Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Minggu, Agustus 16, 2026

Dahnil Ginting Apresiasi Pelayanan RSUD Amri Tambunan, Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Kurang Mampu

 

Pasien yang tidak mampunya bayar biaya melahirkan di RSUD H.Amri beberapa waktu lalu.
DELI SERDANG-FAKTAPAGI.COM. Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Dahnil Ginting, SE. Ia menyempatkan diri mengunjungi pasangan muda, Ferdi dan Bella Annisa, yang tengah menghadapi persoalan biaya persalinan anak pertama. mereka. Kunjungan tersebut dilakukan Dahnil sebelum mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Deli Serdang, setelah mendapat laporan mengenai kondisi pasangan tersebut. Ferdi dan Bella Annisa diketahui terdata sebagai keluarga kurang mampu dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

Setibanya di kediaman pasangan tersebut, Dahnil melihat langsung kondisi Bella Annisa yang tengah mengandung sembilan bulan dan mengalami keluhan kesehatan berupa hemoroid atau ambeien. Prihatin dengan kondisi tersebut, Dahnil kemudian berkoordinasi dengan pihak RSUD Drs. H. Amri Tambunan agar Bella segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Bella selanjutnya dibawa ke RSUD Drs. H. Amri Tambunan untuk menjalani pemeriksaan. Dokter Desi Handayani, SpOG, spesialis kandungan RSUD Amri Tambunan, melakukan pemeriksaan USG dan memastikan kondisi bayi yang dikandung Bella dalam keadaan sehat. Kondisi ibu juga dinyatakan cukup baik dan apabila tidak ada kendala, persalinan melalui operasi direncanakan dilakukan pada Sabtu (15/8/2026).

Direktur RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dr. Erlinda, mengatakan pihak rumah sakit terus berkomitmen mendukung program Deli Serdang Sehat, salah satunya melalui peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, RSUD Amri Tambunan saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas medis modern, termasuk layanan DSA dan Coiling. Selain itu, kebersihan ruangan dan kenyamanan pasien juga menjadi perhatian pihak rumah sakit.

“Warga yang tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan dapat dimasukkan ke dalam program Paspula,” ujar dr. Erlinda saat menjenguk pasien dari keluarga kurang mampu di ruang IGD, Jumat (14/08/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, data pasien selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan kepesertaan BPJS PBI sehingga masyarakat kurang mampu tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan.

RSUD Amri Tambunan juga menerapkan program Pas Jempol yang mengintegrasikan data pasien sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan melalui pemindaian sidik jari.

“Untuk masyarakat Deli Serdang, mari sama-sama mendukung Bapak Bupati untuk Deli Serdang Sehat. Kami dari rumah sakit umum menyediakan fasilitas pelayanan yang sudah lengkap,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Dahnil Ginting mengapresiasi respons cepat jajaran RSUD Amri Tambunan dalam menangani masyarakat kurang mampu.

“Kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, dalam hal ini RSUD Amri Tambunan. Direktur RSUD sangat sigap dalam melayani warga yang tidak mampu,” ujar Dahnil.

Selain pelayanan medis, Dahnil juga memberikan apresiasi terhadap kebersihan dan ketertiban di lingkungan RSUD Amri Tambunan. Menurutnya, pembatasan jumlah pengunjung pasien merupakan langkah positif untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan pasien.

“Kalau satu pasien dijaga sampai sepuluh orang, pasien tidak bisa istirahat. Rumah sakit harus menjaga ketertiban, kebersihan dan kebisingan,” katanya.

Dahnil berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu dan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

Atas perhatian dan bantuan tersebut, Ferdi, keluarga pasien, menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Dahnil Ginting beserta jajaran RSUD Amri Tambunan atas kepedulian dan pelayanan yang dinilai ramah.

Keluarga tersebut juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui program Pas pula yang membantu pembiayaan perawatan mereka (tim).

Semarak HUT RI ke-81, RSUD Drs. H. Amri Tambunan Gelar Lomba dan Bagikan 100 Bendera kepada Warga

 

Berbagai macam perlombaan yang di gelar oleh pihak RSUD Jam Amri Tambunan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di lingkungan RSUd beberapa waktu lalu.

DELI SERDANG-FAKTAPAGI.COM. Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs. H. Amri Tambunan menggelar berbagai kegiatan perlombaan sekaligus membagikan bendera Merah Putih kepada warga di sekitar lingkungan rumah sakit.Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat nasionalisme, serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di lingkungan RSUD Drs. H. Amri Tambunan dan masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, pihak RSUD Drs. H. Amri Tambunan membagikan sebanyak 100 bendera Merah Putih kepada warga sekitar yang belum memiliki bendera untuk dikibarkan dalam rangka menyambut dan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembagian bendera ini diharapkan mampu menjadi penggerak hati masyarakat untuk turut memeriahkan suasana kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain pembagian bendera, berbagai perlombaan juga digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, kekeluargaan dan kebersamaan.

Direktur RSUD Drs. H. Amri Tambunan,  dr. Erlinda Yani, MKM, melalui kegiatan tersebut terus mendorong semangat kebersamaan antara jajaran rumah sakit dengan masyarakat sekitar.

Momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan dan pengabdian harus terus diwujudkan, termasuk melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan dr. Erlinda Yani, MKM, RSUD Drs. H. Amri Tambunan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.

“Bersama Wujudkan Pelayanan Berkualitas Menuju Akreditasi Paripurna RSUD Drs. H. Amri Tambunan Tahun 2026.”

Melalui rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh, baik di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat (tim).

Jika Jembatan Sungai Libau Tidak Diperbaiki, Warga Amcam Tidak Bayar Pajak Kendaraan

Jembatan sungai Libau yang menghubungkan beberapa desa menuju kota kecamatan Sepauk, kondisi sudah rusak parah, perlu ada perbaikan agar transportasi warga lancar, (foto istimewa)

SINTANG-FAKTAPAGI.COM. Warga mengeluhkan rusaknya akses transportasi yang menghubungkan beberapa Desa di wilayah kecamatan Sepauk. Rusaknya jembatan sepanjang 10 meter yang menghubungkan Sungai Libau kecamatan Sepauk kabupaten Sintang sangat menganggu aktivitas warga, terutama angkutan barang dan orang pasti tidak lancar, karena jembatan tersebut hanya satu-satunya urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat disana.

"Kami minta Pemerintah Daerah kabupaten Sintang segera melakukan perbaikan, agar masyarakat bisa leluasa untuk beraktivitas mencat nafkah bagi keluarga," kata Petrus salah' seorang tokoh masyarakat Desa Nanga Libau kepada Medi ını, Minggu (26/08/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia, jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung Desa Libau saja, tetapi banyak warga dari Desa lain juga membutuhkan akses transportasi mengunakan jembatan tersebut.

Karena,jembatan tersebut satu-satunya sarana yang dimiliki oleh warga sebagai angkutan barang dan orang.

Maka dari itu kata dia lagi, apabila Pemerintah Daerah kabupaten Sintang tidak mengindahkan permintaan warga maka jangan salahkan kami jika tidak siap membayar pajak kendaraan.

"Baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, karena tidak ada gunanya juga kami bayar pajak kendaraan tetapi kebutuhan transportasi seperti jalan dan jembatan tidak di bangun," tegasnya (tar).


Buka Ruang Kreatif Bagi Siswa-Siswi SLTA, DPC Demokrat kabupaten Sekadau Gelar Lomba Pidato

Berfoto bersama usai acara pembukaan lomba pidato AHY muda oleh Bupati Sekadau Aron, SH ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Sekadau, Sabtu (15/08/2026) di Aula Kantor CU Keling Kumang desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH membuka secara resmi kegiatan lomba Pidato Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muda dalam rangka peringatan HUT RI ke-81 dan peringatan HUT Partai Demokrat yang ke-25. Salah satu tujuan Lomba Pidato AHY Muda adalah memberikan ruang kreatif bagi generasi muda untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan konstruktif seputar isu kebangsaan guna melahirkan calon pemimpin masa depan yang peduli pada kemajuan bangsa, Sabtu (15/08/2026) di Aula kantor CU Keling Kumang Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya Bupati yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) kabupaten Sekadau mengatakan, bahwa tujuannya lain dari lomba Pidato AHY muda adalah,  memberikan wadah bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA sederajat untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi publik (public speaking).
"Mendorong generasi muda agar berpikir kritis dan peduli terhadap berbagai persoalan bangsa," katanya.
Serta  sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan gagasan, ide kreatif, serta pandangan konstruktif kaum muda untuk kemajuan Indonesia. Seperti lanjut dia, untuk mempersiapkan dan melahirkan generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan yang santun dan argumentatif.
"Kegiatan mengusung tema utama: “Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Bagi pemenang kata dia lagi, akan diberikan piagam oleh ketua umum dan ditandatangani langsung.
"Kami dari partai Demokrat kabupaten Sekadau meminta kepada peserta lomba untuk memanfaatkan kesempatan yang baik ını untuk menambah wawasan.
"Silahkan pilih judul sesuai dengan situasi kabupaten Sekadau saat ını.
Kita berharap agar anak kaum muda sepeda AHY berpidato ber api-api," ucapnya
Hadir pada kegiatan tersebut,wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau Fran Dawal, para ketua PAC partai Demokrat serta para simpatisan dan peserta lomba (tar/man).

Jelang Upacara Peringatan HUT RI, Bupati Sekadau Kukuhkan 30 Orang Anggota Paskibra

 

Ucapan selamat dari Bupati dan tamu undangan lainnya kepada tim Paskibra kabupaten Sekadau tahun 2026 setelah di kukuhkan, Sabtu (15/08/2026) malam di Gedung Kateketik Pastoran Sekadau. 
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Menjelang upacara pengibaran bendera untuk memperingati detik-detik Proklamasi Republik Indonesia yang ke -81 tahun 2026, seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Daerah telah mempersiapkan tim penggerek bendera atau yang kerap di sebut Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Kali ını ada 30 orang tim Paskibra kabupaten Sekadau tahun 2026 yang telah dikukuhkan oleh Bupati dan siap melakukan tugas untuk mengibarkan bendera  setelah dilatih selama beberapa pekan.

Acara pengukuhan dilakukan pada hari Sabtu (15/08/2026) di gedung Kateketik jalan merdeka Selatan desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.


Dalam arahannya mantan anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat ini mengatakan, bahwa sebagai tim Paskibra kalian telah diberikan pendidikan dari pelatih untuk melaksanakannya tugas penting pada upacara peringatan HUT RI nanti, baik buruknya proses pengibaran bendera saat upacara nanti adalah tergantung adek-adek semua.

"Jangan sampai melakukan kesalahan sedikitpun, karena pengibaran bendera saat upacara adalah sesuatu yang sakral bagi bangsa Indonesia," kata Aron.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau dirinya mengucapkan selamat kepada adek-adek Paskibra dan trimakasih juga kepada para pelatih yang telah bersusah payah hujan panas melatih tim Paskibra dengan baik.

"Semoga pada saat upacara nanti semuanya bisa berjalan baik,sukses dan lancar,"'ucapnya.

Menurut dia, para anggota Paskibra ini direkrut dari berbagai sekolah di kabupaten Sekadau, sebelumnya mereka diseleksi di sekolah masing-masing dari tinggi badan serta kecerdasan lainnya,setelah diseleksi di sekolah, selanjutnya mereka juga diseleksi tingkat kecamatan,lolos seleksi disana, baru diseleksi tahap akhir di kabupaten oleh tim pelatih. Setelah semua dinyatakan lolos, mereka dikarantina dan dilatih.

Berikut nama-nama tim Paskibra kabupaten Sekadau tahun 2026.

1. Meansuetus Adven Teo

2. Christian Marchello Sitorus

3. Mario Fransisko Medes

4. Aprianus Repan

5. Antonius Merik

6. Cristian Figo Cuma

7. Fajar Riyadi

8. Eriko Saputra

9. Marcelino

10.Marselinus Rebiyanto

11. Rikza Daffa Fahrizal

12. Yosua

13. Agustino Pius

14. Mardhan Dwi Fadiella

15. M.Agung Hisyam As-Syafi

16. Raiyhan Pratama

17. Bintang Oktavian Frasetyo

18. Fahrensius Valetino

19. Mania Tahani

20. Christin Agustina

21. Palentina Moria Ora

22. Indriyani

23. Murtilasari.

24. Niswah An Nafi'ah

25. Chalista A.

26. Adno Julianty Prasetya

27. Zee Zee Fara

28. Marsela

29. Karlina Alexsa Julia

30. Keyla Ziandra Purnomo

Hadir pada acara tersebut Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Perwakilan dari Dandim 1204, Perwakilan dari Kejari Sekadau, Wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, Sekda Muhammad Isa, kepala Badan Kesbangpol, Petrus Apeng, para tokoh masyarakat serta para undangan lainnya (tar/man).

Sabtu, Agustus 15, 2026

DPP FROMPER: Demokrasi, Kedaulatan Rakyat, dan Hukum yang Memanusiakan Manusia

Zulhamdani Napitupulu, S.KOM.

JAKARTA-FAKTAPAGI.COM.Demokrasi, Kedaulatan Rakyat, dan Hukum yang Memanusiakan Manusia, Suara Hati Bersama Rakyat Indonesia ​Demokrasi pada hakikatnya bukan sekadar mekanisme untuk memilih pemimpin. Namun Demokrasi adalah gagasan tentang dari mana kekuasaan berasal, kepada siapa kekuasaan dipertanggungjawabkan, dan untuk siapa kekuasaan dijalankan.

​Dalam negara demokrasi, kekuasaan pada akhirnya berada di tangan rakyat. Pemerintah memperoleh mandat melalui mekanisme konstitusional untuk menjalankan kepentingan masyarakat. Karena itu, pemerintah bukan pemilik kekuasaan, melainkan pemegang amanat rakyat.

​Di titik inilah makna people power perlu dipahami secara lebih mendalam. People power tidak semata-mata berarti kekuatan massa yang turun ke jalan. Lebih jauh, ia merupakan manifestasi dari kesadaran kolektif masyarakat bahwa suara rakyat memiliki kedudukan penting dalam menentukan arah kehidupan bernegara.

Suara rakyat dapat hadir melalui pemilu, kebebasan menyampaikan pendapat, pers yang independen, kritik terhadap kebijakan, pengawasan terhadap pemerintah, maupun gerakan masyarakat yang menuntut keadilan. Semuanya merupakan bagian dari denyut demokrasi selama dilakukan dalam koridor hukum dan tidak berubah menjadi kekerasan.

​Karena itu, kritik terhadap pemerintah tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap negara. Justru dalam demokrasi, kritik merupakan salah satu mekanisme untuk mencegah kekuasaan berjalan tanpa pengawasan.

​Konstitusi Bukan Sekadar Teks Hukum. Konstitusi dan undang-undang pada dasarnya merupakan instrumen yang dibentuk untuk mengatur kehidupan bersama. Namun, hukum tidak boleh berhenti pada persoalan pasal, ayat, kewenangan, dan sanksi.

​Di balik setiap aturan terdapat manusia yang kehidupannya akan dipengaruhi oleh aturan tersebut. Karena itu, hukum idealnya memiliki tujuan yang lebih tinggi yakni memanusiakan manusia.

​Konstitusi seharusnya menjadi pembatas kekuasaan sekaligus pelindung hak warga negara. Undang-undang seharusnya memberikan kepastian, keadilan, dan perlindungan, bukan menjadi alat untuk membungkam masyarakat atau melanggengkan kesewenang wenangan.

​Dalam perspektif tersebut, hukum tidak boleh dipisahkan dari nilai kemanusiaan. Ketika hukum digunakan untuk melindungi martabat manusia, demokrasi menemukan maknanya. Sebaliknya, ketika hukum hanya digunakan sebagai instrumen kekuasaan tanpa mempertimbangkan keadilan dan kepentingan masyarakat, hukum dapat kehilangan roh konstitusionalnya.

​Kepatuhan terhadap hukum memang penting. Namun, negara demokratis juga membutuhkan keberanian untuk terus menguji apakah sebuah kebijakan benar-benar sesuai dengan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan rakyat.

​Ketika kekuasaan takut terhadap kritik menjadi salah satu persoalan paling serius dalam kehidupan demokrasi muncul ketika kekuasaan mulai melihat kritik sebagai ancaman.

​Pemerintah yang sehat seharusnya tidak takut terhadap pertanyaan masyarakat. Sebaliknya, pertanyaan publik dapat menjadi alat evaluasi untuk mengetahui apakah kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

​Ketika sebuah program pemerintah mengalami persoalan,kegagalan seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Kegagalan adalah bagian dari proses kebijakan yang harus diakui secara terbuka agar dapat diperbaiki.

​Yang berbahaya adalah ketika kegagalan justru ditutupi dengan narasi keberhasilan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

​Jika hal tersebut terjadi secara terus-menerus, masyarakat akan kesulitan membedakan antara fakta dan propaganda. Pada saat yang sama, pemerintah kehilangan kesempatan untuk memperoleh kritik yang jujur sebagai bahan evaluasi. Demokrasi membutuhkan kejujuran karena rakyat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana negara dijalankan.

​Kebohongan tidak dapat menjadi fondasi kekuasaan sebab,kekuasaan yang dibangun di atas kejujuran akan lebih mudah mempertanggungjawabkan kesalahan. Sebaliknya, kekuasaan yang berusaha mempertahankan citra keberhasilan dengan menutupi kegagalan akan menghadapi persoalan yang lebih besar ketika kenyataan akhirnya terbuka.

​Kebohongan mungkin dapat menunda pertanggungjawaban, tetapi tidak menyelesaikan persoalan.

​Dalam konteks pemerintahan, keberanian mengakui kegagalan justru merupakan tanda kedewasaan politik. Pemerintah tidak harus selalu benar. Yang dibutuhkan rakyat adalah pemerintah yang bersedia mendengar, mengevaluasi, memperbaiki, dan mempertanggungjawabkan keputusan.

​Disinilah transparansi menjadi penting. Masyarakat berhak mengetahui apakah suatu program berhasil atau tidak,siapa yang bertanggung jawab, berapa sumber daya yang digunakan, apa hambatannya, dan bagaimana pemerintah memperbaikinya.

​Demokrasi tidak membutuhkan pemerintah yang selalu mengatakan berhasil. Demokrasi membutuhkan pemerintah yang berani mengatakan benar ketika berhasil dan jujur ketika gagal.

​People power adalah nurani kerakyatan. Pada akhirnya, people power harus ditempatkan dalam pemahaman yang lebih luas. Kekuatan rakyat bukan semata-mata terletak pada jumlah manusia yang berkumpul. Kekuatan terbesar rakyat berada pada kesadaran bahwa mereka memiliki hak untuk mempertanyakan kekuasaan.

​Nurani kerakyatan lahir ketika masyarakat mampu membedakan antara kepentingan negara dan kepentingan penguasa.

​Mengkritik pemerintah bukan berarti membenci negara.Menolak kebijakan tertentu bukan berarti menolak konstitusi.

​Mempertanyakan penggunaan anggaran bukan berarti mengganggu pemerintahan.

Justru semua itu dapat menjadi bentuk kecintaan terhadap negara ketika dilakukan dengan kesadaran untuk menjaga kepentingan bersama.

​Negara demokrasi membutuhkan rakyat yang berani bersuara sekaligus pemerintah yang bersedia mendengar. Keduanya tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua kubu yang saling bermusuhan. Pemerintah membutuhkan rakyat untuk mendapatkan legitimasi, sementara rakyat membutuhkan pemerintah untuk menjalankan mandat konstitusional.

​Hubungan tersebut hanya dapat berjalan jika terdapat kepercayaan. Dan kepercayaan tidak lahir dari propaganda; kepercayaan lahir dari kejujuran.

​FROMPER : kata hati yang senantiasa bersama rakyat Indonesia.

​FROMPER hadir sebagai wujud nyata dari kata hati nurani rakyat. Kami berdiri tegak, melangkah seirama, dan akan senantiasa bersama rakyat Indonesia untuk memastikan bahwa setiap kebijakan negara benar-benar berpihak kepada keadilan dan kemanusiaan.

​Seluruh perangkat demokrasi—pemilu, parlemen, konstitusi, undang-undang, lembaga negara, hingga pemerintahan—seharusnya kembali kepada satu pertanyaan mendasar: apakah semua itu benar-benar memberikan kehidupan yang lebih adil dan bermartabat bagi manusia?

​Sebab demokrasi bukan tujuan yang berdiri sendiri. Demokrasi adalah jalan agar manusia tidak diperlakukan sebagai alat kekuasaan.

​Konstitusi hadir untuk membatasi kekuasaan. ​Hukum hadir untuk menciptakan keteraturan dan keadilan.

​Pemerintah hadir untuk menjalankan mandat rakyat. Rakyat memiliki hak untuk mengawasi seluruh proses tersebut.​Jika seluruhnya berjalan sebagaimana mestinya, negara akan menjadi ruang bersama yang melindungi manusia. Namun ketika kekuasaan mulai takut terhadap suara rakyat, kritik dianggap sebagai ancaman, kegagalan disembunyikan, dan hukum digunakan untuk membenarkan kepentingan kekuasaan, maka demokrasi perlu kembali diingatkan pada tujuan awalnya.

​Kedaulatan berada di tangan rakyat. Kekuasaan adalah mandat. Hukum harus memanusiakan manusia. Dan people power adalah suara nurani kerakyatan yang menjaga agar negara tidak kehilangan arah.

​Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang tidak memiliki kritik. Demokrasi yang sehat justru adalah demokrasi yang mampu menerima kritik tanpa kehilangan akal sehat, mampu mengakui kegagalan tanpa kehilangan martabat, dan mampu menggunakan kekuasaan tanpa melupakan bahwa sumber kekuasaan tersebut berasal dari rakyat.

​Disampaikan oleh Ketua Umum DPP FROMPER, Zulhamdani Napitupulu, M.Kom (tim/redaksi).


Usai Upacara,DAD Entikong Dan Ormas Audiensi Dengan Komisi II DPRI

 

Foto angota komisi II DPR RI sumber google.

ENTIKONG-FAKTAPAGI.COM.Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (Kalbar) akan mengadakan audiensi  dengan Ketua  Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Rencananya audiensi tersebut akan dilaksanakan usai upacara bendera Senin tanggal 17 Agustus 2026. Salah satu tujuan dari audiensi tersebut adalah untuk menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap terkait kawasan perbatasan Entikong.

Audiensi akan dilakukan di gedung serbaguna Pos Lintas batas Indonesia.Entikong.

Untuk bisa mendengarkan secara langsung hasil audiensi tersebut pihak DAD akan mengundang beberapa tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat untuk hadir pada acara tersebut, tujuannya agar semua aspirasi bisa tersampaikan dengan baik.

Menurut ketua DAD Kecamatan Entikong audiensi ini sangat penting bagi warga perbatasan Entikong, guna memastikan keberadaan kawasan strategis PLBN dan status Entikong sebagai salah satu pintu gerbang perbatasan Indonesia.

Karena keberadaan Entikong sebagai pintu perbatasan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fungsi lintas batas dan keamanan negara, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Ada 11 poin yang kita sama kepada komisi II DPR RI dalam audiensi tersebut, secara garis besar masyarakat ingin mendorong sejumlah agenda pembangunan yang mendesak," katanya kepada media ını Jumat (14/08/2026) di Entikong.

Seperti kata dia, Percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Entikong, menjadikan Entikong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perbatasan,memprioritaskan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam aktivitas ekonomi di kawasan PLBN serta penguatan sektor pendidikan bagi masyarakat kawasan perbatasan, kemudian peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat, lalu penguatan pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan sebagai sektor ekonomi masyarakat serta pengembangan pariwisata perbatasan berbasis potensi lokal dan kearifan masyarakat, selanjutnya penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan, kebijakan pembangunan khusus untuk wilayah perbatasan sesuai karakteristik dan kebutuhan kawasan dan program khusus pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan, serta keadilan anggaran pembangunan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.

"Inilah 11 aspirasi yang akan kita sampaikan kepada anggota DPR RI dari komisi II," katanya.

Dikatakan dia lagi,selain menyampaikan tuntutan dan aspirasi, masyarakat Entikong juga akan meminta Komisi II DPR RI memfasilitasi audiensi lanjutan di Jakarta.

Audiensi lanjutan yang dimaksud adalah untuk mempertemukan perwakilan masyarakat perbatasan dengan Komisi lain DPR RI terkait, kementerian/lembaga pemerintah pusat, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan pengelolaan kawasan perbatasan.

"Masyarakat Entikong berharap audiensi bersama Ketua Komisi II DPR RI menjadi awal dari langkah konkret pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan,"ucapnya (tino).

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, DPC PD Sekadau Gelar Bakti Sosial Penanaman Pohon di Masjid Agung

 

Berfoto bersama usai acara Bakti Sosial penanaman pohon dan bersih lingkungan Partai Demokrat DPC kabupaten Sekadau bersama Ormas lainnya di Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Jumat (14/08/2026) di Jalan merdeka Timur Desa Munguk kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 25 tahun Partai Demokrat tahun 2026 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun,Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri melalui aksi kerja bakti dan penanaman pohon di lingkungan Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Jumat (14/08/2026) di jalan merdeka Timur desa Munguk kecamatan Sekadau Hilir.

Di sela-sela kegiatan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, Aron, S.H.,mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bersama sejumlah organisasi dan instansi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.

“Hari ini kami bersama pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, bersama Ormas Lawas Kabupaten Sekadau, Pengurus Masjid Sultan Anum Sekadau, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan bakti sosial di lingkungan masjid dan penanaman pohon,” katanya.

Menurut dia,kegiatan tersebut tidak semata menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat dan HUT RI, tetapi kegiatan ini adalah momentum untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara bersama-sama.

"Partai Demokrat ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan kebersihan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Abang Irwandi, menyampaikan, ucapan terima kasih dan apresiasi kepada DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau yang telah memilih lingkungan Masjid Agung Sultan Anum sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan masjid serta menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus Partai Demokrat Kabupaten Sekadau yang telah memilih Masjid Agung Sultan Anum sebagai tempat bakti sosial dalam Gerakan Langit Biru Indonesia Asri,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Srikandi Demokrat Kabupaten Sekadau, Pengurus Ranting Partai Demokrat dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Sekadau, anggota Ormas Lawas Kabupaten Sekadau, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Pengurus Masjid Sultan Anum Sekadau, serta simpatisan Partai Demokrat Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan Bakti Sosial penanaman pohon ini, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau berharap agar semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama demi terciptanya lingkungan yang bersih, hijau, dan asri di Kabupaten Sekadau (tar/man).

Jumat, Agustus 14, 2026

Puskesmas Simpang Empat Klaim Sudah Tangani Pasien Sesuai SP

 

Puskesmas Simpang Empat (foto istimewa).
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Setelah mendapatkan kritikan keras dari salah satu pasien bersalin atas nama Leni Riyanti,saat berada di Puskesmas Simpang Empat tanggal 11 Agustus 2026. Kepala Puskemas Simpang Empat Uci Swarman mengeklaim bahwa pihaknya tidak pernah menelantarkan pasien atas nama Leni Riyanti.

Klaim tersebut didasari oleh tahapan pelayanan sewaktu pasien tiba di Puskesmas tanggal 11 Agustus 2026 pukul 00,13 WIB. Pihaknya melalui Bidan yang bertugas pada saat itu telah melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan pasien.

"Begitu sampai di Puskesmas pasien langsung diperiksa tanda -tanda vital dan pemeriksaan kemajuan persalinan , pemeriksaan denyut jantung janin juga kita lakukan dan kondisi normal," tuturnya di depan awak media ını, Jumat (14/08/2026) di salah satu warung kopi jalan merdeka Timur desa Mungguk Sekadau Hilir.

Dari hasil pemeriksaan denyut jantung bayi  normal diantara120 - 160 x/menit, usia kehamilan aterm ,TFU (Tinggi Fundus Uteri ) 25 cm, kemudian Tanda-tanda Vital  normal saat pemeriksaan, pemeriksaan kemajuan persalinan pembukaan  2 cm dengan selaput Ketuban masih utuh, artinya belum  masuk fase aktif.

"Sebab untuk melahirkan secara normal  harus pembukaan 10,"ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, hasil pemeriksaan  di jelaskan kepada pasien, pasien di sarankan untuk istirahat dan di observasi di puskesmas . 

Menurut pengakuan pasien saat ditanya oleh Bidan, bahwa dirinya tidak ada pengeluaran air dan selama di observasi  di Puskesmas juga tidak ada pengeluaran air Ketuban. 

Kemudian sekitar pukul 10.15 WIB dilakukan pemeriksaan kembali  di dapatkan hasil pemeriksaan sudah memasuki fase aktif, bidan menjelaskan kepada pasien jika 4 jam kemudian tidak ad kemajuan persalinan akan dilakukan persiapan rujukan.

selanjutnya pukul 12.50 Wib bidan membawa pasien untuk dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter puskesmas yang bertugas di dapatkan indikasi air ketuban berkurang. kemudian Bidan melakukan persiapan rujukan 

Pasien selanjutnya dirujuk ke RSUD jam 13.40 WIB. Namun sebagai manusia biasa selama pelayanan mungkin ada kekurangan dan kehillafan dari para petugas. 

"Kami berkerja sudah sesuai Standar  Pelayanan (SP)," ucapnya (tar/man).

Akibat Ditelantarkan, Akhirnya Bayi Leni Riyanti Meninggal

 

foto Ilustrasi AI.



SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah di rawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Sekadau usai dirujuk dari Puskesmas Simpang Empat, pasien yang hendak melahirkan atas nama Leni Riyanti yang diduga terlambat penanganannya selama dirawat disana, akhirnya harus rela kehilangan anaknya, karena Bayi tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Kamis tanggal 13 Agustus 2026 pikul 21.32.WIB.

Kabar tersebut disampaikan oleh Sukirwan mertua dari Leni Riyanti sekitar pukul 21,32 WIB melalui pesan WhatsApp kepada awak media ini, dalam pesan tersebut ia menulis pesan singkat,cucu saya meninggal di RSUD Sekadau.

"Cucu saya meninggal," tulis Sukirwan.

Ketika dihubungi media ını melalui telpon selulernya Kamis siang tanggal 13 Agustus kemarin, Sukirwan menyampaikan kekesalan terhadap pelayanan di Puskesmas Simpang Empat, seandainya penanganan baik dan normal kemungkinan cucu saya sehat-sehat sampai sekarang.

Pasalnya waktu periksa saat USG keadaan bayi dalam kandungan baik-baik saja, bahkan waktu melahirkan di RSUD tangisan terdengar nyaring sekali.

"Entah tiba-tiba fisiknya drop, diduga bayi tersebut keracunan air Ketuban atau lemas karena kelamaan berada didalam dan terlambat ditangani," kata Kirwan.

Kendati begitu ia mengucapkan terimakasih kepada RSUD Sekadau yang telah menangani proses kelahiran dengan baik, sampai perawatan bayi disana, walaupun mereka sudah berupaya sekuat tenaga namun Tuhan berkehendak lain.

Tapi, yang membuat dirinya kesal adalah saat pertama masuk Ke puskesmas, disana pasien tidak diperhatikan dengan baik proses bersalinya, bahkan mereka tidak tau kalau air Ketuban Leni Riyanti sudah kering, logika saja kalau air Ketuban sampai kering, proses melahirkan juga tidak bisa normal.

"Anehnya para bidan di Puskesmas Simpang Empat tidak ngecek kondisi kesehatan ibu saat akan melahirkan," kata dengan nada tinggi.

Beruntung kata dia, pasien tersebut cepat-cepat dibawa ke RSUD,kalau terlambat saja,kemungkinan nyawa ibunya tidak akan selamat.

"Meski begitu ia meminta kepada para tenaga medis yang ada di Puskesmas Simpang Empat, agar kedepannya tidak mengabaikan pasien, karena jika kalian abai nyawalah taruhan, cukup cucu saya saja terakhir," pesannya (tar/man).