Terkait Ideologi Dan Peredaran Narkoba Kesbangpol Dan BNNK Sosialisasikan Pendidikan Dan Bahaya Narkoba Di Sekolah
![]() |
| Berfoto bersama usai acara sosialisasi tentang Politik, Ideologi Dan Narkoba di inisiasi oleh Kesbangpol dengan menyasar ke sekolah-sekolah Menengah Atas,. Selasa (27/10/2026) di.SMA Karya Sekadau. |
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Kesbangpol Kabupaten Sekadau Apeng Petrus, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman, Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun, serta Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga P.
Dalam pemaparannya, Apeng Petrus menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.
Menurut dia,nilai-nilai tersebut meliputi toleransi antar umat beragama,sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, semangat persatuan, musyawarah, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sesuai materi yang disampaikan, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, menghindari perundungan, bekerja sama menjaga kebersihan sekolah, dan menghargai pendapat orang lain.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan peran strategis pemilih pemula dalam menentukan kualitas penyelenggaraan Pemilu.
Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Literasi politik dan digital juga menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Pemilih pemula diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan menolak praktik politik uang.
Ditempat yang ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun menjelaskan, bahwa peran pengawasan Pemilu dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Pelajar sebagai bagian dari pemilih pemula dapat berkontribusi dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, mengenali dugaan pelanggaran, dan menyampaikan informasi melalui saluran resmi yang tersedia.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan serta mendorong pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Selain pendidikan politik, pada kegiatan sosialisasi tersebut juga membahas bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Materi disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga.
Dalam pemaparannya, Teddy menguraikan perkembangan modus peredaran narkotika yang memanfaatkan teknologi komunikasi, jasa ekspedisi, dan jalur transportasi. Ia juga menyampaikan sejumlah contoh modus penyelundupan yang menjadi perhatian di wilayah Kalimantan Barat.
Materi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan media sosial dan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
Upaya pencegahan, menurut materi yang disampaikan, membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
Sosialisasi pendidikan politik ini dilaksanakan oleh Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Kesbangpol Kabupaten Sekadau, dengan sasaran pelajar SMA dan sederajat di wilayah Kabupaten Sekadau.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami prinsip demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam menerima informasi serta berperan aktif menjaga lingkungan dari pengaruh negatif.
Edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor diperlukan agar pemahaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (tar/man).










