Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Selasa, September 08, 2026

Camat Sekadau Hulu Apresiasi Upaya PT.Agro Andalan Mencegah Karhutla

Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim dari Mabes TNI di PT.Agro Andalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Forum komunikasi Pemerintah kecamatan (Forkompincam) kecamatan Sekadau hulu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT.Agro Andalan untuk mengatasi permasalahan Karhutla di wilayah kerja perusahaan,selain itu pihak perusahaan juga memberikan kontribusi nyata, terhadap pencegahan Karhutla. Konsentrasi untuk mengatasi Karhutla dinilai sangat membantu Pemerintah Daerah.

"Upaya yang dilakukan oleh PT Agro Andalan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi Karhutla," kata Plt Camat Sekadau Hulu Francisco Uwardianus melalui pesan singkat Selasa (08/09/2026).

Selain itu ia juga mengapresiasi kepada pihak TNI dan Polri yang selalu mendampingi dan membaur bersama mengedukasi masyarakat terkait resiko bahaya pembakaran hutan dan lahan tanpa kontrol.

Kami pemerintah kecamatan Sekadau Hulu mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensosialisasikan dan membantu pemadaman api yang beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran di beberapa wilayah di kecamatan sekadau hulu.

Apresiasi ini ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan sosialisasi Karhutla bersama Tim dari Mabes TNI dan sejumlah kepala desa di kantor PT. Agro Andalan tanggal 7 September 2026 lalu.

"Terimakasih kami sampaikan kepada tim Mabes TNI dan PT.Agro Andalan, dan para kepala desa yang telah berkonstribusi nyata mencegah terjadi nya Karhutla di wilayah kecamatan Sekadau hul," pungkasnya (tar/man).

Musim Kemarau, Arus Trasnportasi Warga Seberang Kapuas Terganggu

 

Kondisi Dermaga penyeberangan sungai Kapuas di stegher yang pondasi dermaga sudah amblas mengikuti kontur tanah, sehingga agak memcurut ke bawah foto diambil Selasa (08/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Seberang Kapuas Yemi Ibrahim mengeluhkan,musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan arus trasnportasi warga yang melintas dari Seberang Kapuas menuju kota Sekadau sedikit mengalami kendala. Karena dermaga tempat persinggahan sudah kandas di tanah, jadi posisi tidak rata memcurut ke bawah mengikuti pola sungai.

"Kondisi ını sangat menyulitkan warga, saat mengangkut barang bawaan dan sepeda motor," katanya kepada media ini, Senin (08/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia,kondisi tentu akibat alam, namun kendati begitu arus angkutan barang dan orang masih relatif lancar, hanya saja masalahnya mungkin harga-harga kebutuhan pokok kemungkinan ada kenaikan sedikit di wilayah pedalaman seberang Kapuas, terutama wilayah transmigrasi.

Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ını musim kemarau berakhir, sehingga transportasi tidak terganggu lagi.

Bukan hanya trasnportasi yang terganggu,masyarakat sudah mulai mengeluhkan kesulitan air bersih,karena selama ını masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor untuk mandi dan mencuci.

Mungkin karena kemarau sudah terlalu lama,maka keadaan air sumur mungkin sudah mulai mengering.

"Jadi perlu ada rencana antisipasi yang bisa mengatasi darurat air bersih, apabila kemarau ını berkepanjangan," ucapnya (tar/man).


Meskipun Titik Hotspot Berkurang, Kesiagaan Damkar Tetap 24 Jam

Eko Sulistyo dan Frans Undun.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau mulai menunjukkan penurunan bahkan titik Hotspot beberapa hari kemarin pernah nihil. Meskipun demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau tetap menyiagakan personel selama 24 jam hingga musim kemarau berakhir.

"Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, jumlah titik panas atau hotspot yang sebelumnya terpantau mulai berkurang," kata Eko Sulistyo kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kabupaten Sekadau belum lama ını.

Bahkan kata dia,saat ini hampir tidak ditemukan titik panas yang dinilai membahayakan. Akan tetapi,kondisi ını tidak membuat petugas lengah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

Dikatakan dia lagi, bahwa kesiapsiagaan petugas tetap dilakukan selama 24 jam. Begitu kita mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kejadian kebakaran hutan dan lahan,mau tidak mau kita harus selalu siap untuk turun ke lapangan.

Risiko tersebut juga bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang mulai melakukan kegiatan berkebun dan berladang.

Karena itu, masyarakat, khususnya petani dan peladang, diimbau untuk sementara menghindari pembakaran dalam proses pembukaan lahan.

"Harapan kita udara di Kabupaten Sekadau ini bisa menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan efek penyakit ISPA bagi masyarakat," katanya.

Dalam penanganan karhutla, Damkar Sekadau tidak bekerja sendiri. Petugas berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, hingga perusahaan.

Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan hotspot sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Meski demikian, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terjadi di Tiga Kecamatan Belitang.

Karena akses menuju wilayah tersebut menjadi tantangan karena petugas harus menyeberangi sungai. Pendangkalan sungai juga membuat mobilisasi kendaraan dan peralatan pemadam menuju lokasi kebakaran menjadi lebih sulit.

Selain persoalan akses, ketersediaan sumber air turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas akan mengerahkan kendaraan pemadam apabila lokasi kebakaran masih dapat dijangkau. Tim juga mencari sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Damkar Sekadau memiliki sekitar 21 personel yang dibagi dalam tiga sif.

Setiap sif terdiri atas tujuh petugas. Mereka tetap disiagakan untuk menangani berbagai kejadian kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun karhutla.

Damkar Sekadau juga menyiapkan dua unit kendaraan operasional, yakni L300 dan Strada. Kedua kendaraan tersebut dilengkapi dengan peralatan penyedot air untuk mendukung proses pemadaman.

Meskipun kondisi kabut asap mulai berkurang dan Karhutla semakin terkendali, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

"Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan kualitas udara di Kabupaten Sekadau tidak memburuk selama sisa musim kemarau," katanya (tar/man).


Subandrio: Jika Ingin Maju Sekolah Setinggi-tingginya

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH.MH kembali menyarankan agar anak-anak di kabupaten Sekadau dari yang masih duduk di bangkunya SD,SMP,SLTA bahkan yang sedang Kuliah,sebaiknya jangan pernah berhenti ditengah jalan, karena hanya dengan pendidikan yang baik kabupaten kita bisa maju dan berdaya saing. "Karena belajar adalah kunci kesuksesan,jika ingin memajukan Daerah dan diri sendiri," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tidak ada rumusnya, kalau kita tidak belajar mengikuti pendidikan yang baik bisa maju, contoh orang luar Negri mereka nisa pergi ke bulan, itu karena belajar. Perkembangan teknologi saat memaksa kita harus mengikuti,jika tidak mampu mengikuti artinya kita sudah jauh ketinggalan.

"Jika sudah ketinggalan,maka kemiskinan lah yang akan menghimpit kehidupan kita," katanya.

Di zaman serba modern ini,selain berilmu,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif, karena jika sekolah tinggi punya ilmu tapi tidak kreatif, semua itu tidak ada gunanya. 

Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau untuk bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT. 

Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.

"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"katanya.

Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. Misalnya yang putus SD, SMP dan SLTA, semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.

"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," katanya.

Tidak dapat dipungkiri lanjut dia,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang,angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya angkatan 50 dan angkatan 60.

"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.

Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.

"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (tar/man).

Senin, September 07, 2026

Terkendala Kemarau Panjang, Sejumlah Perusahaan Mengurangi Kuota Pembelian TBS

Foto TBS ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan kabupaten Sekadau,Ifan Nurfatria mengatakan,jika melihat kondisi kemarau yang berkepanjangan saat ini, dan mengakibatkan penurunan debit air sungai Kapuas dan sumber air lainnya secara signifikan. Sehingga armada Ponton (tongkang) pengangkut CPO (Crude Palm Oil) tidak dapat bersandar dan melakukan bongkar muat di dermaga Terminal Khusus perusahaan. 

"Dampak dari terhambatnya distribusi ini, menjadi salah satu penyebab tangki timbun (storage tank) CPO di seluruh Pabrik Pengolahan Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sekadau penuh," katanya kepada media ini, Senin (07/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, alternatif lain yang dilakukan perusahaan sebagai upaya distribusi CPO melalui jalan darat dengan menggunakan Truk Tangki tidak bisa optimal,mengingat keterbatasan jumlah armada serta jarak tempuh.dan muatan kurang banyak, ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh ke Dermaga di Tayan atau Kijing untuk dibangkor muat.

Dengan kondisi tangki timbun yang penuh ini, kata dia lagi,.menjadi pemicu  perusahaan yang memiliki PKS melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS)Kelapa Sawit. Pembelian disesuaikan dengan kemampuan Pengolahan Pabrik dan daya tampung tangki CPO.

Bahkan hampir semua PKS saat ını, hanya melakukan operasional dibawah dari kapasitas normalnya.Misalnya yang biasa ngolah 100 ton, kini hanya mampu mengolah 50 ton,dengan begitu pembelian TBS disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pengaturan pembelian TBS oleh PKS tentunya berdampak pada dibatasinya penerimaan TBS, baik dari kebun Inti, Plasma dan lembaga pekebun swadaya serta Mitra perusahaan. 

Beberapa perusahaan hanya bisa menampung buah dari kebun inti dan plasma  itupun dibatasi hingga 50 persen, bahkan beberapa perusahaan juga dengan strategi penundaan panen kebun inti. 

Sedangkan lembaga pekebun swadaya yang bermitra ada yang masih diberikan kuota dalam jumlah kecil, bahkan dihentikan sama sekali,sedangkan untuk pekebun swadaya yang tidak bermitra, penerimaan TBS dihentikan untuk sementara.

Kondisi ini semata karena kendala alam, yang tidak diharapkan oleh semua pihak. PKS dengan kebijakannya masing-masing telah berusaha semaksimal mungkin agar TBS petani dapat tertampung.

Oleh karena itu diharapkan agar petani dapat memahami kondisi ini dan tetap bisa menjaga kondusifitas.Mungkin bisa dicoba beberapa upaya misalnya dengan menunda jadwal panen.

"Melihat kondisi Pemerintah Daerah juga ikut prihatin, namun kita semua berharap agar musim kemarau ini bisa segera selesai dan kondisi Sungai Kapuas kembali normal," doanya (tar/man).

Permudah Akses Air,Polres Sekadau Siapkan 10 Unit Sumur Bor Untuk Tangani Karhutla

Tim dari Polres Sekadau saat mengalir sumur bor untuk persiapan Karhutla agar akses air mudah, Senin (07/09/2026) di tiga kecamatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk mengantisipasi kendala kekurangan sumber air saat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jajaran Polres Sekadau menyiapkan 10 titik sumur bor di sejumlah wilayah. Empat titik di antaranya telah selesai dan mengeluarkan air, sementara enam titik lainnya masih dalam proses pembuatan. Penyediaan sumur bor tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan untuk memudahkan penanganan akses Air pada saat penanganan Karhutla, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air atau sumber air alami sulit dimanfaatkan.

Dari empat titik yang telah selesai, dua berada di wilayah Polsek Sekadau Hilir, masing-masing di Dusun Pangkin, Desa Mungguk, dan Jalan Barage, Desa Sungai Ringin. Sementara dua titik lainnya berada di wilayah Polsek Nanga Mahap, tepatnya di Dusun Engkayak, Desa Nanga Mahap, serta Polsek Belitang Hulu di Dusun Balai Sepuak, Desa Balai Sepuak.

Sumur bor di Dusun Pangkin dan Jalan Barage masing-masing memiliki kedalaman 12 meter. Sumur di Dusun Engkayak memiliki kedalaman 10 meter, sedangkan di Dusun Balai Sepuak mencapai 18 meter.

Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air pendukung yang lebih mudah dijangkau ketika personel melakukan penanganan Karhutla di lapangan. Harapannya dengan sumber air yang tersedia, kebutuhan air untuk pemadaman dapat lebih cepat dipenuhi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi salah satu kendala yang kerap dihadapi personel dalam penanganan Karhutla, yakni keterbatasan sumber air.

“Penyediaan sumur bor ini untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber air. Ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujar IPDA Iwan, Senin (07/09/2026).

Menurutnya, keberadaan sumur bor di sejumlah wilayah akan memberikan alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.

“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan sangat penting. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, personel dapat lebih mudah melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” katanya.

Meski tidak termasuk dalam wilayah Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polres Sekadau tetap melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Polda Kalbar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla. Melalui Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama jajaran memetakan dan membangun 98 titik sumur bor di wilayah rawan Karhutla. Sebanyak 52 titik telah berhasil mengeluarkan air secara optimal dan siap digunakan, sementara 46 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Selain menyiapkan sumber air, Polres Sekadau terus melakukan pemantauan wilayah, patroli serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

“Sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” pungkasnya(sumber humas/tar/man).

Cegah Karhutla,TIM Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi Bersama Masyarakat Sekadau

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi dampak Karhutla kepada sejumlah tokoh masyarakat di wilayah tiga kecamatan kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

SEKADAU-FAKTAPAGIMCOM.Tim Penyuluhan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI terus melakukan upaya untuk pencegahan Karhutla. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan dan Desa di Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap dan melibatkan jajaran Koramil setempat, pemerintah kecamatan dan desa, Polri, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta warga setempat.

Selain memberikan edukasi, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI juga menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Dusun Cuka Hilir, Desa Sekonau dan Kantor PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.

Tim juga menyampaikan strategi penanganan kondisi darurat, termasuk pemadaman darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penyuluhan akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.

Dengan meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau terlindungi dari dampak kebakaran dan asap (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).

Bertindak Cepat, Personil Koramil Sekadau Padamkan Api Di Engkersik

 

Personil TNI dari Koramil 15 Sekadau Hilir saat membantu warga memadamkan Api, Senin (07/09/2024) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Koramil 1204-15/Sekadau Hilir bersama personel BKO dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdasarkan titik Hotspot kebakaran lahan yang terdeteksi sekita 0,6 Haktare di Desa Engkersik Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026)

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melaksanakan pemadaman. Upaya tersebut berhasil mengendalikan api hingga dinyatakan padam.

Dalam kegiatan pemadaman, turut terlibat 3 personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, 5 personel BKO, serta 4 masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah api meluas dan menjaga kondisi wilayah tetap aman.

Danramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla.

“Begitu terdeteksi adanya titik panas di Desa Engkersik, personel langsung bergerak bersama personel BKO dan masyarakat untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan kondisi saat ini sudah aman serta terkendali,” ujarnya.

Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan patroli pencegahan Karhutla di wilayah Desa Engkersik guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Patroli melibatkan 3 personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, serta 4 masyarakat Desa Engkersik.

Kapten Arm Syarif Mahendra juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat menimbulkan kebakaran meluas,” tegasnya.

Kegiatan pemadaman dan patroli tersebut merupakan bentuk sinergi TNI bersama personel BKO dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla. Dengan pemantauan dan patroli secara berkelanjutan, diharapkan potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sehingga tidak meluas serta menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan (Pendim 1204/Sanggau Red).

Trima Mahasiswa PLP, Wabup Ingatkan Ikuti Kegiatan Dengan Baik

 

Berfoto bersama usai acara serah terima mahasiswa PLP2 oleh wakil Rektor universitas PGRI Pontianak kepada wakil Bupati Sekadau, Senin (07/09/2024) di lantai II kantor Bupati Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH, MH.,menerima penyerahan mahasiswa program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP2) universitas PGRI Pontianak tahun 2026. Kegiatan ını adalah upaya pendidikan sebelum menjadi guru, karena sejatinya PLP adalah sarana untuk menimba pengalaman, Senin (07/09/2026) di Aula lantai II kantor Bupati Sekadau jalan merdeka Timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutanya mantan ketua KPU dua periode ını, terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada universitas PGRI Pontianak karena telah memilih Kabupaten Sekadau sebagai tempat PLP2 tahun 2026.

Ia minta kepala dinas pendidikan dan kebudayaan untuk memantau kegiatan PLP mahasiswa di kabupaten Sekadau.

"Apabila ada hal-hal yang kurang baik di lapangan segera selesaikan dengan baik,"ingatnya.

Menurut dia,PLP adalah sarana untuk meningkatkan pengalaman bagi adek-adek mahasiswa.Karena selama kuliah kalian hanya mendapatkan teori yang diajarkan dosen,sehingga saat PLP kalian langsung turun kelapangan bertemu langsung dengan murid.

Untuk diketahui kata dia lagi,sejatinya tujuan pendidikan adalah untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Pada saat itu yang dibutuhkan adalah generasi yang pintar dan produktif yang mampu menguasai teknologi.

Memang kata dia,mendidik dan mengajar hanya beda tipis,tetapi sejatinya ada perbedaan,karena mendidik itu lebih sulit dari pada mengajar.

"Kalau hanya sekedar mengajar itu mudah,tapi mendidik lebih sulit," kata Suban sapaan akrabnya.

Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau kata dia, selalu berusaha agar anak-anak tidak ada yang putus sekolah, karena dilihat dari jumlah rata-rata warga Sekadau hanya tamatan SMP, jadi kita masih jauh ketinggalan, makanya saya minta kepada adek-adek yang 26 orang mahasiswa universitas PGRI asal kabupaten Sekadau jangan ada yang putus di jalan.

"Seandainya semuanya selesai dan mendapat gelar sarjana,maka bertambah lagi jumlah warga Sekadau yang mendapatkan gelar sarjana," ucapnya.

Silahkan berangkat ke tempat yang sudah ditentukan,selamat bertugas, kordinasi jika ada yang terjadi lapangan,dengan berbagai pihak,kami berharap hasilnya bisa kami dapatkan, untuk memajukan dunia pendidikan di kabupaten Sekadau.

Sementara itu Dr, Abdurahman MPD, wakil rektor PGRI dalam sambutanya meminta, kepada pemerintah Daerah kabupaten Sekadau agar dengan senang hati menerima kedatangan mahasiswa kami untuk PLP2.

Karena yang ikut PLP2 tahun ını adalah rata-rata mahasiswa asal kabupaten Sekadau. 

Semoga para mahasiswa ını bisa mengikuti kegiatan ını dengan baik, karena sebagai seorang calon guru kalian tidak selesai sampai disini saja, tetapi masih ada jenjang pendidikan lagi yang harus diikuti.

"Yakni jenjang pendidikan khusus ilmu keguruan, semoga bisa menjadi calon guru yang produktif dan fropesional," ucapnya.

Sementara itu panitia PLP2 universitas PGRI Pontianak dalam sambutanya mengatakan, PLP2 adalah agenda rutin tahunan, karena tahun lalu adalah PLPI namun tahun ini disebut PLP2.

Menurut dia, 26 orang mahasiswa dari berbagai jurusan yakni jurusan Penjas, Biologi, Bahasa Indonesia,matematika, Geografi, sejarah dan lain-lain.

Mereka kata dia,akan ditempatkan di SMA Negeri 01, SMP 01 Sekadau, SMA karya Sekadau, SMP Belitang dan beberapa sekolah lainnya.

"Mudah-mudahan para mahasiswa ını bisa memberikan kontribusi yang baik selama mengikuti PLP," katanya.

Sebab hasilnya nanti akan disampaikan kepada dosen pembimbing,karena mereka dalam kegiatan tersebut berada di sekolah yang dituju selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu kembali lagi ke universitas.

"Selama bertugas mohon jaga nama baik almamater, bekerjalah dengan rendah hati, karena tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau kalian tidak akan berhasil," katanya.

Hadir pada acara tersebut para kepala sekolah dari sekolah yang dituju,.kepala sekolah SMA Negeri, kepala Sekolah SMP negeri 01 Sekadau, kepala sekolah SMA karya Sekadau,.kepala Sekolah SMP Belitang dan kepala sekolah lainnya (tar/man).

Pencemaran Udara Masih Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

 

Apeng Petrus, S.STP.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Apeng Petrus.S.STP mengatakan,Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Lingkungan Hidup mencatat berdasarkan data dari Air Quality Monitoring System (AQMS) alat otomatis yang digunakan untuk memantau kualitas udara dan tingkat pencemaran udara secara real-time 24 jam secara terus-menerus yang dipasang di kabupaten Sekadau
dari Kementerian Lingkungan Hidup, bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Sekadau masih dalam kategori sedang,yang artinya udara di wilayah Kabupaten Sekadau masih dalam kategori aman untuk manusia, hewan dan tumbuhan.

Meskipun begitu, ia menyarankan kepada seluruh masyarakat terlebih kepada anak anak usia sekolah untuk selalu menggunakan masker pada saat beraktivitas diluar rumah atau mau ke sekolah dan tempat kerja.
Prilaku ını sebagai upaya tindakan preventif guna menghindari berbagai penyakit yang tersebar melalui udara dan debu, saat musim kemarau.
Selain itu ia juga menyarankan, kurangi aktivitas dirumah terutama terhadap anak-anak.
"Sebab mereka yang paling rentan terpapar penyakit," katanya kepada media ını Senin (07/09/2026) melalui pesan singkat (tar/man).