Lonjakan Kabut Asap,Dinkes Ingatkan Waspada Dan Gunakan Masker
![]() |
| Henry Alpius. |
"Saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, meksipun asal Asap dari kebakaran wilayah lain, tapi kita tetap harus waspada," katanya kepada media ini, Jumat (11/09/2026) melalui pesan singkat.
Menurut dia, penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya beberapa waktu lalu kepada media ını.
Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.
Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.
Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk.
Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.
Sedangkan,kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.
Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan Masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.
"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.
Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).









