Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, September 09, 2026

Kemarau Panjang, Air PDAM Masih Ngalir Bentuk Nyata Hasil Kerja Pemerintah

Ilustrasi AI.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Di dera Kemarau hampir 2 bulan, masyarakat kabupaten Sekadau masih merasa lega, pasalnya air untuk mandi dan mencuci bahkan minum masih sangat tersedia. Bahkan pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sirin Meragun masih tetap berjalan baik. Sehingga warga kota Sekadau dan sekitarnya masih terlayaninya dengan baik.

"Selama dua bulan kemarau melanda, Air PDAM dari Sirin Meragun tidak pernah putus, sehingga kami tidak perlu kwatir soal Air selama kemarau," kata Kusvenso kepala Desa Selalong kepada media ını Rabu (09/09/2026) melalui pesan whatsapp.

Menurut dia, sebagai warga kita patut acung jempol dan merasa bersyukur kepada Bupati pertama kabupaten Sekadau yakni Simon Petrus, karena hasil kerja nyata beliau kita tidak kekurangan air. Simon Petrus yang menggagas dan mengeksekusi pembantu PDAM Sirin Meragun. 

Dalam benaknya beliau berpikir jauh kedepan, bahwa sewaktu-waktu masyarakat pasti membutuhkan air bersih.

"Jika tidak ada PDAM Sirin Meragun, entah bagaimana kita menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan saat ını," katanya.

 Dikatakan dia lagi, inilah bentuk dari hasil kerja Pemerintah, selain infrastruktur dan sarana kesehatan, artinya dampaknya terasa apabila kita membutuhkan, tapi kita lupa apabila kita tidak butuh,contoh nyata adalah air PDAM, kabupaten lain sudah hampir menghadapi krisis air bersih,tapi kabupaten Sekadau masih tersedia air bersih yang layak diminum mencuci dan mandi. 

Bahkan kota Pontianak saja sudah susah air selama kemarau,namun kita masih tenang, inilah yang patut kita kenang dan kita syukuri, bahwa Pemerintah Daerah selalu hadir dalam bentuk nyata, dari hasil pembangunan bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakatnya (tar/man).


Sebagai Upaya Preventif,Tim Mabes TNI Perkuat Edukasi Warga Bandan

 

Tim dari Mabes TNI saat menyambangi warga Dusun Bandan Desa Mondi kecamatan Sekadau Hulu, dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait bahaya Karhutla, Rabu (09/09/2026) 

SEKADAU HULU-FAKTAPAGI.COM. Dalam upaya memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI kembali mengelar kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di Dusun Bandan, Desa Mondi, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Henry Wijaya. Upaya tersebut sebagai bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya serta dampak Karhutla, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas sebagai Peladang.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. 

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Brigjen TNI Henry Wijaya.

Sementara itu, Danramil 1204-16/Sekadau Hulu Peltu Bahrun menegaskan,bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan Karhutla.

“Kami mengharapkan masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan adanya kerja sama dan kepedulian seluruh pihak, potensi Karhutla dapat kita cegah dan tangani sedini mungkin,” kata Peltu Bahrun.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara komunikatif dengan melibatkan masyarakat Dusun Bandan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat terkait bahaya Karhutla semakin meningkat serta terbangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Laut (KH) Khoirul, Letkol Lek Hairudin, Mayor Arh Agus, Danramil 1204-16/Sekadau Hulu Peltu Bahrun beserta anggota, Kepala Desa Mondi beserta staf, serta tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat peladang Dusun Bandan.

Dalam penyampaiannya, Brigjen TNI Henry Wijaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla sumber Pendim 1204/Sanggau,/redaksi).

Dalam Hitungan Menit,500 Paket Sembako Operasi Pasar Ludes.

Paket Sembako pada Operasi Pasar di Kabupaten Sekadau dalam rangka menurunkan angka Inflasi,di serbu ibu-ibu. Rabu (09/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan,Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) melaksanakan program Operasi Pasar Pengendalian Inflasi dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau,Rabu (09/09/2026) di pasar Lawang Kuari komplek pasar baru Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan,baru saja dibuka dengan  mengunakan kupon,dalam hitungan menit 500 paket Sengko ludes terjual.

Ketika awak media ını mengkonfirmasi kepada panitia, kenapa barang tidak ada lagi. "habis bang, kami menjual barang mengunakan kupon, yang tidak dapat kupon tidak dapat Sembako,"ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita, sebelumnya mengatakan,bahwa tujuan dari Operasi Pasar adalah untuk pengendalian inflasi daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau.

"Artinya program ini adalah kerjasama antara Pemprov Kalbar dan Pemda Sekadau,sekaligus dalam rangka kunjungan ketua TP PKK Provinsi ke kabupaten Sekadau,"katanya.

Ia menyebutkan, saat ını pihaknya hanya menyediakan 500 Paket, terdiri dari Gula Pasir, Minyak Goreng dan Beras.

"Satu paket kita bandrol dengan harga Rp 90.000 ribu rupiah dan pembelian mengunakan kupon," katanya.

Salah satu tujuan kegiatan ini kata dia lagi,adalah untuk membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan pokok di Kabupaten Sekadau (tar/man).

Titik Hotspot Sudah Menurun, BPBD Tetap Lakukan Upaya Preventif

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Dwi Harsono mengatakan, pertanggal 8 September 2026, titik Hotspot hanya ada 4 titik, 3 titik di kecamatan Nanga Mahap dan 1 titik di kecamatan Nanga Taman. Situasi ini sangat terkendali, artinya kebakaran memang terjadi pada Peladang yang di awasi dan dijaga ketat, sehingga kebakaran tidak meluas.

"Situasi Karhutla terkendali dalam artian, hanya terjadi pada peladang yang diawasi dan dijaga ketat sehingga tidak meluas," katanya melalui pesan WhatsApp Rabu (09/09/2026).

Menurut dia, titik panas dari tanggal 4 sampai tanggal 7 September 2026 menurun dengan rincian tanggal 7 ada 10 titik dan tanggal 8 September kemarin hanya 4 titik.

"Itupun berada di kecamatan tertentu,Nanga Taman dan Nanga Mahap, kemungkinan ada warga yang belum bakar Ladang.

Kendati titik Hotspot turun lanjut dia, pihaknya tetap melakukan sosialisasi agar pembakaran Ladang dapat dilakukan pada saat situasi memungkinkan atau sudah sedikit normal.

Saat ını kita tetap melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa serta pihak perusahaan, TNI -Polri terkait kondisi dilapangan.Apabila ada titik kebakaran lahan atau lahan kita langsung keroyokan, agar sumber Api tidak menyebar. Sebagai upaya tindakan preventif.

"Inilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ını, berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir titik Api," kata Bayu.

Pantauan awak media ini di lapangan, menunjukkan, bahwa Asap sudah berkurang, jarak pandang sudah mulai membaik, yang semula hanya sekitar 100 meter. Kini sudah mulai berangsur-angsur normal(tar/man)


Selain Patroli, Tim Dari Koramil Nanga Mahap Berhasil Padamkan Api Di Desa Tembaga

 

Tim sat memadamkan Api di Desa Tembaga kecamatan Nanga Mahap Selasa (09/09/2026) kemarin.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Koramil 1204-18/Nanga Mahap bersama personel BKO TNI, Polsek Nanga Mahap dan masyarakat secara terus menerus melakukan patroli di wilayah rawan serta menangani titik panas di Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Selasa (08/09/2026) kemarin.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, menunjukkan ada 2 titik Hotspot di wilayah Desa Tembaga dengan luas lahan terdampak sekitar 1,3 hektare. Kedua titik Api tersebut telah berhasil di padamkan dan dinyatakan padam. Sementara itu, firespot aktif dilaporkan nihil.

Kegiatan penanganan melibatkan 2 personel Koramil 1204-18/Nanga Mahap, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, serta 2 anggota Polsek Nanga Mahap. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat segera ditangani dan tidak kembali meluas.

Plh. Danramil 1204-18/Nanga Mahap, Serma Ardi, mengatakan, bahwa patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Nanga Mahap.

“Dua titik hotspot yang berada di Desa Tembaga telah berhasil ditangani dan dipadamkan. Kami bersama personel BKO, Polsek Nanga Mahap serta masyarakat akan terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla, sehingga apabila ditemukan titik api dapat segera ditindaklanjuti dan tidak sampai meluas,” ungkapnya.

Selain pemadaman Api, personel juga melaksanakan patroli pencegahan di wilayah Desa Tembaga yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran maupun pembakaran lahan. 

Patroli melibatkan 2 personel Koramil, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, 2 anggota Polsek Nanga Mahap dan 2 masyarakat Desa Tembaga.

Ardi mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. 

"Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah Karhutla sejak dini,” tegasnya.

Kegiatan patroli dan pemadaman berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi wilayah Kecamatan Nanga Mahap terpantau aman dan terkendali (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).

Kendalikan Inflasi, Hari InI Pemkab Sekadau Akan Gelar OP,

Banner OP di inisiasi oleh Disperindagesdm dan TP PKK.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja hari ini akan melaksanakan Oprasi Pasar (PP) dalam rangka pengendalian inflasi. Kegiatan ini selain OP juga mendukung kegiatan PKK Provinsi Kalimantan Barat dan PKK  kabupaten Sekadau, Rabu (09/09/2026) pasar Lawang Kuari komplek pasar baru Sekadau jalan Panglima Naga Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Pada kegiatan Operasi Pasar tersebut, produk yang dijual adalah, beras Premium sebanyak 500 pack, kemudian gula pasir sebanyak 500 pack dan Minyak Goreng sebanyak 500 liter. 

"Tiga jenis barang ını dibandrol dengan harga Rp. 90.000, ribu rupiah," kata Kadis Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita, Selasa (08/09/2026) kemarin melalui WhatsApp Grup.

Menurut dia, dengan adanya Oprasi Pasar ini masyarakat kabupaten Sekadau sedikit bisa terbantu, selain itu kegiatan ını juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

"Mudah-mudahan masyarakat bisa sedikit terbantu dengan adanya Oprasi Pasar ini," tutupnya (tar/man).


Selasa, September 08, 2026

Camat Sekadau Hulu Apresiasi Upaya PT.Agro Andalan Mencegah Karhutla

Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim dari Mabes TNI di PT.Agro Andalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Forum komunikasi Pemerintah kecamatan (Forkompincam) kecamatan Sekadau hulu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT.Agro Andalan untuk mengatasi permasalahan Karhutla di wilayah kerja perusahaan,selain itu pihak perusahaan juga memberikan kontribusi nyata, terhadap pencegahan Karhutla. Konsentrasi untuk mengatasi Karhutla dinilai sangat membantu Pemerintah Daerah.

"Upaya yang dilakukan oleh PT Agro Andalan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi Karhutla," kata Plt Camat Sekadau Hulu Francisco Uwardianus melalui pesan singkat Selasa (08/09/2026).

Selain itu ia juga mengapresiasi kepada pihak TNI dan Polri yang selalu mendampingi dan membaur bersama mengedukasi masyarakat terkait resiko bahaya pembakaran hutan dan lahan tanpa kontrol.

Kami pemerintah kecamatan Sekadau Hulu mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensosialisasikan dan membantu pemadaman api yang beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran di beberapa wilayah di kecamatan sekadau hulu.

Apresiasi ini ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan sosialisasi Karhutla bersama Tim dari Mabes TNI dan sejumlah kepala desa di kantor PT. Agro Andalan tanggal 7 September 2026 lalu.

"Terimakasih kami sampaikan kepada tim Mabes TNI dan PT.Agro Andalan, dan para kepala desa yang telah berkonstribusi nyata mencegah terjadi nya Karhutla di wilayah kecamatan Sekadau hul," pungkasnya (tar/man).

Musim Kemarau, Arus Trasnportasi Warga Seberang Kapuas Terganggu

 

Kondisi Dermaga penyeberangan sungai Kapuas di stegher yang pondasi dermaga sudah amblas mengikuti kontur tanah, sehingga agak memcurut ke bawah foto diambil Selasa (08/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Seberang Kapuas Yemi Ibrahim mengeluhkan, bahwa kemarau yang berkepanjangan menyebabkan arus trasnportasi warga dari Madya dan Seberang Kapuas menuju kota Sekadau sedikit mengalami kendala. Karena dermaga tempat persinggahan sudah kandas di tanah, jadi posisi tidak rata memcurut ke bawah mengikuti pola sungai dalam kondisi mereng, kondisi ını menyebabkan warga agak kesulitan membawa barang belanjaan.

"Kondisi ını sangat menyulitkan warga, saat mengangkut barang bawaan dan sepeda motor," katanya kepada media ini, Senin (08/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia,kondisi tentu akibat alam, namun kendati begitu arus angkutan barang dan orang masih relatif lancar,hanya saja masalahnya mungkin harga-harga kebutuhan pokok kemungkinan ada kenaikan sedikit di wilayah pedalaman seberang Kapuas, terutama wilayah transmigrasi.

Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ını musim kemarau berakhir, sehingga transportasi tidak terganggu lagi.

Bukan hanya trasnportasi yang terganggu,masyarakat sudah mulai mengeluhkan kesulitan air bersih,karena selama ını masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor untuk mandi dan mencuci.

Mungkin karena kemarau sudah terlalu lama,maka keadaan air sumur mungkin sudah mulai mengering.

"Jadi perlu ada rencana antisipasi yang bisa mengatasi darurat air bersih, apabila kemarau ını berkepanjangan," ucapnya (tar/man).


Meskipun Titik Hotspot Berkurang, Kesiagaan Damkar Tetap 24 Jam

Eko Sulistyo dan Frans Undun.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau mulai menunjukkan penurunan bahkan titik Hotspot beberapa hari kemarin pernah nihil. Meskipun demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau tetap menyiagakan personel selama 24 jam hingga musim kemarau berakhir.

"Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, jumlah titik panas atau hotspot yang sebelumnya terpantau mulai berkurang," kata Eko Sulistyo kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kabupaten Sekadau belum lama ını.

Bahkan kata dia,saat ini hampir tidak ditemukan titik panas yang dinilai membahayakan. Akan tetapi,kondisi ını tidak membuat petugas lengah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

Dikatakan dia lagi, bahwa kesiapsiagaan petugas tetap dilakukan selama 24 jam. Begitu kita mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kejadian kebakaran hutan dan lahan,mau tidak mau kita harus selalu siap untuk turun ke lapangan.

Risiko tersebut juga bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang mulai melakukan kegiatan berkebun dan berladang.

Karena itu, masyarakat, khususnya petani dan peladang, diimbau untuk sementara menghindari pembakaran dalam proses pembukaan lahan.

"Harapan kita udara di Kabupaten Sekadau ini bisa menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan efek penyakit ISPA bagi masyarakat," katanya.

Dalam penanganan karhutla, Damkar Sekadau tidak bekerja sendiri. Petugas berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, hingga perusahaan.

Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan hotspot sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Meski demikian, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terjadi di Tiga Kecamatan Belitang.

Karena akses menuju wilayah tersebut menjadi tantangan karena petugas harus menyeberangi sungai. Pendangkalan sungai juga membuat mobilisasi kendaraan dan peralatan pemadam menuju lokasi kebakaran menjadi lebih sulit.

Selain persoalan akses, ketersediaan sumber air turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas akan mengerahkan kendaraan pemadam apabila lokasi kebakaran masih dapat dijangkau. Tim juga mencari sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Damkar Sekadau memiliki sekitar 21 personel yang dibagi dalam tiga sif.

Setiap sif terdiri atas tujuh petugas. Mereka tetap disiagakan untuk menangani berbagai kejadian kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun karhutla.

Damkar Sekadau juga menyiapkan dua unit kendaraan operasional, yakni L300 dan Strada. Kedua kendaraan tersebut dilengkapi dengan peralatan penyedot air untuk mendukung proses pemadaman.

Meskipun kondisi kabut asap mulai berkurang dan Karhutla semakin terkendali, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

"Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan kualitas udara di Kabupaten Sekadau tidak memburuk selama sisa musim kemarau," katanya (tar/man).


Subandrio: Jika Ingin Maju Sekolah Setinggi-tingginya

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH.MH kembali menyarankan agar anak-anak di kabupaten Sekadau dari yang masih duduk di bangkunya SD,SMP,SLTA bahkan yang sedang Kuliah,sebaiknya jangan pernah berhenti ditengah jalan, karena hanya dengan pendidikan yang baik kabupaten kita bisa maju dan berdaya saing. "Karena belajar adalah kunci kesuksesan,jika ingin memajukan Daerah dan diri sendiri," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tidak ada rumusnya, kalau kita tidak belajar mengikuti pendidikan yang baik bisa maju, contoh orang luar Negri mereka nisa pergi ke bulan, itu karena belajar. Perkembangan teknologi saat memaksa kita harus mengikuti,jika tidak mampu mengikuti artinya kita sudah jauh ketinggalan.

"Jika sudah ketinggalan,maka kemiskinan lah yang akan menghimpit kehidupan kita," katanya.

Di zaman serba modern ini,selain berilmu,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif, karena jika sekolah tinggi punya ilmu tapi tidak kreatif, semua itu tidak ada gunanya. 

Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau untuk bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT. 

Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.

"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"katanya.

Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. Misalnya yang putus SD, SMP dan SLTA, semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.

"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," katanya.

Tidak dapat dipungkiri lanjut dia,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang,angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya angkatan 50 dan angkatan 60.

"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.

Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.

"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (tar/man).