Hadiri Peresmian Gereja Bokak, Aron Ingatkan Gereja Dibangun Untuk di Isi Setiap Minggu
Dalam sambutanya putra asal Nyonak kecamatan Nanga Mahap ını meminta bahwa sejatinya Gereja adalah tempat ibu berbuat kasih kepada Tuhan dan sesama, oleh karenanya perbuatan kasih itu di wujudkan dalam bentuk doa kepada Tuhan, karena itu setiap umat mesti berkumpul dan berdoa di Gereja ını sebagai bentuk kasih kepada Tuhan.
Sedangkan bentuk kasih kepada sesama adalah, didalam gedung Gereja ini para umat berkumpul jika ada sesuatu yang bicarakan terkait masalah pada umat Tuhan, minta sama Tuhan dalam doa solusi yang baik bagi kendala yang dihadapi oleh distasi ını.
"Wujudkan bentuk kasih kepada Tuhan dan sesama dalam gedung Gereja ini, agar fungsinya benar-benar baik bagi kemajuan bersama," katanya.
![]() |
| Penyerahan kunci Gereja oleh Uskup kepada Pemimpin umat Stasi Bokak. |
Dikatakan dia lagi, gereja ını diletakan batu pertama tahun 2022, tahun pertama dirinya menjabat Bupati pada periode pertama, tahun itu ada usulan umat Stasi Bokak untuk minta bantuan bangun Gereja. Namun, usulan tersebut kita tampung dulu sambil menunggu rekomendasi dari paroki Santo Petrus Monumental.
Kenapa kita menunggu rekomendasi dari paroki, karena Stasi Bokak ini tepat berada di pusat paroki Santo Petrus monumental. Maka dari itu rekomendasi dari paroki memang perlu sebagai bahan untuk kita menyalurkan bantuan.
Setelah ada ada surat rekomendasi maka Pemerintah Daerah langsung memberikan bantuan sebesar Rp 425 juta secara bertahap. Dengan beberapa alasan yakni sebagai Pusat Paroki Stasi Bokak hendaknya memiliki Gereja yang representatif di jalur sutra.
"Inilah alasan yang di sampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Stasi Bokak kepada Pemerintah Daerah," pungkasnya.
Sementara itu dalam homilinya pastor Martinus, CP yang mewakili uskup Sanggau Mgr, Valentinus Saeng,CP mengatakan, bahwa Gereja sebagai tempat berkumpulnya para umat dan organisasi keagamaan seperti Wanita Katolik, Pemuda Katolik dan sebagai tempat untuk kaum muda latihan kor dan kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan sesama.
"Tumbuhkan kasih dalam Gereja agar tetap memancarkan sinar, karena tujuan dibangunnya Gereja agar bisa membantu sesama sebagai bentuk kasih dari Tuhan,"pesannya.
Untuk itu ia meminta agar kaum muda dari Stasi Bokak bisa lebih aktif dan menghidupi Gereja sebagai umat Tuhan. Jadikan Gereja ını untuk hadiah kita kepada kepada Tuhan, karena jika berasal dari Tuhan pasti ada kasih didalamnya,karena sejatinya Tuhan itu kasih.
Peliharalah dengan baik gedung Gereja ini,dan pergunakan rumah Tuhan untuk berbuat baik sebagai lambang cinta kasih.
"Terimakasih kepada para donatur dan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang telah banyak membantu terbangunnya rumah Tuhan ini,"pungkasnya.
Sementara Muktar ketua panitia pembangunan Gereja Stasi Bokak dalam paparannya mengatakan,bahwa Gereja ını dibangun dengan dana kurang lebih Rp 572 juta rupiah,dana ini hasil sumbangan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang terbesar yakni Rp.425 kita rupiah.
Ia menceritakan bahwa, terbentuknya kepanitian pembangunan Gereja sekitar tahun 2015,.dan baru bisa di letakkan batu pertama tahun 2022 oleh Bupati terpilih Aron,SH.
Kenapa gereja ını dibangun tentu ada alasannya, pertama kapasitas Gereja lama sudah tidak memungkinkan lagi baik dari usia maupun kondisi bangunan, karena gedung Gereja lama diresmikan oleh Uskup Mancucini sekitar tahun 1996. "Jadi wajar kalau sekarang sudah bangun baru yang lebih representatif," ujarnya.
Lagi pula lanjut dia, kapasitas umat sudah tidak memungkinkan lagi menempati gedung lama, saat ını jumlah umat Katolik Stasi Bokak kurang lebih 400 orang dengan 130 kepala keluarga.
"Sehingga bangunan lama memang tidak bisa menampung umat jika beribadah Minggu,"katanya.
Mewakili seluruh umat Stasi Bokak dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau atas bantuan serta seluruh para donatur yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
"Hanya Tuhan lah yang akan membalas semua kebaikan dan campur tangan semua pihak dalam proses pembangunan Gereja ını,"cetusnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, Asisten Drs Sandae,anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat Hasan, Bernadus Mokhtar anggota DPRD kabupaten Sekadau, Valentinus,Yodi Setiawan, kepala SKPD Radius, Apeng Petrus, Emanuel, Gunawan, Handayani, kepala bidang Hartono, Gabriel, Perwakilan dari MPE Djosapat, serta perwakilan dari MJP Tardini serta para undangan lainnya (tar/man).










