Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan dewan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, Oktober 28, 2026

Buka Bimtek, Bupati Tekankan Akuntabilitas dan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

 

Bupati Sekadau saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimtek beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron, S.H.membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penganggaran, Penatausahaan, dan Pertanggungjawaban Keuangan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau Tahun 2026, di Aula Hotel Gajahmada Pontianak beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya, Aron menegaskan pentingnya akuntabilitas, kedisiplinan, dan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) menjadi bagian penting dalam mewujudkan integrasi data nasional.

Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan, harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui sistem digital sesuai ketentuan yang berlaku.

“Birokrasi saat ini bergerak cepat menuju era digitalisasi penuh. Kita tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional yang lambat dan rentan terhadap kesalahan manusia. Penerapan SP2D Online yang terintegrasi dengan perbankan dan SIPD RI merupakan langkah strategis untuk memastikan pencairan anggaran lebih cepat, aman, dan tepat sasaran,” ujar Aron.

Selain mendorong digitalisasi, Aron juga menyoroti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam memenuhi persyaratan penyaluran dana agar tidak terjadi penundaan maupun pengurangan alokasi akibat keterlambatan administrasi.

Aron berharap, melalui kegiatan ini, aparatur sipil negara (ASN) mampu meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta bekerja secara profesional demi mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sekadau, Nurhadi, menjelaskan bahwa bimtek berlangsung selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026.

Menurut Nurhadi, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan APBD, meminimalkan kesalahan administrasi, serta mengurangi potensi temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bimtek ini diikuti 160 peserta dari seluruh perangkat daerah, terdiri atas kepala SKPD, pejabat penatausahaan keuangan, bendahara, dan operator SIPD.

Nurhadi berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih sistematis, inovatif, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sekadau (tar/man)


Pemkab Sekadau Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Unsur Forkompinda kabupaten Sekadau berfoto bersama usai upacara peringatan hari sumpah pemuda yang ke 98 di halaman kantor Bupati Sekadau Rabu (28/10/2026) jalan merdeka Timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Sekadau, Kompleks Perkantoran Pemkab Sekadau, Kilometer 9, Jalan Merdeka Timur, Rabu (28/10/2026) kemarin. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Sekadau, Aron, S.H.Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah, serta unsur pelaksana upacara dan anggota Paskibraka Kabupaten Sekadau Tahun 2026.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki semangat cinta tanah air, pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan oleh inspektur upacara, disampaikan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 1928 merupakan tonggak penting dalam menyatukan keberagaman dan memperkuat perjuangan bangsa Indonesia.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kemajuan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga dari kualitas karakter masyarakat, semangat pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.

Generasi muda diharapkan mampu menunjukkan sikap patriotik melalui tindakan nyata, gigih dalam menghadapi tantangan, serta berempati terhadap kesulitan yang dialami masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga persatuan bangsa.

Rangkaian upacara meliputi pengibaran Bendera Merah Putih oleh anggota Paskibraka Kabupaten Sekadau Tahun 2026, pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, serta pembacaan doa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 10.14.19 Tahun 2026 tanggal 14 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui peringatan ini, diharapkan semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Sekadau(tar/man).

Gunawan: Bermain Bola Adalah Tempat Adu Skill

 

Gunawan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah menunggu cukup lama bahkan hampir 2 bulan turnamen sepak bola HUT Pemerintah Daerah tahun 2026 tertunda, akibat buruknya cuaca lantaran kabut Asap.Dimulainya turnamen HUT Pemerintah Daerah yang ke 23 ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Bupati yang diwakili kepala Dinas Disporapar kabupaten Sekadau Gunawan beberapa waktu lalu. di lapangan bola Ej.Lantu Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya kepala Disporapar mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia turnamen yang telah bekerja keras, sehingga turnamen ını bisa kita helat pada hari ını.

Menurut dia, turnamen sepakbola memang sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat pencinta sepak bola. 

Selain menjadikan hiburan gratis, sepakbola juga bisa menjadi perekat sekaligus sebagai ajang bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta. Karena permainan bola sebagai sarana untuk adu skill dan kemampuan bukan adu  otot.

"Turnamen sepak bola sebagai wadah bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan talenta yang dimiliki,"kata Gunawan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak, baik itu para donatur dan pihak-pihak yang terlibat sehingga turnamen ını bisa dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kepada tim yang bertanding ia berpesan untuk selalu menjaga sportivitas, karena dari 69 club yang ikut berpatisipasi hanya 4 club yang akan menjadi juara, artinya banyak sekali yang gugur.

Untuk itu, memang diperlukan sportivitas yang tinggi dari para pemain, untuk mencapai juara memang tidak mudah,tapi kita harus bercita-cita, karena dengan usaha dan doa kita pasti bisa. Karena sudah ada contoh bahwa kabupaten Sekadau mampu menjadi juara pertama pada turnamen bergensi antar kabupaten di provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

"Inı suatu kebanggaan dan yang pertama kita bisa juara," katanya (tar).

Catatan Perjalanan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Ke Kabupaten Landak

 

Staff ahli Bupati bidang hukum saat menghadiri acara ramah tamah usai upacara peringatan HUT kabupaten Landak yang ke 27 beberapa waktu lalu di kantor Bupati Landak.
LANDAK-FAKTAPAGI.COM.Staf Ahli Bupati  Bidang Hukum dan Politik, Hermansyah, mewakili Bupati Sekadau menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Landak.Upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Landak, dr. Carolin, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Landak menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah serta memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan sinergi dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Landak tanggal 12 Oktober 2026.

Dikatakan Hermansyah, setelah menempuh perjalanan melelahkan, kehadiran pejabat Sekadau dalam upacara peringatan HUT Kabupaten Landak tersebut sebagai bagian dari hubungan yang sangat erat antara kabupaten Sekadau dan kabupaten Landak. 

Sesampai disana ia mewakili Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau mengucapkan selamat kepada pemerintah kabupaten Landak atas  peringatan hari jadi yang ke 27 momen ini sekaligus memperkuat hubungan dan komitmen untuk terus mendukung kabupaten Landak dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum peringatan HUT ke-27 ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Landak yang semakin maju dan sejahtera. 

Setelah upacara Staf ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik menghadiri acara ramah tamah dan makan Beranje' yang dilaksanakan di Aula besar dan Hall Kantor Bupati Landak. 

"Acara itu masih dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Landak Tahun 2026," kata Herman.

Menurut dia, Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan semangat persatuan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Landak.

"Melalui peringatan hari jadi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat demi mewujudkan Kabupaten Landak yang semakin maju dan sejahtera," katanya (tar/man).

Kasus DBD Melonjak,Warga Diminta Waspada, Pihak RSUD Sebut Sejak Oktober Kasus Naik 300 Persen

 

dr.Tanjung Tampubolon.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Tanjung Tampubolon menyebutkan bahwa sejak bulan September 2026, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) sudah mulai muncul. Penyakit tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data yang ada kesus DBD naik secara signifikan sejak bulan Oktober menjadi 24 kasus atau mengalami kenaikan sebesar 300 persen.

Jadi saya ingatkan agar masyarakat kabupaten Sekadau waspada terhadap wabah DBD yang mulai meningkat," katanya kepada media ini, Selasa (27/10/2026) usai mengikuti rapat evaluasi PAD bersama wakil Bupati Sekadau.

Ia menjelaskan berdasarkan data pasien DBD ruang anak pada bulan September terdapat 8 kasus, lalu pada bulan Oktober kasus naik menjadi 24 kasus atau naik 300 persen.Meski demikian peningkat kasus tersebut masih bisa di tangani secara maksimal dan belum di kategorikan sebagai kasus luar biasa.

"Meski kasusnya meningkat tajam tapi masih bisa di tangani dengan baik dan belum bisa dikatakan sebagai kasus luar biasa," ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat bisa  mengenali gejala dan segera seperti demam tinggi, jika gejala ini terjadi segera memeriksakan diri ke pasilitas kesehatan terdekat.

Selain DBD masyarakat juga di minta mewaspadai penyakit chikungunya. dengan gejala antara lain mendadak demam tinggi, nyeri sendi yang lama, dan nyeri otot.

"Untuk mencegah agar wabah DBD tidak menyebar, caranya cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, caranya sederhana menutup tempat genangan air, pot bunga dan tidur mengunakan kelambu," pesannya (tar/man).

Evaluasi PAD 2026, Wabup Minta OPD Percepat Optimalisasi, PBB-P2 dan BPHTB

Suasana rapat evaluasi PAD yang dipimpin oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio bersama kepala OPD terkait guna membahas persentase perolehan PAD menjelang akhir tahun anggaran, Selasa (27/10/2026) diruang rapat kantor wakil Bupati Sekadau jalan merdeka Timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio S.H, M.H meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mempercepat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan penerimaan pajak dan retribusi Daerah menjelang akhir tahun anggaran 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencapai target PAD  sekaligus menjaga kondisi keuangan daerah agar tetap aman.Hal itu disampaikan Subandrio dalam Rapat Tim Optimalisasi PAD yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sekadau, Selasa (27/10/ 2026) kemarin.

Subandrio, menegaskan, seluruh OPD haris bergerak cepat dan bersinergi mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan menjelang akhir tahun. 

Perhatian khusus diberikan pada realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang baru mencapai 46 persen serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 13,96 persen.

Selain itu, pemerintah daerah menyoroti kekurangan pembayaran pajak sekitar Rp 22 miliar dari tujuh perusahaan yang perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Optimalisasi penerimaan juga diarahkan pada sektor parkir, usaha modern, rumah sakit, dan berbagai sumber pendapatan lainnya. Pendataan wajib pajak, pengawasan lapangan, serta koordinasi dengan DPRD dan instansi terkait perlu diperkuat untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat tergarap secara maksimal.

Wakil Bupati juga mendorong pemanfaatan Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mempermudah pelayanan pajak termasuk PBB P2 dan perizinan. Subandrio juga mendorong evaluasi kebutuhan tenaga pemungut pajak di tingkat desa dan kecamatan.

Tenaga tersebut bisa di seleksi dari tenaga P3K yang memiliki kemampuan dan kemauan kerja yang baik.

"Namum sistem pembayaran honornya perlu di pertimbangkan agar yang bersangkutan mau menjalankan tugas dengan baik," ingatnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) Kabupaten Sekadau, Nurhadi, menyampaikan bahwa upaya optimalisasi PAD dilakukan melalui pemantauan dan penagihan retribusi, pemanfaatan aset daerah, serta penerimaan jasa giro.

Pemerintah daerah juga merencanakan untuk melakukan lelang 85 unit kendaraan dan dua ekskavator pada November 2026 sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

Di sisi lain, penerimaan denda telah mencapai Rp 322,6 juta atau 102,9 persen dari target Rp 313,2 juta. Pengembalian atas temuan pemeriksaan juga mencapai Rp 278,8 juta atau 105,18 persen dari target Rp 265,1 juta.

Sementara itu, sejumlah OPD masih menghadapi tantangan dalam mencapai target pendapatan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, misalnya, mencatat realisasi retribusi sampah sebesar Rp 248,93 juta dari target Rp 360 juta atau 69,14 persen hingga Oktober 2026. Penerimaan tersebut diperkirakan meningkat setelah pendapatan yang belum dibukukan masuk.

Dinas Perhubungan mencatat realisasi retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp139,35 juta atau 84,44 persen dari target Rp167 juta. Adapun penerimaan jasa kepelabuhanan terkendala tidak beroperasinya kapal feri di Dermaga Sungai Kapuas di wilayah Sungai Asam -Sunyat selama sekitar tiga bulan akibat kemarau.

Pada sektor perdagangan, realisasi retribusi sewa tanah mencapai Rp10,36 juta dari target Rp 20,7 juta, sedangkan retribusi pasar mencapai Rp47,7 juta dari target Rp116,2 juta. Sebaliknya, penerimaan retribusi tenaga kerja asing telah melampaui target, yakni Rp300,34 juta dari target Rp 299,37 juta.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melaporkan realisasi retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau prasarana pendukung yang dilaporkan dalam kategori PPG sebesar Rp1,463 miliar atau 87,5 persen dari target perubahan Rp1,673 miliar. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp209,6 juta.

Untuk mempercepat penerimaan, PTSP telah menyampaikan surat imbauan kepada 10 perusahaan agar memenuhi kewajiban pembayaran retribusi. 

Wakil Bupati meminta rencana aksi tersebut segera dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum agar langkah konkret dapat ditentukan (tar/man).

Selasa, Oktober 27, 2026

Terkait Ideologi Dan Peredaran Narkoba Kesbangpol Dan BNNK Sosialisasikan Pendidikan Dan Bahaya Narkoba Di Sekolah

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi tentang Politik, Ideologi Dan Narkoba di inisiasi oleh Kesbangpol dengan menyasar ke sekolah-sekolah Menengah Atas,. Selasa (27/10/2026) di.SMA Karya Sekadau.
SEKADA-FAKTAPAGI.COM. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sekadau, menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pelajar SMA Karya Sekadau.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang demokrasi, pemilihan umum (Pemilu), wawasan kebangsaan, serta bahaya penyalahgunaan narkotika Selasa (27/10/2026) di SMA Karya Sekadau jalan merdeka Selatan Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Kesbangpol Kabupaten Sekadau Apeng Petrus, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman, Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun, serta Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga P.

Dalam pemaparannya, Apeng Petrus menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Menurut dia,nilai-nilai tersebut meliputi toleransi antar umat beragama,sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, semangat persatuan, musyawarah, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sesuai materi yang disampaikan, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, menghindari perundungan, bekerja sama menjaga kebersihan sekolah, dan menghargai pendapat orang lain.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan peran strategis pemilih pemula dalam menentukan kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Literasi politik dan digital juga menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Pemilih pemula diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan menolak praktik politik uang.

Ditempat yang ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun menjelaskan, bahwa peran pengawasan Pemilu dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Pelajar sebagai bagian dari pemilih pemula dapat berkontribusi dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, mengenali dugaan pelanggaran, dan menyampaikan informasi melalui saluran resmi yang tersedia.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan serta mendorong pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Selain pendidikan politik, pada kegiatan sosialisasi tersebut juga membahas bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Materi disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga.

Dalam pemaparannya, Teddy menguraikan perkembangan modus peredaran narkotika yang memanfaatkan teknologi komunikasi, jasa ekspedisi, dan jalur transportasi. Ia juga menyampaikan sejumlah contoh modus penyelundupan yang menjadi perhatian di wilayah Kalimantan Barat.

Materi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan media sosial dan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Upaya pencegahan, menurut materi yang disampaikan, membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.

Sosialisasi pendidikan politik ini dilaksanakan oleh Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Kesbangpol Kabupaten Sekadau, dengan sasaran pelajar SMA dan sederajat di wilayah Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami prinsip demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam menerima informasi serta berperan aktif menjaga lingkungan dari pengaruh negatif.

Edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor diperlukan agar pemahaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (tar/man).

Wabup : Revisi HGU PT. Agro Andalan Keluarkan 4.150 Hektare Lahan Masyarakat

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH menghadiri sosialisasi perubahan Peta wilayah Hak Guna Usaha (HGU) milik Perseroan Terbatas (PT) Agro Andalan. Sosialisasi HGU bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa peta HGU milik PT Agro Andalan sudah dilakukan revisi sesuai dengan luas lahan tertanam beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya mantan ketua KPU dua periode mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Agro Andalan,karena perusahaan ını sudah melakukan apa yang di minta masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Menurut dia, langkah revisi ını selain memastikan lahan yang tertanam, tetapi bisa meredam komplik dengan masyarakat akibat lahan yang belum diserahkan masuk dalam HGU dan tidak bisa dikelola oleh masyarakat dan ada kekuatan hukum terhadap lahan masyarakat.

"Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat meningkatkan serta dapat mencegah Karhutla," kata Suban sapaan akrabnya.

Ia berpesan kepada para tokoh dan kepala desa yang hadir untuk mengikuti sosialisasi ını dengan baik dan sampai selesai, tujuannya agar nanti ketika sampai ke masyarakat informasinya tidak keliru.

Sementara itu ditempat yang sama Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pagan, Pertanian dan Perikanan kabupaten Sekadau Drs.Sandae M.Si menyebut, revisi HGU bisa di usulkan oleh pihak Perusahaan, Pemerintah atau BPN. 

Dalam hal ini, PT.Agro Andalan lansung melakukan usulan sesuai dengan luas kebun tertanam, sehingga luas HGU yang awalnya 6.993 Hektar kini menjadi hanya 2.834 hektar.

"PT Agro Andalan telah merevisi HGU sesuai dengan luas lahan yang tertanam," katanya.

Ditempat yang Imanuel Tibian 

Pimpinan PT Agro Andalan dalam paparannya menyampaikan, bahwa Perubahan HGU yang di lakukan untuk memenuhi kriteria PnC  RSPO,tentang keterbukaan informasi prinsip 1 tentang "berprilaku secara etis dan transparan"guna menghindari konflik dengan masyarakat.

Menurut dia,setelah dilakukan revisi, HGU PT.Agro Andalan yang semula seluas  6.993 Hektar menjadi 2.834 hektare, dan ıni semuanya merupakan lahan yang tertanam dengan sebaran revisi HGU berada di wilayah Desa Sungai Sambang,Setawar, dan desa Mondi.

Kegiatan sosialisasi di buka oleh wakil bupati Sekadau Subandrio S.H,M.H dan di hadiri kepala Badan Pertanahan Nasional kabupaten Sekadau, Sejumlah perwakilan instansi terkait, Camat se-Kabupaten, Serikat Petani Kelapa Sawit kabupaten Sekadau, kepala Desa Setawar, Kepala desa Sungai Sambang, Kapela desa Tp.Perodah, Kepala desa Ng.Pemubuh, Kepala desa Mondi, Kepala Desa Boti dan desa Nanga Menterap (tar/man).


Warga Pertanyaan Kelanjutan Kasus Perompak Emas Di Sungai Kunyit

 

Herman Hopi Munawar.
SEKADAU-FAKTAPAGIC.COM. Kasus perompakan emas yang dilakukan oleh 3 orang oknum wartawan, satu orang oknum LSM asal Sintang serta 1 oknum TNI dan satu oknum dari Kejaksaan Negeri Sekadau seberat 936, 97 gram di Wilayah Sungai Kunyit pada pada tanggal 20 Juli 2026 lalu,kembali jadi pertanyaan. Pasalnya sampai saat ını kasus tersebut belum masuk pada tahap persidangan bahkan untuk masuk P21 saja masih belum, karena berkas perkara selalu dinyatakan belum lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Kita masih menunggu petunjuk dari kejaksaan seperti apa perlengkapan berkas yang dimaksud," kata Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin kepada melalui telpon selular, Senin (26/10/2026).

Ia mengaku bahwa keempat tersangka memang ada penanguhan penahanan, karena perkara tersebut berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Namum Penyelidikan tetap berlanjut dan kasus ını akan dilanjutkan," sebutnya.

Sementara itu pengamat hukum Herman Hopi Munawar kepada media ını mengatakan, bahwa kadaluarsa masa penahanan memang ada, tapi apakah ke empat tersangka tersebut sudah pernah dilakukan perpanjangan  masa penahanan. 

"Kalau memang belum dilakukan artinya masa penahanan bisa diperpanjang kembali," ucapnya.

Menurut dia, kasus ini sudah menjadi konsumsi publik bahkan sudah viral seluruh negeri, harusnya setiap perkembangan kasus bisa disampaikan kepada publik. Karena publik punya hak tahu sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Atau dengan opsi lain apabila berkas selalu belum lengkap. Mestinya kedua belah pihak yakni penyidik yang ditunjuk dari kepolisian dan penyidik dari kejaksaan duduk satu meja untuk gelar perkara. Gelar perkara dimaksud agar ada titik temu apa saja berkas perkara yang belum lengkap. Setelah gelar perkara antar Kejaksaan dengan kepolisian hasilnya disampaikan ke publik.

"Supaya masyarakat tau apa saja kendalanya," kata Herman.

Jika opsi ini belum pernah dilakukan,maka sangat diragukan kredibilitas penegakan hukum di kabupaten Sekadau, terhadap peristiwa pidana yang menghebohkan publik beberapa bulan lalu. Masyarakat ingin ada keadilan dalam penegakan hukum apalagi kasus perampok tersebut sudah terjadi.

Dikonfirmasi kepada pihak kejaksaan terkait penolakan berkas perkara tersebut kepada Bony Adi Wicaksono SH.MHbkasi Intel Kejaksaan Negeri Sekadau melalui pesan singkat"Untuk menjawab ini sepertinya abang ke kasi pidum selaku pengendali perkaranya bang," tulisnya.

Sementara itu ketika awak media ini berusaha mengkonfirmasi ke Kasi Pidum Kejari Sekadau belum bisa di hubungi (tar/man).


Hari Pertama OPK, 36 Pelanggaran Di Tindak

Razia hari pertama saat OPK bagi pengendara motor dan pengendara roda empat dicek kelengkapan kendaraan oleh petugas kepolisian resort sekadau, Senin (26/10/2026) di jalan merdeka Timur depan Penanjung Island.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Hari pertama digelarnya Operasi Patuh Kapuas (OPK) Satuan Lalulintas (Satlantas).Polres Sekadau berhasil menindak 36 orang pelanggaran lalu lintas. Penindakan pelanggaran tersebut dilakukan pada razia kelengkapan kendaraan bermotor, Senin (26/10/2026) di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Penanjung Island, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan menyampaikan, dari total 36 penindakan tersebut, sebanyak 11 pelanggaran dikenai tilang manual, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld, dan 21 lainnya diberikan teguran.

"Penindakan dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Selain penegakan hukum, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas," ujar Iwan.

Razia yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin Kapusdalopsres Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPTU Sudarsono dan Kaposko Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, bersama personel yang terlibat dalam operasi.

Berdasarkan hasil penindakan, tilang manual diberikan kepada empat kendaraan roda dua, enam kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda enam. Sementara itu, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld seluruhnya dikenakan kepada pengendara kendaraan roda dua.

Adapun 21 teguran diberikan kepada pengendara kendaraan roda dua sebanyak 10 teguran, kendaraan roda empat delapan teguran, dan kendaraan roda enam tiga teguran.

Iwan menjelaskan, personel diarahkan untuk memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. Penindakan dilakukan melalui tilang manual, tilang elektronik, maupun teguran kepada pengendara.

"Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di wilayah hukum Polres Sekadau. Operasi ini mengedepankan fungsi lalu lintas dengan dukungan fungsi operasional kepolisian lainnya melalui penegakan hukum, edukasi, dan pembinaan kepada masyarakat," pungkasnya(tar/man).