Akibat Ditelantarkan, Akhirnya Bayi Leni Riyanti Meninggal
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah di rawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Sekadau usai dirujuk dari Puskesmas Simpang Empat, pasien yang hendak melahirkan atas nama Leni Riyanti yang diduga terlambat penanganannya selama dirawat disana, akhirnya harus rela kehilangan anaknya, karena Bayi tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Kamis tanggal 13 Agustus 2026 pikul 21.32.WIB.
Kabar tersebut disampaikan oleh Sukirwan mertua dari Leni Riyanti sekitar pukul 21,32 WIB melalui pesan WhatsApp kepada awak media ini, dalam pesan tersebut ia menulis pesan singkat,cucu saya meninggal di RSUD Sekadau.
"Cucu saya meninggal," tulis Sukirwan.
Ketika dihubungi media ını melalui telpon selulernya Kamis siang tanggal 13 Agustus kemarin, Sukirwan menyampaikan kekesalan terhadap pelayanan di Puskesmas Simpang Empat, seandainya penanganan baik dan normal kemungkinan cucu saya sehat-sehat sampai sekarang.
Pasalnya waktu periksa saat USG keadaan bayi dalam kandungan baik-baik saja, bahkan waktu melahirkan di RSUD tangisan terdengar nyaring sekali.
"Entah tiba-tiba fisiknya drop, diduga bayi tersebut keracunan air Ketuban atau lemas karena kelamaan berada didalam dan terlambat ditangani," kata Kirwan.
Kendati begitu ia mengucapkan terimakasih kepada RSUD Sekadau yang telah menangani proses kelahiran dengan baik, sampai perawatan bayi disana, walaupun mereka sudah berupaya sekuat tenaga namun Tuhan berkehendak lain.
Tapi, yang membuat dirinya kesal adalah saat pertama masuk Ke puskesmas, disana pasien tidak diperhatikan dengan baik proses bersalinya, bahkan mereka tidak tau kalau air Ketuban Leni Riyanti sudah kering, logika saja kalau air Ketuban sampai kering, proses melahirkan juga tidak bisa normal.
"Anehnya para bidan di Puskesmas Simpang Empat tidak ngecek kondisi kesehatan ibu saat akan melahirkan," kata dengan nada tinggi.
Beruntung kata dia, pasien tersebut cepat-cepat dibawa ke RSUD,kalau terlambat saja,kemungkinan nyawa ibunya tidak akan selamat.
"Meski begitu ia meminta kepada para tenaga medis yang ada di Puskesmas Simpang Empat, agar kedepannya tidak mengabaikan pasien, karena jika kalian abai nyawalah taruhan, cukup cucu saya saja terakhir," pesannya (tar/man).











