Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Senin, Juli 27, 2026

Kasus Perampasan Emas Seberat 936.37 Gram Ditengah Jalan, Masih Tahap Penyelidikan

IPDA Iwan Kurniawan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Polres Sekadau menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana perampasan emas di wilayah Kabupaten Sekadau yang terjadi pada tanggal 20 Juli 2026 lalu di Desa Sungai Kunyit kecamatan Sekadau Hilir yang diduga melibatkan tiga orang wartawan dan dua orang lainnya. Setelah mendapatkan pengaduan dari korban. Maka saat ini, Satreskrim Polres Sekadau sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh fakta-fakta dalam perkara tersebut.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan membenarkan, bahwa laporan tersebut diterima pada 23 Juli 2026 dan saat ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Sekadau.

"Laporan pengaduan telah diterima pada 23 Juli 2026 dan saat ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Sekadau," ujar IPDA Iwan, Senin (27/07/2026) melalui pesan whatsapp.

Berdasarkan laporan yang diterima, pelapor mengaku kehilangan emas dengan berat sekitar 936,97 gram dari total emas yang dibawanya sekitar 1,66617 kilogram.

Menurut keterangan pelapor, peristiwa tersebut terjadi setelah kendaraan yang ditumpanginya dihentikan dan dilakukan penggeledahan di wilayah Sungai Kunyit. Barang yang dilaporkan hilang terdiri atas dua batang emas dan satu lempeng emas.

Berdasarkan pengaduan dari pelapor kata dia Iwan,bahwa informasi yang disampaikan pelapor saat ini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan akan didalami oleh penyidik untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya.

"Saat ini Satreskrim Polres Sekadau masih melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna memperoleh fakta yang utuh. Terduga pelaku juga masih dalam proses penyelidikan (lidik)," terangnya (tar/wos/man).

Terpilih Secara Aklamasi,Guntur Syahputra Kembalikan Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Medan Denai

 

Berfoto bersama usai acara pemilihan secara aklamasi ketua PAC PP Kecamatan Medan Denai, beberapa waktu lalu.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Kepemimpinan Guntur Syahputra sebagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai resmi berlanjut. Melalui musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung penuh semangat dan rasa kekeluargaan berlangsung di Wisma Menteng Indah, Medan. Pada pemilihan tersebut Guntur Syahputra kembali dipercaya untuk menahkodai PAC Pemuda Pancasila Medan Denai masa bakti 2026–2029.

​Terpilihnya kembali Guntur Syahputra menjadi bukti nyata atas dedikasi, loyalitas, serta keberhasilannya dalam merawat soliditas kader dan membawa kontribusi positif bagi masyarakat Medan Denai pada periode sebelumnya.

​Dorongan Menjadi Kader Intelektual dan Bermanfaat. Acara RPP ini dibuka secara resmi oleh pimpinan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan yang diwakili oleh Wakil Ketua MPC, Johan Siregar

​Dalam arahannya, Johan Siregar menyampaikan pesan mendalam mengenai transformasi stigma Pemuda Pancasila di tengah masyarakat modern. Ia menekankan pentingnya menjadi kader yang berpendidikan, santun, dan berdampak nyata.

​"Pemuda Pancasila saat ini merupakan Ormas. Kalaupun masih ada stigma identik dengan preman, jadilah preman intelektual yang berpendidikan dan bermanfaat untuk masyarakat, bukan jagoan kampung, serta jangan pernah menjadi momok menakutkan di tengah-tengah masyarakat," pesan Johan.

​Johan juga menginstruksikan kepada pengurus PAC Medan Denai di bawah kepemimpinan Guntur Syahputra untuk terus memperkuat persatuan, memperkokoh silaturahmi, serta melanjutkan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat Ranting dan Anak Ranting (akar rumput).

​Selain penguatan organisasi, RPP kali ini menegaskan komitmen perang terhadap narkoba. Pemuda Pancasila Sumatera Utara bekerja sama erat dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

​"Jika ada kader maupun anggota Pemuda Pancasila yang terlibat narkoba baik sebagai pengguna, pengedar, apalagi bandar silakan keluar dari organisasi," tegasnya.

Kepemimpinan Guntur Syahputra mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari unsur Muspika,  langsung memberikan dukungan moral dan turut apresiasi dalam memberikan dukungan. 

Dukungan dari ​tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan kader Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai.

​Kehadiran para pejabat dari unsur Forkompimcam ini makin mempertegas bahwa PAC Pemuda Pancasila Medan Denai di bawah Guntur Syahputra adalah mitra strategis pemerintah dan kepolisian dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta pembangunan di wilayah Medan Denai.

​Visi Kepemimpinan Guntur Syahputra (2026–2029) ​Menanggapi amanah besar ini, Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai terpilih, Guntur Syahputra, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan seluruh kader dan jajaran pengurus.

​Guntur berkomitmen untuk membawa PAC Pemuda Pancasila Medan Denai ke arah yang lebih maju, humanis, dan berbaur erat dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, karya nyata, serta menjaga sinergitas bersama Muspika Medan Denai.

​"Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kita siap menjalankan instruksi organisasi untuk mencetak kader-kader Pemuda Pancasila yang berintegritas, mandiri, bebas dari narkoba, dan siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat Medan Denai," pungkas Guntur (tim).


Ketua PMPI Berikan Seminar di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas

 

Berfoto bersama usai acara seminar dari ketua PMPI serta penyerahan satu bundel berkas oleh ketua PMPI kepada pengasuh PPMINI, Sabtu (25/07/2026) di masjid komplek PPMINI.

PADANG PARIAMAN-FAKTAPAGI.COM.Pemimpin Muda Pertanian Indonesia (PMPI) Arif Zulpiansyah Siregar, SP mengelar seminar tentang pengetahuan pertanian kepada sejumlah santri. Seminar tersebut mengangkat tema"Mengokohkan Peran Santri Dalam Menyongsong Generasi Emas Indonesia tahun 2045, Sabtu (25/07/2026) di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) Lubuak Aro, Tandikek Padang Pariaman.

Kegiatan ini dimulai pukul 20.00 di mushalla  PPMINI. Ketua PMPI  Arif Zulpriansyah Siregar S.P dalam materinya menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir langsung di pesantren tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas rahmat dan hidayah Allah SWT sehingga bisa bersilaturahmi ke pesantren ini. Saya berkeliling di Sumatera Barat, dan pada kesempatan yang berbahagia ini dapat hadir di Padang Pariaman untuk memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa rajin menuntut ilmu dan juga bisa menjadi motivasi untuk anak-anak santri kedepannya untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,  terharu saya melihat  anak-anak semua karena dulunya saya sangat ingin menjadi seorang santri” ungkapnya.

Beliau juga berbagi kisah perjalanan pendidikan yang ditempuh di Padang selama kurang lebih sepuluh tahun.

Sementara itu, Ketua OSIP PPMINI Adek Aliyus Firmansyah dalam sambutannya mengucapkan Alhamdulillah acara ini terlaksana dengan baik, terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Arif Zulpriansyah Siregar S.P dan tim telah bisa hadir di pesantren kami, kehadirannya bisa menjadikan motivasi buat kami.

Amen itu, pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas, Tk. Abdul Jamil Al Rasid, S.Hum. dalam sambutanya ia mengucapkan terima kasih telah mengunjungi pondok pesantren kami. Arif ini adalah guru saya di masa perkuliahan dan menjadi senior panutan bagi saya, beliau dulu pernah menjadi mentor saya dalam menulis. 

Pesantren ini adalah amanah dari guru kami, Abuya H. Sulkani TK Sutan. Kami berada jauh dari jalan besar, tapi alhamdulillah bisa mendapat kunjungan bang Arif,” tutur beliau.

Acara juga dimeriahkan dengan pembagian door prize kepada santri yang aktif dalam sesi diskusi oleh pemateri Arif Zulpriansyah Siregar. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Aldo Syahputra (Rasyid).

Minggu, Juli 26, 2026

Jernihkan Nama Baik Awak Media Sekadau, Polisi Mesti Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Media Terhadap Pencegatan Toke Emas

 

Foto ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dugaan pencegatan terhadap orang atau pencurian dengan kekerasan yang mengaku sebagai awak media di kabupaten Sekadau bersama pihak lainnya dianggap telah mencoreng nama wartawan Sekadau. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 20 Juli 2026 di wilayah Desa Sungai Kunyit kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau.Karena sejatinya tugas seorang media bukanlah seperti itu, hal ını memang perlu diluruskan agar nama wartawan kabupaten Sekadau bisa dibersihkan.

"Jika ada oknum yang terlibat dalam kegiatan tersebut, harus di usut tuntas agar tidak menjadi preseden buruk bagi kinerja media di kabupaten Sekadau," kata Antonius Sutarjo ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) kabupaten Sekadau kepada media ini Minggu (26/07/2026) di Sekadau.

Menurut dia, jika kasus seperti ını tidak segera di usut tuntas maka kepolisian dianggap membenarkan tindakan tersebut, karena seorang media bertugas memberitakan kejadian yang sebenarnya,bukan ikut mencegat seperti yang disampaikan oleh korban di media sosial instagram atas nama kalbarrebon.id. 

Dikutip dari kalbarrebon.id kejadian tersebut terjadi pada tanggal 20 Juli 2026,  berdasarkan laporan korban inisial MHD dan MLD dari arah sungai Kunyit menuju Sekadau wilayah Desa Sungai Kunyit kecamatan Sekadau Hilir, dengan modus mobil korban dipepet dan diminta berhenti oleh dua unit Mobil warna putih dan hitam.

Setelah turun dari mobil mereka langsung mengaku dirinya sebagai orang media atau wartawan, bahkan langsung melakukan penggeledahan dalam mobil korban, dari hasil penggeledahan ditemukan 1 dompet warna pink bertuliskan Haosenqi, dengan tulisan warna putih didalamnya ada emas kuning dengan berat sekitar 1,6 kilogram milik korban.

Jika kita merunut kasus diatas, bahwa seorang pekerja pers atau media tidak dibenarkan melakukan penggeledahan terhadap barang milik orang, karena perbuatan tersebut tidak sesuai dengan UU pers nomor 40 tahun 1999. 

Karena sejatinya tugas pers adalah meliput kegiatan yang lakukan aparat seperti pengeledahan, bukan melakukan penggeledahan. Hal selain melanggar UU pers, ia juga sudah melanggar hukum yang berlaku. 

"Sebab melakukan pekerjaan yang bukan ranahnya adalah pelanggaran," katanya.

Jika kasus seperti di biarkan,maka sangat merugikan nama baik media di kabupaten Sekadau. "Kita minta polisi usut tuntas demi membersihkan nama baik wartawan kabupaten Sekadau," pintanya.

Terlepas siapapun yang terlibat juga diusut, karena preseden buruk bagi kabupaten Sekadau, karena kejadiannya persis di wilayah hukum Polres Sekadau.

"Masak orang main cegat aja tanpa ada alasan yang benar, tugas itu hanya boleh dilakukan aparat dan dilengkapi surat tugas dari pimpinan," ucapnya.

Dikonfirmasi dengan kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin terkait kasus tersebut, ia mengatakan sudah ada pengaduan dari korban.

"Sudah ada bang," tulisnya melalui pesan whatsapp (wos/tar).

Tutup Acara Gawai, Aron Sarankan Kembali Beraktifitas Sampai Jumpa Tahun Depan

 

Berfoto bersama Bupati dan istri wakil dan istri dengan para juara lomba usai penobatan Bujang Dara Gawai ke 15 Kabupaten Sekadau tahun 20206, Sabtu (25/072026) Di Betang Youth Center malam.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati kabupaten Sekadau Aron, SH resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) yang ke 15 kabupaten Sekadau tahun 2026. Pada acara penutupan mantan anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat ını meminta kepada masyarakat kabupaten Sekadau agar setelah Gawai ditutup kita kembali beraktivitas dan sampai berjumpa di tahun depan, karena gawai tahun depan suku Sekujam sebagai tuan rumah, Sabtu (25/07/2026) malam di rumah Betang Youth Center jalan Panglima Naga komplek pasar baru Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih kepada segenap jajaran panitia serta para donatur yang telah membantu meringankan biaya kegiatan Gawai. Meskipun Pemerintah sedang melakukan efesiensi besar-besaran, namun agenda Gawai tetap bisa dilakukan, hal ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, sehingga pelaksanaan Gawai bisa berjalan dengan baik. 

"Terimakasih kepada seluruh jajaran panitia, masyarakat yang telah mendukung serta pihak keamanan TIN-Polri yang telah membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan Gawai berlangsung," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta lomba dari berbagai paguyuban dan kontingen dari DAD kecamatan, yang sudah ambil bagian untuk meramaikan prosesi kegiatan gawai, baik dari Pawai budaya maupun pada saat perlombaan.

"Selamat juga kepada para pemenang lomba, asah terus kemampuan yang anda miliki, bagi belum beruntung teruslah berlatih,karena tahun depan akan ada lagi perlombaan yang sama," sarannya.

Ia berpesan kepada masyarakat Sekadau, setelah Gawai di tutup,artinya semua rangkaian acara Gawai nyapat tahun 2026 ditutup, selamat berpisah sampai berjumpa lagi tahun depan.

"Selamat berpisah sampai jumpa tahun 2027," ucapnya.

Sementara itu Jefray Raja Tugam ketua Dewan Adat Dayak (DAD) kabupaten Sekadau dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada semua jajaran panitia Gawai, karena telah menyukseskan agenda tahunan DAD.  Ia juga mengucapkan terimakasih kepada sub suku Benawas sebagai tuan rumah Gawai yang telah sukses membawakan seluruh ritual adat selama prosesi Gawai.

Selama Gawai ını kata dia, semua perlombaan juga berjalan baik, kendati ada sedikit terjadi kesalahan-kesalahan kecil, namun itu merupakan kekeliruan yang tidak perlu dibesar-besarkan. Kita tetap ambil hikmah dari setiap kekurangan untuk perbaikan tahun depan.

Karena lanjut dia, makna Gawai sesungguhnya adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil panen tahun ini. "Jadi inilah bentuk rasa syukur itu yang kita rayakan dengan penuh sukacita, sekaligus sebagai momentum untuk melestarikan adat dan budaya Dayak," katanya.

Mari kita benahi segala bentuk kekeliruan yang terjadi, semoga tahun depan acaranya lebih baik lagi.

"Selamat berpisah semoga tahun depan kita bertemu lagi," ucapnya.

Semoga itu ditempat yang sama  ketua Panitia Bernadus Mohktar dalam laporannya menyampaikan, bahwa  semua item kegiatan yang diperlombakan sudah dilaksanakan sesuai dengan baik. Namun, jika ada kesalahan kecil atas nama seluruh jajaran panitia saya minta maaf.

"Jika ada kesalahan kecil yang terjadi selama proses perlombaan,.kami seluruh jajaran panitia minta maaf," ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ada beberapa perlombaan budaya yang gelar selama acar Gawai adalah, pemilihan Bujang dara gawai, lomba sumpit, Pangkak Gasing, lomba fashion show kategori anak-anak dan dewasa, lomba tarian kreasi khas Dayak, lomba melukis Perisai, serta perlombaan lainnya.

Suksesnya semua tahapan Gawai dan perlombaan tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau, dukungan dari semua masyarakat Sekadau serta dukungan dari semua investor serta lembaga lainnya yang turut mendukung semua tahapan tersebut.

"Sekali lagi atas nama jajaran panitia saya mengucapkan terimakasih kedatangan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau, jajaran kepolisian Polres Sekadau, Dandim 1204 Sanggau, para perusahaan serta seluruh lapisan masyarakat Sekadau yang telah hadir dan beramai-ramai memeriahkan acara Gawai tahun ını," ucapnya.

"Selamat berpisah semoga kita berjumpa lagi di tahun 2027 pada acara Gawai," tutupnya.

Setelah acara seremonial dan selesai penobatan Bujang Dara Gawai acara dilanjutkan dengan ritual adat penutupan oleh Bupati serta unsur Forkompinda kabupaten Sekadau.

Hadir pada tersebut wakil Bupati Sekadau Subandrio dan istri, ketua Doa di wakili ketua Komisi II Valentinus,serta para anggota DPRD lainnya, para anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat, ketua TP PKK kabupaten Sekadau Ny.Magdalena Susilawati Aron,SP. Kapolres Sekadau Andika Wiratama, Dandim 1204 Sanggau yang wakili oleh Danramil Sekadau Hilir, Kejaksaan Sekadau, perwakilan dari Kabupaten Sintang, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, serta beberapa perwakilan dari kabupaten lain, tampak hadir CEO CU Keling Kumang Hilarius Gimawan, perwakilan dari CU lainnya,serta para tokoh masyarakat ketua paguyuban kepada SKPD serta para undangan lainnya (tar).


Sabtu, Juli 25, 2026

Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf, PWI Diam

 

Foto ilustrasi AI
FAKTAPAGI.CO. Ada bilang, sebaiknya Prabowo jangan dikasih pidato, bisa panas negeri ini. Terbaru, begitu dikasih microphone, ia langsung menuduh wartawan, jurnalis, pengamat, LSM sebagai londo ireng. Untuk sementara AJI minta RI-1 minta maaf. Sementara PWI masih diam, atau takut? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!.Kalau politik Indonesia itu warung kopi, maka pidato Prabowo Subianto di Harlah ke-28 PKB, 23 Juli 2026, adalah kopi hitam dicampur sambal, durian, dan bensin. Sekali seruput, semua langsung melek. 

Tiba-tiba keluar satu jurus dari gudang sejarah yang mungkin sudah berdebu, bersarang laba-laba, rayap pun ogah mengunyahnya, "londo ireng." Kata yang dulu dipakai buat menyebut pribumi membantu penjajah Belanda itu mendadak disulap menjadi rudal balistik politik. 

Sasarannya bukan VOC, bukan Jan Pieterszoon Coen, melainkan wartawan, jurnalis, pengamat, sampai LSM. Waduh... sejarah rupanya sekarang bisa disewa harian.

Logikanya bikin kepala muter seperti kipas angin seharga 1,8 triliun. Dulu "londo ireng" identik dengan orang yang bekerja untuk kolonial. Sekarang, orang membawa kamera, mengetik berita, mengkritik kebijakan, atau sekadar bertanya dalam konferensi pers, bisa mendadak naik kasta menjadi keturunan VOC edisi 5G.

Kalau begini terus, jangan-jangan besok tukang parkir yang bertanya "karcisnya, Pak?" ikut dicurigai agen Hindia Belanda.

Presiden pun mengeluarkan angka pamungkas. Katanya pemerintah telah memperbaiki lebih dari 67 ribu sekolah. Namun media, menurutnya, justru sibuk memotret sekolah yang masih rusak. Wartawan dianggap doyan mencari genteng bocor ketimbang ruang kelas baru. 

Pengamat dicurigai. LSM ditanya siapa yang menggaji. Kalimat itu meluncur seperti mercon satu dus. Bunyinya bukan "duar" lagi, melainkan "duar-duar-duar" sampai ayam kampung pun lupa arah pulang.

Begitu pidato selesai, republik langsung berubah menjadi grup WA ormas saat dengar ada investor mau beli tanah. Semua bicara bersamaan. 

AJI meminta permintaan maaf Prabowo. YLBHI mengingatkan, stigmatisasi terhadap kebebasan sipil. Sementara itu, PWI memilih memainkan jurus legendaris Nusantara, mode hening maksimal. Diamnya bukan lagi seperti ikan di akuarium. Ini sudah level patung di bundaran. Burung gereja bisa bikin sarang di pundaknya tanpa merasa terganggu.

Nah, di sinilah sinetronnya mulai mengalahkan rating drama 1.000 episode. Waktu Hotman Paris melontarkan ucapan yang dianggap melecehkan wartawan, PWI bergerak secepat promo tanggal kembar. Belum sempat kopi dingin, laporan polisi sudah meluncur. 

Tetapi sekarang, ketika istilah "londo ireng" keluar dari mulut kepala negara, langkahnya mendadak berubah seperti kura-kura sedang menarik gerbong kereta. Pelan sekali. Pelan sampai siput menyalip sambil melambaikan tangan.

Publik pun mulai garuk-garuk kepala sampai ketombe ikut berdiskusi. Apa keberanian organisasi wartawan memiliki mode otomatis? Kalau lawannya artis, gas penuh. Kalau lawannya presiden, mendadak sinyal hilang. Jangan-jangan mikrofon PWI sedang masuk mode pesawat. Atau mungkin tombol suaranya tertinggal di ruang rapat yang AC-nya terlalu dingin.

Drama ini akhirnya terasa seperti sirkus politik terbesar di Asia Tenggara. Ada presiden yang menghidupkan istilah kolonial, wartawan merasa dilabeli, organisasi pers masih mengukur arah angin, pengamat sibuk menganalisis, dan rakyat hanya bisa membeli singkong goreng ukuran jumbo. 

Semua sibuk berdebat tentang "londo ireng", sementara warung kopi di sudut kampung mungkin lebih damai membahas KDMP.

Kini panggung tinggal menyisakan satu pertanyaan besar. Akankah PWI mengeluarkan jurus sama kerasnya seperti saat menghadapi Hotman Paris? Atau justru memilih menjadi ahli meditasi nasional terus diam sambil berharap badai berlalu sendiri? Entahlah. Yang jelas, politik Indonesia memang tidak pernah kehabisan penulis skenario. Pastinya selalu ada tontonan gratis (oleh Rosadi Jamani ketua satu pena Kalbar/redaksi).


Guntur Sahputra Calon Tunggal Ketua PAC PP Medan Denai

Proses pendaftaran Guntur Sahputra sebagai kandidat bakal calon ketua PAC PP Medan Denai,  Jumat (24/07/2026) di Medan Denai.

MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Usai menunaikan ibadah Sholat Jumat dan menggelar aksi sosial Jumat Berkah di Masjid Al-Falah. Guntur Sahputra mendatangi Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Medan Denai untuk mendaftarkan diri secara resmi sebagai salah satu kandidat bakal calon Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai periode 2026–2029, Jumat (24/07/2026) di jalan Medan Denai.

​Dengan atmosfir penuh kebersamaan, solidaritas, dan kekeluargaan mewarnai prosesi pendaftaran yang berlangsung di Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Medan Denai, Jalan Denai.

​Dukungan Mutlak dari Seluruh Pimpinan Ranting. ​Kehadiran Guntur Sahputra menjadi bukti nyata soliditas organisasi di tingkat akar rumput. Ia hadir didampingi langsung oleh barisan Kepemimpinan Komando Inti (KSB) dari seluruh ranting Kecamatan Medan Denai

​Diantara deretan pimpinan ranting yang hadir memberikan dukungan penuh adalah, ​Jumarik ketua Ranting Denai,Een ketua Ranting Menteng,Syamsul ketua Ranting Binjai, Joni Karo-Karo Ketua Ranting TSM III,Ketua Ranting TSM II beserta jajaran, Azhar Rambe, S.Pd. ketua Ranting TSM I.

​Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Plt Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai, Muhammad Sueb, Ketua Steering Committee (SC) Budi Irwansyah, serta disaksikan langsung oleh pengurus Badan Pembina dan Pengawas PAC (BP2AC) MPC Pemuda Pancasila Kota Medan.

​Ketua Steering Committee (SC),Budi Irwansyah, menegaskan bahwa panitia telah menjalankan tahapan pendaftaran secara transparan, terbuka, dan demokratis bagi seluruh kader terbaik Pemuda Pancasila sejak Senin, 20 Juli 2026.

​Kami memberikan kesempatan yang sama luasnya kepada seluruh kader Pemuda Pancasila di Kecamatan Medan Denai yang memenuhi syarat untuk maju. Hingga penutupan resmi pada tanggal 24 Juli.

"Hanya Guntur Sahputra satu-satunya kader yang mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas pendaftaran untuk masa bakti 2026–2029," ujar Budi Irwansyah.

​Lebih lanjut, Budi mengonfirmasi bahwa Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai akan digelar hari Minggu, tanggal 26 Juli 2026 di Gedung Wisma Menteng, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai .

​Melalui RPP ini, diharapkan seluruh tahapan berjalan dengan aman, tertib, kondusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah mufakat.

​Dengan masuknya pendaftaran ini, Guntur Sahputra menegaskan kesiapannya untuk memimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai ke arah yang lebih solid, berwibawa, modern, serta semakin dicintai masyarakat melalui program-program pengabdian yang nyata (tim).

Jumat, Juli 24, 2026

Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU

 

Tersangka YY bersama barang bukti yang berhasil di sita oleh tim dari Polda Riau dan Polres Kampar beberapa waktu lalu.
SUMATERA UTARA-FAKTAPAGI.COM.Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama Satresnarkoba Polres Kampar berkomitmen untuk memberantas peredaran Narkoba. Pada pengerebekan kali tim berhasil  mengamankan seorang pria berinisial YY (42) dan mengamankan barang bukti berupa Narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan, bahwa pengungkapan kasus tersebut hasil informasi dari masyarakat yang diterima tim opsnal, terkait adanya dugaan sebuah gudang narkotika di Jalan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Mendapatkan informasi tersebut tim gabungan lalu melakukan penyelidikan,  dan berhasil menemukan sebuah rumah kontrakan yang diduga dijadikan gudang penyimpanan narkotika. 

"Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika,” kata Kombes Putu, Jum’at (24/07/2026).

Ia menjelaskan, bahwa penangkapan dilakukan tanggal 30 Juni lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Saat penggeledahan di rumah kontrakan pertama, petugas menemukan barang bukti narkotika. 

"Sesuai pengakuan tersangka, petugas lalu melakukan penggeledahan di rumah kontrakan lain, yang juga digunakan untuk menyimpan narkotika," terang Kombes Putu.

Dari dua lokasi tersebut, petugas menyita empat bungkus sabu dengan berat kotor empat kilogram, 48.411 butir pil ekstasi, 21 bungkus serbuk dan pecahan ekstasi dengan berat kotor sekitar 535 gram, 322 cartridge yang mengandung etomidate, serta 729 butir Happy Five.

Berdasarkan hasil interogasi, YY berperan untuk menjemput, menyimpan, mendistribusikan, serta mengantarkan barang haram tersebut sesuai perintah dari bosnya.

"Dari pengakuan YY, ia sudah lebih dari setahun menjadi kurir narkoba. Hasil kejahatannya dibelikan mobil dan motor," lanjutnya.

Saat ini petugas masih memburu pihak yang diduga mengendalikan peredaran narkotika tersebut, serta mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

Selain itu, petugas juga akan menerapkan tindak pidana pencucian uang (TPPU) guna menelusuri dan menyita aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana narkotika.

Tersangka beserta seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolda Riau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut (tim).

Gelar Upacara Hari Anak, Kodim Sanggau Ajak Sayangi Anak Dan Ciptakan Lingkungan Yang Nyaman

 

Suasana kegiatan upacara peringatan hari anak nasional oleh Kodim 1204 Sanggau sebagai momentum untuk lebih menyayangi anak sebagai aset bangsa, Kamis (2307/2026) di lapangan Makodim Sanggau.
SANGGAU-FAKTAPAGI COM. Kodim 1204/Sanggau menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026. Bertindak sebagai inspektur upacara Pasi Pers Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf Y Santos, di Lapangan Apel Makodim 1204/Sanggau, Jalan Padi No. 1, Kelurahan Tanjung Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (23/07/2026) kemarin.

Dalam amanatnya Mentri Perlindungan Perempuan dan Anak Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara,menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ke-42 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema hari anak ını sebagai alarm bagi kita bahwa perlindungan, pemenuhan hak, serta pembinaan karakter anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,demi mewujudkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Usai upacara, Kapten Inf Y Santos menyampaikan, bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata,tapi sesungguhnya sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

Karena menurut dia, anak adalah aset bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, pendidik, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak. 

"Kodim 1204/Sanggau siap mendukung setiap upaya yang bertujuan melindungi hak-hak anak dan membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki semangat bela negara," ujarnya.

Sehingga kata dia, melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, Kodim 1204/Sanggau berharap agar semangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Maka dari itu lanjut dia, kolaborasi seluruh pihak, agar setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi sehingga mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas bagi bangsa dan negara.

Pada upacara tersebut  Letda Inf Yoga Yogi bertindak sebagai Komandan Upacara dan Pelda Samsuhadi sebagai Perwira Upacara. Peserta upacara terdiri dari personel Kodim 1204/Sanggau dan Yonif TP 833/BD (sumber Pendim 1204 Sgu/redaksi).

Kamis, Juli 23, 2026

Oleh Jacob Eresta. Fadli Zon : Setelah Menjadi Menteri Tetap Tak Lupa Pada Kawan Lama

 

Fadli Zon dan rekan-rekannya (foto istimewa ).
FAKTAPAGI.COM.Silaturahmi sahabat dan kerabat GMRI(Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) jumpa  kawan-kawan dari Fadli Zon Library, Jl. Danau Limboto No. 96 Jakarta Pusat, Senin malam, 20 Juli 2026 sungguh mengasyikkan.nya Setalah cukup  berbincang-bincang seperlunya, acara ngobrol tentang spiritual yang cukup booming menampilkan syukuran sekaligus peringatan pertama perayaan Keyakinan Penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa, di kediaman Dr. Yudi Latief, 19 Juli 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan

Obrolan serius tentang spiritual  sepakat berlanjut di Coffe seberang jalan Danau Limboto berikut berbagai aspek yang dapat terus dikembangkan untuk masa depan Bangsa dan negara Indonesia yang sangat memerlukan  therapy spiritual agar kerusakan dan pengkhianatan terhadap amanah rakyat seperti yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 dapat segera dinikmati. 

Saat obrolan di coffe sedang asyik dan semakin serius,   tiba-tiba staf ahli Menteri Kebudayaan mendapat telepon, bila Menteri akan datang. Secara spontan kawan-jawan GMRI ikut menyambut kedatangan Menteri  sekitar pukul 10.00 malam untuk diminta pendapat mengenai acara besar yang akan segera dilaksanakan dari kerajaan yang ada di Bali.

Sementara acara konsultasi kawan-kawan dari Bali ini berlangsung, kerabat dan sahabat GMRI kembali menikmati kopi dan makanan ringan sambilI ulang ngobrol ngalur-ngidul untuk memanjangkan program launching "Kitab MA HA IS MA YA" paling lambat September 2026.

Tiba-tiba telepon masuk dari kawan Library Fadli Zon ih untuk minta bergabung, karena memang persahabatan antara Sri Eko Sriyanto Galgendu selaku Pemimpin Spiritual Nusantara dengan Fadli Zon sebagai tokoh budaya danng penyinta sejarah dan memiliki museum keris terbesar -- panjang 13 mater ding Karena wajar, bila Sri Eko Srinyanto Galgendu berkomentar sangat terkesan pada sikap ugahari Fadli Zon -- setelah menjabat Menteri -- tetap tidak lupa dengan kawan lamanya. 

Ekspresi itu tampak dari penerimaan Fadli Zon yang tidak  formal memposisikan diri sebagai Menteri -- tanpa agenda -- mau menerima sahabat kerabat GMRI pada pukul 10.00 makan hingga menjelang saat sholat subuh bercerita sambil mendengar komentar tentang seluk-beluk spiritualitas yang dia sebut sebagai by on religius.. 

Bahkan ikhwal soal keris yang menjadi koleksi cukup banyak di Library Fadli Zon miliknya itu, lengkap dengan koleksi koran masa lalu, arca, kaca mata Soekarno dan Hatta, foto masa silam lebih darit seabad lalu juga ada dalam koleksi perpustakaan pribadi Fadli Zon.

Nilai-nilai spiritual tentang keris pun mampu dibabar Fadli Zon dengan pemikiran ilmiah. Seperti ketika mulai hendak membuat keris itu tempo doeloe dimulai dengan tirakat, doa, mencari petunjuk yang terkait erat dan kuat dengan jiwa dan batin serta hubungan dengan sang pencipta yang menjadi energi kehidupan bagi manusia. 

Atas dasar dedikasi, prestasi, reputasi yang dilakukan dengan serius, Fadli Zon dalam usia yang masih relatif muda, kelahiran Jakarta, 1 Juni 1971 wajar melalui  sejumlah jabatan penting serta gelar terhormat Batagak  Datuk Bojo Dirajo Nan Kuniang Fadli Zon SS.M.Sc, seperti yang tertulis  indah dibawah foto bersama tokoh masyarakat adat Sumatra Barat yang terbingkai apik tergantung di ruang tamu Fadli Zon Library.

Begitulah informasigdut yang bisa diperoleh, dari sekitar 50.000 buku koleksi Fadli Zon Library, berikut naskah kuno, perangko, piringan hitam dan koran tempo dulu. Dan seabrek pengalaman dan jabatan yang pernah nya mulai dari Ketua HKTI (2015- 2020 dan 2020-2025), Ketua Ikatan Keluarga Besar Minangkabau (IKM) 2017-2019. Dan Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) 2019-2024. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 2008 sampai sekarang. 

Jabatan penting lainnya yang pernah dijabat Fadli Zon adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI (2014-2019). President Global Organization Parlementarians Against Corruption (GOPAC). Ketua Umum For Development  di international Studies (1993-1996), Anggota Asian Conference on Religion and Peace (ICRP) 1996-1998. Danpengurus ICRP 1996-1998. Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia 2010-2015. 

Setelah menjadi Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu,, tidak lupa dengan kawan lama, agaknya patut  menjadi contDengan kebanggaan bagi aktivis dan tokoh, sehingga tak seperti kacang lupa dengan dengan kulitnya.  Atau seperti tebu, habis manis, sepah dibuang. Yang menarik dan mengagumkan, pengetahuan dan pemahaman bahkan kecerdasan spiritualitas Fadli Zon sungguh luar biasa serta sangat mengagumkan.(Red)