Kondisi Kemarau Panjang, Simak Inı Beberapa Kendala Perusahaan Tak Trima TBS
![]() |
| Berfoto bersama usai kegiatan rapat usulan Indeks Proporsi "K" yang bersama 8 PKS bersama Dinas terkait, Jumat (11/00/2026) di aula kantor DKPPP. |
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Ifan Nurpatria dalam arahannya menyampaikan, bahwa rapat verifikasi kita hari ini akan membahas usulan indeks proporsi "K" dari sejumlah PkS yang ada di kabupaten Sekadau,untuk selanjutnya usulan tersebut di teruskan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat sebagai bahan untuk menetapkan harga TBS periode kedua bulan September 2026.
"Usulan tersebut akan diteruskan ke Dinas Ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat," kata Ifan.
Ia menambahkan, melihat situasi kemarau yang masih berkepanjangan saat ini ia meminta informasi terkait situasi kemampuan perusahaan untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) masing-masing Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
"Sampaikan secara lisan maupun tertulis kepada kami, agar kami bisa mengambil langkah terkait masalah TBS," pintanya.
Sementara itu ditempat yang sama Antonius Perwakilan dari PKS PT.Grand Utama Mandiri (GUM)menjelaskan bahwa untuk indeks proporsi "K" masih mengalami kenaikan karena nilai jual CPO masih tinggi.
Namun kata dia lagi, situasi di lapangan berbeda karena beberapa kendala terutama, yakni kendala angkutan Crude Palm Oil (CPO)karena kemarau yang masih berlangsung menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO.
"Karena kondisi kemarau berkepanjangan, menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO," katanya.
Menurut dia, sejak tanggal 3 September lalu kita sudah tidak menerima buah/TBS petani non mitra.
Dengan situasi ini, management kami sedang mempertimbangkan untuk mencari pabrik lain yang bisa menampung TBS inti.
Dikatakan dia, saat ini perusahaan mengalami tiga kendala utama yaitu
pertama kendaraan untuk mengangkut CPO ke pelabuhan sangat minim. Semene tangki timbun CPO penuh, dan dan biaya angkut mahal jika mengundang mobil tangki.
Berdasarkan situasi lapangan saat ini jika tidak ada pengangkatan CPO maka kemampuan daya tampung tangki timbun hanya bisa menampung 6-7 hari kedepan.
Berikut Daftar pabrik yang sudah tutup operasi mulai hari ini 10 September 2026.
1.. PHS tengki timbun penuh.
2. APL tengki timbun penuh
3. MJP tidak ada air untuk untuk pengolah.
Sedangkan yang melakukan pembatasan penerimaan TBS
1. PT.TBSM saat ini sampai 10 hari kedepan masih menerima TBS petani di wilayah sekitar kebun.
Sedangkan untuk TBS eksternal sudah di tutup mulai 24/8/2026 lalu.
2. PT. Parna Agromas saat ini telah melakukan pembatasan dengan hanya menerima TBS inti dan 2 koprasi yang sudah bermitra.
3. PT. Grand Utama Mandiri hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota 150 ton/hari dan untuk pihak ke tiga untuk sementara off.
4. PT. KSP Agro saat ini hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota maksimal 150 ton/hari
5. PT. Agro Andalan hanya menerima TBS inti dan kelompok tani/koperasi yang sudah bermitra.
6. PT.SML atau Gunas group sudah melakukan pembatasan dengan tidak menerima TBS eksternal dan hanya membeli TBS dari petani di wilayah desa setempat dengan kuota maksimal 400 ton/hari.
Sebagai informasi jika situasi cuaca sudah normal pembelian TBS petani akan diberlakukan secara normal (tar/man).









