Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan dewan

Iklan dewan

Iklan dewan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, November 04, 2026

Sijobang di Lima Puluh Kota Menyampaikan Kisah Lama Lewat Dendang dan Alat Musik Oleh: Mutia Fadillah

 

Permainan seni tutur tradisional kabupaten Lima Puluh Kota.

SUMATERA BARAT-FAKTAPAGI.COM.Sijobang merupakan seni tutur tradisional yang berkembang di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kesenian ini menyampaikan cerita melalui perpaduan tuturan, dendang, dan iringan alat musik. Seorang tukang sijobang membawakan kisah secara lisan dengan pola penyampaian yang memiliki irama tertentu. Cerita yang disampaikan dapat berlangsung panjang, sehingga pertunjukan Sijobang membutuhkan kemampuan mengingat alur, mengolah suara, dan menjaga perhatian pendengar.

Sijobang dikenal sebagai salah satu bentuk tradisi lisan masyarakat Minangkabau, khususnya di kawasan Luhak Lima Puluh Kota. Cerita yang dibawakan tidak disampaikan seperti percakapan biasa. Penutur menggunakan bahasa dan gaya bertutur khas, dengan bagian-bagian cerita yang dilagukan. Perpaduan antara cerita dan musik membuat Sijobang berada di antara seni bercerita dan seni pertunjukan.

Sijobang sebagai Seni Tutur di Lima Puluh Kota.

Sijobang tumbuh dalam lingkungan masyarakat Minangkabau di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tradisi ini memperlihatkan cara masyarakat menyampaikan cerita melalui kemampuan seorang penutur. Tukang sijobang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan karena ia bertugas menghidupkan cerita, mengatur irama tuturan, dan membawakan berbagai bagian kisah kepada pendengar.

Dalam tradisi Sijobang, cerita disampaikan secara lisan dan memiliki alur yang perlu dijaga. Penutur harus menguasai rangkaian peristiwa, nama tokoh, serta hubungan antar tokoh di dalam cerita. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hafalan. Tukang sijobang juga perlu mengatur intonasi dan tempo agar bagian cerita yang dibawakan dapat diikuti oleh penonton.

Salah satu cerita yang dikenal dalam tradisi Sijobang adalah kisah Anggun Nan Tongga. Cerita ini juga dikenal dalam khazanah sastra lisan Minangkabau dengan nama Anggun Nan Tongga Magek Jabang. Kisah tersebut berisi perjalanan tokoh Anggun Nan Tongga dan berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, hubungan sosial, serta petualangan. Dalam pertunjukan Sijobang, cerita seperti ini disampaikan melalui tuturan yang berirama.

Keberadaan cerita Anggun Nan Tongga memperlihatkan hubungan Sijobang dengan tradisi kaba Minangkabau. Kaba merupakan bentuk cerita prosa lisan yang berkembang dalam masyarakat Minangkabau. Ceritanya dapat memuat persoalan keluarga, adat, kepahlawanan, perjalanan, hingga hubungan antar manusia. Dalam Sijobang, kisah tersebut memperoleh bentuk penyajian melalui suara penutur dan iringan musik.

Dendang dan Alat Musik dalam Pertunjukan.

Ciri penting Sijobang terletak pada cara cerita dibawakan. Tukang sijobang tidak terus-menerus berbicara dengan intonasi percakapan. Ada bagian yang disampaikan melalui dendang atau tuturan bernada. Perubahan antara bagian cerita yang dituturkan dan bagian yang dilagukan membentuk irama pertunjukan.

Alat musik berfungsi mengiringi penyampaian cerita dan membantu membangun suasana. Dalam sejumlah penyajian Sijobang, alat musik yang dikenal sebagai pengiring adalah saluang. Instrumen tiup dari bambu ini juga digunakan dalam berbagai kesenian Minangkabau, terutama tradisi dendang. Suara saluang memberikan ruang bagi penutur untuk mengatur alur penyampaian dan menghadirkan suasana sesuai bagian cerita.

Hubungan antara tukang sijobang dan alat musik pengiring membutuhkan kesesuaian tempo. Penutur harus mengetahui kapan menyampaikan cerita dengan tuturan biasa, kapan memasuki bagian dendang, dan bagaimana menyesuaikan suara dengan iringan. Karena itu, pertunjukan Sijobang memerlukan keterampilan yang tidak dapat diperoleh hanya dengan membaca naskah cerita.

Peran alat musik dalam Sijobang juga perlu dipahami sesuai bentuk pertunjukannya. Susunan pengiring dapat berbeda menurut kebiasaan seniman dan lingkungan tempat tradisi itu dipelajari. Tidak tepat jika seluruh pertunjukan Sijobang dianggap selalu menggunakan susunan instrumen yang sama. Hal yang menonjol adalah hubungan antara cerita lisan, suara penutur, dan iringan musik yang menyertainya.

Pewarisan Sijobang dan Perubahan Ruang Pertunjukan.

Kemampuan menjadi tukang sijobang biasanya diperoleh melalui proses belajar dan pengalaman mendengarkan pertunjukan. Seseorang perlu mengenal cerita, menguasai cara bertutur, serta memahami pola dendang yang digunakan. Proses pewarisan seperti ini membuat hubungan antara seniman senior dan generasi penerus memiliki peran penting dalam keberlanjutan tradisi Sijobang di Lima Puluh Kota.

Tradisi lisan seperti Sijobang juga menyimpan pengetahuan tentang bahasa dan cara masyarakat membangun cerita. Pilihan kata, ungkapan, nama tokoh, serta susunan peristiwa memperlihatkan kekayaan bahasa Minangkabau. Ketika cerita dibawakan, penonton dapat mendengar bentuk bahasa yang mungkin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Perubahan ruang pertunjukan turut memengaruhi cara masyarakat mengenal Sijobang. Jika sebelumnya kesenian lisan banyak bergantung pada pertemuan langsung antara penutur dan pendengar, kini dokumentasi audio maupun video dapat membantu memperkenalkan bentuk pertunjukan kepada khalayak yang lebih luas. Rekaman juga berpotensi menjadi bahan belajar bagi generasi muda yang ingin memahami cara bertutur dan pola dendang.

Meski demikian, dokumentasi tidak sepenuhnya menggantikan pengalaman menyaksikan pertunjukan secara langsung. Dalam pertemuan langsung, pendengar dapat mengikuti perubahan suara tukang sijobang, mendengar iringan saluang, dan merasakan hubungan antara penutur dengan orang-orang yang menyimak cerita. Unsur interaksi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan seni tutur.

Sijobang memperlihatkan bahwa cerita dalam masyarakat Minangkabau dapat disampaikan melalui perpaduan kata, suara, dan musik. Di Lima Puluh Kota, peran tukang sijobang tetap menjadi pusat pertunjukan karena melalui kemampuan merekalah kisah seperti Anggun Nan Tongga dapat disampaikan kepada pendengar. Selama pengetahuan tentang cerita dan cara membawakannya terus dipelajari, tradisi seni tutur ini masih memiliki ruang untuk dikenal oleh generasi berikutnya (REDAKSI).

Tari Rantak Minangkabau Tampilkan Ketegasan Gerak yang Berakar dari Silat Oleh: Hastri Darma Pertiwi

 

Tari Rantak tarian kreasi suku Minangkabau Sumatera Barat.
SUMATERA BARAT-FAKTAPAGI.COM.Tari Rantak dikenal sebagai salah satu tari kreasi Minangkabau yang menonjolkan gerakan cepat, tegas, dan penuh hentakan.Tarian ini dikembangkan oleh koreografer asal Sumatera Barat, Gusmiati Suid, dengan mengambil inspirasi dari gerakan pencak silat atau silek Minangkabau. Berbeda dari sejumlah tari tradisional yang dikenal melalui gerakan lembut dan mengalir, Tari Rantak memperlihatkan tenaga tubuh, ketepatan langkah, serta kekompakan penari dalam mengikuti irama musik.

Kehadiran Tari Rantak memberi warna tersendiri dalam perkembangan seni tari Minangkabau. Gerakannya memperlihatkan hubungan erat antara seni pertunjukan dan tradisi bela diri yang berkembang di berbagai daerah Sumatera Barat. Unsur silek tidak hanya terlihat pada posisi tangan dan kaki, tetapi juga pada cara penari mengatur keseimbangan, mengubah arah tubuh, dan melakukan hentakan secara serempak.

Tari Rantak juga memperlihatkan bagaimana gerakan yang berasal dari tradisi masyarakat dapat diolah menjadi karya koreografi panggung. Tarian ini kemudian dipelajari dan ditampilkan oleh berbagai sanggar di Sumatera Barat maupun daerah lain. Meski sudah berkembang dalam bentuk pertunjukan, karakter gerak yang terinspirasi dari silek tetap menjadi ciri utama yang mudah dikenali.

Karya Gusmiati Suid dari Gerakan Silek Minangkabau

Tari Rantak merupakan karya Gusmiati Suid, koreografer Minangkabau yang dikenal melalui pengembangan tari dengan menggali gerakan tradisi daerah. Dalam proses penciptaannya, ia mempelajari berbagai aliran silat yang berkembang di Sumatera Barat. Beberapa di antaranya ialah silat ulu ambek dari wilayah Padang Pariaman, silat tuo yang dikenal di sejumlah daerah seperti Payakumbuh, Batusangkar, dan Agam, serta silat gulo-gulo tareh yang berkembang di kawasan Agam dan Bukittinggi.

Penggalian gerakan tersebut membuat Tari Rantak memiliki karakter yang berbeda dari bentuk tari Minangkabau yang lebih dahulu dikenal. Gusmiati Suid ingin menghadirkan gerak yang lebih kuat dan dinamis. Ia mengolah unsur pencak silat menjadi rangkaian gerakan tari yang memiliki susunan, tempo, dan tekanan tertentu. Hasilnya adalah koreografi yang menonjolkan ketegasan tubuh tanpa menghilangkan dasar gerak tradisi Minangkabau.

Karya Tari Rantak mendapat perhatian ketika tampil dalam Pekan Tari Rakyat Indonesia di Jakarta pada 1978. Penghargaan yang diraih dalam kegiatan tersebut ikut memperkenalkan karya Gusmiati Suid kepada kalangan seni tari yang lebih luas. Sejak itu, Tari Rantak semakin dikenal dan mulai dipelajari oleh kelompok-kelompok tari di berbagai daerah.

Perjalanan Gusmiati Suid dalam dunia tari juga berlanjut melalui pendirian sanggar Gumarang Sakti pada 1982. Sanggar tersebut menjadi salah satu ruang pengembangan karya dan pendidikan tari yang dibangunnya. Kehadiran Gumarang Sakti turut memperlihatkan bahwa penciptaan Tari Rantak tidak berhenti pada satu karya panggung, tetapi berkaitan dengan upaya mengembangkan seni tari melalui latihan dan proses kreatif.

Gerakan Cepat dan Hentakan Kaki Menjadi Ciri Utama

Karakter Tari Rantak paling mudah terlihat dari pola gerak kaki dan tangan. Penari melakukan langkah yang tegas, perubahan posisi tubuh yang cepat, serta hentakan kaki yang mengikuti irama musik. Gerakan tangan juga dibentuk dengan posisi yang kuat dan melebar. Perpaduan tersebut membuat tarian terlihat bertenaga dan membutuhkan koordinasi tubuh yang baik.

Unsur silek tampak pada sikap tubuh penari ketika berdiri, berpindah posisi, maupun melakukan gerakan menyerang dan bertahan yang telah diolah menjadi bentuk tari. Dalam tradisi silat Minangkabau, posisi tubuh dan tumpuan kaki memiliki peranan penting untuk menjaga keseimbangan. Prinsip tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan gerak Tari Rantak.

Istilah gerak dalam silat juga memiliki pengertian yang tidak selalu sama dengan arti kata sehari-hari. Dalam tradisi silat tuo, misalnya, dikenal istilah tagak yang berkaitan dengan sikap berdiri dan keteguhan posisi tubuh. Ada pula istilah tagun yang menggambarkan keadaan berhenti atau mengambil jeda sebelum memulai gerakan. Unsur pemahaman seperti ini memperlihatkan bahwa gerak silat memiliki aturan dan pengetahuan tersendiri.

Ketika diolah menjadi koreografi, gerakan tersebut disusun agar dapat dilakukan secara teratur oleh penari. Hentakan kaki, perubahan arah, dan gerakan tangan harus mengikuti pola yang telah ditetapkan. Penari tidak cukup hanya mengandalkan tenaga. Mereka juga membutuhkan ketepatan waktu, kelenturan, dan kemampuan menjaga keseimbangan saat melakukan gerakan cepat.

Musik pengiring membantu membangun suasana dan menjaga tempo pertunjukan. Irama yang kuat memberi tekanan pada bagian gerak tertentu, terutama ketika penari melakukan hentakan atau perubahan posisi secara bersamaan. Perpaduan musik dan gerakan membuat Tari Rantak terlihat tegas serta memiliki energi yang berbeda dari tari yang lebih mengutamakan gerakan lembut.

Tari Rantak dalam Pertunjukan Sanggar

Perkembangan Tari Rantak dapat dilihat dari penyebarannya melalui sanggar-sanggar tari di Sumatera Barat. Salah satunya adalah Sanggar Sumarak di Koto Tuo, Kabupaten Agam, yang pernah menjadi tempat pengkajian dan pembelajaran Tari Rantak karya Gusmiati Suid. Keberadaan sanggar seperti ini membantu memperkenalkan koreografi kepada penari muda sekaligus menjaga pemahaman terhadap karakter gerak yang menjadi cirinya.

Dalam kegiatan seni, Tari Rantak dapat ditampilkan pada acara kebudayaan, festival, pertunjukan sekolah, hingga kegiatan penyambutan tamu. Bentuk penyajiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan panggung, termasuk jumlah penari dan susunan koreografi. Namun, unsur gerak yang tegas, hentakan kaki, dan pengaruh silek tetap menjadi bagian penting yang membedakan tarian ini.

Tari Rantak juga perlu dibedakan dari tari lain yang memiliki nama serupa. Di Nagari Bukik Limbuku, Kabupaten Lima Puluh Kota, terdapat Tari Rantak Bawak yang memiliki riwayat berbeda. Kesenian tersebut berasal dari tradisi Ratok Bawak, yaitu ritual kematian penghulu atau pemangku adat yang kemudian mengalami perubahan menjadi seni pertunjukan. Dengan demikian, Tari Rantak karya Gusmiati Suid dan Tari Rantak Bawak dari Bukik Limbuku tidak dapat dianggap sebagai satu tarian yang sama.

Perbedaan itu memperlihatkan bahwa istilah rantak dapat ditemukan dalam konteks kesenian yang berlainan di Sumatera Barat. Karena itu, pembahasan mengenai Tari Rantak perlu memperhatikan pencipta, daerah asal, serta riwayat masing-masing bentuk pertunjukan.

Bagi penari yang mempelajarinya, Tari Rantak membutuhkan latihan yang teratur. Ketepatan hentakan, kekompakan kelompok, dan penguasaan pola gerak harus dibangun melalui pengulangan. Pengetahuan tentang silek juga membantu penari memahami alasan di balik posisi tubuh dan cara melakukan gerakan tertentu.

Melalui Tari Rantak, gerakan silek Minangkabau memperoleh ruang baru dalam seni pertunjukan. Karya Gusmiati Suid memperlihatkan bahwa tradisi bela diri dapat diolah menjadi koreografi yang memiliki karakter kuat. Di atas panggung, ketegasan langkah dan hentakan kaki menjadi bagian dari cara masyarakat mengenalkan kekayaan gerak Minangkabau kepada penonton yang lebih luas (REDAKSI).

Rabab Pasisia Menyampaikan Kaba dan Cerita Kehidupan Masyarakat Pesisir Selatan Oleh: Sasmita Zulianti

Alat musik tradisional masyarakat pesisir Selatan Sumbar (foto istimewa).
SUMATERA BARAT-FAKTAPAGI.COM.Rabab Pasisia merupakan kesenian tradisional masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang memadukan permainan alat musik gesek dengan tradisi bercerita atau bakaba. Dalam pertunjukannya, seorang tukang rabab memainkan alat musik sambil mendendangkan kaba, yaitu cerita yang disampaikan melalui syair dan irama. Cerita yang dibawakan dapat berkisar pada kehidupan manusia, hubungan keluarga, percintaan, perantauan, hingga kisah tokoh dalam cerita rakyat.

Kesenian ini memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat nagari di kawasan pesisir. Pertunjukan Rabab Pasisia dikenal sebagai hiburan dalam acara perkawinan, perayaan, dan kegiatan adat. Dalam sejumlah kesempatan, pertunjukannya berlangsung hingga larut malam. Penonton mengikuti alur cerita melalui dendang, sementara bunyi gesekan rabab membantu membangun suasana dalam setiap bagian kisah.

Rabab Pasisia dan Tradisi Bakaba

Dalam masyarakat Pesisir Selatan, tradisi bercerita dengan iringan alat musik dikenal melalui istilah bakaba. Kaba sendiri merupakan sastra lisan Minangkabau yang menyampaikan cerita melalui bahasa berirama. Isinya dapat berupa kisah kepahlawanan, penderitaan, perjalanan hidup, persoalan rumah tangga, maupun nasihat yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Rabab Pasisia menjadi salah satu bentuk penyajian tradisi tersebut. Tukang rabab tidak hanya bertugas memainkan alat musik, tetapi juga menyampaikan cerita melalui dendang. Karena itu, kemampuan mengolah suara, memahami alur kaba, dan menguasai permainan musik menjadi bagian penting dalam pertunjukan. Penyaji harus mampu menjaga perhatian penonton agar cerita tetap menarik untuk diikuti.

Alat musik yang digunakan dalam Rabab Pasisia dikenal pula dengan sebutan biola atau babiola oleh masyarakat pendukungnya. Instrumen ini dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat penggesek. Dalam perkembangannya, bentuk biola menjadi bagian utama dari identitas musikal Rabab Pasisia. Istilah Rabab Pasisia kemudian semakin dikenal luas sebagai nama kesenian yang berkembang di wilayah Pesisir Selatan.

Dalam pertunjukan, tukang rabab biasanya duduk bersila sambil memainkan instrumennya. Ia mendendangkan teks kaba mengikuti alur cerita. Pada beberapa penyajian, permainan rabab juga dapat disertai instrumen pendukung seperti gandang katindiak, rebana, dan giriang-giriang. Namun, susunan pengiring dapat berbeda menurut kelompok atau lingkungan pertunjukan.

Cerita yang Dibawakan dalam Rabab Pasisia

Kekuatan Rabab Pasisia terletak pada cerita yang disampaikan. Sejumlah kaba lama yang dikenal dalam tradisi ini antara lain Kaba Gombang Patuan, Kaba Magek Manandin, dan Kaba Malin Deman. Cerita-cerita tersebut memiliki tokoh, konflik, serta perjalanan peristiwa yang dikembangkan melalui dendang.

Selain kaba lama, pertunjukan Rabab Pasisia juga berkembang dengan cerita yang lebih dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Kisah tentang percintaan, perkawinan yang tidak berjalan sesuai harapan, perselisihan rumah tangga, dan kehidupan di perantauan dapat menjadi materi penceritaan. Perubahan tema tersebut membuat kaba dapat berhubungan dengan pengalaman penonton yang hidup di lingkungan masyarakat Pesisir Selatan.

Salah satu cerita yang dikenal dalam kesenian rabab di daerah ini adalah Kaba Gadih Basanai. Kisah tersebut disajikan melalui dendang yang diiringi permainan rabab. Tokoh dan peristiwa dalam kaba menjadi bahan bagi tukang rabab untuk membangun suasana cerita. Melalui cara penyampaian seperti ini, penonton dapat mengikuti kisah secara bertahap, bukan hanya mendengar rangkaian syair yang berdiri sendiri.

Ada pula repertoar Ratok Sikambang yang dikenal dalam pertunjukan musik biola tradisional Pesisir Selatan. Ratok Sikambang memiliki karakter melodi dan teks yang menggambarkan suasana ratapan. Kisah Sikambang juga dikenal dalam bentuk tari dengan nama Tari Sikambang. Hubungan antara cerita, dendang, dan ekspresi musikal tersebut memperlihatkan bagaimana satu kisah dapat hadir melalui beberapa bentuk kesenian di lingkungan masyarakat setempat.

Rabab Pasisia dalam Kehidupan Masyarakat Pesisir

Rabab Pasisia tumbuh di tengah kehidupan masyarakat nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. Wilayah seperti Lengayang dan Nagari Kambang menjadi bagian dari lingkungan masyarakat yang mengenal kesenian ini. Dalam kehidupan sosial, pertunjukan rabab dapat hadir sebagai hiburan pada acara perkawinan, perayaan, maupun kegiatan adat yang melibatkan keluarga dan warga.

Hubungannya dengan masyarakat pesisir dapat dilihat dari cerita-cerita yang berkembang di lingkungan pendukungnya. Pengalaman merantau, hubungan antarkeluarga, persoalan ekonomi, dan kehidupan sehari-hari dapat masuk ke dalam materi kaba. Bagi masyarakat yang hidup di kawasan pesisir, cerita semacam itu memiliki kedekatan dengan pengalaman sosial mereka. Meski demikian, tidak semua kaba Rabab Pasisia bercerita tentang pekerjaan nelayan atau kehidupan laut. Tema penceritaannya jauh lebih luas dan mengikuti cerita yang dibawakan oleh tukang rabab.

Pertunjukan Rabab Pasisia juga dapat berlangsung semalam suntuk, terutama ketika menjadi bagian dari keramaian sebuah alek. Durasi panjang memberi ruang bagi tukang rabab untuk mengembangkan cerita secara bertahap. Penonton yang hadir dapat mengikuti jalannya kaba, menyimak dendang, dan menikmati perubahan suasana yang dibangun melalui permainan musik.

Di wilayah Lengayang, pertunjukan rabab mengalami perkembangan dalam bentuk penyajian dan pilihan gaya musik. Kesenian ini dapat memadukan unsur tradisi dengan gaya populer agar tetap menarik bagi penonton. Perubahan tersebut berkaitan pula dengan kebutuhan seniman untuk mempertahankan pertunjukan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Perkembangan media rekaman turut memperluas penyebaran cerita Rabab Pasisia. Kaba yang sebelumnya lebih banyak dinikmati melalui pertunjukan langsung kemudian dapat didengarkan melalui rekaman. Dengan cara itu, cerita dapat menjangkau pendengar di luar tempat pertunjukan, termasuk masyarakat Pesisir Selatan yang tinggal di perantauan.

Rabab Pasisia memperlihatkan hubungan yang kuat antara musik dan sastra lisan dalam kebudayaan Minangkabau. Alat musik gesek memberikan iringan, sedangkan tukang rabab membawa cerita melalui dendang. Di dalamnya terdapat kisah tentang keluarga, perantauan, hubungan sosial, dan berbagai persoalan manusia yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pesisir Selatan. Ketika pertunjukan berlangsung di sebuah alek nagari, cerita-cerita itu kembali hadir di hadapan penonton melalui suara dan alunan rabab (REDAKSI).

Luncurkan Program Pelayanan Eazy Paspor,Imigrasi Entikong Turun Jemput Bola

 

Suasana pelayanan Eazy Paspor oleh kantor imigrasi Entikong kepada warga di perbatasan Indonesia-Malaysia guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian, Selasa.(03/11/2026) di Aula kantor Camat Noyan.
ENTIKONG-FAKTAPAGI.COM.Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong kembali menghadirkan pelayanan keimigrasian yang menjangkau masyarakat melalui kegiatan Transformasi Akses dan Sinergi Birokrasi Adaptif (TASBARA) atau Eazy Passport. Kegiatan tersebut dilaksankan di Aula Kantor Camat Noyan, Kecamatan Noyan,Selasa (03/11/2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong dalam mendekatkan pelayanan paspor kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan kemudahan akses terhadap layanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

Ada 20 pemohon yang datang untuk mendaftar diri sebagai pemanfaat layanan Eazy Pasport terdiri 16 pemohon paspor baru dan 4 orang pemohon paspor yang perpanjang masa berlaku 5 tahun.

Pelayanan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Noyan ini melibatkan delapan pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong. 

Kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kemudahan akses serta mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Muhammad Reza, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa, kegiatan Eazy Passport merupakan salah satu bentuk komitmen jajaran Imigrasi Entikong untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Melalui layanan TASBARA atau Eazy Passport ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan keimigrasian dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami memahami bahwa jarak dan akses menuju kantor imigrasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat.

"Melalui pelayanan jemput bola seperti ini, kami berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan permohonan paspor,"ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa, keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia berharap agar kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Noyan. Imigrasi Entikong akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 

"Atas nama kantor Imigrasi Entikong Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kecamatan Noyan atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan sehingga kegiatan pelayanan ini dapat terlaksana dengan baik,"ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta menghadirkan inovasi pelayanan keimigrasian yang semakin dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong – Melayani dengan Profesional, Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat(Tino).

Senin, November 02, 2026

Hadiri Musda Golkar, Hermansyah: Pengurus Terpilih Harus Mampu Berkonstribusi Membangun Daerah

 

Berfoto bersama usai pembukaan Musda Ke VI partai Golkar DPC kabupaten Sekadau, Minggu (01/11/2026) di gedung ITKK jalan merdeka Timur Desa Mungguk kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sekadau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI Tahun 2026. Musda tersebut dibuka oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Kalimantan Barat M.Icpani,ST Minggu (01/11/2026) di Penanjung Island Jalan merdeka Timur Desa Mungguk kecamatan Sekadau Hilir.

Mewakili Bupati Sekadau staff ahli bidang Hukum Hermansyah, SE.MAP dalam sambutanya mengatakan, bahwa pemerintah Daerah kabupaten Sekadau sangat mengapresiasi terhadap kontribusi Partai Golkar dalam pembangunan Daerah. Pada Musda kali ini Pemerintah daerah berharap agar siapapun kepengurusan baru yang terpilih dapat terus membangun sinergi dan kolaborasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sekadau.

"Karena, partai Golkar merupakan partai tua yang sudah dikenalnya semua kalangan, sehingga kontribusinya terhadap pembangunan sangat kita harapkan,"ucap Herman.

Sementara itu ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, M. Ifani,ST dalam arahannya menegaskan,bahwa kader Golkar harus menjadi perekat persatuan tanpa membedakan suku, agama, dan golongan.

Ia meminta kader tidak berpuas diri dengan perolehan tiga kursi di DPRD Kabupaten Sekadau saat ini. Konsolidasi hingga tingkat desa harus diperkuat, disertai peningkatan kehadiran kader di tengah masyarakat.

Icfani juga mengingatkan agar kader dan anggota fraksi aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat serta membantu menyampaikan informasi yang benar mengenai kebijakan dan program pemerintah.

"Melalui MUSDA VI ini, Partai Golkar Kabupaten Sekadau diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, meningkatkan perolehan kursi legislatif, serta memperkuat peran partai dalam mendukung pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat"pesannya.

Selain itu pada acara Musda ini hendaknya dijadikan momentum konsolidasi organisasi, serta evaluasi kepengurusan, dan regenerasi kepemimpinan untuk lima tahun ke depan. 

Sementara itu ketua DPC partai Golkar Fransiskus Ason, menegaskan bahwa MUSDA menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja kader dan melakukan penyegaran organisasi. 

Ia mengajak seluruh kader menjaga kekompakan serta memperkuat solidaritas menghadapi agenda politik mendatang.

Ason juga mendorong kader mempersiapkan calon legislatif berkualitas, merangkul tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta memperkuat saksi untuk meningkatkan perolehan suara Partai Golkar pada pemilu mendatang.

Sementara ketua Panitia MUSDA VI, Zainal Bong, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan amanat organisasi dengan agenda menyusun program kerja serta memilih dan menetapkan kepemimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Sekadau periode 2025–2030. 

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.Kegiatan tersebut diikuti 120 peserta dari jajaran pengurus partai, organisasi Hasta Karya, organisasi sayap, serta perwakilan dari tujuh kecamatan (tar/man).


Handi : Rakorcab Untuk Konsolidasi Kader Di Berbagai Tingkatan

 

Berfoto bersama usai acara pembukaan Rakorcab oleh ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Barat,. Minggu (01/11/2026) di Aula kantor CU Keling Kumang Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab)tahun 2026. Rakorcab tersebut dibuka oleh ketua DPD Partai Gerindra provinsi Kalimantan Barat Yuliansyah, SE. Rakorcab ini digelar sebagai  momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan soliditas kader untuk menghadapi agenda politik mendatang tahun 2029, Minggu (01/11/2026) di Aula kantor Cu Keling Kumang Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Rakorcab ketua DPD yang juga anggota DPR RI Komisi V, H. Yuliansyah, S.E., menegaskan bahwa, Rakorcab merupakan momentum strategis untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting.

"Saya meminta kepada seluruh kader dan anggota Fraksi Gerindra aktif turun ke tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan rakyat,"pesannya.

Ia juga mendorong kader untuk menjaga soliditas, memperkuat organisasi, serta mempersiapkan kader-kader potensial yang akan berjuang dalam kontestasi politik mendatang.

Ia juga menegaskan, agar komitmen semua kader untuk mendukung perjuangan Partai Gerindra di Kabupaten Sekadau."Terutama pada Pileg dan Pilkada tahun 2029 di kabupaten Sekadau,"ujarnya.

Sementara itu ditempat.yang sama etua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sekadau, Hendi, SE menegaskan kepada kader-kader partai untuk selalu menjaga kekompakan serta menyatukan langkah bagi seluruh kader di tujuh kecamatan.

"Saya mengajak seluruh kader agar memperkuat kerja politik hingga tingkat akar rumput, dengan tetap menjaga semangat dan persatuan, serta menjalankan perjuangan partai secara terarah dan satu komando,"pesan wakil ketua DPRD kabupaten Sekadau empat periode ını.

Dikatakan dia, momentum untuk konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus mempersiapkan kemenangan Partai Gerindra pada pemilihan eksekutif dalam Pemilu dan Pilkada 2029.

Dalam sambutan Ketua Panitia mengatakan, bahwa Rakorcab ini juga disebut sebagai wadah untuk mengevaluasi program kerja, menyatukan visi, serta merumuskan strategi perjuangan partai ke depan.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader menjaga kekompakan,persatuan, serta semangat gotong royong agar partai semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ia turut menyampaikan tiga target perjuangan, yakni memenangkan Prabowo Subianto untuk dua periode, memperkuat kemenangan Partai Gerindra di Kabupaten Sekadau, serta mempersiapkan kader potensial untuk maju sebagai calon Bupati Sekadau pada Pilkada 2029.

Melalui Rakorcab tersebut, Partai Gerindra Kabupaten Sekadau diharapkan semakin solid dalam memperkuat organisasi,meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang (tar/man).


Sabtu, Oktober 31, 2026

Perangi Narkoba, Bareskrim Polri Turun Ke PLBN Entikong Perketat Jalur Perbatasan

 

Apel persiapan pasukan sebelum menjalankan tugas untuk menelusuri jalur yang diduga tempat peredaran darah di wilayah PLBN Entikong, Jumat (30/10/2206) di Entikong.
ENTIKONG-FAKTAPAGI.COM. Komitmen untuk.memberantas peredaran dan penyelundupan narkotika melalui wilayah perbatasan negara semakin diperkuat. Sebanyak 93 personel gabungan dari berbagai instansi diterjunkan dalam operasi penanggulangan narkoba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (30/10/2026) kemarin.

Kegiatan diawali dengan Arahan Pimpinan Pasukan (APP) pada pukul 10.00 WIB, sebagai langkah konsolidasi dan penyamaan persepsi seluruh personel yang terlibat dalam operasi gabungan perbatasan.

Personel yang dilibatkan terdiri dari BNPP sebanyak 10 orang, Satgas Pamtas 7 orang, Bareskrim Polri 11 orang, BNN 10 orang, Imigrasi 10 orang, Bea Cukai 10 orang, serta Polres Sanggau sebanyak 35 orang.

Dalam arahannya, Ketua Tim Entikong, Kombes Pol. I Made Sinar Subawa, menyampaikan,apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh personel lintas instansi yang terlibat dalam upaya penanggulangan penyelundupan narkoba melalui jalur perbatasan Entikong.

Ia menegaskan, kehadiran dukungan personel dari tingkat pusat merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam memerangi narkoba dan menutup seluruh celah masuknya barang terlarang ke wilayah Indonesia.

Menurutnya, sinergitas antar instansi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar koordinasi. Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam pemberantasan narkoba yang kemudian ditindaklanjuti melalui pengungkapan kasus-kasus berskala besar.

“Di tingkat pusat, komunikasinya sudah sangat baik. Sinergitas sudah terbangun dan dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga wujudnya saat ini kita hadir di sini bersama-sama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa langkah penutupan jalur masuk narkoba dilakukan secara menyeluruh melalui kegiatan kolaboratif diberbagai titik rawan, mulai dari jalur laut, udara, hingga lintas batas negara.

Selain di Entikong, kegiatan serupa juga dilaksanakan di wilayah Sebatik serta sejumlah lembaga pemasyarakatan, di antaranya Lapas Grobogan, Lapas Pontianak dan Lapas Nunukan.

“Ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa jalur-jalur itu semua kita tutup melalui kegiatan kolaboratif dan sinergitas yang saat ini kita wujudkan,” tegasnya.

Kombes Pol. I Made Sinar Subawa juga menyampaikan apresiasi kepada BNPP selaku pengelola kawasan PLBN Entikong yang selama ini menjadi tempat beroperasinya berbagai instansi, seperti Bea Cukai, Imigrasi, TNI, dan unsur pengelola lintas batas lainnya.

Dalam operasi tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Sanggau dan Bea Cukai untuk menyamakan cara bertindak dalam memastikan setiap orang maupun barang yang masuk ke wilayah NKRI tidak membawa barang ilegal, khususnya narkotika.

Saat ini, pemeriksaan terhadap seluruh orang dan barang bawaan dilakukan secara manual, termasuk pemeriksaan kendaraan yang melintas di kawasan PLBN Entikong.

Operasi gabungan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Jumat hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu, berdasarkan surat perintah Bareskrim Polri, kegiatan direncanakan berlangsung hingga 6 atau 7 November 2026, dengan perkembangan pelaksanaan nantinya dilaporkan kepada pimpinan.

Kombes Pol. I Made Sinar Subawa menekankan pentingnya integritas, kesamaan persepsi, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan operasi berjalan maksimal dan menghasilkan langkah konkret dalam menggagalkan penyelundupan narkoba.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pemeriksaan menyesuaikan jam operasional PLBN Entikong, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB, dengan jeda sementara menjelang salat Jumat dan dilanjutkan kembali setelahnya.

Melalui operasi gabungan ini, seluruh instansi diharapkan semakin memperkuat pengawasan di pintu masuk perbatasan Indonesia-Malaysia, sekaligus memberikan pesan tegas bahwa negara tidak memberikan ruang bagi jaringan penyelundupan narkotika.

Perbatasan Entikong bukan jalur bebas bagi penyelundup narkoba. Sinergi seluruh aparat menjadi garda terdepan untuk menjaga wilayah NKRI dari ancaman narkotika (tino).

Gunakan Anggaran Secara Perioritas, Bupati Sebut TKD TA 2027 Kembali Menurun

 

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH mengatakan, bahwa Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat (Pempus) tahun anggaran 2027 menurun dari tahun sebelumnya, hal ını sesuai dengan surat dari Kementerian Keuangan nomor : S-95/PK/2026 hal Penyampaian Rancangan Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2027, terjadi penurunan kembali jika dibandingkan dengan pagu alokasi Transfer ke Daerah pada Tahun Anggaran 2026.

"Hal ını akan berdampak pada pembagian angaran masing-masing SKPD, kita akan gunakan skala prioritas dengan basis setiap anggaran memiliki daya ungkit terhadap kepentingan masyarakat," katanya belum lama ını.

Menurut dia, Money follows program merupakan pilar utama reformasi penganggaran.Prinsip ini akan mengubah paradigma lama yang berbasis tugas dan fungsi organisasi secara merata (money follows function). 

Sehingga alokasi anggaran APBD tidak lagi dibagi secara merata berdasarkan pertimbangan pemerataan antar perangkat Daerah atau sekedar mengacu pada alokasi tahun sebelumnya, tetapi penganggaran difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Setiap perangkat daerah harus memastikan bahwa belanja yang direncanakan memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja, keluaran, serta hasil pembangunan," pintanya.

Dengan kondisi fiskal yang terbatas, belanja Daerah mestinya diarahkan pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pembangunan di Daerah. 

Indikator makroekonomi daerah yang telah disepakati bersama sebagaimana tertuang dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2027 tidak boleh berhenti sebagai angka dalam dokumen perencanaan dan penganggaran. 

"Seluruh target harus diterjemahkan menjadi perubahan yang dapat dirasakan masyarakat,"tegasnya.

Secara keseluruhan, pendapatan daerah Kabupaten Sekadau dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 diperkirakan berjumlah Rp819,99 miliar, menurun sebesar Rp19,90 miliar atau 2,43% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp839,14 miliar, yang terdiri atas:

Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73% dari total pendapatan daerah.

Untuk pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp696,32 miliar atau 84,92% dari total pendapatan daerah, menurun sebesar Rp24,06 miliar atau 3,46% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp720,38 miliar.

Pendapatan transfer tersebut terdiri atas transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp656,25 miliar atau 80,03% dari total pendapatan daerah dan transfer antar daerah sebesar Rp43,36 miliar atau 4,89% dari total pendapatan daerah.

Sedangkan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp11,07 miliar atau 1,35% dari total pendapatan daerah, alokasi anggaran belanja Daerah Kabupaten Sekadau dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2027 adalah sebesar Rp814,63 miliar, menurun sebesar Rp24,51 miliar atau 2,92% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp839,14 miliar.

Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional Tahun 2027 sesuai kewenangan daerah, mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan daerah, serta mendanai pelaksanaan unsur pendukung, unsur penunjang, unsur pengawas, unsur kewilayahan, unsur pemerintahan umum, dan unsur khusus.

Penerimaan pembiayaan daerah pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dianggarkan sebesar Rp131,66 juta yang bersumber dari sisa Lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2025. Untuk penerimaan pembiayaan dari Silpa Tahun Anggaran 2025 digunakan untuk pengalokasian kembali sisa Dana Bagi Hasil Perkebunan Kelapa Sawit.

"Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dianggarkan sebesar Rp5,5 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal Pemerintah Daerah pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat," jelasnya (tar/man).



Sampaikan Nota Pengantar APBD 2027 Bupati Minta Gali Potensi PAD

 

Penyerahan satu berkas nota pengantar APBD tahun anggaran 2027 oleh Bupati Sekadau kepada ketua DPRD dan dihadiri sejumlah perwakilan Forkompinda kabupaten Sekadau,Kamis (28/10/2026). ruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Rapat Paripurna ke I masa persidangan Ke I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau,dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Rapat yang di pimpin Lang oleh Titi Hermanto ketua DPRD Kabupaten Sekadau didampingi wakil ketua DPRD Handi, dan Jefray Raja Tugam, Kamis (28/10/2026) diruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau.

Bupati Sekadau dalam paparannya mengatakan bahwa, Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027 merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah, yang akan dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, yang akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dalam Raperda APBD tersebut kata dia, tertuang berbagai kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang dijabarkan secara terperinci atas program, kegiatan, dan sub kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berpedoman pada Rencana Kerja (Renja) Pemerintah Daerah serta Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2027.

"Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah juga memperhatikan pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," katanya.

Menurut dia, tahun Anggaran 2027 merupakan tahun ketiga proses perencanaan dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, dengan visi Sekadau yang “Unggul, Sejahtera dan Bermartabat”.

Untuk itu, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2027, pembangunan daerah diarahkan pada prioritas di antaranya :

1. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkualitas.

2. Meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia dan kesejahteraan rakyat.

3. Tercapainya kualitas layanan infrastruktur yang berkualitas dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

4. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi daerah.

5. Meningkatnya produktivitas daerah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

6. Terciptanya ketenteraman dan ketertiban hidup bermasyarakat.

Dikatakan dia, untuk dana Transfer ke Daerah (TKD).pada Tahun Anggaran 2027, khususnya pendapatan dari transfer Pemerintah Pusat, sesuai dengan Surat Menteri Keuangan Nomor S-95/PK/2026 hal Penyampaian Rancangan Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2027, terjadi penurunan kembali jika dibandingkan dengan pagu alokasi Transfer ke Daerah pada Tahun Anggaran 2026.

Hal ini menuntut Pemerintah Daerah untuk dapat mengelola dan memaksimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Keterbatasan fiskal harus kita jawab dengan efisiensi dan efektivitas belanja serta peningkatan kualitas belanja, bukan sekadar dengan melakukan pengurangan anggaran," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sekadau PLT, Sekretaris DPRD kabupaten Sekadau Handayani, S.Si, Apt,Danramil Sekadau Kapten Arm Syarif Mahendra .Kasubsi II Bidang Intelejen Kejari Sekadau Destria Elviana, SH,Kabagren Polres Sekadau I Nengah Muliawan, SH.Staf Ahli dan Asisten Bupati, para kepala SKPD dan Direktur RSUD Kabupaten Sekadau serta para undangan lainnya (tar/man).



 

Jumat, Oktober 30, 2026

Mantap !!! Berangus Peredaran Narkoba Polres Sekadau Tangkap Warga Belitang Hilir

 

Terduga pelaku berinisial S.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Satresnarkoba Polres Sekadau kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu. Dalam pengungkapan tersebut tim Satrernarkoba berhasil mengamankan seorang pria berinisial S (24), warga Kecamatan Belitang Hilir. Pelaku ditangkap pada Selasa (27/10/2026) sore. Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita sabu seberat bruto 0,20 gram serta uang tunai Rp 400.000 yang diduga hasil penjualan narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Sekadau AKP Sagi melalui Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas sekitar pukul 09.00 WIB terkait dugaan seseorang menguasai atau menyimpan narkotika jenis sabu.

"Informasi dari masyarakat kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Sekitar pukul 15.30 WIB, anggota Satresnarkoba menangkap seorang pria di sebuah warung di Kecamatan Belitang Hilir," kata Iwan dalam keterangannya, Kamis tanggal 29 Oktober 2026.

Sebelum penangkapan, petugas sempat melihat S menjatuhkan sesuatu ke lantai. Saat pemeriksaan yang disaksikan sejumlah saksi, petugas menemukan satu plastik klip transparan berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 0,20 gram.

Selain sabu dan uang tunai Rp400.000 yang diduga berasal dari penjualan narkotika, polisi turut menyita satu unit telepon genggam berwarna hitam miliknya,beserta barang bukti lainnya kemudian dibawa ke Polres Sekadau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan, S diduga berperan sebagai kurir narkotika dan memperoleh keuntungan dari penjualan sabu. Hasil tes urinenya juga dinyatakan positif," jelas Iwan.


Dalam perkara ini, S disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Iwan menegaskan, Satresnarkoba Polres Sekadau akan mendalami dugaan peran S sebagai kurir, termasuk keterkaitan uang tunai yang disita dengan aktivitas penjualan narkotika. Langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas rangkaian perbuatan yang disangkakan kepada terduga pelaku.

"Penanganan perkara ini tidak berhenti pada penangkapan dan penyitaan barang bukti. Penyidik akan mendalami setiap keterangan dan bukti yang ditemukan untuk mengungkap perkara ini secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum," tegasnya (sumber humas Polres/red).