Faktapagi.com

Berita

Kalbar

Politik

Selasa, Januari 20, 2026

Miris !!!! Besi Penutup Drainase Terminal Lawang Kuari Di Curi

 

Kepala Bidang Perhubungan dinas Perhubungan saat memperlihatkan besi penutup drainase sudah hilang, Senin (19/01/2026) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Miris Sekali Besi penutup drainase untuk area parkiran di komplek Terminal Lawang Kuari Sekadau diduga raib di curi. Tindakan ini dinilai sangat merugikan warga,. kendati harganya memang tidak seberapa tetap areal parkir jadi tidak berfungsi. Menangapi kehilangan Besi tersebut Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Sekadau  Hermansyah mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan fasilitas umum di area parkir terminal bisa hilang.

"Padahal terminal biasanya selalu ramai bahkan orang berjualan sampai malam, kog bisa-bisanya orang tega mencuri barang milik bersama tersebut," tulis melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Senin (19/01/2026) kemarin.

Menurut dia, pencuri beraksi mungkin malam atau subuh, hal ini pasti dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, lagi barang tersebut untuk pelantaran parkir tersebut di beli menggunakan dana APBD kabupaten Sekadau tahun anggaran 2025. 

Walaupun hanya besi lanjut dia, fungsinya sangat penting, karena jika tidak ada besi tersebut areal parkir tidak bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati jajanan kuliner di Terminal Lawang Kuari.

Karena terminal Sekadau memiliki dua fungsi, selain sebagai tempat turun naiknya penumpang pada pagi sampai siang hari, pada sore hari sampai malam hari dipergunakan sebagai pusat jajanan masyarakat. Sedangkan pelataran parkir selain tempat singgah juga memberikan nuansa estetik.

Dikatakannya dia lagi, terminal yang berada di jantung ibukota Sekadau, jika hilang besi penyangga parkir akan berdampak pada pemilik kendaraan, bagi warga tidak tau mau parkir bisa-bisa kendaraannya masuk parit.

"Untuk itu ia meminta kepada warga Sekadau untuk hati-hati, minta petunjuk kepada tukang parkir terminal jika hendak memarkir kendaraan di kawasan terminal,"ingatnya.

Kasu kehilangan tersebut kata Herman, sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib, semoga pencuri segera tertangkap dan barang tersebut bisa kembali lagi.

"Saya minta agar pihak kepolisian sektor Sekadau Hilir bisa mengusut tuntas dan menangkap pelaku pencurian tersebut," harapnya (tar)

Personel Brimob Aceh Kabur,lalu Menjadi Tentara Rusia

 

Foto AI ilustrasi.
FAKTAPAGI.COM.Mungkin terpengaruh kisah perang yang masif, Rusia vs Ukraina, membuat personel Brimob ingin merasakan sensasi perang sungguhan. Ia pun kabur dari satuan, bahkan negaranya, lalu gabung menjadi tentara Rusia. Siapkan Koptagul lagi, simak kisahnya wak! Negara ini sedang sibuk menjaga pagar rumahnya yang panjang dari Miangas sampai Rote, eh, di satu sudut ada cerita yang bikin alis naik sendiri. Seorang Bripda Brimob dari Aceh, namanya Muhammad Rio, tiba-tiba menghilang dari apel. Bukan ke warung kopi, bukan pula ke sawah. Ia kabarnya memilih jalan ninja paling ekstrem, menukar seragam cokelat dengan seragam salju, lalu berangkat ke Rusia. Kalau ini sinetron, judulnya pasti lebay, Dari Barak ke Donbas. Tapi ini bukan sinetron. Ini kabar yang bikin orang kaget sambil mikir, “Lho, bisa begitu?”

Konon, ceritanya sederhana tapi menggelikan sekaligus menyayat. Desersi. Minggat. Sejak awal Desember 2025, Bripda Rio tak lagi berdinas. Lalu muncullah potongan puzzle yang bikin netizen mendadak jadi analis geopolitik. Foto dan video beredar, menunjukkan seorang pria Indonesia di wilayah konflik, menyebut-nyebut gaji puluhan juta rupiah per bulan, plus bonus rubel yang kalau dikonversi bisa bikin dompet tepuk tangan. Di negeri yang harga cabai naik-turun, angka-angka itu memang terdengar seperti sihir. Uang berbicara, sumpah diam. Tragis? Iya.

Yang lebih lucu, atau mengerikan, adalah jalurnya. Tak ada rekrutmen resmi dengan spanduk “Dibutuhkan WNI Berani Dingin”. Tidak. Jalurnya adalah jalur sunyi, jalur digital, jalur pesan berantai yang katanya lebih cepat dari birokrasi. Ada yang menyebut kontrak sukarela, ada yang menyebut tentara bayaran, ada yang menyebut PMC. Nama boleh beda, risikonya sama, nyawa jadi invoice, paspor jadi tiket sekali jalan. Di sini, negara berdiri kaku, menunjuk buku hukum, masuk dinas militer asing tanpa izin presiden, bisa kehilangan kewarganegaraan. Selesai. Formal. Rapi. Dingin.

Polda Aceh bergerak. Rumah didatangi, yang ditemui istri. Sidang etik digelar tanpa terdakwa. Putusan jatuh seperti palu hakim yang tak perlu drama, PTDH. Tamatlah satu karier. Sementara di luar sana, di medan yang namanya saja bikin merinding, seseorang memegang senjata dengan bahasa yang bukan bahasanya, di bawah bendera yang bukan benderanya. Ironi tingkat dewa, negara yang ditinggalkan justru sibuk memastikan prosedur, sementara yang meninggalkan sibuk memastikan bertahan hidup.

Lalu muncul pertanyaan yang bikin ruang tamu jadi ruang debat, ini satu orang atau fenomena? Jawabannya membuat kita makin gelisah. Sejauh ini, yang terungkap hanyalah kasus-kasus individual. Satu mantan marinir di tahun-tahun sebelumnya, satu Bripda hari ini. Tidak ada data resmi yang bilang “sekian puluh WNI”. Tidak ada pula pengakuan negara tujuan, mereka merekrut dari Nusantara. Semua menyangkal sambil berkedip. Tapi sejarah mengajari kita satu hal, kalau pintu retak, angin pasti masuk. Angin bernama iming-iming selalu pandai mencari celah.

Di titik ini, konspirasi pun menari. Ada yang bilang ini efek ekonomi global, ada yang menyalahkan algoritma, ada yang berbisik tentang jaringan perekrut. Ada juga yang sinis, ini soal mentalitas instan, ingin lompat jauh tanpa antre. Semua mungkin benar, semua mungkin salah. Yang pasti, cerita ini memaksa kita bercermin. Ternyata, godaan bukan hanya soal moral, tapi juga matematika. Sering kali, yang kalah duluan adalah logika.

Namun jangan salah, di balik tawa getir dan satire, ada pelajaran yang menampar. Inspirasi itu kadang lahir dari cerita yang pahit. Bahwa sumpah jabatan bukan sekadar kalimat di atas kertas. Bahwa identitas bukan aksesori yang bisa diganti sesuai cuaca. Bahwa negara, dengan segala kekurangannya, bukan ATM yang bisa ditinggal ketika saldo di tempat lain terlihat lebih menggiurkan. Inspirasi itu bukan untuk meniru, melainkan untuk menguatkan, kalau godaan datang, kita belajar berkata tidak, meski dunia menawarkan rubel.

Kisah ini juga mengingatkan, negara perlu lebih dari sekadar pasal. Perlu perawatan manusia. Perlu mendengar sebelum terlambat. Perlu memastikan, mereka yang berseragam tidak merasa sendirian di tengah tekanan hidup. Karena kalau tidak, cerita seperti ini akan berulang dengan nama yang berbeda, tempat yang lebih jauh, dan ironi yang lebih tebal.

Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan yang tak nyaman tapi jujur, ini bukan sekadar kisah satu orang yang “salah pilih jalan”. Ini alarm. Bunyi keras di tengah malam. Mengagetkan. Menyindir. Menampar. Semoga, menginspirasi kita semua untuk memilih tetap tinggal, tinggal setia, tinggal waras, tinggal manusia, di rumah bernama Indonesia, meski dingin rubel kadang terlihat lebih berkilau dari hangatnya merah putih (Oleh Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar)

Polres Sekadau Ingatkan, Warga Jangan Lakukan Kegiatan PETI

Beberapa porsenil dari Satreskrim Polres Sekadau bersama tim dari Polsek Nanga Mahap saat mengecek kegiatan PETI di wilayah kecamatan Nanga Mahap, Minggu(18/01/2026) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Jajaran Polres Sekadau kembali melakukan pengecekan dan monitoring di wilayah yang terindikasi rawan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Minggu (18/01/2026). Pengecekan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh personel Satreskrim Polres Sekadau bersama anggota Polsek Nanga Mahap. Adapun lokasi yang menjadi sasaran berada di Dusun Sekitak, Desa Batu Pahat, yang sebelumnya diinformasikan sebagai titik yang diduga rawan aktivitas PETI.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin. Polisi juga tidak menemukan alat maupun sarana yang diduga digunakan untuk kegiatan PETI.

“Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan aktivitas PETI. Berdasarkan keterangan warga sekitar, aktivitas tersebut sudah tidak beroperasi sudah sangat lama,”ungkap Triyono.

Meski tidak ditemukan aktivitas ilegal, pihak kepolisian tetap melakukan patroli preventif di sejumlah titik yang dinilai berpotensi rawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali muncul.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan pertambangan tanpa izin. Polisi mengingatkan bahwa aktivitas PETI dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan melanggar ketentuan hukum.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman terkait Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, termasuk ancaman sanksi hukum bagi pelanggar.

Dalam penangganan kata dia lagi,Polres Sekadau mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam upaya pencegahan PETI. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami mengutamakan pencegahan dan edukasi agar potensi PETI bisa dicegah sejak dini,” cetusnya (tar/wos

Minggu, Januari 18, 2026

Mandi Bersama Rekannya, Bocah Di Rojok Tersangkut Tali Dan Tenggelam

Foto ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun warga Rojok Dusun Teribang Desa Seberang Kapuas kecamatan Sekadau Hilir, dilaporkan meninggal dunia akibat tersangkut tali Jamban dan tenggelam, Sabtu (17/01/2026) kemarin.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono membenarkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain di sungai, di sekitar jamban milik salah seorang warga.

“Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan,” terang Kasi Humas.

Melihat korban tidak timbul, dua rekan korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi ke atas jamban dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dari hasil keterangan sementara, diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah jamban, sehingga korban kesulitan melepaskan diri dan akhirnya tenggelam. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup AKP Triyono (tar/wos

Rabu, Januari 14, 2026

Waduh !!! Sertifikat Wilayah Dusun Bokak Tak Bisa Digunakan Sebagai Agunan Ke Bank

Foto ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Entah aturan dari mana yang mengatur tentang agunan untuk pinjaman ke bank sehingga sertifikat rumah tidak bisa digunakan sebagai agunan dengan alasan wilayah tersebut ada resapan air. Hal ini dialami oleh Rohman salah seorang warga Dusun Bokak Kecamatan Sekadau hilir Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.

"Saya merasa kecewa setelah mengetahui pinjamannya tidak dicairkan oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) karena agunan sertifikat rumah saya tidak bisa digunakan," keluhnya kepada media ını, Jumat (09/01/2026) lalu.

Pengajuan pinjaman ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sekadau a ajukan sekitar tanggal 15 Desember 2025 tahun lalu, rencananya jika cair pinjaman tersebut ia gunakan untuk membuka usaha, sepertinya biasa ia menyiapkan persyaratan yang biasa diminta oleh pihak Bank. Termasuklah foto copy sertifikat rumah.

"Setelah semua persyaratan yang dibutuhkan di sampaikan ke pihak bank, baru beberapa hari kemudian ia bertanya ke pihak Bank, untuk menanyakan soal pencairan pinjaman yang ia ajukan. Namun jawaban dari pihak Bank sangat mengejutkan bahwa pinjaman tersebut tidak bisa dicairkan karena sertifikat sebagai agunan tidak bisa dicairkan. Karena sertifikat tanah di wilayah Dusun Bokak tidak bisa dijadikan agunan lantaran wilayah tersebut adalah wilayah resapan air.

"Jawaban itulah yang disampaikan oleh pihak Bank kepada saya," kata Rohman.

Dikatakan dia lagi, sementara pihak BPN juga memberikan jawaban yang sama, ia merasa bingung dulu sertifikat itu juga pernah ia gunakan untuk agunan pinjaman ke Bank, bisa cair juga koga sekarang lalu tidak bisa? katanya mempertanyakan.

Ia mengaku kecewa dengan aturan seperti ini. "Saya sudah memiliki sertifikat yang sah dan bayar pajak, tapi tidak bisa digunakan sebagai agunan,"ucapnya dengan raut wajah sedih.

"Ia berharap jika ada aturan baru sebaiknya di sosialisasikan dulu dengan masyarakat,agar kami sebagai warga tau aturannya yang berlaku di negri ini," pintanya.

Warga Desa Bokak berharap agar Pemerintah dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini, supaya mereka dapat memiliki akses pinjaman yang lebih mudah untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, (wos/tar)

Senin, Januari 12, 2026

Perkosa Anak Dibawah Umur, RA Dibawa Ke Hotel Pordeo.

 

Foto ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Polres Sekadau melalui Satreskrim berhasil mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi pada penghujung 2025 dan terungkap di awal 2026. Atas perbuatannya seorang pria berinisial R.A. (28) saat ini telah diamankan dan menjalani proses hukum.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif oleh jajarannya setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

“Begitu laporan diterima, penyidik langsung bergerak melakukan pendalaman, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan alat bukti. Hasilnya, identitas terduga pelaku berhasil kami pastikan,” ujar IPTU Zainal Abidin, Minggu (11/01/2026) melalui release.

 Awalnya peristiwa tersebut terjadi di wilayah Sekadau pada tanggal 30 Desember 2025, korban yang masih di bawah umur sebelumnya diketahui berada di lingkungan keluarga dalam rangka perayaan Natal. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan warga dalam kondisi tubuh dipenuhi lumpur tanah kuning. Diduga korban diperkosa.

Kasat Reskrim IPTU Zainal menjelaskan, laporan resmi masuk ke Polres Sekadau pada 4 Januari 2026. Dari hasil penyelidikan awal, polisi memeriksa sejumlah saksi yang terakhir bersama korban. Pendalaman kembali dilakukan hingga akhirnya mengarah pada satu orang terduga pelaku.

“Pada tanggal 8 Januari tersangka berhasil diamankan. Dihadapi penyidik pelaku mengakui perbuatannya dan ditahan di hotel prodeo. Kami juga telah menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 473 ayat (2) huruf b dan Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, terkait dugaan tindak pidana perkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak.

Saat ini, tersangka telah ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga tengah melengkapi administrasi penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi ahli serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

IPTU Zainal menegaskan, pihaknya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan berorientasi pada perlindungan korban, khususnya anak-anak.

“Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Perlindungan terhadap anak menjadi prioritas, dan setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti secara serius,” pungkasnya  (tar/wos)

Minggu, Januari 11, 2026

Debit Air Surut Di Hulu, Kades Ingatkan

 

Yemi Ibrahim.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Seberang Kapuas Yeni Ibrahim meminta kepada warga Desa Seberang Kapuas untuk tetap waspada, karena saat ini banjir di hulu sudah berangsur-angsur surut, artinya air akan pindah ke hilir, untuk itu bagi warga desa Seberang Kapuas yang tinggal di bantaran sungai supaya berhati-hati. 

"Simpan segala barang-barang berharga serta ternak ke tempat yang lebih aman, agar ketika air datang kita tidak perlu sibuk lagi mengemas barang dalam rumah," katanya kepada media ini, Minggu (11/01/2026) melalui pesan WhatsApp.

Banjir merupakan bencana tahunan yang data hampir setiap tahun, artinya bagi warga yang tinggal di sepanjang sungai Kapuas tentu sudah paham cara mengatasi, kendatipun begitu ia meminta para kepada dusun ketua RT dan RW untuk tetap monitor warganya di wilayah masing-masing. 

"Laporkan jika ada perkembangan kenaikan air, supaya pihak desa bisa berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau serta pihak kecamatan,kepolisian dan TNI," katanya.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, dan kita selalu siap siaga. Bagi keluarga yang memiliki anak-anak Balita kita minta waspada, karena selain bencana banjir wabah penyakit jiga bisa datang,. seperti, Kolera penyakit kulit serta penyakit lainnya.

Mari kita tetap waspada, jangan terlena banjir bisa datang kapan saja, apalagi akhir-akhir ini intensitas hujan cukup tinggi, waspada itu lebih baik (tar).



Pasca Banjir, Forkompincam, Polri,TNI Bersihkan Rumah Ibadah Dan Rumah Warga Di Kecamatan Sekadau Hulu.

 

Pasukan gabungan dari berbagai elemen saat membersihkan sampah di salah satu Gereja yang terdampak banjir, Sabtu (10/01/2026) di Rawak.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, jajaran Polsek Sekadau Hulu bersama petugas gabungan melakukan pembersihan rumah warga dan tempat ibadah, Sabtu (10/1/2026) kemarin.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar permukiman warga serta Gereja Utusan Pantekosta Indonesia (GUPDI) Sekadau Hulu yang sebelumnya terdampak banjir. Pembersihan dipimpin Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam dengan melibatkan personel Polsek Sekadau Hulu, Koramil Sekadau Hulu, Brimob, pemerintah Kecamatan Sekadau Hulu, BPBD, serta Damkar Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca banjir sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Selain pembersihan, petugas juga melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pemerintah desa, patroli di kawasan terdampak, pengaturan lalu lintas di area genangan, serta pengecekan kesehatan warga bersama petugas puskesmas,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan turut disiapkan melalui posko penanganan banjir, termasuk pemeriksaan langsung ke rumah warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca banjir, baik di Sekadau Hulu maupun wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Nanga Taman.

Sementara itu, di Desa Rawak Hilir yang merupakan pusat Kecamatan Sekadau Hulu, dampak banjir masih dirasakan warga. Aktivitas sehari-hari sempat terganggu, meski seiring surutnya air, sejumlah rumah mulai dibersihkan dan akses jalan yang terdampak kini berangsur normal serta sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun ada juga yang bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga,” jelasnya.

AKP Triyono menyebutkan, debit air Sungai Sekadau di Kecamatan Sekadau Hulu saat ini telah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi kiriman air dari wilayah Kecamatan Nanga Taman apabila curah hujan kembali meningkat.

“Personel Polsek Sekadau Hulu bersama BPBD, TNI, dan unsur terkait masih terus memantau perkembangan situasi. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” katanya.

Dalam penanganan pasca banjir tersebut, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit.

Sementara itu, Pendeta Gereja Utusan Pantekosta (GUPDI) Sekadau Hulu, Yohanes Santosa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh aparat TNI-Polri serta pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Forkopimcam Sekadau Hulu, BPBD, Damkar, dan semua pihak atas bantuan dan kepedulian yang sangat berarti bagi kami yang terdampak banjir,” tuturnya (tar/wos)

Sabtu, Januari 10, 2026

Banjir Genangi Tiga Kecamatan Dinkes Siapkan Posko Kesehatan

 

Pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir oleh tim dari dinas kesehatan dan Puskesmas tanggal 9 dan 10 Januari 2026.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Paska Banjir yang melanda tiga kecamatan Rawak, Taman, Mahap, (RTM) beberapa waktu lalu, untuk mengantisipasi penularan penyakit bagi warga terdampar banjir tim media dari Dinas Kesehatan pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP dan KB) kabupaten Sekadau menyiapkan posko khusus.

Berikut laporan dari kepala dinas kesehatan kabupaten Sekadau Henry Alpius melalui pres realaes pada tanggal 9 Januari 2026, untuk Posko Rawak hulu, kecamatan Sekadau hulu.Jumlah kunjungan pasien  61 orang Ibu hamil satu orang, anak-anak sebanyak tiga orang sedangkan Lansia sebanyak 17 orang.

"Ada 10 Penyakit yg terbanyak

1.HT

2. ISPA

3. myalgia 

4. DM

5. Neuralgia

6. Chepalgia 

7. Hiperuremia

8. Dispepsia

9. Hiperkolesterol 

10. Dermatitis.

Untuk kunjungan pasien pelayanan kesehatan di posko Nanga Taman, kejadian banjir Sabtu, 10 Januari 2026  Puskesmas Nanga Taman dengan cara rumah ke rumah.

"Jumlah kunjungan 18 orang,anak satu orang untuk Lansia 17 orang 

Penyakit yg terbanyak,Hipertensi, Myalgia, Dispepsia dan Dermatitis," jelasnya.

Saat ini posko masih tetap ada karena banjir sudah surut masyarakat tentu bisa langsung datang ke Puskesmas (tar)

Jumat, Januari 09, 2026

Bupati Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Polres Sekadau

Bupati dan Kapolres Sekadau berserta bersama unsur Forkopimda saat melakukan panen raya Kwartal IV, Kamis (08/01/2026) di Desa Bokak Sebumbun.
SEKADAU-AFAKTAPAGI.COM.Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama bersama, Bupati Sekadau Aron, SH, dan unsur Forkopimda melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV. Kegiatan panen serentak tersebut dalam rangka mendukung swasembada pangan tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (08/01/2026) kemarin.

Panen raya serentak ini adalah agenda Nasional yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan diikuti jajaran pemerintah daerah serta unsur TNI-Polri sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mengawal ketahanan pangan Nasional.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama dalam sambutanya menyampaikan, bahwa pelaksanaan panen raya ini mencerminkan komitmen dan sinergi Polri bersama pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung program strategis pemerintah, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

“Hingga Desember 2025, Polres Sekadau telah melaksanakan penanaman jagung seluas kurang lebih 402,45 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan. Dari luasan tersebut, 191,6 hektare telah dipanen dengan total hasil mencapai 133,35 ton,” cetus Andhika.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 ton hasil panen telah disalurkan ke Bulog Cabang Sanggau, sementara 93,35 ton lainnya didistribusikan kepada masyarakat Kabupaten Sekadau guna menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV ini, panen dilakukan di tiga titik lokasi, yakni satu hektare di Desa Bokak Sebumbun serta dua titik lainnya di Kecamatan Belitang dengan luasan masing-masing 0,7 hektare dan 0,3 hektare, dengan potensi hasil panen sekitar 2,5 ton.

“Panen lanjutan akan terus dilaksanakan hingga akhir Januari 2026 pada lahan seluas sekitar 18,55 hektare dengan potensi hasil panen kurang lebih 27 ton,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sekadau Aron mengapresiasi sinergi Polres Sekadau, Forkopimda, OPD terkait, serta seluruh pihak yang terlibat aktif dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Sekadau.

“Panen raya ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat. Potensi lahan jagung di wilayah ini cukup besar dan menjanjikan,” kata Aron 

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pascapanen, khususnya dalam proses pengeringan jagung agar memenuhi standar kadar air. Menurutnya, dukungan Bulog sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya bersama pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Kegiatan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Jefray Raja Tugam, Wakapolres Sekadau Kompol Samsul Bakri, perwakilan Kejaksaan Negeri Sekadau, pejabat utama Polres Sekadau, unsur TNI, perwakilan OPD terkait, Bulog, BPS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, serta tamu undangan lainnya (tar/wos)

Iklan dewan

Iklan dewan

Lifestyle

Kuliner

Kesehatan