Gunakan Anggaran Secara Perioritas, Bupati Sebut TKD TA 2027 Kembali Menurun
![]() |
| Aron,SH. |
"Hal ını akan berdampak pada pembagian angaran masing-masing SKPD, kita akan gunakan skala prioritas dengan basis setiap anggaran memiliki daya ungkit terhadap kepentingan masyarakat," katanya belum lama ını.
Menurut dia, Money follows program merupakan pilar utama reformasi penganggaran.Prinsip ini akan mengubah paradigma lama yang berbasis tugas dan fungsi organisasi secara merata (money follows function).
Sehingga alokasi anggaran APBD tidak lagi dibagi secara merata berdasarkan pertimbangan pemerataan antar perangkat Daerah atau sekedar mengacu pada alokasi tahun sebelumnya, tetapi penganggaran difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Setiap perangkat daerah harus memastikan bahwa belanja yang direncanakan memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja, keluaran, serta hasil pembangunan," pintanya.
Dengan kondisi fiskal yang terbatas, belanja Daerah mestinya diarahkan pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pembangunan di Daerah.
Indikator makroekonomi daerah yang telah disepakati bersama sebagaimana tertuang dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2027 tidak boleh berhenti sebagai angka dalam dokumen perencanaan dan penganggaran.
"Seluruh target harus diterjemahkan menjadi perubahan yang dapat dirasakan masyarakat,"tegasnya.
Secara keseluruhan, pendapatan daerah Kabupaten Sekadau dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 diperkirakan berjumlah Rp819,99 miliar, menurun sebesar Rp19,90 miliar atau 2,43% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp839,14 miliar, yang terdiri atas:
Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73% dari total pendapatan daerah.
Untuk pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp696,32 miliar atau 84,92% dari total pendapatan daerah, menurun sebesar Rp24,06 miliar atau 3,46% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp720,38 miliar.
Pendapatan transfer tersebut terdiri atas transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp656,25 miliar atau 80,03% dari total pendapatan daerah dan transfer antar daerah sebesar Rp43,36 miliar atau 4,89% dari total pendapatan daerah.
Sedangkan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp11,07 miliar atau 1,35% dari total pendapatan daerah, alokasi anggaran belanja Daerah Kabupaten Sekadau dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2027 adalah sebesar Rp814,63 miliar, menurun sebesar Rp24,51 miliar atau 2,92% dibandingkan Tahun Anggaran 2026, yaitu sebesar Rp839,14 miliar.
Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional Tahun 2027 sesuai kewenangan daerah, mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan daerah, serta mendanai pelaksanaan unsur pendukung, unsur penunjang, unsur pengawas, unsur kewilayahan, unsur pemerintahan umum, dan unsur khusus.
Penerimaan pembiayaan daerah pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dianggarkan sebesar Rp131,66 juta yang bersumber dari sisa Lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2025. Untuk penerimaan pembiayaan dari Silpa Tahun Anggaran 2025 digunakan untuk pengalokasian kembali sisa Dana Bagi Hasil Perkebunan Kelapa Sawit.
"Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dianggarkan sebesar Rp5,5 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal Pemerintah Daerah pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat," jelasnya (tar/man).









