Berita Faktapagi.com hari ini

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Kamis, Juli 09, 2026

Kantor PT KSP Terbakar, Dugaan Sementara Akibat Konsleting Listrik

 

Api sedang melahap kantor PT KSP,dugaan kebakaran akibat konsleting listrik, Rabu 08/07/2026) malam di Desa Maboh Permai Kecamatan Belitang.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kebakaran menghanguskan kantor PT. Kalimantan Sanggar Pusaka (KSP) Investment menghanguskan hampir 90 persen bangunan kantor. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00.WIB, kerugian matrial belum bisa di rinci, namun tidak ada korban jiwa pada insiden kebakaran yang terjadi Rabu (08/07/2026) di Desa Maboh  Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kapolsek Belitang IPDA Fahrurrazi mengatakan, begitu mendengar insiden tersebut personel Polsek Belitang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan para saksi.

"Berdasarkan keterangan beberapa saksi termasuk karyawan PT KSP Investment,api pertama kali diketahui saat ia datang ke kantor untuk melakukan absensi. Ketika mendekati bangunan, api sudah terlihat membesar dan membakar kantor perusahaan," kata IPDA Fahrurrazi, Kamis (09/07/2026) melalui pesan WhatsApp.

Setelah melihat kobaran api, saksi segera menghubungi pihak perusahaan untuk memberitahukan kejadian tersebut. Sembari menunggu bantuan, karyawan bersama warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) milik perusahaan serta mesin pompa air milik warga.

Setelah dilakukan upaya pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, namun bangunan kantor mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Lebih lanjut Fahrurrazi menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan olah TKP.

"Personel Polsek Belitang telah mengamankan TKP dan meminta keterangan para saksi. Selanjutnya, olah TKP akan dilakukan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus melengkapi proses penyelidikan," pungkasnya (tar/wos/man).

Untuk Memastikan Dugaan Adanya Aktivitas PETI,TIM Polres Sekadau Sisir Bantaran Sungai Sekadau

Tim dari Polres Sekadau saat menyisir bantaran sungai Sekadau untuk melakukan pengecekan adanya dugaan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bantaran sungai, Rabu (08/07/2027) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Satreskrim Polres Sekadau kembali melakukan penyisiran di sepanjang bantaran Sungai Sekadau yang di duga adaa kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penyisiran sungai dugaan adanya kegiatan PETI di pimpin langsung Kepala Unit (Tipidter) IPDA Rio Kalbarino berserta jajaran bersama personil Reskrim, Rabu (08/07/2026) kemarin.

Keberangkatan tim menggunakan speedboat menyisir bantaran Sungai Sekadau dimulai dari kawasan penyeberangan Desa Tanjung menuju wilayah desa Mungguk RT Kemawan dan Dusun Pangkin, Kecamatan Sekadau Hilir. Pengecekan dilakukan pada sejumlah titik lainnya guna memastikan dugaan adanya aktivitas PETI di sepanjang bantaran sungai Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin mengatakan, dari hasil penyisiran sungai memang tim tidak menemukan adanya aktivitas PETI yang sedang berlangsung di lokasi yang dilakukan pengecekan.

Begitu menerima informasi yang berkembang di masyarakat, kami langsung melakukan pengecekan di lapangan. 

"Berdasarkan hasil penyisiran di sepanjang bantaran Sungai Sekadau, tim tidak menemukan aktivitas PETI yang sedang beroperasi," ujar Kasat.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan,bahwa selama penyisiran sungai, petugas memang menemukan beberapa unit mesin di tepi Sungai Sekadau serta sejumlah lanting di beberapa titik yang terparkir. Hanya saja, saat dilakukan pengecekan tidak ditemukan mesin yang sedang beraktifitas maupun para pekerja PETI yang dimaksud.

Pihaknya akan terus melakukan penyisiran bantaran sungai untuk melakukan pengecekan serupa. Sebagai bentuk pengawasan terhadap potensi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Sekadau.

Karena lanjut Zainal, bahwa aktifitas PETI merupakan pelanggaran terhadap ketentuan hukum, dan berpotensi merusak ekosistem sungai serta menyebabkan buruknya kualitas air yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian Sungai Sekadau dengan tidak melakukan penambangan tanpa izin.

"Apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas PETI, segera sampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar dapat segera dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku," pintanya (tar/wos/man).

Rabu, Juli 08, 2026

Tak Kenal Lelah Basmi Peredaran Narkoba,.Satnarkoba Polres Deli Serdang Ringkus Pria Pengedar Sabu

 

Pelaku berinisial AS bersama barang bukti sabu,
SUMATERA UTARA -FAKTAPAGI.COM.Polresta Deli Serdang melalui Satuan Reserse Narkoba, tidak kenal lelah  untuk membasmi peredaran narkoba.di wilayahnya hukumnya, dalam operasi tersebut mereka kembali berhasil menangkap 1 orang pria yang didiuga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, pada Jumat (03/07/26), sekitar pukul 01.30 WIB.

Dalam penyergapan tersebut tim berhasil mengamankan seorang pria berinisial AS (46) warga Jln. Sei Belumai Hilir Dusun 1 Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang..dari tangan pelaku petugas menemukan sejumlah barang bukti 1  plastik klip transparan berisi sabu dengan berat bruto 0,50 (nol koma lima puluh) gram, uang tunai Rp. 150.000, 3 plastik klip transparan berisikan sabu berat bruto 1,79 (satu koma tujuh puluh sembilan) gram, 1  timbangan elektrik warna hitam, 1 tas selempang warna hitam, 1 blok pastik klip transparan serta 1 alat hisap shabu atau bong.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si melalui Kasat Res Narkoba Kompol Dr. Ferry Kusnadi, SH. MH dalam konferensi persnya menyampaikan, bahwa Sat Res Narkoba telah berhasil menangkap seorang pelaku yang mengedarkan narkoba jenis sabu berdasarkan infomasi dari masyarakat.

"Kami mendapat infomasi dari masyarakat bahwa ada pria di Jalan Sei Blumei yang dicurigai memiliki narkoba jenis sabu kemudian personil langsung menuju tempat yang telah di infomasikan masyarakat setelah sampai di lokasi personil langsung mengamankan pelaku dan barang bukti narkoba jenis sabu dan langsung membawa pelaku ke Mapolresta Deli Serdang untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut" terang Kasat Narkoba.

"Kepada Pelaku  kita jerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 ttg Narkotika juncto Pasal 609 ayat 1 huruf (a) UU Nomor 1 tahun 2023 ttg KUHP jo UU nomor 1 tahun 2026 ttg Penyesuaian Pidana dengan Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun,' ungkapnya (tim).

Selasa, Juli 07, 2026

Kabar Burung Yang Beredar,Benarkah Beberapa Oknum Anggota DPRD Dapat Gratifikasi Dari Bos Gunas?

Warga masyarakat yang menunggu di ruang rapat komisi sekitar 5 jam, namun anggota DPRD hanya dua orang yang datang, sepertinya mereka tidak tau jadwal rapat di buat oleh Bamus, Selasa (07/07/2026) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Ketidakhadiran anggota DPRD pada undangan Rapat Dengar Pendapat Gabungan Komisi-Komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau dengan sejumlah karyawan PT. MJP I menjadi pertanyaan banyak kalangan. Pasalnya ketidakhadiran para anggota DPRD sepertinya sudah ada yang ngatur. Karena yang dihadapi adalah karyawan MJP.  Dugaan kabar burung yang beredar ada beberapa oknum anggota DPRD sudah menerima gratifikasi dari Bos Gunas. Sehingga pada rapat tersebut hanya dua orang yang hadir.

"Dugaan tersebut diperkuat bahwa kunjungan anggota DPRD ke Jakarta selalu bertemu dengan bos Gunas," kata salah seorang warga yang tidak disebut namanya,. Selasa 07/07/2026) kemarin.

Yang jadi pertanyaan,kenapa para anggota DPRD malah memilih menghadiri pembukaan gawai Dayak di kabupaten Sanggau ketimbang menghadiri RDP Gabungan yang sudah dijadwalkan oleh Bamus.

Anehnya, yang jadwalkan mereka,tapi mereka pula yang tidak mau hadir, artinya ada miskomunikasi dalam lembaga yang terhormat tersebut,atau ada oknum yang sengaja memprovokasi agar para anggota jangan datang dalam RDP Gabungan tersebut.

Jika sudah begini lembaga mana lagi yang bisa dipercaya,untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya. "Masak 30 orang anggota DPRD hanya dua orang yang mau hadir. Malah lebih enteng mereka datang undangan pembukaan gawai Dayak di kabupaten Sanggau, ketimbang ngurus masyarakat,"katanya.

Ia meminta kepada masyarakat,agar milih pemimpin harus yang mau datang ketika rakyat susah, jangan pilih yang datang hanya waktu Pemilu. Benar kata pepatah ketika memilih pemimpin haruslah melihat bibit dan bobot, jika sudah ada masalah masyarakat,kita dibuat menunggu sampai berjam-jam, namun mereka juga tidak mau datang.

Jika kita tarik pelajaran dari kasus karyawan MJP, kuat dugaan memang setoran bulanan untuk beberapa oknum anggota DPRD dari bos Gunas mungkin benar adanya.

"Yang bisa membuktikan adalah aparat penegak hukum,jika benar-benar terbukti adanya gratifikasi oleh pejabat negara,maka hukum harus bertindak," katanya (tar/wos/man).


Miris !! Ngundang Masyarakat Untuk Datang, Anggota DPRD Malah Mangkir

  

Epafras dari fraksi Nasdem dan Agustinus Atang dari fraksi PAN saat memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan karyawan PT.MJP dan pihak perusahaan, Selasa (07/07/2026) di ruang rapat komisi kantor DPRD jalan merdeka Timur Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Sebanyak 26 orang karyawan PT. Multi Jaya Perkasa (MJP) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)kabupaten Sekadau. Kedatangan mereka berencana menyampaikan aspirasi sesuai surat undangan nomor:400.1.4.6/177/DPRD/2026 dengan agenda Rapat Dengar Pendapat Umum Gabungan Komisi-Komisi DRPD kabupaten Sekadau, yang ditandatangani oleh ketua DPRD, Hermanto.Pertemuan tersebut dijadwalkan tanggal 7 Juli 2026 pukul 9,30 WIB sesuai hasil penjadwalan dari Badan Musyawarah (Bamus).

Alih-alih mendapatkan sambutan hangat dari para wakilnya, sesampai dikantor yang katanya rumah rakyat itu, satu orang anggota DPRD tidak nampak batang hidungnya,bahkan mereka harus menunggu sekitar 5 jam, dari rapat semula dijadwalkan pukul 9,30 WIB, rapat baru dimulai pukul 13,30 WIB. Itupun hanya dihadiri 2 orang anggota DPRD dari Dapil 3 yakni Epafras dari fraksi Nasdem dan Agustinus Atang dari fraksi PAN.

Padahal, katanya rapat gabungan Komisi, namun pada kenyataannya satu orang ketua komisi tidak ada yang hadir, apalagi unsur pimpinan.

Mungkin karena yang datang hanya para buruh, sambutannya beda,entahlah kalau seandainya 26 perusahaan yang datang, mungkin sambutannya lain lagi, penuh tawa dan canda mewarnai meja rapat.

"Tapi karena kami hanya buruh,maka para anggota DPRD enggan hadir untuk mendengarkan keluhan kami,atau mungkin karena Pemilu masih lama,"kata salah seorang yang hadir kepada media ını, Selasa (07/07/2026).

Dalam audiensi tersebut belum menghasilkan apa-apa seperti harapan dari karyawan tersebut, mereka juga masih harus menunggu rapat selanjutnya, padahal mereka datang rata-rata ibu-ibu, yang datang meninggalkan anak-anaknya di rumah, agar mereka menemukan jawaban yang bijak dari para wakilnya,agar besok Periuk mereka masih bisa terisi.

Namun, semuanya belum terwujud,karena para wakilnya belum bersedia menemui mereka, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama para wakil rakyat memiliki hati nurani dan mau bertemu kami lagi,andaipun mereka tidak berkenan mungkin kami bisa melakukan tindakan seperti yang bisa kami lalukan.

Setelah rapat dimulai masing-masing pihak yakni Karyawan dan pihak MJP menyampaikan argumen masing-masing, saling klaim tersebut terjadi dan diredakan dengan bijak oleh Epafras anggota DPRD yang hadir, ia meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak terlalu membesarkan-besarkan masalah tersebut, karena sejatinya dalam forum ını kita tidak mencari-cari siapa yang benar dan siapa yang salah.

Seperti kata pepatah tidak ada gading yang tak retak, biasanya dengan kesalahan masing-masing, kita introspeksi diri serta dapat mempererat komunikasi kedepannya.

"Kita harus mau mendengarkan, bahwa karyawan sudah mengabdi puluhan tahun memeras keringat demi kemajuan perusahaan,harus diperlakukan dengan baik, termasuk hak-haknya," katanya.

Nanti kata dia lagi, hasil aspirasi hari ini akan disampaikan kepada unsur pimpinan untuk dijadwalkan kembali pertemuan dengan instansi terkait dan pihak perusahaan.

"Sementara kita masih menunggu dulu, setelah hasil ını disampaikan ke unsur pimpinan,"katanya.

Sementara itu Agustinus Atang dalam paparannya berulang-ulang memohon kepada pihak perusahaan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan,apalagi kata dia, rata-rata masa kerja mereka sudah diatas 15 tahun, dan itu bukan waktu sebentar. Artinya harus ada pengertian yang baik dari top Management perusahaan.

"Mewakili karyawan saya minta maaf, dan saya juga mohon agar tidak terjadi PHK terhadap karyawan tersebut,"pintanya.(tar/wos/man).



Lantik Kepala Sekolah, Aron Ingatkan Pemimpin Harus Datang Awal Pulang Belakangan

 

Berfoto bersama usai acara pelantikan guru yang diberikan tambahan tugas sebagai kepala sekolah oleh Bupati Sekadau Aron,SH Senin (06/07/2027) di Aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sekadau jalan merdeka Timur Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron,SH melantik 21 orang guru yang diberikan tambahan tugas sebagai kepala Sekolah. Adapun kepala sekolah yang dilantik yakni kepala sekolah Taman Kanak-kanak,Kepala Sekolah Dasar dan kepala Sekolah Menengah Pertama, Senin (07/07/2026) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sekadau jalan merdeka Timur Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya Bupati terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada guru-guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

Menurut dia, tugas yang diberikan adalah amanah, maka dari laksanakan amanah itu dengan baik demi kemajuan dunia pendidikan di kabupaten Sekadau.

"Kalau jadi pemimpin datang lebih awal pulang juga paling belakang, kalau datang saja terlambat lalu pulang lebih awal, jika begitu bagaimana anggota yang lain bisa disiplin," katanya.

Dikatakan dia lagi, tugas yang ada di pundak kalian adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik, karena baik buruknya mutu pendidikan di kabupaten Sekadau ada ditangan kalian, saat ini waktu kalian berbuat untuk daerah, karena setiap masa pasti ada orangnya, jadi, sebagai tenaga  pendidikan tugas kalian adalah  menyiapkan masa depan anak-anak bangsa.

Saat ını kata dia lagi, pegawai dari P3K juga bisa menjabat sebagai kepala Sekolah mulai dari TK dan SMP mudah-mudahan kedepannya SMA juga bisa, dijabat oleh pegawai dari P3K.

"Sekarang jumlah murid sudah lebih banyak, bukan seperti dulu murid masih kurang, jadi tugas yang berat onk harus dijalankan dengan baik,"sarannya.


Ia jugaa menyarankan agar kepala sekolah bisa bergandengan tangan dengan Komite, untuk membangun situasi belajar yang kondusif di sekolah.

Karena jika tidak kondusif aktivitas belajar mengajar juga terganggu.

Apalagi kata dia, saat sekarang susah untuk merekrut kepala sekolah, mereka harus bersedia mendaftarkan diri, kalau dulu Bupati bisa langsung pilih.

"Tapi sekarang beda," ujarnya.

Hadir pada acara pelantikan, Radius Kepala BKSDM kabupaten Sekadau, Fran Dawal Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Awan Setiawan ,Kadis Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Henry Alpius, Sekretaris serta sejumlah kepala bidang dinas Pendidikan kabupaten Sekadau (tar).


Senin, Juli 06, 2026

Buka Akses Vital Sungai Belimbing Kodam XII/Tanjungpura Komitmen Bantu Lancarkan Arus Transportasi

 

Jembatan Aramco Non Bencal di sungai Belimbing Desa Berakak kecamatan Tayang Hulu kabupaten Sanggau oleh Kodim 1204 Sanggau beberapa waktu lalu.
 (Foto istimewa).
SANGGGAU-FAKTAPAGI.COM.Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Pembangunan sarana trasnportasi vital ini sebagai wujud nyata dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Upaya ını sebagai langkah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur,untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah pedalaman,(06/07/2026) kemarin.

Setelah dibangun Jembatan tersebut diharapkan bisa membuka akses vital bagi masyarakat untuk memperlancar mobilitas orang dan barang,serta mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Melalui pembangunan akses masyarakat ini Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat (Pendim 1204/Sanggau/redaksi faktapagi.com

Warga Asahan Pasang Spanduk Tolak Aktivitas PMI Ilegal

 

Salah satu spanduk penolakan aktivitas perekrutan tenaga PMI Ilegal di wilayah kabupaten Asahan provinsi Sumatra Utara, oleh sebagian masyarakat, Minggu (06/07/2026) kemarin.
ASAHAN-FAKTAPAGI.COM. Warga Kabupaten Asahan provinsi Sumatera Utara (Sumut) menolak aktivitas Pekerja Migran (PMI) Ilegal di wilayah mereka.Penolakan warga tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk di 7 Desa yang kerap dijadikan akses keluar-masuknya aktivitas tersebut. Adapun beberapa spanduk penolakan yang terpasang di beberapa desa, antara lain

- Desa Air Joman Baru.

- Desa Air Joman.

- Kelurahan Karang Anyar. 

- Desa Silo Baru. 

- Desa Pematang Sei Baru.

- Desa Bagan Asahan. 

- Desa Asahan Mati. 

Salah satu alasan masyarakat menolak kegiatan tersebut adalah, selain dapat mencoreng nama baik wilayah mereka, dan aktivitas tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. 

Salah seorang warga Desa Air Joman Baru menyampaikan, bahwa aktivitas tersebut dapat menjatuhkan harkat dan martabat masyarakat disana, karena bertentangan dengan hukum. Selain termasuk kegiatan ilegal aktivitas tersebut juga beresiko tinggi. 

"Bahkan bisa membahayakan keselamatan jiwa para calon PMI yang akan berangkat," katanya.

Bahkan lanjut dia,akomodasi yang digunakan jauh sekali dari kata layak, sama sekali tidak memikirkan faktor keselamatan. Apabila mau menjadi PMI ikutilah penyalur yang memiliki legalitas lengkap sesuai prosedur dan mengikut aturan yang berlaku, sebab sejatinya kegiatan tersebut dilindungi oleh negara dan membahayakan keselamatan para calon PMI.

Sementara itu kepala Dusun (Kadus) Desa Air Joman Baru kepada awak media mengatakan, bahwa ada keluhan dari masyarakat,mereka mengatakan sulitnya untuk mengurus Permit di Indonesia, menjadi salah satu faktor penyebab mengapa masih banyak masyarakat yang memilih menjadi PMI Ilegal.

"Akibat sulitnya mengurus persyaratan secara legal, menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk lebih memilih jalur ilegal serta berbelit-belitnya jalur mengurus administrasi sebagai syarat masuk PMI legal,"katanya (tim).

Minggu, Juli 05, 2026

DPW FRN Sumut Dukung Kinerja Polda Sumut dan Jajaran Untuk memberantas Pekat.

 

Foto istimewa.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Menanggapi adanya riak - riak terhadap kinerja Polda Sumut dalam pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) beberapa hari yang lalu membuat DPW PW FRN Sumut turut bersuara, melalui Ketuanya Roy Nasution mengatakan bahwa, pihaknya tetap mendukung kinerja Polda Sumut serta jajaran yang ia nilai telah bekerja dengan baik.

Hal itu disampaikan oleh Roy Nasution disela - sela ngopi bareng dengan rekan jurnalis di KA Kuphi Jalan Prof. HM. Yamin S.H pada Jum'at (03/07/2026). Dukungan itu diberikan karena apa yang telah dikerjakan oleh Polda Sumut yang dipimpin oleh Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto S.I.K telah cukup baik, masalah suka atau tidak suka itu adalah hal biasa. Mengingat beliau bukan Tuhan yang maha tahu semuanya. 

Untuk itu dirinya sangat mendukung kinerja Polri diusia yang ke - 80 Tahun sesuai dengan Jargonnya " Polri Untuk Masyarakat ". Untuk itu marilah Kita selaku masyarakat untuk terus mendukung kinerja Polri terkhusus Polda Sumut, karena apa yang dikerjakan oleh Polda Sumut sudah cukup baik. Terlepas dari suka atau tidak suka yang penting Kapolda sudah bekerja dengan sepenuh hati melayani masyarakat. Apalagi Kepercayaan Publik terhadap Polri saat ini telah meningkat 82,4%," ujarnya (tim).

Sabtu, Juli 04, 2026

Gelar Rapat Konsolidasi Akbar, Partai Buruh Sumut Solid Fokus Lolos Pada Pemilu 2029

 

Para petinggi Partai Buruh saat melakukan konsolidasi menjelang Pemilihan Umum tahun 2029, Jumat (03/07/2026) kemarin.

DELI SERDANG-FAKTAPAGI.COM.Partai Buruh Sumut menegaskan tetap solid dan kini tengah fokus untuk meloloskan partai Buruh menjadi peserta Pemilu 2029. Partai Buruh Sumut kini telah mempersiapkan diri menghadapi verifikasi administrasi (Vermin) dan Verivikasi Faktual (Verpak) yang akan diselenggarakan KPU,sekaligus menganti kekosongan posisi bendahara dari yang sebelumnya  dijabat Sri Astuti yang telah mengundurkan diri kini digantikan Plt Yetti Dumasari. 

"Pada prinsipnya Partai Buruh Sumut tetap Solid dan kompak untuk menghadapi persiapan meloloskan partai buruh di Sumut menjadi peserta pemilu 2029 mendatang," ujar Willy Agus Utomo didampingi Sekretaris Partai Buruh Sumut Ijon Tuah Hamonangan Purba dan jajaran pengurus Exco Kabupaten Kota di Sumut yang hadir. Jumat (03/07/2026).

Lebih jauh, menanggapi berita seputar mundurnya kader Partai Buruh di Sumut yang beredar luas di media, Willy mengatakan hal itu tidak berpengaruh pada kerja -kerja Partai Buruh kedepannya, dan menurut dia hal ini adalah hal yang wajar terjadi di partai politik apa lagi Partai Buruh yang masih saja baru berjalan di kontestasi Pemilu 2024 kemarin.

"Kita ini tidak kekurangan kader, ada10 organisasi inisiator besar di Indonesia yang artinya ada yang pergi maka kita harus siapkan penggantinya, partai ini tak akan berhenti untuk meraih cita -citanya yakni welfare satate , yakni negara sejahtera," ungkap Willy.

"Intinya kita sudah ada bendahara baru, dan sudah siap melaksanakan tugas -tugas organisasi di Partai Buruh Sumut,"sambung Willy. 

Selain itu Willy juga berpesan kepada seluruh masyarakat Sumut juga agar dapat menjaga Kamtibmas di daerah ini, dimana harapnya situasi politik adu domba dan hoax kerap melanda di kanca perpolitikan Indonesia.

"Jangan mau kita di adu domba , mari kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI harga mati, semoga kelak kita dapat bersama berjuang untuk mensejahterakan rakyat Indonesia ," pungkasnya.

Dalam kegiatan konsolidasi dan konferensi pers tersebut, turut hadir organisasi pendiri partai buruh dari elemen Serikat pekerja - Serikat buruh di Sumut, organisasi Petani (SPI), organisasi mahasiswa, dan komunitas ojek online dan mewakili elemen rakyat kecil lainnya (tim).