Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Minggu, September 06, 2026

Henry: Hadapi Kabut Asap, Jika Terpapar ISPA Segera Ke Berobat

 

Henry Alpius.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) kabupaten Sekadau Henry Alpius kembali mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim saat ını. Kabut Asap yang melanda wilayah kabupaten Sekadau saat ını memang sangat memperihatinkan, jika tidak waspada maka akan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Jika terpapar segera berobat ke rumah sakit atau ke Puskesmas terdekat, karena sesuai instruksi Bupati semua puskesmas siap melayani pasien ISPA,"katanya kepada media ini melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan dia lagi, menyingkapi kondisi saat ini hampir di seluruh wilayah kabupaten /kota di Kalbar termasuk Sekadau terpapar kabut asap, sehingga jika melihat perkembangan adanya peningkatan kasus ISPA masih menjadi perhatian kita bersama. 

"Oleh sebab itu  mari lindungi diri, keluarga, dan lingkungan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan udara, menghindari paparan asap rokok, serta menggunakan masker saat mengalami batuk atau pilek," ingatnya.

Kenali lanjut dia, gejala sejak dini dan segera manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut. "Pencegahan dimulai dari kepedulian kita bersama kita wujudkan masyarakat Kabupaten Sekadau yang sehat, tangguh, dan terlindungi dari ISPA," pesan Kadis (tar/man).


Ridi : Penyusunan RAD KLA Periode 2027-2031 Baru Dimulai

 

Kegiatan rapat evaluasi RAD KLA tahun 2026 beberapa waktu lalu di gedung PKK kabupaten Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026. Evaluasi tersebut sebagai upaya mengukur capaian program, mengidentifikasi kendala,sekaligus perbaikan serta pemenuhan hak dan perlindungan anak.Acara ini  buka oleh Sekretaris Daerah, Rabu (02/09/2026) di Gedung PKK kabupaten Sekadau.

Kegiatan tersebut sebagai momentum awal bagi Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam mempersiapkan penyusunan RAD KLA periode 2027–2031.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Martinus Ridi, mengatakan, bahwa evaluasi RAD KLA bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian terpenting untuk melihat kembali berbagai program yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, serta menentukan langkah perbaikan agar pelaksanaan program pemenuhan hak dan perlindungan anak ke depan dapat berjalan lebih optimal.

Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilaksanakan oleh satu instansi saja.

'"Tetapi butuh keterlibatan semua pihak sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Ridi.

Lebih lanjut ia menjelaskan,melalui evaluasi pelaksanaan RAD KLA Tahun 2023–2026, pemerintah daerah ingin memperoleh gambaran yang jelas mengenai capaian program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Evaluasi juga dilakukan guns mengetahui berbagai kekurangan maupun program yang belum berjalan secara optimal.

Dikatakan dia lagi, berdasarkan evaluasi mandiri KLA Tahun 2024 yang dilakukan pada 2025, Kabupaten Sekadau memperoleh nilai 661. Namun, setelah melalui proses verifikasi oleh kementerian, nilai akhir yang diperoleh sebesar 590 sehingga Kabupaten Sekadau masih berada pada kategori Pratama.

Sementara itu, hasil evaluasi mandiri KLA Tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap peningkatan tersebut dapat membawa Sekadau meraih kategori KLA yang lebih tinggi setelah melalui proses verifikasi.

“Harapan kita tentunya capaian evaluasi mandiri tahun 2025 ini dapat terus meningkat dan menjadi dasar untuk memperbaiki berbagai indikator yang masih perlu diperkuat,” katanya.

Martinus Ridi menambahkan, kegiatan evaluasi tersebut sekaligus menjadi awal penyusunan RAD KLA periode 2027–2031. Karena itu, seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas KLA diharapkan dapat menyusun program yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Selain program, penguatan sistem dokumentasi dan pengelolaan data juga menjadi hal penting. Setiap perangkat daerah diharapkan dapat mendokumentasikan program dan kegiatan dengan baik serta menyediakan data yang akurat sebagai bahan evaluasi dan pendukung penilaian KLA.

Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI), Margareta Siregar, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keberhasilan Kabupaten Layak Anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Ia terus mendorong,agar penguatan upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan anak, seperti putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, penyalahgunaan narkoba, serta persoalan sosial lainnya. Ia turut menekankan pentingnya melibatkan Forum Anak dalam proses pembangunan, termasuk dalam Musrenbang, karena anak memiliki perspektif dan kebutuhan yang berbeda dengan orang dewasa.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok berdasarkan klaster KLA, paparan hasil pelaksanaan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2024–2025, diskusi evaluasi RAD per klaster, serta penyusunan target RAD KLA Tahun 2027–2031.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sekadau diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyusun rencana aksi yang lebih terarah, terukur, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Sekadau (tar/man).


Titik Hotspot Terkendali, Kadis BPBD Ingatkan Waspada Kabut Asap

 

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Suharsono mengingatkan bahwa saat Kabut Asap masih melanda sejumlah wilayah, meskipun sempat di guyur hujan sedikit kemarin. Kendati titik Hotspot sempat nihil kemarin. Untuk itu sebagai leading sektor penanganan bencana Daerah,ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ını.

"Gunakan masker saat berada diluar rumah, periksa ke Puskesmas terdekat jika ada warga terpapar ISPA," katanya melalui pesan WhatsApp Minggu (05/09/2026).

Dikatakan dia lagi, secara umum kondisi Karhutla di kabupaten Sekadau sangat minim, bahkan kemarin sempat nihil titik Hotspot, namun situasi kita saat ını hanya terkena imbas kabut Asap. Namun, terkait Kabut Asap pihaknya tidak berbuat apa-apa, selain hanya berdoa semoga cepat turun hujan.

Menurut dia, penanganan kabut tidak bisa seperti menangani bencana lain, sebab kemana arah angin disitu aspa berterbangan.Pemerintah sudah berkerja keras untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak, diantaranya Camat, Kades,pihak perusahaan TNI -Polri untuk mendeteksi secara dini titik api di berbagai wilayah.

"Hasilnya memang nyata, secara umum titik Hotspot kita semakin hari semakin, berkurang,bahkan kalau ada titik Api masih terkendali,"katanya.

Artinya, jika ada titik api pada jam-jam tertentu menyala, kemudian pada jam tertentu padam, inilah yang dimaksud terkendali (tar/man).


Purbaya Menjadi “Musuh” Bersama Kepala Daerah se-Indonesia

 

Foto ilustrasi AI.
FAKTAPAGI.COM.Udah jangan minta link video mesum guru di Pekalongan itu. Setop! Ada baiknya simak para kepala daerah seperti menjadikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai musuh bersama. Gara-gara Dana Bagi Hasil (DBH) dipotong. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak! 

Pemicu para kepala daerah manas ke Purbaya, sederhana. Pagu DBH APBN 2026 tinggal Rp58,5 triliun, dari sebelumnya Rp192,2 triliun, alias ambles 69,5 persen. Ini bukan diskon Harbolnas. Ini diskon yang membuat bupati, wali kota, dan gubernur merasa seperti anak kos melihat saldo rekening tanggal tua.

Purbaya pun mendadak menjadi nama paling menyeramkan di grup WA kepala daerah. Mengalahkan hantu. Kalau hantu cuma muncul tengah malam, Purbaya muncul di APBD.

Pada 7 Oktober 2025, sebanyak 18 gubernur mendatangi Kementerian Keuangan. Ada Rudy Mas’ud dari Kalimantan Timur, Bobby Nasution, Rahmat Mirzani Djausal, Andi Sudirman Sulaiman, Lalu Muhamad Iqbal, serta gubernur dari Jambi, Aceh, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Banten, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Papua Pegunungan, dan Bengkulu.

Rudy mengeluhkan DBH Kaltim yang biasanya Rp6–Rp7 triliun, kini tinggal Rp1,6 triliun. Itu bukan lagi diet anggaran. Itu sudah operasi pengurangan lemak sampai tulang.

Bupati dan wali kota ikut meradang. Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menyebut keresahan sudah meluas. Kutai Kartanegara masih menunggu kurang salur DBH Rp1,4 triliun. DKI Jakarta pun ikut kena. APBD 2026 turun dari Rp95 triliun menjadi Rp79 triliun, karena DBH dipangkas Rp15–Rp20 triliun.

Jakarta ternyata juga bisa miskin. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman siap membawa persoalan ini ke Presiden. Karena, daerah penghasil tambang harus menanggung kerusakan infrastruktur dan lingkungan tanpa kompensasi yang dianggap pantas. “Ayo, lapor ke Presiden cepat, Pak. Cuma berani ndak.” Ups.

Daerah merasa seperti sapi perah. Diperah ketika punya susu, lalu disuruh mengurus kandangnya sendiri. Duh, gini amat negara.

Purbaya kemudian mengaku “merasa berdosa” memangkas hak daerah. Kepala daerah mungkin sempat terharu. Namun air mata itu belum sempat kering ketika Purbaya menyebut kebijakan tersebut sebagai “legasi” Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani. Waduh. Dosa ada, tetapi pelakunya seperti dilempar ke masa lalu. Jeng Sri lagi ngopi mungkin kesedak ni.

Purbaya juga mengatakan daerah masih banyak uang yang belum dipakai dan meminta anggaran dibelanjakan tepat waktu sebelum meminta tambahan. Ia menjanjikan evaluasi serta tambahan TKD 2027 hingga Rp90 triliun. Sementara pembangunan infrastruktur bisa dibiayai lewat pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur dengan cicilan dari DBH.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ikut menambah bensin, masih ada kekurangan pembayaran DBH sekitar Rp70 triliun. Publik pun mulai pusing. Yang satu bilang uang daerah banyak. Yang satu bilang uangnya kurang. Yang satu bilang Rp70 triliun belum dibayar. Uangnya sebenarnya sedang piknik ke mana? 

Belum selesai, muncul episode Purbaya versus Pramono Anung soal obligasi daerah. Purbaya melarang Jakarta menerbitkan obligasi karena keuangan Jakarta dianggap kuat. Bahkan disebut “uangnya kegemukan”.

Pramono tetap ngotot. Jakarta berencana menerbitkan obligasi Rp5,6 triliun, naik dari rencana awal Rp3,5 triliun, untuk pencairan 2027–2028. Jurus Pramono sederhana, kalau obligasi dilarang, kembalikan DBH Jakarta!

Nah, ini baru debat elite. Purbaya, jangan utang! Pramono, kembalikan uang kami! Purbaya, uang Jakarta banyak! Pramono, kalau banyak, kenapa dipotong? Rakyat, lho, saya yang bayar pajak kok ikut pusing?

Inilah komedi fiskal Indonesia. DBH dipotong, daerah marah. Daerah mau berutang, pusat melarang. Pusat bilang uang daerah banyak. Daerah bilang uangnya kurang.

Para elite bermain catur memakai bidak triliunan. Sementara rakyat cuma menjadi penonton yang tidak pernah diajak bermain. Yang diperebutkan Rp192,2 triliun. Yang tersisa Rp58,5 triliun. Yang belum dibayar sekitar Rp70 triliun.  Yang dijanjikan lagi Rp90 triliun.

Saya dan ente yang baca ini hanya bisa bertanya, ini negara sedang mengatur keuangan atau sedang main petak umpet dengan uang rakyat? A su dahlah, wak! Sing penting Koptagul masih murah meriah, only Rp3000 perak (oleh Rosadi Jamani/RED)

Wabup Ingatkan, Gali Potensi Yang Ada, Pasarkan Dagangan Melalui Medsos

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Wakil Bupati Sekadau Subandrio,SH, MH meminta agar para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau tetap konsisten dengan usahanya. Gali potensi yang ada, pasarkan dagangan melalui medsos dan buat trobosan baru melalui produk kuliner yang beraneka ragam. Supaya pembeli berminat dengan rasa khas produk asli kabupaten Sekadau. "Pemerintah Daerah tetap mendukung para pelaku UMKM, karena kalian adalah garda terdepan pendongkrak perekonomian kabupaten Sekadau,"katanya beberapa waktu.

Menurut dia, harusnya para pelaku UMKM jangan hanya berjualan secara temporer, coba kita lihat pada saat bulan puasa, banyak sekali bermunculan produk kuliner yang beraneka ragam, tapi kenapa habis bulan puasa lalu hilang.

"Padahal jika dilanjutkan tentu akan lebih baik, orang bisa belanja beraneka ragam kuliner dari Sekadau," katanya.

Sebab lanjut dia, kabupaten Sekadau adalah kabupaten perlintasan, lalulang warga dari Sintang,Kapuas Hulu,Melawi dan lalu lintas warga dari Pontianak dan sekitarnya. Keuntungannya wilayah kita tepat berada di tengah-tengah provinsi Kalimantan Barat.

"Harusnya, kondisi ini bisa dimaafkan oleh para pelaku UMKM, untuk memasarkan hasil kulinernya," kata Wabup.

Lebih lanjut pria asal Belitang Hulu menyarankan, untuk menopang ekonomi rumah tangga kita harus berusaha,karena hanya dengan berusaha kita bisa dapat uang, jika ada kendala sebaiknya kordinasi dengan dinas terkait, baik persoalan modal, akses dan kesulitan lainnya, sebab ia yakin dinas pasti punya solusi. 

"Yang belum paham tentang Manejemen usaha, akan diberikan pelatihan," katanya.

Karena kata dia lagi, pemerintah Daerah sangat komitmen untuk terus mendorong para pelaku UMKM ını bisa menjadi wirausaha usaha yang yang berdaya saing.

"Mari kita bangun Sekadau sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,karena cita-cita para tetua dulu untuk memekarkan kabupaten Sekadau adalah agar masyarakat bisa maju," tutup mantan ketua KPU dua periode ını (tar/man).

Bupati Ingatkan, Jangan Putus Sekolah, Hanya Dengan Menguasai Ilmu Kita bisa Maju

 

Aron,SH.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH dalam setiap kunjungan kerja ke kampung-kampung, ia selalu mengingatkan kepada orang tua agar jangan sampai anak-anak mereka putus sekolah, karena menurut dia,hanya dengan menguasai ilmu dan teknologi kita bisa merubah nasib dan terlepas dari kemiskinan. "Hanya dengan pendidikan yang baik kita bisa terhindar kemiskinan, katanya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Desa Cenayan kecamatan Nanga Mahap.

Menurut dia, jika kita hidup miskin tapi masih mau sekolah,maka suatu saat kita bisa merubah nasib, karena hanya di sekolah kita mendapatkan ilmu dan wawasan, jika wawasan kita sudah luas maka pola pikir pasti akan bertambah baik, jika sudah baik nasib juga akan baik. 

"Karena hanya dengan sekolah gerbang kebodohan bisa terbuka, semua ilmu yang didapat bisa menjadi bekal hidup di masyarakat,"pesannya.

Selain itu, pria kelahiran Nyonak ını juga selalu berpesan agar masyarakat patuhi aturan bakar Ladang, karena jika musim kemarau kita bakar Ladang juga percuma, sebab belum bisa ditanami, karena sekitar beberapa sentimeter kedalam tanah keluar aura panas. "Bagaimana padi bisa tumbuh,yang ada malah bibit kita kering dan rusak karena terpapar panas," ingatnya.

Selain bakar Ladang, ia juga terus mengingatkan, masyarakat harus sadar bahwa di musim kemarau panjang ini, kita juga harus hati-hati bakar sampah disekitar rumah. Selain menambah volume Asap, bakar sampah juga bisa memicu kebakaran hebat, misalnya rumah bisa ikut terbakar, bahkan rumah tetangga bisa jadi korban kebakaran.

"Jadi kita saat ını, kita memang harus selalu waspada, agar kondisi Api di wilayah kita tetap terkendali," ucapnya (tar/man).

Sabtu, September 05, 2026

Dandim Sebut, Karhutla di Sanggau dan Sekadau Semakin Terkendali

 

Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Dandim Sanggau.
SANGGAU-FAKTAPAGI.COM.Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau terus menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas hotspot (HS) yang sebelumnya masih cukup tinggi dan fluktuatif, saat ini mulai menunjukkan kecenderungan lebih terkendali berkat sinergi dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Sabtu (05/O9/2026/).

Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Gabungan serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan Karhutla.

“Pada kondisi awal, aktivitas hotspot di wilayah Sanggau dan Sekadau masih cukup tinggi dan fluktuatif, dengan temuan harian berkisar belasan hingga puluhan titik. Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, sebagian titik tersebut terkonfirmasi sebagai firespot (FS) yang memerlukan penanganan secara cepat dan terpadu,” ujar Dandim.

Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi lapangan, saat ini aktivitas hotspot menunjukkan kecenderungan lebih terkendali dengan rata-rata berada pada kisaran belasan titik per hari. Sementara itu, firespot yang terkonfirmasi berada di bawah jumlah hotspot dan terus dilakukan pemantauan serta penanganan secara intensif.

Dandim menegaskan, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, Manggala Agni, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga seluruh unsur terkait di wilayah.

“Kami juga mendapatkan dukungan dari Korem dan Kodam, pimpinan TNI, BPBD Provinsi, serta BNPB Pusat, baik berupa dukungan personel, alkap dan material, anggaran, maupun berbagai upaya penanganan lainnya, termasuk dukungan modifikasi cuaca,” jelasnya.

Meski kondisi Karhutla mulai terkendali, Dandim mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan potensi munculnya titik api tetap ada sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran lahan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku. Keberhasilan mengendalikan Karhutla adalah keberhasilan kita bersama,” tegasnya.

Dandim mengajak seluruh masyarakat Sanggau dan Sekadau untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat sinergi dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Dengan sinergi, kepedulian masyarakat, kerja keras seluruh unsur, dan tentunya atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, mari kita jaga Sanggau dan Sekadau agar tetap aman dari ancaman Karhutla,” pungkas Dandim (Pendim 1204/Sanggau/red).

Bupati Ingatkan Jika Keluar Rumah Pakai Masker

 

Bupati Sekadau didampingi Kapolres Sekadau dan kadis Kesehatan PP dan KB saat membagikan masker kepada pengguna jalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron, SH selalu mengingatkan agar masyarakat waspada, karena saat  ını udara di wilayah kabupaten Sekadau sedang tidak baik-baik saja, meskipun secara umum titik Api terpantau sangat minim, namun kabut Asap tetap melanda, artinya Asap tersebut terbang dari wilayah kabupaten tetangga. Supaya tidak terpapar ISPA sebaiknya jika keluar rumah atau beraktivitas diluar rumah harus menggunakan masker

"Apalagi anak-anak, mereka sangat rentan terpapar," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat ını titik hotspot di Wilayah kabupaten Sekadau sangat minim, andaipun ada semuanua masih bisa terkendali, karena kalau bakar ladang artinya apinya dimatikan pada jam-jam tertentu.

Kita patut bersyukur, meskipun terpapar kabut Asap namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sangat minim,itu artinya kordinasi dari atas sampai ketingkat bawah terkendali dengan baik. "Sehingga kebakaran bisa di minimalisir," katanya.

Namun, saat ını Pemerintah Daerah sedang mensiasati kondisi cuaca, karena saat ini kita masih dalam tahap Siaga, belum sampai pada tahap Tanggap Darurat, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lapangan bisa kita kendalikan.

"Saat kabupaten Sekadau sedang dalam tahap Siaga, belum sampai pada tahap Tanggap Darurat," katanya (tar/man).


Benarkah Dugaan Rembesan Limbah Di Sungai Gonis Dari PKS MPL? Simak Hasil Penelusuran Dilapangan

 

Muara sungai Semaja tempat berasal Air keruh dan warga hitam kecoklatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Maraknya tudingan di media sosial (medsos) terkait dugaan pencemaran limbah Pabrik kelapa sawit Milik PT. MPL belum tentu kebenarannya, karena hasil pengecekan lapangan oleh tim Humas bahwa sumber air keruh berwarna kecoklatan bukan dari intag pembuangan Pabrik PT MPL di Sungai Gonis, tetapi air keruh tersebut keluar dari muara Sungai Semaja.

"Awalnya tanggal 13 Juli 2026 dapat telepon dari Pak Kades bahwa ada laporan dari warga menemukan ikan mati karena limbah perusahaan, kemudian Kita sudah cek lapangan, 350 meter dari integ pipa kita ditelusuri ke hilir tidak ada tanda-tanda air keruh,namun setelah 350 meter ada muara sungai Semaja yang mengalir dan banyak ditemukan ikan mati di muara tersebut,  dari sungai itu terdapat air warna keruh yang terlihat mengalir," kata Nainggolan Parhusip kepada media ını, Sabtu (05/092026) di Warkop pasar baru Sekadau.

Jadi, bisa dipastikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu, tidak berasal dari integ PT.MPL tetapi keluar dari muara Sungai Semaja (tar/man).

Kadis Akui, Tantangan UMKM.Adalah Manejemen, Modal Dan Akses

ST. Emanuel,SKM,ME.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Dan Menengah kabupaten Sekadau ST.Emanuel,SKM,ME mengatakan, bahwa usaha mikro memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Daerah. Hanya saja,dalam pengembangan kita masih menghadapi berbagai tantangan besar,. terkait Manejemen usaha, keterbatasan modal, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital. 

"Oleh karena itu pihak dinas Koprasi usaha kecil dan menengah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi transformasi usaha mikro agar naik kelas menjadi wirausaha," kata kepada mereka ını, Sabtu (05/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, melalui berbagai kegiatan baik itu pelatihan maupun sosialisasi kita bekali ilmu, strategi dan legalitas yang diperlukan oleh para pelaku UMKM. Tujuannya, agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan semua kegiatan pelatihan untuk mengembangkan usahanya.

"Mari kita ubah tantangan menjadi peluang demi kemajuan ekonomi masyarakat di bumi Lawang Kuari ını," katanya.

Memasuki masa purna tugas dirinya menginginkan agar para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau bisa berhasil mencapai tujuannya.

"Sebagai garda terdepan UMKM harus bisa berdaya saing di tengah kondisi," katanya (tar/man).