Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, Juli 22, 2026

HOTMA Dukung Peryataan Hotman Paris Hutapea

 

Masa yang tergabung dalam HOTMA melakukan orasi di depan kantor Kejaksaan untuk mendukung upaya Hotman Paris Hutapea.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Massa yang tergabung dalam Himpunan Organisasi Transparansi dan Mencegah Aksi Korupsi (Hotma) menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jl. Jendral AH Nasution Medan, Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Selasa (21/07/2026) di Medan.

Dalam tuntutannya, massa Hotma mendukung pernyataan, Hotman Paris Hutapea sebagai Tim Kuasa Hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah yang belakangan viral di media sosial (Medsos). 

"Bahwa pernyataan Hotman Paris Hutapea ada benarnya yang menyebut tersangka FA sebagai kebanggaan Presiden. Karena pada saat beliau menjabat Jampidsus dan Satgas PKH, berhasil mengungkap kasus korupsi kurang lebih senilai Rp 430 triliun,"ungkap Kordinator Aksi, Famati Gulo, SH, MH pada wartawan, Selasa (21/07/2026) kemarin.

Lebih jauh dikatakan, meskipun kini, FA  telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus Korupsi dan TPPU dan telah disita barang bukti emas dan uang tunai di dalam brankas, sekali lagi, Hotma mendukung pernyataan tim Pengacara, Hotman Paris Hutapea yang mengatakan agar FA diberikan penghargaan dan keistimewaan terhadap penanganan perkara FA, karena FA merupakan kebanggaan bapak presiden.

Diakhir pernyataannya, Famati berharap Kejaksaan Agung dapat mempertimbangkan berbagai saran dan masukan yang disampaikan Hotman Paris dalam membela kliennya, sebagaimana yang telah menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.

Pantauan wartawan, massa aksi yang diterima Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum),  Rizaldi, S.H., M.H. dan perwakilan Kejatisu, Maria Magdalena Sembiring. Usai berorasi masa juga memberikan selebaran pernyataan sikap/dukungan agar nantinya disampaikan ke Kajatisu (tim).

Pererat Silaturahmi, Humas Polsek Entikong Ajak Awak Media Ngopi Bareng

Suasana ngopi santai antara awak media dan Humas Polsek Entikong dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan bertukar informasi, Selasa (21/07/2026) malam di warkop Naco tugu Balai Karangan Kecamatan Selatan.
SANGGAU-FAKTAPAGI.Com.Hubangan Masyarakat (Humas)Polsek Entikong Polres Sanggau AIPDA Ali Akbar melakukan silahturahmi dengan para awak media dengan cara ngopi bareng, Selasa malam  (21/7/2026) di Warkop Naco Tugu Balai Karangan Kecamatan Sekayam.

Ketua Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (FW-LSM) Poros  Utara Saepul mengatakan, bahwa ngopi bersama ını sebagai saran silaturahmi untuk mempererat komunikasi antar para awak media dengan jajaran kepolisian sektor Entikong.

Suasana santai menyelimuti suasana ngopi sambil ngobrol santai membahas berbagai hal yang  menyangkut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Entikong."ujar Saepul kepada faktapagi.com.

Lebih lanjut Saepul mengatakan,bahwa silahturahmi tersebut juga menjadi kesempatan bagi insan pers berdialog langsung menyampaikan berbagai informasi dan dinamika yang berkembang ditengah masyarakat. 

"Komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan media dinilai penting dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif," katanya.

Saepul, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kanit Humas Polsek Entikong, yang telah mengajak rekan-rekan media untuk duduk bersama dalam suasana santai.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanit Humas Polsek Entikong," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan seperti ini sangat positif demi mempererat tali silaturahmi, sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan insan pers.

Ia menambahkan,.bahwa kemitraan antara kepolisian dan media perlu terus dibangun. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara pihak  kepolisian juga membutuhkan dukungan media dalam memberikan edukasi serta informasi terkait Kamtibmas.

Sementara itu Tino awak media dari faktapagi.com, mengatakan dirinya banyak mengucapkan berterima kasih kepada Humas Polsek Entikong yang telah Sudi meluangkan waktu bersama kami awak media.

"Jarang-jarang Humas mau mengajak ngopi bareng seperti ini," ujarnya.

Kami berharap  semoga ke depan silaturahmi dan komunikasi seperti ini bisa terus dilakukan.

Sementara itu Kanit Humas Polsek Entikong AIPDA Ali Akbar berharap komunikasi dan sinergi antara Polsek Entikong dengan insan pers diwilayah Poros Utara dapat terus terjalin dengan baik.

Kegiatan ngopi bareng berjalan dengan baik,penuh canda tawa (tino).


Buka Acara Gawai, Wagub Minta Bukan Ajang Untuk Mabuk-Mabukan

 

Pemukulan Gong Oleh Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Sekadau sebagai tanda dibukanya acara Pekan Gawai Dayak yang ke XV kabupaten Sekadau tahun 2026, Selasa (21/07/2026) di Betang Youth Center.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Wakil Gubernur (Wagub)Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan bersama Bupati Sekadau Aron, SH membuka secara resmi kegiatan Gawai Dayak yang ke XV tahun 2026 kabupaten Sekadau. Kegiatan Gawai kali ini mengambil tema “Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai jati diri dalam membangun Sekadau yang berbudaya dan berkelanjutan, Selasa (21/07/2026) di Betang Youth Center jalan Panglima Naga komplek pasar baru desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutannya Wagub mengucapkan terimakasih kepada para sponsor yang sudah membantu meringankan beban anggaran bagi panitia untuk pelaksanaan gawai Dayak ke XV kabupaten Sekadau.

"Atas nama pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saya mengucapkan selamat melaksanakan pekan Gawai Dayak ke 15 kabupaten Sekadau,"ucapnya.

Dikatakan dia,bahwa jika bukan karena keinginan kuat para panitia barang kali kegiatan Gawai mungkin tidak terlaksana karena efesiensi besar-besaran oleh Pemerintah Pusat. Namun, berkat andil semua pihak termasuk para investor yang juga membantu meringankan beban panitia.

"Terimakasih kepada para investor di kabupaten Sekadau," ujarnya.

Ia yakin dengan memberikan sumbangan perusahaan aman dan tidak sakit. 

"Coba dari dulu prilaku investor seperti itu, tidak keluar Kalimat saya untuk menunjuk mata orang-orang, semoga yang seperti ını di pertahankan,"imbuhnya.

Menurut dia,pada momentum Gawai bukan hanya sekedar acara seremonial belaka, tapi lebih kepada pelestarian budaya ditengah zaman modern seperti ını. 

"Saya yakin dan percaya suku apapun yang tidak melestarikan adat budayanya pada saat sekarang lama kelamaan akan punah dengan sendirinya,"katanya.

Karena lanjut dia,budaya menjadi sangat penting, ia meminta agar suku Dayak di Kalbar untuk secara kontinyu mengadakan event budaya setiap tahunnya,disamping sebagai wujud pelestarian budaya, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh orang Dayak pertama berdaulat dibidang politik, Dayak memiliki SDM Dayak yang mumpuni, siap memimpin di daerahnya, hal ini kita teruskan lewat Gawai yang kita lakukan, kedua berkepribadian secara budaya serta berdaulat dibidang ekonomi namun belum kuat, kedepannya investor dan pengusaha lahir dari Dayak dan pemimpin Dayak yang memiliki finansial yang menyokong dana untuk PGD.

"Saya ingin investasi di Kalbar memiliki dampak langsung terhadap masyarakat,"pintanya

Serta kata dia lagi, semua persoalan sosial yang selama ini masih dirasakan sebagian masyarakat, harus kita tuntaskan. Pemerintah akan terus memberikan perlindungan terhadap pelaku investasi dengan catatan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Beberapa konflik antara masyarakat dan pengusaha yang selama ını terjadi di Kalimantan Barat sebisa mungkin akan kita minimalisir. Pajak air permukaan, berpotensi capai 1,7 triliun.

Bahkan lanjut dia, investasi di Kalbar ada 1000 lebih, baik investasi bidang perkebunan dan tambang,semua itu ada pada peraturan perundang-undangan agar wajib bayar pajak.

Saat ını ada sekitar Rp. 26 miliar dana pajak yang  masuk ke kas Daerah pemerintah provinsi Kalbar, maka dari itu ia meminta agar semua kendaraan milik perusahaan agar dimutasi ke nomor polisi Kalbar .dengan plat KB, hal ini mengingat kerugian kita merusak jalan,menguras BBM, yang diperuntukan untuk Kalbar namun bayar pajaknya malah untuk Daerah lain,. karena setelah dilakukan efesiensi oleh Pemerintah Pusat, hingga 2 tahun terakhir sudah 1 triliun APBD provinsi Kalbar di potong Pemerintah Pusat.

Untuk itu ia meminta agar setiap perusahaan yang memiliki kendaraan motor maupun kendaraan roda empat roda enam dan kendaraan lainnya harus mengunakan Plat KB, yang ikut lelang juga utamakan plat KB, SPBU dahulukan plat KB, ditempat lain juga melakukan itu maka di Kalbar kami terapkan seperti itu.

Jangan hanya mencintai Sawit namun tidak mencintai lahannya, begitu juga tambang tanah milik Kalbar, tukar dengan kepedulian sosial. Beberapa hari lalu PLN hidup mati hidup mati semua itu akibat bocor Boiler, akibat krisis energi, pemerintah provinsi Kalbar ingin menyuplai Energi untuk Kalbar.

Kedepannya pemerintah provinsi Kalbar ingin konversi Batu Bara dengan Cangkang Sawit, pabrik Sawit berdampak nyata untuk pemenuhan energi yang berdampak di Kalimantan Barat. Sebanyak 140 PKS di Kalbar bisa penuhi energi listrik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat

"Ia berharap kepada perusahaan agar jangan lagi menjual cangkang Sawit keluar  Kalbar,himbauan ini kita lakukan untuk meringankan beban kita untuk membangun Kalimantan Barat ini.

"Karena banyak perusahaan menggunakan kalimat ayu tingting alamat palsu," ujarnya.

Ia berpesan kepada masyarakat Dayak kabupaten Sekadau,agar ketika Gawai jangan minum-minum terlalu berlebihan. Bahkan, jangan minum malah dilombakan sampai mabuk, karena sejatinya minum hanya ritual suku Dayak. 

"Karena Gawai adalah sesuatu yang sakral bagi suku Dayak,bukan ajang untuk mabu-mabukan," pesannya.

Ditempat yang sama Bupati Sekadau Aron,SH dalam sambutanya mengatakan, bahwa Gawai Dayak adalah rangkaian penutupan seluruh gawai Dayak di kabupaten Sekadau selesai dan ditutup dengan Gawai Dayak Kabupaten.

Akibat efesiensi kata dia lagi,tahun ini hampir tidak melaksanakan Gawai Dayak, namun berkat keuletan jajaran Panitia dan DAD yang cekatan mencari bantuan dana dari para donatur yang begitu antusias untuk menyukseskan Gawai, akhirnya membuahkan hasil sehingga hari ını kita bisa melakukan pembukaan Gawai yang ke XV.

Menurut dia, Gawai merupakan acara untuk melestarikan adat budaya Dayak kabupaten Sekadau. Seperti contoh tarian kolosal seperti yang kita saksikan. semua itu adalah tarian yang pernah dilakukan oleh para leluhur kita dulu.

Sehingga sebagai generasi penerus Dayak, mereka paham dan mengerti budaya Dayak di kabupaten Sekadau 

"Atas nama Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau saya mengucapkan terimakasih kepada sub suku benawas sebagai tuan rumah pada Gawai Dayak tahun ını.

Hampir Rp 70 juta sumbangan dari semua kampung Benawas dan ditambah sponsor lainnya, untuk meringankan anggaran Gawai. "Ini contoh yang baik buat kita semua dan sub suku lain di kabupaten Sekadau," kata Aron.

Menurut dia,aslinya kegiatan Gawai adalah ritual mengantar benih ke Jurong, tujuannya agar tahun-tahun depan ketika Gawai bisa mendapatkan rejeki padi yang melimpah. "Sejatinya Gawai adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang mahakuasa agar setelah diberikan hasil panen yang melimpah," katanya.

Ia meminta kepada seluruh pemilik stand selama perhelatan Gawai agar menjaga kebersihan, untuk diketahui satu hari saja di kota Sekadau sampah bisa mencapai 14 ton, beberapa tahun kedepan TPA tidak cukup, makanya para pemilik stand agar pahami masalah sampah. Jangan jadi beban baru bagi petugas sampah di kabupaten Sekadau.

"Sebagai penutup saya banyak mengucap trimakasih kepada TNI, Polri di kabupaten Sekadau yang telah menjaga keamanan selama pembukaan dan pawai budaya tadi.Setiap tahunnya tamu undangan yang hadir selalu banyak yang hadir," katanya.

Sementara itu Jefray Raja Tugam ketua DAD kabupaten Sekadau dalam sambutanya meminta agar selama perhelatan Gawai tidak dinodai oleh hal-hal yang kurang baik,demi menjaga marwah suku Dayak kabupaten Sekadau. 

Karena sejatinya kegiatan Gawai adalah tempat kita bersenang-senang dan bersilaturahmi antar teman dan kerabat, bukan ajang untuk ugal-ugalan.

"Minum jangan sampai mabuk, karena jika mabuk bisa merubah prilaku orang," pesannya.

Sementara itu ditempat yang sama Bernadus Mohtar, ketua panitia Gawai ke XV tahun 2026 dalam laporan mengatakan, ia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah maupun dan Pemerintah Provinsi Kalbar, para donatur, dan tuan rumah sub suku Benawas,  yang telah memberikan support, sehingga semua rangkaian acara pembukaan Gawai bisa berjalan dengan baik.

“Kami ajak seluruh lapisan masyarakat Sekadau bisa datang meramaikan dan menyaksikan perhelatan gawai Dayak kabupaten Sekadau” pintanya.

Turut Hadir Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan bersama istri, Bupati Sekadau Aron bersama istri, Wakil Bupati Sekadau Subandrio bersama istri, Ketua DPRD Prov. Kalbar Aloysius, Wakil Bupati Sanggau Susana Harvena, Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Pasi Intel Kodim 1204/ Sanggau Kapten Inf Fian, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Hermanto dan beberapa anggotanya, Ketua DAD Kabupaten Sekadau Jeffray Raja Tugam, Ketua-ketua DAD di 7 Kecamatan, Ketua MABT Harianto, Ketua MABM Safi'i Yanto 

Kepala SKPD Provinsi Kalbar dan sejumlah kepala SKPD kabupaten Sekadau, Raja Kusuma Negara Sekadau, Ketua Ormas Dayak, pihak Perusahaan, Instansi Perbankan dan Koperasi CU serta semua ketua Paguyuban se-Kabupaten Sekadau(tar/wos).

Selasa, Juli 21, 2026

Bersinergi Dengan Polri, Koramil Sekadau Hilir Ikut Amankan Pawai Gawai Dayak

Petugas dari Koramil Sekadau Hilir bersama Pol PP dan Polri dari Polres Sekadau dalam rangka pengamanan Pawai Budaya Gawai Dayak ke 15 kabupaten Sekadau, Selasa (21/07/2026) pukul 07.00 WIB.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Untuk membantu memperlancar lalulintas pawai budaya pada momen kegiatan Gawai Dayak ke 15 kabupaten Sekadau tahun 2026. Koramil 1204-15 Sekadau berkolaborasi dengan Polri untuk melaksanakan pengamanan lalulintas selama kegiatan pawai Budaya sebagai rangkaian kegiatan pembukaan Gawai Dayak,di kawasan Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (21/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB. 

Pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian pawai budaya dapat berlangsung lancar. Bersinergi dengan Polri Koramil-1204-15 Sekadau Hilir serta Pemerintah Daerah, panitia, dan unsur terkait lainnya untuk mengatur arus lalulintas para peserta pawai maupun masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Pawai budaya Gawai Dayak menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari utusan Dewan Adat Dayak (DAD) tujuh kecamatan, paguyuban, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian adat dan budaya Dayak sekaligus mempererat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat.

Komandan Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra menyampaikan, bahwa kehadiran personel TNI di lapangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat.

"Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti Gawai Dayak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar kegiatan budaya ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses," ujarnya.

Dengan pengamanan yang optimal dari aparat gabungan, pelaksanaan Pawai Gawai Dayak ke-XV Kabupaten Sekadau berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian budaya serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat(pendim 1204 Sgu/redaksi).

Tak Lagi Duduk di Samping Prabowo, Apakah Gelagat Pecah Kongsi?

Foto ilustrasi AI.
FAKKTAPAGI.COM.Ada pemandangan tak biasa pada saat sidang kabinet di istana, Senin (20/07/2025) lalu. Biasanya Wapres Gibran selalu duduk di samping Presiden Prabowo. Kali ini, tidak. Putra sulung Jokowi malah duduk di jajaran menteri. Apakah pecah kongsi? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan, mengklaim pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 110 persoalan dalam 18 bulan pemerintahan sekaligus mengevaluasi program MBG yang masih menjadi perhatian publik. Semua menteri hadir. 

Eh, perhatian publik justru tertuju pada hal lain. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kali ini tidak duduk di samping Presiden seperti lazimnya. Ia memilih duduk di barisan para menteri.

Seketika internet berubah menjadi laboratorium teori konspirasi. "Tumben!" "Pecah kongsi!" "Hubungan mulai dingin!" "Ini kode politik!" Netizen mendadak memiliki kemampuan membaca arah angin hanya dari posisi kursi. Seolah-olah furnitur Istana telah berubah fungsi menjadi alat pendeteksi retaknya koalisi.

Padahal, kalau bicara fakta, hingga hari ini memang belum ada indikator vulgar, Prabowo dan Gibran benar-benar pecah kongsi. Belum ada pernyataan terbuka saling menyerang. Belum ada reshuffle menunjukkan perpecahan. Belum ada pula gestur politik bisa dijadikan bukti kuat bahwa keduanya sedang berkonflik.

Namun, politik memang tidak hanya dibaca dari ucapan. Kadang yang diam justru lebih menarik untuk diamati. Salah satu fakta layak dicatat adalah mulai bermunculannya kelompok-kelompok relawan secara khusus mengonsolidasikan dukungan untuk Gibran.

Saat ini sudah ada GP-Gibran (Garda Pemuda Generasi Indonesia Bersatu untuk Rakyat dan Nusantara) yang dipimpin Perri Sibarani. Organisasi ini mengklaim telah terbentuk di 38 provinsi, menjangkau hampir setengah dari 416 kota/kabupaten, memiliki sekitar 10 ribu anggota, dan secara terbuka menyatakan tujuan mendorong Gibran menjadi Presiden ke-9 Republik Indonesia.

Selain itu muncul Militan Gibran Nusantara (MGN) yang dipimpin Andi Azwan. Organisasi dideklarasikan pada 20 Mei 2026 di Jakarta ini juga telah membentuk kepengurusan di 38 provinsi dengan target memperluas jaringan hingga seluruh Indonesia. Fokusnya mengawal program pemerintahan Prabowo-Gibran serta mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menariknya, banyak pengurusnya berasal dari jaringan relawan Jokowi, termasuk Andi Azwan merupakan mantan Wakil Ketua Joman.

Ada pula Gibranisti, komunitas relawan lebih cair dan berbasis dukungan akar rumput, terutama melalui media sosial dan aktivitas komunitas. Walaupun tidak seformal GP-Gibran maupun MGN, kelompok ini tetap aktif membangun citra politik Gibran sebagai figur muda penerus Jokowi.

Apakah kemunculan relawan-relawan ini otomatis membuktikan Prabowo dan Gibran sedang retak? Tentu tidak. Itu adalah dua hal berbeda. Namun, fakta sudah ada organisasi secara terbuka menyiapkan jalan politik Gibran menuju Pilpres berikutnya memang menjadi dinamika menarik untuk diamati. Apalagi GP-Gibran secara eksplisit menyebut target menjadikan Gibran sebagai Presiden ke-9 RI.

Di sinilah netizen mulai menambahkan bumbu. Posisi duduk berubah, relawan bertambah, lalu semuanya diracik menjadi semangkuk teori konspirasi rasa ekstra pedas. Sherlock Holmes mungkin hanya memecahkan kasus pembunuhan. Netizen Indonesia mampu menyusun skenario politik nasional hanya bermodal foto rapat berdurasi beberapa detik.

Bisa saja perpindahan kursi itu murni persoalan teknis protokol. Bisa juga sekadar pengaturan tempat duduk. Namun, selama politik Indonesia masih menjadi panggung penuh simbol, setiap detail sekecil apa pun akan terus ditafsirkan.

Yang pasti, hingga hari ini pemerintahan tetap berjalan. Prabowo tetap memimpin rapat. Gibran tetap menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Program-program pemerintah tetap dievaluasi. Klaim penyelesaian lebih dari 110 persoalan tetap disampaikan. So, untuk sementara ini yang benar-benar bergeser baru kursinya. Soal apakah nanti politik ikut bergeser, biarlah waktu menjawab, bukan sekadar posisi furnitur di ruang sidang (Oleh Rosadi Jamani/faktapagi.com)

Proses Hukum Harus Transparan, MAUNG Pusat Dukung Penuh Penindakan Kasus Pesparawi

 

Foto istimewa.
MELAWI-FAKTAPAGI.COM.Langkah Kejaksaan Negeri Sintang yang membidik tiga orang calon tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan Pekan Seni dan Paduan Suara Rohani (Pesparawi) Kabupaten Melawi tahun anggaran 2023, mendapat apresiasi sekaligus sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (DPP LSM MAUNG).

Berdasarkan Informasi yang berkembang menunjukkan bahwa penanganan perkara ini menjadi perhatian serius organisasi pengawas kebijakan publik tersebut, mengingat anggaran yang diduga diselewengkan berasal dari uang negara yang seharusnya digunakan untuk memajukan kegiatan seni, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat luas.

Merespons hal tersebut, Kepala Divisi Hukum DPP LSM MAUNG, Iwan Gunawan, S.H., menyampaikan pernyataan sikap tegas:

Kami sangat mengapresiasi langkah tegas Kejari Sintang yang terus menggali fakta dan menetapkan tiga calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Pesparawi Melawi tahun 2023. 

"Hal ini membuktikan bahwa tidak ada kasus yang boleh diredam, apapun bentuk kegiatannya. Uang rakyat yang dialokasikan untuk kegiatan bernilai luhur seperti seni dan keagamaan justru harus dijaga kemurniannya, bukan dijadikan ladang mengambil keuntungan pribadi," tegas Iwan Gunawan. Senin (20/07/2026) kepada media ini melalui pesan WhatsApp.

Ia menegaskan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran kegiatan apapun, termasuk Pesparawi, adalah pelanggaran serius yang mencederai amanah publik dan merugikan keuangan negara.

"Kami meminta Kejari Sintang segera melengkapi berkas perkara, menetapkan status hukum ketiga calon tersangka tersebut, dan menuntaskan proses hukum sampai tuntas tanpa pandang bulu, tanpa hambatan, dan tanpa intervensi pihak manapun. Jangan biarkan kasus ini berhenti di tengah jalan atau meredup tanpa hasil yang jelas," tambahnya.

Dikatakan dia, bahwa penanganan kasus ini didasarkan pada sejumlah peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni 1. UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

- Pasal 2 Ayat (1): Setiap orang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara, dipidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta hingga Rp 1miliar.

- Pasal 12 huruf e: Setiap penyelenggara negara yang menerima janji atau pemberian terkait wewenangnya diancam pidana yang sama.

2. UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru)

- Pasal 422: Penyalahgunaan wewenang pejabat untuk menguntungkan diri sendiri atau merugikan negara terancam pidana penjara paling lama 7 tahun.

- Pasal 55 & 56: Mengatur pertanggungjawaban pidana bagi pelaku utama, penyerta, maupun pihak yang membantu terjadinya tindak pidana.

3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: Menegaskan setiap pengelolaan keuangan negara harus tertib, taat aturan, efisien, efektif, transparan, dan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, Iwan Gunawan menegaskan pentingnya keterbukaan dalam setiap tahapan penanganan perkara ini:

Kami secara tegas mendesak Kejari Sintang untuk mengusut tuntas kasus ini secara terbuka, transparan, dan akuntabel kepada publik. 

"Masyarakat berhak mengetahui kronologi lengkap kejadian, besaran kerugian negara, aliran dana, serta siapa saja pihak-pihak lain yang mungkin terlibat di balik ketiga calon tersangka tersebut. Jangan biarkan proses hukum ini berjalan tertutup atau penuh keraguan, karena keterbukaan adalah kunci kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Segala perkembangan penting harus disampaikan secara berkala dan jelas, tanpa ada informasi yang disembunyikan," pintanya.

Iwan Gunawan menegaskan DPP LSM MAUNG akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara ketat hingga tuntas.

"Kasus ini menjadi bukti bahwa korupsi bisa terjadi di mana saja, bahkan pada kegiatan yang terkesan suci dan mulia. Oleh karena itu, penegakan hukum harus tetap tegas dan konsisten. DPP LSM MAUNG berkomitmen mengawal perkara ini sampai putusan yang berkekuatan hukum tetap dijatuhkan. Keadilan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan masyarakat dan martabat lembaga penegak hukum," pungkasnya (sumber LSM Maung/redaksi)


Senin, Juli 20, 2026

Sebelum Pembukaan Gawai, Inı Rentetan Kegiatan Pra Gawai

 

Berfoto bersama usai acara misa syukur Gawai, yang di pimpin oleh pastor Jasmin, Senin (20/07/2026) di Aula rumah dinas Bupati Sekadau jalan merdeka Timur Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Sebelum pembukaan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau yang 15, seperti biasa H-1 pembukaan Gawai selalu diawali misa syukur dan rakor DAD serta peninjauan oleh Bupati bersama unsur Forkompinda. Misa adalah sebagai wujud rasa syukur atas berkat dan kelimpahan yang Tuhan berikan pada panen tahun 2026, setelah misa acara dilanjutkan dengan Rapat Kordinasi (Rakor) seluruh pengurus adat dari berbagai tingkatan yakni DAD kecamatan serta pengurus paguyuban.

"Dalam Rakor tersebut bertujuan untuk menentukan siapa tuan rumah Gawai tahun 2027," kata Bupati Sekadau Aron,SH dalam sambutanya usai misa Gawai, Senin (20/07/2027) di Aula rumah dinas bupati jalan merdeka Timur Sekadau Hilir.

Pada kesempatan tersebut ia berpesan kepada panitia untuk lebih memperhatikan esensi gawai serta ritual dari tuan rumah.

Menurut dia, sejatinya Gawai bukan hanya Sekedar merayakan rasa syukur, tapi sebagai pesan kepada dunia luar bahwa gawai bisa menjadi ajang wisata bagi kabupaten Sekadau. "Perlu di kemas sedemikian rupa agar acara Gawai bisa menarik minat para wisatawan untuk datang ke Sekadau," kata Aron.

Dikatakan dia lagi, kendati  kondisi keuangan saat ını sangat sulit, namun berkat ada tekad dan keinginan keras dari panitia, maka semua anggaran untuk item acara sudah terpenuhi.

Hal ini bukan hanya karena kita mampu tapi adanya kekompakan semua pihak maka kesulitan apapun bisa teratasi.

Pemerintah Daerah kata dia, tetap memastikan bahwa setiap tahun anggaran untuk Gawai dipastikan tetap ada, karena Gawai Dayak merupakan wajah kabupaten Sekadau, 

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu kelancaran Gawai Dayak yang ke 15.," ucapnya.

Kemudian sore hari, orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari kembali melakukan peninjauan di pusat kegiatan yakni rumah Betang Youth Center, setelah berbincang dengan tuan rumah Gawai dan panitia terkait acara ritual yang dilaksanakan pada acara pembukaan tanggal 21 Juli besok pagi. Setelah semua rentetan acara di sepakati, maka dapat disimpulkan bahwa persiapan Gawai Dayak yang ke 15 sudah 100 persen.

Ia mengajak semua pihak.dan seluruh masyarakat kabupaten Sekadau untuk hadir bersama-sama guna memeriahkan acara Gawai kabupaten Sekadau. "Kalau bukan kita siapa lagi yang meramaikan Gawai kita sendiri," ajaknya (tar).

LPA Deli Serdang Apresiasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang – Ungkap Kasus Narkoba Besar, Selamatkan Banyak Jiwa

 

Foto istimewa.
DELI SERDANG-FAKTAPAGI.COM.Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang atas keberhasilan mengungkap berbagai kasus peredaran narkotika, khususnya kasus besar yang melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku.

Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, S.H., menyatakan bahwa peredaran narkotika oleh jaringan kecil hingga jaringan internasional merupakan alarm keras bagi seluruh elemen bangsa. "Penyebaran narkotika oleh sindikat jaringan internasional adalah alarm keras bagi kita sebagai bangsa,"tegasnya.

Hal Ini menunjukkan betapa masif dan kuatnya upaya mereka merusak generasi muda dan masa depan negeri ini. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu memutus mata rantai kejahatan narkotika.

LPA Deli Serdang menilai pengungkapan kasus besar di Pintu Tol Lubuk Pakam sebagai prestasi luar biasa. Dalam operasi tersebut, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan barang bukti berupa 53,2 kilogram sabu, 9.112 butir ekstasi, 3.249 unit liquid vape narkotika, dan 350 sachet Happy Water. Nilai ekonomis barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp57.222.900.000 dan diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 250.772 jiwa, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selain kasus di gerbang tol, Satresnarkoba juga berhasil menangkap seorang bandar sabu di area sekolah di Kecamatan Pagar Merbau. Penangkapan ini semakin menegaskan komitmen aparat dalam melindungi lingkungan pendidikan dari ancaman narkoba.Junaidi Malik menyoroti semakin nekatnya para pelaku kejahatan narkoba yang kini memanfaatkan anak-anak sebagai kurir, bahkan berpotensi menjadikan mereka sebagai bandar. 

"Kejahatan narkoba merupakan extraordinary crime yang tidak boleh ditoleransi. Kita harus memutus mata rantai kejahatan ini hingga ke akar-akarnya untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba," jelasnya.

Atas berbagai prestasi tersebut, LPA Deli Serdang menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Satresnarkoba Polresta Deli Serdang. "Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak. Ratusan ribu anak terselamatkan berkat kerja keras rekan-rekan Polri. Bravo Polri! Melindungi anak-anak sama artinya dengan membela masa depan bangsa," ungkap Junaidi Malik.

Kasatresnarkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang diberikan. "Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita jaga bersama. Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Apabila narkoba mengancam masa depan generasi bangsa, Satresnarkoba akan selalu berada di garda terdepan, tanpa kompromi," katanya.

Pihaknya kata dia, akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum sekaligus memperkuat pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, demi mewujudkan Deli Serdang yang bersih dari narkoba (tim).

IWO Tuntut Hotman Paris Hutapea Minta Maaf Secara Terbuka atas Pelecehan Terhadap Profesi Wartawan

 

Paling kiri Dwi Cristianto ketua IWO paling kanan Hotman Paris Hutapea praktisi hukum yang telah melecehkan profesi wartawan di Jakarta tanggal 17 Juli 2026.

JAKARTA-FAKTAPAGI.COM.Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Dwi Christianto mengecam pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat menjawab pertanyaan jurnalis dalam konferensi pers terkait kasus Jampidsus Febrie Adriansyah. Dwi Christianto menyatakan, bahwa sikap menunjuk-nunjuk dan mengerdilkan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan oleh seorang praktisi hukum.

“Kami meminta Hotman Paris Hutapea untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan terhormat kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas,"tegas Dwi Christianto melalui keterangan pers, Minggu (19/07/2026) di Jakarta.

Menurut dia, profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pertanyaan yang disampaikan wartawan dalam konferensi pers mewakili masyarakat awam yang berhak mengetahui informasi secara lengkap dan transparan mengenai perkara hukum yang sedang ditangani.

Lebih lanjut ia menjabarkan,bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi manusia dan pilar demokrasi. 

Beberapa ketentuan penting yang relevan dengan kasus ini adalah: Pasal 4 ayat (1) menyatakan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ayat (2) melarang penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran terhadap pers nasional. Ayat (3) menjamin hak pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

Pasal 8 secara eksplisit menyebutkan: “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.” Perlindungan ini mencakup jaminan agar wartawan dapat menjalankan tugasnya tanpa intimidasi, ancaman, atau perlakuan yang merendahkan profesinya.

Pasal 3 menegaskan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, serta lembaga ekonomi. Pertanyaan wartawan dalam konferensi pers merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol sosial dan hak publik untuk memperoleh informasi yang akurat.

Pasal 5 menekankan kewajiban pers untuk menghormati norma agama, kesusilaan masyarakat, dan asas praduga tak bersalah, sekaligus melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi.

Tindakan merendahkan atau mengintimidasi wartawan yang sedang bertugas, menurut Dwi berpotensi bertentangan dengan semangat UU Pers, yang bertujuan menciptakan ruang bagi pers untuk bekerja secara profesional dan independen. 

IWO menilai sikap tersebut bukan hanya melukai individu wartawan, melainkan juga melemahkan hak publik untuk mendapatkan informasi.

“Tidak ada alasan bagi seorang kuasa hukum untuk menunjuk-nunjuk atau merendahkan profesi wartawan. Ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi siapa pun, khususnya para praktisi hukum, untuk saling menghargai profesi masing-masing. Wartawan mewakili publik yang ingin mengetahui duduk perkara secara utuh, sementara pengacara menjalankan hak pembelaan kliennya. 

Keduanya sama-sama penting dalam sistem peradilan yang berkeadilan,” tambah Dwi Christianto.

Seperti dilansir dari berbagai pemberitaan media, Advokat Hotman Paris Hutapea melontarkan pernyataan "lu punya otak enggak?" kepada seorang wartawan di Kejaksaan Agung, pada Jumat, 17 Juli 2026. Selanjutnya Hotman juga balik bertanya seraya menggambarkan ilustrasi soal penggeledahan dan penyitaan hingga ‘celana dalam’ wartawan yang bersangkutan. 

Atas hal ini, IWO mengingatkan seluruh pihak,bahwa kebebasan pers merupakan pilar demokrasi. Setiap upaya untuk mengintimidasi atau merendahkan wartawan yang sedang bertugas akan mendapat perhatian serius dari organisasi profesi ini.

IWO juga menyerukan kepada seluruh anggota dan komunitas pers untuk tetap profesional, menjaga etika jurnalistik, serta terus mengawal kasus-kasus hukum penting demi transparansi dan supremasi hukum di Indonesia (tar/wos/man).

Minggu, Juli 19, 2026

Menangis Histeris Di Lumbung Padi

 

Pimpinan mediasi asisten II Sandae saat menyampaikan arahan kepada sejumlah karyawan MJP yang hadir, (15/07/2026) di Aula pertemuan kantor desa Selalong pekan lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Istilah menangis di lumbung Padi adalah istilah yang cocok menggambarkan kondisi  sejumlah karyawan Pupuk PT.Multi Jaya Perkasa (MJP). Mediasi kembali dilakukan setelah gagal bertemu para wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau beberapa waktu lalu. Mediasi kali ini di inisiasi oleh kepala Desa Selalong, bersama asisten II dan ketua Komisi III DPRD, Rabu (15/07/2026) di Aula pertemuan kantor Desa Selalong.

Pada intinya karyawan masih tetap ingin bekerja seperti biasa dengan beberapa ketentuan yang siap diterima, 

Jerit tangis histeris para ibu-ibu karyawan mewarnai mediasi,mereka tetap ingin bekerja seperti biasa,tak mau disuruh mengundurkan diri,alasan utama adalah karena masa bekerja mereka sudah cukup lama, bahkan rata-rata masa kerja sudah belasan tahun. 

Karena, semua manusia pasti bersalah, makanya harus ada kesempatan kedua.

"Kami bekerja demi membantu ekonomi keluarga, dengan meneteskan keringat setiap hari," ujar Dara sambil menangis.

Lagi pula, hampir seluruh karyawan Pupuk adalah penyerah lahan, apalagi hampir 90 persen penyerahan warga Selalong dan Sejirak menjadi kebun inti perusahaan saat ını.

Pada mediasi tersebut memang belum ada keputusan,karena masih menunggu jawaban dari top Management perusahaan,sehingga karyawan tersebut masih menunggu hasilnya.

Setelah mediasi berakhir, 9 karyawan masih belum mendapat kabar dari pihak terkait, mereka di suruh mundur, namun mereka tidak bersedia, kecuali semuanya ikut mundur, karena mereka satu paket dan satu tim. Entah, apakah masih ada yang mendengar keluhan mereka atau tidak, karena kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat kecil biasanya jarang di dengar,. mudah-mudahan kali ını suara mereka bisa di dengar.

"Kami memang bersalah tapi, jangan timpakan kesalahan semua itu kepada kami, selama ini kami sudah banyak membantu perusahaan, dan bisa menyandang ISPO sampai sekarang,semua karena kami tunduk dengan perintah perusahaan,namun jangan karena kesalahan sekali semua jerih payah kami yang mengucurkan keringat setiap hari hilang bak di telan bumi," kata salah seorang karyawan kepada media ini usai mediasi 

Jangan hanya menilai kesalahan sepihak,perusahaan juga pasti ada salahnya,kami tahu namun selama ını kami bungkam, tapi jika perusahaan juga tidak mendengarkan permintaan kami, maka akan kami tuntut satu persatu kewajiban perusahaan yang diabaikan selama ini,baik kepada karyawan maupun kepada masyarakat.

"Kami hanya minta satu pekerjakan kembali karena kami adalah tuan rumah, yang selama sudah menopang kemajuan perusahaan," pungkasnya (man/ tar).