Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan dewan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, Oktober 28, 2026

Gunawan: Bermain Bola Adalah Tempat Adu Skill

 

Gunawan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah menunggu cukup lama bahkan hampir 2 bulan turnamen sepak bola HUT Pemerintah Daerah tahun 2026 tertunda, akibat buruknya cuaca lantaran kabut Asap.Dimulainya turnamen HUT Pemerintah Daerah yang ke 23 ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati yang diwakili kepala Dinas Disporapar kabupaten Sekadau Gunawan beberapa waktu lalu. di lapangan bola Ej.Lantu Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya kepala Disporapar mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia turnamen yang telah bekerja keras, sehingga turnamen ını bisa kita helat pada hari ını.

Menurut dia, turnamen sepakbola memang sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat pencinta sepak bola. 

Selain menjadikan hiburan gratis, sepakbola juga bisa menjadi perekat sekaligus sebagai ajang bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta. Karena permainan bola sebagai sarana untuk adu skill dan kemampuan bukan adu  otot.

"Turnamen sepak bola sebagai wadah bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta yang dimiliki,"kata Gunawan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak, baik itu para donatur dan pihak-pihak yang terlibat sehingga turnamen ını bisa dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kepada tim yang bertanding ia berpesan untuk selalu menjaga sportivitas, karena dari 69 club yang ikut berpatisipasi hanya 4 club yang akan menjadi juara, artinya banyak sekali yang gugur.

Untuk itu, memang diperlukan sportivitas yang tinggi dari para pemain, untuk mencapai juara memang tidak mudah,tapi kita harus bercita-cita, karena dengan usaha dan doa kita pasti bisa. Karena sudah ada contoh bahwa kabupaten Sekadau mampu menjadi juara pertama pada turnamen bergensi antar kabupaten di provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

"Inı suatu kebanggaan dan yang pertama kita bisa juara," katanya (tar).

Catatan Perjalanan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Ke Kabupaten Landak

 

Staff ahli Bupati bidang hukum saat menghadiri acara ramah tamah usai upacara peringatan HUT kabupaten Landak yang ke 27 beberapa waktu lalu di kantor Bupati Landak.
LANDAK-FAKTAPAGI.COM.Staf Ahli Bupati  Bidang Hukum dan Politik, Hermansyah, mewakili Bupati Sekadau menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Landak.Upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Landak, dr. Carolin, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Landak menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah serta memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan sinergi dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Landak tanggal 12 Oktober 2026.

Dikatakan Hermansyah, setelah menempuh perjalanan melelahkan, kehadiran pejabat Sekadau dalam upacara peringatan HUT Kabupaten Landak tersebut sebagai bagian dari hubungan yang sangat erat antara kabupaten Sekadau dan kabupaten Landak. 

Sesampai disana ia mewakili Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau mengucapkan selamat kepada pemerintah kabupaten Landak atas  peringatan hari jadi yang ke 27 momen ini sekaligus memperkuat hubungan dan komitmen untuk terus mendukung kabupaten Landak dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum peringatan HUT ke-27 ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Landak yang semakin maju dan sejahtera. 

Setelah upacara Staf ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik menghadiri acara ramah tamah dan makan Beranje' yang dilaksanakan di Aula besar dan Hall Kantor Bupati Landak. 

"Acara itu masih dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Landak Tahun 2026," kata Herman.

Menurut dia, Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan semangat persatuan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Landak.

"Melalui peringatan hari jadi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat demi mewujudkan Kabupaten Landak yang semakin maju dan sejahtera," katanya (tar/man).

Kasus DBD Melonjak,Warga Diminta Waspada, Pihak RSUD Sebut Sejak Oktober Kasus Naik 300 Persen

 

dr.Tanjung Tampubolon.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Tanjung Tampubolon menyebutkan bahwa sejak bulan September 2026, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) sudah mulai muncul. Penyakit tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data yang ada kesus DBD naik secara signifikan sejak bulan Oktober menjadi 24 kasus atau mengalami kenaikan sebesar 300 persen.

Jadi saya ingatkan agar masyarakat kabupaten Sekadau waspada terhadap wabah DBD yang mulai meningkat," katanya kepada media ini, Selasa (27/10/2026) usai mengikuti rapat evaluasi PAD bersama wakil Bupati Sekadau.

Ia menjelaskan berdasarkan data pasien DBD ruang anak pada bulan September terdapat 8 kasus, lalu pada bulan Oktober kasus naik menjadi 24 kasus atau naik 300 persen.Meski demikian peningkat kasus tersebut masih bisa di tangani secara maksimal dan belum di kategorikan sebagai kasus luar biasa.

"Meski kasusnya meningkat tajam tapi masih bisa di tangani dengan baik dan belum bisa dikatakan sebagai kasus luar biasa," ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat bisa  mengenali gejala dan segera seperti demam tinggi, jika gejala ini terjadi segera memeriksakan diri ke pasilitas kesehatan terdekat.

Selain DBD masyarakat juga di minta mewaspadai penyakit chikungunya. dengan gejala antara lain mendadak demam tinggi, nyeri sendi yang lama, dan nyeri otot.

"Untuk mencegah agar wabah DBD tidak menyebar, caranya cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, caranya sederhana menutup tempat genangan air, pot bunga dan tidur mengunakan kelambu," pesannya (tar/man).

Evaluasi PAD 2026, Wabup Minta OPD Percepat Optimalisasi, PBB-P2 dan BPHTB

Suasana rapat evaluasi PAD yang dipimpin oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio bersama kepala OPD terkait guna membahas persentase perolehan PAD menjelang akhir tahun anggaran, Selasa (27/10/2026) diruang rapat kantor wakil Bupati Sekadau jalan merdeka Timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio S.H, M.H meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mempercepat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan penerimaan pajak dan retribusi Daerah menjelang akhir tahun anggaran 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencapai target PAD  sekaligus menjaga kondisi keuangan daerah agar tetap aman.Hal itu disampaikan Subandrio dalam Rapat Tim Optimalisasi PAD yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sekadau, Selasa (27/10/ 2026) kemarin.

Subandrio, menegaskan, seluruh OPD haris bergerak cepat dan bersinergi mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan menjelang akhir tahun. 

Perhatian khusus diberikan pada realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang baru mencapai 46 persen serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 13,96 persen.

Selain itu, pemerintah daerah menyoroti kekurangan pembayaran pajak sekitar Rp 22 miliar dari tujuh perusahaan yang perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Optimalisasi penerimaan juga diarahkan pada sektor parkir, usaha modern, rumah sakit, dan berbagai sumber pendapatan lainnya. Pendataan wajib pajak, pengawasan lapangan, serta koordinasi dengan DPRD dan instansi terkait perlu diperkuat untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat tergarap secara maksimal.

Wakil Bupati juga mendorong pemanfaatan Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mempermudah pelayanan pajak termasuk PBB P2 dan perizinan. Subandrio juga mendorong evaluasi kebutuhan tenaga pemungut pajak di tingkat desa dan kecamatan.

Tenaga tersebut bisa di seleksi dari tenaga P3K yang memiliki kemampuan dan kemauan kerja yang baik.

"Namum sistem pembayaran honornya perlu di pertimbangkan agar yang bersangkutan mau menjalankan tugas dengan baik," ingatnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) Kabupaten Sekadau, Nurhadi, menyampaikan bahwa upaya optimalisasi PAD dilakukan melalui pemantauan dan penagihan retribusi, pemanfaatan aset daerah, serta penerimaan jasa giro.

Pemerintah daerah juga merencanakan untuk melakukan lelang 85 unit kendaraan dan dua ekskavator pada November 2026 sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

Di sisi lain, penerimaan denda telah mencapai Rp 322,6 juta atau 102,9 persen dari target Rp 313,2 juta. Pengembalian atas temuan pemeriksaan juga mencapai Rp 278,8 juta atau 105,18 persen dari target Rp 265,1 juta.

Sementara itu, sejumlah OPD masih menghadapi tantangan dalam mencapai target pendapatan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, misalnya, mencatat realisasi retribusi sampah sebesar Rp 248,93 juta dari target Rp 360 juta atau 69,14 persen hingga Oktober 2026. Penerimaan tersebut diperkirakan meningkat setelah pendapatan yang belum dibukukan masuk.

Dinas Perhubungan mencatat realisasi retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp139,35 juta atau 84,44 persen dari target Rp167 juta. Adapun penerimaan jasa kepelabuhanan terkendala tidak beroperasinya kapal feri di Dermaga Sungai Kapuas di wilayah Sungai Asam -Sunyat selama sekitar tiga bulan akibat kemarau.

Pada sektor perdagangan, realisasi retribusi sewa tanah mencapai Rp10,36 juta dari target Rp 20,7 juta, sedangkan retribusi pasar mencapai Rp47,7 juta dari target Rp116,2 juta. Sebaliknya, penerimaan retribusi tenaga kerja asing telah melampaui target, yakni Rp300,34 juta dari target Rp 299,37 juta.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melaporkan realisasi retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau prasarana pendukung yang dilaporkan dalam kategori PPG sebesar Rp1,463 miliar atau 87,5 persen dari target perubahan Rp1,673 miliar. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp209,6 juta.

Untuk mempercepat penerimaan, PTSP telah menyampaikan surat imbauan kepada 10 perusahaan agar memenuhi kewajiban pembayaran retribusi. 

Wakil Bupati meminta rencana aksi tersebut segera dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum agar langkah konkret dapat ditentukan (tar/man).

Selasa, Oktober 27, 2026

Terkait Ideologi Dan Peredaran Narkoba Kesbangpol Dan BNNK Sosialisasikan Pendidikan Dan Bahaya Narkoba Di Sekolah

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi tentang Politik, Ideologi Dan Narkoba di inisiasi oleh Kesbangpol dengan menyasar ke sekolah-sekolah Menengah Atas,. Selasa (27/10/2026) di.SMA Karya Sekadau.
SEKADA-FAKTAPAGI.COM. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sekadau, menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pelajar SMA Karya Sekadau.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang demokrasi, pemilihan umum (Pemilu), wawasan kebangsaan, serta bahaya penyalahgunaan narkotika Selasa (27/10/2026) di SMA Karya Sekadau jalan merdeka Selatan Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Kesbangpol Kabupaten Sekadau Apeng Petrus, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman, Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun, serta Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga P.

Dalam pemaparannya, Apeng Petrus menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Menurut dia,nilai-nilai tersebut meliputi toleransi antar umat beragama,sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, semangat persatuan, musyawarah, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sesuai materi yang disampaikan, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, menghindari perundungan, bekerja sama menjaga kebersihan sekolah, dan menghargai pendapat orang lain.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan peran strategis pemilih pemula dalam menentukan kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Literasi politik dan digital juga menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Pemilih pemula diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan menolak praktik politik uang.

Ditempat yang ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun menjelaskan, bahwa peran pengawasan Pemilu dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Pelajar sebagai bagian dari pemilih pemula dapat berkontribusi dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, mengenali dugaan pelanggaran, dan menyampaikan informasi melalui saluran resmi yang tersedia.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan serta mendorong pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Selain pendidikan politik, pada kegiatan sosialisasi tersebut juga membahas bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Materi disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga.

Dalam pemaparannya, Teddy menguraikan perkembangan modus peredaran narkotika yang memanfaatkan teknologi komunikasi, jasa ekspedisi, dan jalur transportasi. Ia juga menyampaikan sejumlah contoh modus penyelundupan yang menjadi perhatian di wilayah Kalimantan Barat.

Materi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan media sosial dan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Upaya pencegahan, menurut materi yang disampaikan, membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.

Sosialisasi pendidikan politik ini dilaksanakan oleh Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Kesbangpol Kabupaten Sekadau, dengan sasaran pelajar SMA dan sederajat di wilayah Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami prinsip demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam menerima informasi serta berperan aktif menjaga lingkungan dari pengaruh negatif.

Edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor diperlukan agar pemahaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (tar/man).

Wabup : Revisi HGU PT. Agro Andalan Keluarkan 4.150 Hektare Lahan Masyarakat

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH menghadiri sosialisasi perubahan Peta wilayah Hak Guna Usaha (HGU) milik Perseroan Terbatas (PT) Agro Andalan. Sosialisasi HGU bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa peta HGU milik PT Agro Andalan sudah dilakukan revisi sesuai dengan luas lahan tertanam beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya mantan ketua KPU dua periode mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Agro Andalan,karena perusahaan ını sudah melakukan apa yang di minta masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Menurut dia, langkah revisi ını selain memastikan lahan yang tertanam, tetapi bisa meredam komplik dengan masyarakat akibat lahan yang belum diserahkan masuk dalam HGU dan tidak bisa dikelola oleh masyarakat dan ada kekuatan hukum terhadap lahan masyarakat.

"Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat meningkatkan serta dapat mencegah Karhutla," kata Suban sapaan akrabnya.

Ia berpesan kepada para tokoh dan kepala desa yang hadir untuk mengikuti sosialisasi ını dengan baik dan sampai selesai, tujuannya agar nanti ketika sampai ke masyarakat informasinya tidak keliru.

Sementara itu ditempat yang sama Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pagan, Pertanian dan Perikanan kabupaten Sekadau Drs.Sandae M.Si menyebut, revisi HGU bisa di usulkan oleh pihak Perusahaan, Pemerintah atau BPN. 

Dalam hal ini, PT.Agro Andalan lansung melakukan usulan sesuai dengan luas kebun tertanam, sehingga luas HGU yang awalnya 6.993 Hektar kini menjadi hanya 2.834 hektar.

"PT Agro Andalan telah merevisi HGU sesuai dengan luas lahan yang tertanam," katanya.

Ditempat yang Imanuel Tibian 

Pimpinan PT Agro Andalan dalam paparannya menyampaikan, bahwa Perubahan HGU yang di lakukan untuk memenuhi kriteria PnC  RSPO,tentang keterbukaan informasi prinsip 1 tentang "berprilaku secara etis dan transparan"guna menghindari konflik dengan masyarakat.

Menurut dia,setelah dilakukan revisi, HGU PT.Agro Andalan yang semula seluas  6.993 Hektar menjadi 2.834 hektare, dan ıni semuanya merupakan lahan yang tertanam dengan sebaran revisi HGU berada di wilayah Desa Sungai Sambang,Setawar, dan desa Mondi.

Kegiatan sosialisasi di buka oleh wakil bupati Sekadau Subandrio S.H,M.H dan di hadiri kepala Badan Pertanahan Nasional kabupaten Sekadau, Sejumlah perwakilan instansi terkait, Camat se-Kabupaten, Serikat Petani Kelapa Sawit kabupaten Sekadau, kepala Desa Setawar, Kepala desa Sungai Sambang, Kapela desa Tp.Perodah, Kepala desa Ng.Pemubuh, Kepala desa Mondi, Kepala Desa Boti dan desa Nanga Menterap (tar/man).


Warga Pertanyaan Kelanjutan Kasus Perompak Emas Di Sungai Kunyit

 

Herman Hopi Munawar.
SEKADAU-FAKTAPAGIC.COM. Kasus perompakan emas yang dilakukan oleh 3 orang oknum wartawan, satu orang oknum LSM asal Sintang serta 1 oknum TNI dan satu oknum dari Kejaksaan Negeri Sekadau seberat 936, 97 gram di Wilayah Sungai Kunyit pada pada tanggal 20 Juli 2026 lalu,kembali jadi pertanyaan. Pasalnya sampai saat ını kasus tersebut belum masuk pada tahap persidangan bahkan untuk masuk P21 saja masih belum, karena berkas perkara selalu dinyatakan belum lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Kita masih menunggu petunjuk dari kejaksaan seperti apa perlengkapan berkas yang dimaksud," kata Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin kepada melalui telpon selular, Senin (26/10/2026).

Ia mengaku bahwa keempat tersangka memang ada penanguhan penahanan, karena perkara tersebut berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Namum Penyelidikan tetap berlanjut dan kasus ını akan dilanjutkan," sebutnya.

Sementara itu pengamat hukum Herman Hopi Munawar kepada media ını mengatakan, bahwa kadaluarsa masa penahanan memang ada, tapi apakah ke empat tersangka tersebut sudah pernah dilakukan perpanjangan  masa penahanan. 

"Kalau memang belum dilakukan artinya masa penahanan bisa diperpanjang kembali," ucapnya.

Menurut dia, kasus ini sudah menjadi konsumsi publik bahkan sudah viral seluruh negeri, harusnya setiap perkembangan kasus bisa disampaikan kepada publik. Karena publik punya hak tahu sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Atau dengan opsi lain apabila berkas selalu belum lengkap. Mestinya kedua belah pihak yakni penyidik yang ditunjuk dari kepolisian dan penyidik dari kejaksaan duduk satu meja untuk gelar perkara. Gelar perkara dimaksud agar ada titik temu apa saja berkas perkara yang belum lengkap. Setelah gelar perkara antar Kejaksaan dengan kepolisian hasilnya disampaikan ke publik.

"Supaya masyarakat tau apa saja kendalanya," kata Herman.

Jika opsi ini belum pernah dilakukan,maka sangat diragukan kredibilitas penegakan hukum di kabupaten Sekadau, terhadap peristiwa pidana yang menghebohkan publik beberapa bulan lalu. Masyarakat ingin ada keadilan dalam penegakan hukum apalagi kasus perampok tersebut sudah terjadi.

Dikonfirmasi kepada pihak kejaksaan terkait penolakan berkas perkara tersebut kepada Bony Adi Wicaksono SH.MHbkasi Intel Kejaksaan Negeri Sekadau melalui pesan singkat"Untuk menjawab ini sepertinya abang ke kasi pidum selaku pengendali perkaranya bang," tulisnya.

Sementara itu ketika awak media ini berusaha mengkonfirmasi ke Kasi Pidum Kejari Sekadau belum bisa di hubungi (tar/man).


Hari Pertama OPK, 36 Pelanggaran Di Tindak

Razia hari pertama saat OPK bagi pengendara motor dan pengendara roda empat dicek kelengkapan kendaraan oleh petugas kepolisian resort sekadau, Senin (26/10/2026) di jalan merdeka Timur depan Penanjung Island.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Hari pertama digelarnya Operasi Patuh Kapuas (OPK) Satuan Lalulintas (Satlantas).Polres Sekadau berhasil menindak 36 orang pelanggaran lalu lintas. Penindakan pelanggaran tersebut dilakukan pada razia kelengkapan kendaraan bermotor, Senin (26/10/2026) di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Penanjung Island, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan menyampaikan, dari total 36 penindakan tersebut, sebanyak 11 pelanggaran dikenai tilang manual, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld, dan 21 lainnya diberikan teguran.

"Penindakan dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Selain penegakan hukum, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas," ujar Iwan.

Razia yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin Kapusdalopsres Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPTU Sudarsono dan Kaposko Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, bersama personel yang terlibat dalam operasi.

Berdasarkan hasil penindakan, tilang manual diberikan kepada empat kendaraan roda dua, enam kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda enam. Sementara itu, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld seluruhnya dikenakan kepada pengendara kendaraan roda dua.

Adapun 21 teguran diberikan kepada pengendara kendaraan roda dua sebanyak 10 teguran, kendaraan roda empat delapan teguran, dan kendaraan roda enam tiga teguran.

Iwan menjelaskan, personel diarahkan untuk memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. Penindakan dilakukan melalui tilang manual, tilang elektronik, maupun teguran kepada pengendara.

"Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di wilayah hukum Polres Sekadau. Operasi ini mengedepankan fungsi lalu lintas dengan dukungan fungsi operasional kepolisian lainnya melalui penegakan hukum, edukasi, dan pembinaan kepada masyarakat," pungkasnya(tar/man).

Senin, Oktober 26, 2026

Aron : Komoditi Sawit Adalah Primadona Petani Sekadau

 

Aron S.H.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron,S.H menyerahkan secara simbolis  511 sertifikat E-STDB kepada petani di lima Desa. Pencapaian 511 E-STDB ıni merupakan bentuk bantuan nyata Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra pembangunan untuk mencapai target pencapaian E-STDB dinas DKP3 di kabupaten Sekadau. Adapun lima Desa yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah Desa Senangak, Nanga Engkulun, Nanga Koman, Nanga. Mongko dan Desa Lubuk Tajau belum lama.

Dalam arahannya putra asal Desa Nyonak kecamatan Nanga Mahap ini mengatakan,bahwa kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke 7 secara luas lahan, dan peringkat ke 5 penghasil CPO terbesar di Kalbar. Berkat kelapa sawit pertumbuhan ekonomi kabupaten Sekadau pernah tumbuh di atas pemprov Kalbar, itu semua karena petani sawit.

Menurut dia, sertifikat E-STDB  menjadi sangat penting karena selain memuat identitas kebun juga memuat identitas pemilik kebun.

Untuk itu, mewakili masyarakat kabupaten Sekadau dirinya mengucap terimakasih dan apresiasi kepada yayasan WWF Indonesia yang telah membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan pendataan pekebun sawit swadaya.

"Komitmen pemerintah daerah pada sawit berkelanjutan kabupaten Sekadau di apresiasi banyak pihak dan sebagai bupati saya sering di undang di berbagai acara tingkat nasional sebagai narasumber," katanya.

Terkait Karhutla di Sekadau lanjut dia, kebakaran secara umum di kabupaten Sekadau masih terkendali, karena warga betul-betul menjaga Api dns membuat batas saat akan membakar Ladang.

"Sedangkan Kebakaran Hutan masih sangat kecil, bahkan terkecil di Kalbar dan terkendali," katanya.

Sementara itu Plt kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DKP3) kabupaten Sekadau Drs.Sabdae M.si dalam sambutanya mengatakan, berdasarkan data statistik perkebunan tercatat jumlah petani swadaya  (mandiri dan Plasma)untuk komoditas Sawit berjumlah 52.127 hektare.  

Untuk melakukan pendataan dan penataan di kabupaten Sekadau, peran kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Yayasan WWF Indonesia sebagai salah satu mitra strategis pembangunan telah melakukan pemetaan dan pendataan pekebun swadaya di lima desa masing - masing di desa lubuk Tajau sebanyak 58  E-STDB, desa Lubuk Tajau 145 E-STDB, desa Nanga Engkulun 150 E-STDB, desa Nanga Mongko 89 E-STDB, dan desa Senangak sebanyak 68 E-STDB.

Meskipun kata dia, tidak seluruh lahan petani dapat di terbitkan E-STDB karena beberapa ketentuan yang harus di penuhi terutama bebas kawasan dan HGU perusahaan. 

"Oleh karena itu pemerintah  berkomitmen akan terus melakukan kegiatan pendataan berkolaborasi dengan mitra strategis pembangunan yang memiliki perhatian dengan pembangunan di kabupaten Sekadau," katanya.

Muhammad Munawir Commodities and Green Financing Coordinator WWF Indonesia Arabela Landscape area kabupaten Sekadau,menyampaikan, capaian 511 E-STDB ıni merupakan bentuk bantuan nyata Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra pembangunan untuk mencapai target pencapaian E-STDB dinas DKP3 di kabupaten Sekadau. 

Robertus Robby camat Nanga Taman dalam sambutannya mengatakan E-STDB merupakan hal yang sangat penting bagi pekebun sawit swadaya. Dengan adanya E- STDB kebun menjadi jelas karena mencakup nama pemilik, asal bibit, dan lokasi kebun.

"Namun dalam pelaksanaan di lapangan masih mengalami kendala terkait bersinggungan dengan kawasan hutan dan HGU perusahaan sehingga e-STDB tidak bisa di terbitkan,"kata Sandae.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kadis DKP3 Drs.Sabdae, M.Si, Kadis Pemdes Sabas S.IP, Kadis Sosial dan perlindungan Perempuan Martinus Ridi S.KM M.AP., Kasat Pol PP Paulus Ugang, Camat Nanga Taman Robertus Robby, Perwakilan dari Danramil Nanga Taman, Perwakilan dari Polsek Nangan Taman, kepala Desa dan sejumlah undangan lainnya(tar/man).

Bupati: Komitmen Berlanjut, Program Unggulan Tetap Berjalan

 

Aron,S.H.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron S.H penyerahan bantuan benih sawit unggul Pre Nursery Program Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, Perikanan Untuk Kesejahteraan Masyarakat (IP3K) tahun 2026. Pembagian bibit Sawit ını merupakan program unggulan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang terus berkelanjutan ditengah efisiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kator bupati Sekadau beberapa waktu lalu.

Bupati mengatakan,bahwa bantuan benih unggul ini sudah di mulai sejak tahun 2022, dan terus berlanjut hingga sekarang, artinya Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau tetap komitmen melaksanakan program tersebut meskipun efisiensi besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Sampai saat ıni Pemerintah telah memberikan bantuan sebuah 294, 315 ribu batang bibit untuk 132 Kelompok Tani dengan luas lahan mencapai 2.2224 Hektare.

Bantuan benih unggul ini dapat memenuhi indikator yang di harapkan. Dan berdasarkan statistik tahun 2025, produksi kelapa sawit rakyat kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke 2 di Kalbar dengan produktifitas  3.135 Ton/CPO/ha/th.atau sama dengan 14.26 ton/TBS/ha/tahun dengan asumsi rendemen 22 persen. 

Menurut Aron, Sawit merupakan komoditi unggulan bagi masyarakat, karena hanya dengan sawit saat ını masyarakat bisa bertahan dan memiliki penghasilan tetap.

"Sehingga Pemerintah tidak salah menggagas program ını," ujarnya.

Pemerintah Daerah lanjut dia hanya memberikan sumbunya saja, dengan harapan agar para penerima bantuan bisa menambah jumlahnya untuk kesejahteraan keluarga.

Pembagian benih sawit unggul sambung Aron,selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tujuan utama Pembangunan mengelontorkan program ini adalah, untuk mengamankan tanah masyarakat agar tanahnya tetap utuh.

"Karena salah satu mimpi besar kita adalah masyarakat kita bisa sejahtera,"ucapnya.

Dikatakan dia lagi, saat ıni kondisi masih kemarau, kondisi ını membuat sejumlah perusahaan mengalami kesulitan mengangkut CPO, yang berdampak pada pembelian TBS.

"Mudah - mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama, agar harga TBS kembali normal,"doanya.

Ditempat yang sama Plt kepala dinas DKP3 kabupaten Sekadau Drs.Sandae M.Si dalam laporannya menyebut, bahwa jumlah benih sawit unggul yang diserahkan saat ıni adalah 57.750 batang bibit Pre Nursery dengan jumlah Kelompok Tani sebagai penerima manfaat ada sebanyak 21 kelompok dari 18 Desa.

"Jika di konversikan luas lahan menjadi 422 hektare dan tersebar di 18 Desa,"ungkapnya.

Sandae menambahkan, secara komulatif hingga tahun 2026 total benih sawit ungul bantuan IP3K berjumlah 294.315 batang atau sekitar  2.224 hektare yang diberikan kepada 132 kelompok tani.

"Termasuk yang di serahkan hari ini," ujarnya.

Sandae juga menjelaskan bahwa benih yang terlah tersertifikasi dan berlabel merupakan jaminan terhadap keaslian benih. 

"Dengan dilaksanakannya penyerahan benih hari ini lanjut dia, yang masih kondisi pre nursery supaya di lanjutkan dengan pemindahan ke polibag yang lebih besar sebelum di tanam," sarannya.

Kegiatan tersebut turut di hadiri perwakilan dari pimpinan Forkopimda, sejumlah kepala SKPD dilingkungan Pemkab Sekadau, 18 kepala desa, ketua pengurus kelompok tani serta sejumlah undangan lainnya (tar/man).