah bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta yang dimiliki,"kata Gunawan mengawali sambutannya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak, baik itu para donatur dan pihak-pihak yang terlibat sehingga turnamen ını bisa dilaksanakan pada hari ını (kemarin red).

Kepada tim yang bertanding ia berpesan untuk selalu menjaga sportivitas, karena dari 69 club yang ikut berpatisipasi hanya 4 club yang akan menjadi juara, artinya banyak sekali yang gugur.

Untuk itu, memang diperlukan sportivitas yang tinggi dari para pemain, untuk mencapai juara memang tidak mudah,tapi kita harus bercita-cita, karena dengan usaha dan doa kita pasti bisa. Karena sudah ada contoh bahwa kabupaten Sekadau mampu menjadi juara pertama pada turnamen bergensi antar kabupaten di provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

"Inı suatu kebanggaan dan yang pertama kita bisa juara," katanya.

Ditempat yang ketua Askab kabupaten Sekadau Muhamad Ardiansyah dalam sambutanya mengatakan, bahwa meski tertunda namun turnamen ini bisa kita helat.

Ia juga berpesan kepada para official tim untuk menjaga para pemainnya,agar selalu sehat dan bermain dengan baik. Jika kita melihat kondisi cuaca saat ını, sepertinya para pemain memang harus berhati-hati,jika kondisi kesehatan kurang memadai sebaiknya jangan paksakan untuk bermain.

"Inı tugas officially tim untuk menjaga kesehatan para pemainnya," kata Dian sapaan akrabnya.

Melalui turnamen ini kata dia, selain bertanding, ajang ini juga sebagai wadah silahturahmi antar club sepakbola yang ada di kabupaten Sekadau, untuk bertemu dan bermain dengan baik.

"Jaga Sportivitas saat bertanding,jaga situasi agar selalu kondusif selama turnamen digelar, karena sejatinya sepak bola bukan arana adu kekuatan jotos tapi, sebagai wadah untuk mengasah skill dan kemampuan bermain," pesannya.

Sementara itu ditempat yang sama Salahudin ketua panitia turnamen HUT Pemda yang ke 23 dalam laporannya mengatakan, bahwa tahun ını sebanyak 69 club sepak bola yang ikut berpartisipasi, dari jumlah ini semuanya berasal dari kabupaten Sekadau, yakni Kecamatan dan Desa.

Dikatakan dia lagi, pada turnamen ını selain untuk meramaikan HUT Pemda, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mencari bibit-bibit pemain yang akan kita rekrut untuk masuk dalam tim sepakbola kabupaten Sekadau.

"Kita akan melakukan seleksi pemain terbaik untuk direkrut menjadi tim sepak bola kabupaten Sekadau," katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh tim agar bermain dengan baik, karena sejatinya permainan bola adalah hiburan, tunjukkan skill dan kemampuan yang dimiliki agar permainan yang disuguhkan menjadi hiburan bagi masyarakat.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Kapolres Sekadau diwakili, Kapolsek Sekadau Hilir, Camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, kepala.Desa Sungai Ringin, Kabid olahraga Iskandar, serta para undangan lainnya (tar/man).

Kamis, Oktober 15, 2026

Lepas Kontingen Pesparani, Bupati Ingatkan Jaga Kesehatan

Berfoto bersama usai saat pelepasan kontingen Pesparani kabupaten Sekadau oleh Bupati, Kamis (15/10/2026) di Gereja Santo Petrus dan Paulus paroki Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH melepaskan kontingen.Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) asal kabupaten Sekadau untuk mengikuti acara perlombaan antar kabupaten khusus umat Katolik. Kegiatan perlombaan padua suara lagi rohani Pesparani adalah festival dan lomba seni musik liturgi serta paduan suara terbesar bagi umat Katolik di Indonesia yang diselenggarakan oleh LP3KN Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN), Kamis (15/10/2026) di Gereja Santo Paulus dan Petrus Sekadau.

Dalam arahannya saat pelepasan,. Bupati mengucapkan apresiasi kepada tim yang ikut serta dalam pertandingan paduan suara. Sejatinya tujuannya tentu untuk juara, namun jika tampil baik saja sudah cukup, tidak harus juara.
"Semoga Tuhan campur tangan dsn menjaga rombangan penyanyi rohani dengan baik,"doanya.
Ia juga berpesan agar seluruh tim tetap menjaga kekompakan selama kegiatan berlangsung, jaga kesehatan, karena kegiatan yang dilombakan adalah menyanyi maka jaga kesehatan yang berkaitan dengan suara, apalagi saat ını cuaca kurang baik, dengan cuaca ını bisa menggangu suara seseorang.
"Jaga kesehatan dan tetap semangat mewakili umat Katolik kabupaten Sekadau," pesannya lag.
Mudah-mudahan kehadiran tim Pesparani asal Sekadau mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Katolik di kabupaten Sekadau yang kita cintai.
Menurut dia, ajang ini bukan sekadar kompetisi menyanyi, tetapi juga perayaan iman, persaudaraan, serta wadah pembinaan talenta dan spiritualitas umat..Kabupaten Sekadau mengirimkan 21 orang peserta dengan satu orang pelatih.
Kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh pastor paroki Sekadau (tar/man).