Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan dewan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Selasa, Oktober 27, 2026

Terkait Ideologi Dan Peredaran Narkoba Kesbangpol Dan BNNK Sosialisasikan Pendidikan Dan Bahaya Narkoba Di Sekolah

 

Berfoto bersama usai acara sosialisasi tentang Politik, Ideologi Dan Narkoba di inisiasi oleh Kesbangpol dengan menyasar ke sekolah-sekolah Menengah Atas,. Selasa (27/10/2026) di.SMA Karya Sekadau.
SEKADA-FAKTAPAGI.COM. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sekadau, menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pelajar SMA Karya Sekadau.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang demokrasi, pemilihan umum (Pemilu), wawasan kebangsaan, serta bahaya penyalahgunaan narkotika Selasa (27/10/2026) di SMA Karya Sekadau jalan merdeka Selatan Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Kesbangpol Kabupaten Sekadau Apeng Petrus, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman, Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun, serta Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga P.

Dalam pemaparannya, Apeng Petrus menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Menurut dia,nilai-nilai tersebut meliputi toleransi antar umat beragama,sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, semangat persatuan, musyawarah, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sesuai materi yang disampaikan, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, menghindari perundungan, bekerja sama menjaga kebersihan sekolah, dan menghargai pendapat orang lain.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sekadau Fransiskus Khoman memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan peran strategis pemilih pemula dalam menentukan kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Literasi politik dan digital juga menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Pemilih pemula diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan menolak praktik politik uang.

Ditempat yang ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau Marikun menjelaskan, bahwa peran pengawasan Pemilu dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Pelajar sebagai bagian dari pemilih pemula dapat berkontribusi dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, mengenali dugaan pelanggaran, dan menyampaikan informasi melalui saluran resmi yang tersedia.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan serta mendorong pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Selain pendidikan politik, pada kegiatan sosialisasi tersebut juga membahas bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Materi disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Sanggau Teddy Erlangga.

Dalam pemaparannya, Teddy menguraikan perkembangan modus peredaran narkotika yang memanfaatkan teknologi komunikasi, jasa ekspedisi, dan jalur transportasi. Ia juga menyampaikan sejumlah contoh modus penyelundupan yang menjadi perhatian di wilayah Kalimantan Barat.

Materi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan media sosial dan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Upaya pencegahan, menurut materi yang disampaikan, membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.

Sosialisasi pendidikan politik ini dilaksanakan oleh Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Kesbangpol Kabupaten Sekadau, dengan sasaran pelajar SMA dan sederajat di wilayah Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami prinsip demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam menerima informasi serta berperan aktif menjaga lingkungan dari pengaruh negatif.

Edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor diperlukan agar pemahaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (tar/man).

Wabup : Revisi HGU PT. Agro Andalan Keluarkan 4.150 Hektare Lahan Masyarakat

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH menghadiri sosialisasi perubahan Peta wilayah Hak Guna Usaha (HGU) milik Perseroan Terbatas (PT) Agro Andalan. Sosialisasi HGU bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa peta HGU milik PT Agro Andalan sudah dilakukan revisi sesuai dengan luas lahan tertanam beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya mantan ketua KPU dua periode mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Agro Andalan,karena perusahaan ını sudah melakukan apa yang di minta masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Menurut dia, langkah revisi ını selain memastikan lahan yang tertanam, tetapi bisa meredam komplik dengan masyarakat akibat lahan yang belum diserahkan masuk dalam HGU dan tidak bisa dikelola oleh masyarakat dan ada kekuatan hukum terhadap lahan masyarakat.

"Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat meningkatkan serta dapat mencegah Karhutla," kata Suban sapaan akrabnya.

Ia berpesan kepada para tokoh dan kepala desa yang hadir untuk mengikuti sosialisasi ını dengan baik dan sampai selesai, tujuannya agar nanti ketika sampai ke masyarakat informasinya tidak keliru.

Sementara itu ditempat yang sama Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pagan, Pertanian dan Perikanan kabupaten Sekadau Drs.Sandae M.Si menyebut, revisi HGU bisa di usulkan oleh pihak Perusahaan, Pemerintah atau BPN. 

Dalam hal ini, PT.Agro Andalan lansung melakukan usulan sesuai dengan luas kebun tertanam, sehingga luas HGU yang awalnya 6.993 Hektar kini menjadi hanya 2.834 hektar.

"PT Agro Andalan telah merevisi HGU sesuai dengan luas lahan yang tertanam," katanya.

Ditempat yang Imanuel Tibian 

Pimpinan PT Agro Andalan dalam paparannya menyampaikan, bahwa Perubahan HGU yang di lakukan untuk memenuhi kriteria PnC  RSPO,tentang keterbukaan informasi prinsip 1 tentang "berprilaku secara etis dan transparan"guna menghindari konflik dengan masyarakat.

Menurut dia,setelah dilakukan revisi, HGU PT.Agro Andalan yang semula seluas  6.993 Hektar menjadi 2.834 hektare, dan ıni semuanya merupakan lahan yang tertanam dengan sebaran revisi HGU berada di wilayah Desa Sungai Sambang,Setawar, dan desa Mondi.

Kegiatan sosialisasi di buka oleh wakil bupati Sekadau Subandrio S.H,M.H dan di hadiri kepala Badan Pertanahan Nasional kabupaten Sekadau, Sejumlah perwakilan instansi terkait, Camat se-Kabupaten, Serikat Petani Kelapa Sawit kabupaten Sekadau, kepala Desa Setawar, Kepala desa Sungai Sambang, Kapela desa Tp.Perodah, Kepala desa Ng.Pemubuh, Kepala desa Mondi, Kepala Desa Boti dan desa Nanga Menterap (tar/man).


Warga Pertanyaan Kelanjutan Kasus Perompak Emas Di Sungai Kunyit

 

Herman Hopi Munawar.
SEKADAU-FAKTAPAGIC.COM. Kasus perompakan emas yang dilakukan oleh 3 orang oknum wartawan, satu orang oknum LSM asal Sintang serta 1 oknum TNI dan satu oknum dari Kejaksaan Negeri Sekadau seberat 936, 97 gram di Wilayah Sungai Kunyit pada pada tanggal 20 Juli 2026 lalu,kembali jadi pertanyaan. Pasalnya sampai saat ını kasus tersebut belum masuk pada tahap persidangan bahkan untuk masuk P21 saja masih belum, karena berkas perkara selalu dinyatakan belum lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Kita masih menunggu petunjuk dari kejaksaan seperti apa perlengkapan berkas yang dimaksud," kata Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin kepada melalui telpon selular, Senin (26/10/2026).

Ia mengaku bahwa keempat tersangka memang ada penanguhan penahanan, karena perkara tersebut berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Sekadau.

"Namum Penyelidikan tetap berlanjut dan kasus ını akan dilanjutkan," sebutnya.

Sementara itu pengamat hukum Herman Hopi Munawar kepada media ını mengatakan, bahwa kadaluarsa masa penahanan memang ada, tapi apakah ke empat tersangka tersebut sudah pernah dilakukan perpanjangan  masa penahanan. 

"Kalau memang belum dilakukan artinya masa penahanan bisa diperpanjang kembali," ucapnya.

Menurut dia, kasus ini sudah menjadi konsumsi publik bahkan sudah viral seluruh negeri, harusnya setiap perkembangan kasus bisa disampaikan kepada publik. Karena publik punya hak tahu sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Atau dengan opsi lain apabila berkas selalu belum lengkap. Mestinya kedua belah pihak yakni penyidik yang ditunjuk dari kepolisian dan penyidik dari kejaksaan duduk satu meja untuk gelar perkara. Gelar perkara dimaksud agar ada titik temu apa saja berkas perkara yang belum lengkap. Setelah gelar perkara antar Kejaksaan dengan kepolisian hasilnya disampaikan ke publik.

"Supaya masyarakat tau apa saja kendalanya," kata Herman.

Jika opsi ini belum pernah dilakukan,maka sangat diragukan kredibilitas penegakan hukum di kabupaten Sekadau, terhadap peristiwa pidana yang menghebohkan publik beberapa bulan lalu. Masyarakat ingin ada keadilan dalam penegakan hukum apalagi kasus perampok tersebut sudah terjadi.

Dikonfirmasi kepada pihak kejaksaan terkait penolakan berkas perkara tersebut kepada Bony Adi Wicaksono SH.MHbkasi Intel Kejaksaan Negeri Sekadau melalui pesan singkat"Untuk menjawab ini sepertinya abang ke kasi pidum selaku pengendali perkaranya bang," tulisnya.

Sementara itu ketika awak media ini berusaha mengkonfirmasi ke Kasi Pidum Kejari Sekadau belum bisa di hubungi (tar/man).


Hari Pertama OPK, 36 Pelanggaran Di Tindak

Razia hari pertama saat OPK bagi pengendara motor dan pengendara roda empat dicek kelengkapan kendaraan oleh petugas kepolisian resort sekadau, Senin (26/10/2026) di jalan merdeka Timur depan Penanjung Island.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Hari pertama digelarnya Operasi Patuh Kapuas (OPK) Satuan Lalulintas (Satlantas).Polres Sekadau berhasil menindak 36 orang pelanggaran lalu lintas. Penindakan pelanggaran tersebut dilakukan pada razia kelengkapan kendaraan bermotor, Senin (26/10/2026) di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Penanjung Island, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan menyampaikan, dari total 36 penindakan tersebut, sebanyak 11 pelanggaran dikenai tilang manual, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld, dan 21 lainnya diberikan teguran.

"Penindakan dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Selain penegakan hukum, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas," ujar Iwan.

Razia yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin Kapusdalopsres Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPTU Sudarsono dan Kaposko Operasi Patuh Kapuas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, bersama personel yang terlibat dalam operasi.

Berdasarkan hasil penindakan, tilang manual diberikan kepada empat kendaraan roda dua, enam kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda enam. Sementara itu, empat tilang elektronik menggunakan ETLE handheld seluruhnya dikenakan kepada pengendara kendaraan roda dua.

Adapun 21 teguran diberikan kepada pengendara kendaraan roda dua sebanyak 10 teguran, kendaraan roda empat delapan teguran, dan kendaraan roda enam tiga teguran.

Iwan menjelaskan, personel diarahkan untuk memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. Penindakan dilakukan melalui tilang manual, tilang elektronik, maupun teguran kepada pengendara.

"Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di wilayah hukum Polres Sekadau. Operasi ini mengedepankan fungsi lalu lintas dengan dukungan fungsi operasional kepolisian lainnya melalui penegakan hukum, edukasi, dan pembinaan kepada masyarakat," pungkasnya(tar/man).

Senin, Oktober 26, 2026

Aron : Komoditi Sawit Adalah Primadona Petani Sekadau

 

Aron S.H.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron,S.H menyerahkan secara simbolis  511 sertifikat E-STDB kepada petani di lima Desa. Pencapaian 511 E-STDB ıni merupakan bentuk bantuan nyata Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra pembangunan untuk mencapai target pencapaian E-STDB dinas DKP3 di kabupaten Sekadau. Adapun lima Desa yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah Desa Senangak, Nanga Engkulun, Nanga Koman, Nanga. Mongko dan Desa Lubuk Tajau belum lama.

Dalam arahannya putra asal Desa Nyonak kecamatan Nanga Mahap ini mengatakan,bahwa kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke 7 secara luas lahan, dan peringkat ke 5 penghasil CPO terbesar di Kalbar. Berkat kelapa sawit pertumbuhan ekonomi kabupaten Sekadau pernah tumbuh di atas pemprov Kalbar, itu semua karena petani sawit.

Menurut dia, sertifikat E-STDB  menjadi sangat penting karena selain memuat identitas kebun juga memuat identitas pemilik kebun.

Untuk itu, mewakili masyarakat kabupaten Sekadau dirinya mengucap terimakasih dan apresiasi kepada yayasan WWF Indonesia yang telah membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan pendataan pekebun sawit swadaya.

"Komitmen pemerintah daerah pada sawit berkelanjutan kabupaten Sekadau di apresiasi banyak pihak dan sebagai bupati saya sering di undang di berbagai acara tingkat nasional sebagai narasumber," katanya.

Terkait Karhutla di Sekadau lanjut dia, kebakaran secara umum di kabupaten Sekadau masih terkendali, karena warga betul-betul menjaga Api dns membuat batas saat akan membakar Ladang.

"Sedangkan Kebakaran Hutan masih sangat kecil, bahkan terkecil di Kalbar dan terkendali," katanya.

Sementara itu Plt kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DKP3) kabupaten Sekadau Drs.Sabdae M.si dalam sambutanya mengatakan, berdasarkan data statistik perkebunan tercatat jumlah petani swadaya  (mandiri dan Plasma)untuk komoditas Sawit berjumlah 52.127 hektare.  

Untuk melakukan pendataan dan penataan di kabupaten Sekadau, peran kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Yayasan WWF Indonesia sebagai salah satu mitra strategis pembangunan telah melakukan pemetaan dan pendataan pekebun swadaya di lima desa masing - masing di desa lubuk Tajau sebanyak 58  E-STDB, desa Lubuk Tajau 145 E-STDB, desa Nanga Engkulun 150 E-STDB, desa Nanga Mongko 89 E-STDB, dan desa Senangak sebanyak 68 E-STDB.

Meskipun kata dia, tidak seluruh lahan petani dapat di terbitkan E-STDB karena beberapa ketentuan yang harus di penuhi terutama bebas kawasan dan HGU perusahaan. 

"Oleh karena itu pemerintah  berkomitmen akan terus melakukan kegiatan pendataan berkolaborasi dengan mitra strategis pembangunan yang memiliki perhatian dengan pembangunan di kabupaten Sekadau," katanya.

Muhammad Munawir Commodities and Green Financing Coordinator WWF Indonesia Arabela Landscape area kabupaten Sekadau,menyampaikan, capaian 511 E-STDB ıni merupakan bentuk bantuan nyata Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra pembangunan untuk mencapai target pencapaian E-STDB dinas DKP3 di kabupaten Sekadau. 

Robertus Robby camat Nanga Taman dalam sambutannya mengatakan E-STDB merupakan hal yang sangat penting bagi pekebun sawit swadaya. Dengan adanya E- STDB kebun menjadi jelas karena mencakup nama pemilik, asal bibit, dan lokasi kebun.

"Namun dalam pelaksanaan di lapangan masih mengalami kendala terkait bersinggungan dengan kawasan hutan dan HGU perusahaan sehingga e-STDB tidak bisa di terbitkan,"kata Sandae.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kadis DKP3 Drs.Sabdae, M.Si, Kadis Pemdes Sabas S.IP, Kadis Sosial dan perlindungan Perempuan Martinus Ridi S.KM M.AP., Kasat Pol PP Paulus Ugang, Camat Nanga Taman Robertus Robby, Perwakilan dari Danramil Nanga Taman, Perwakilan dari Polsek Nangan Taman, kepala Desa dan sejumlah undangan lainnya(tar/man).

Bupati: Komitmen Berlanjut, Program Unggulan Tetap Berjalan

 

Aron,S.H.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron S.H penyerahan bantuan benih sawit unggul Pre Nursery Program Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, Perikanan Untuk Kesejahteraan Masyarakat (IP3K) tahun 2026. Pembagian bibit Sawit ını merupakan program unggulan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang terus berkelanjutan ditengah efisiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kator bupati Sekadau beberapa waktu lalu.

Bupati mengatakan,bahwa bantuan benih unggul ini sudah di mulai sejak tahun 2022, dan terus berlanjut hingga sekarang, artinya Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau tetap komitmen melaksanakan program tersebut meskipun efisiensi besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Sampai saat ıni Pemerintah telah memberikan bantuan sebuah 294, 315 ribu batang bibit untuk 132 Kelompok Tani dengan luas lahan mencapai 2.2224 Hektare.

Bantuan benih unggul ini dapat memenuhi indikator yang di harapkan. Dan berdasarkan statistik tahun 2025, produksi kelapa sawit rakyat kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke 2 di Kalbar dengan produktifitas  3.135 Ton/CPO/ha/th.atau sama dengan 14.26 ton/TBS/ha/tahun dengan asumsi rendemen 22 persen. 

Menurut Aron, Sawit merupakan komoditi unggulan bagi masyarakat, karena hanya dengan sawit saat ını masyarakat bisa bertahan dan memiliki penghasilan tetap.

"Sehingga Pemerintah tidak salah menggagas program ını," ujarnya.

Pemerintah Daerah lanjut dia hanya memberikan sumbunya saja, dengan harapan agar para penerima bantuan bisa menambah jumlahnya untuk kesejahteraan keluarga.

Pembagian benih sawit unggul sambung Aron,selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tujuan utama Pembangunan mengelontorkan program ini adalah, untuk mengamankan tanah masyarakat agar tanahnya tetap utuh.

"Karena salah satu mimpi besar kita adalah masyarakat kita bisa sejahtera,"ucapnya.

Dikatakan dia lagi, saat ıni kondisi masih kemarau, kondisi ını membuat sejumlah perusahaan mengalami kesulitan mengangkut CPO, yang berdampak pada pembelian TBS.

"Mudah - mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama, agar harga TBS kembali normal,"doanya.

Ditempat yang sama Plt kepala dinas DKP3 kabupaten Sekadau Drs.Sandae M.Si dalam laporannya menyebut, bahwa jumlah benih sawit unggul yang diserahkan saat ıni adalah 57.750 batang bibit Pre Nursery dengan jumlah Kelompok Tani sebagai penerima manfaat ada sebanyak 21 kelompok dari 18 Desa.

"Jika di konversikan luas lahan menjadi 422 hektare dan tersebar di 18 Desa,"ungkapnya.

Sandae menambahkan, secara komulatif hingga tahun 2026 total benih sawit ungul bantuan IP3K berjumlah 294.315 batang atau sekitar  2.224 hektare yang diberikan kepada 132 kelompok tani.

"Termasuk yang di serahkan hari ini," ujarnya.

Sandae juga menjelaskan bahwa benih yang terlah tersertifikasi dan berlabel merupakan jaminan terhadap keaslian benih. 

"Dengan dilaksanakannya penyerahan benih hari ini lanjut dia, yang masih kondisi pre nursery supaya di lanjutkan dengan pemindahan ke polibag yang lebih besar sebelum di tanam," sarannya.

Kegiatan tersebut turut di hadiri perwakilan dari pimpinan Forkopimda, sejumlah kepala SKPD dilingkungan Pemkab Sekadau, 18 kepala desa, ketua pengurus kelompok tani serta sejumlah undangan lainnya (tar/man).




Hadiri Apel Gelar Pasukan, Bupati Sekadau Dukung Pengamanan Lalulintas Oleh Kepolisian

 

Bupati Sekadau saat mendampingi Kapolres Sekadau saat Apel gelar pasukan mengecek kesiapan pasukan, Senin (26/10/2026) di Mapolres Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH menghadiri Apel gelar pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026. Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama.Ianmenekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,.Senin (26/10/2026) di halaman apel Polres Sekadau, Jalan Merdeka Timur.

Dalam amanatnya, AKBP Andhika menyampaikan bahwa Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

"Operasi Patuh Kapuas 2026 menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kami mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum yang profesional dan berintegritas, dengan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas," jelas Kapolres.

Dalam pelaksanaan operasi, terdapat lima langkah utama yang ditekankan. Pertama, mengoptimalkan deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, serta kecelakaan lalu lintas. Kedua, mengintensifkan pembinaan dan penyuluhan guna meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat.

Ketiga, memperkuat edukasi safety riding dan safety driving untuk membangun budaya berkendara yang aman dan berkeselamatan. Keempat, melaksanakan penegakan hukum melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran simpatik secara profesional, humanis, dan berintegritas dengan melibatkan instansi terkait.

Kelima, mengoptimalkan manajemen media dan komunikasi publik serta mengantisipasi penyebaran hoaks agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai pelaksanaan operasi.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar hadir memberikan rasa aman, menjadikan masyarakat sebagai mitra, dan mengutamakan keselamatan jiwa pengguna jalan.

"Operasi Patuh Kapuas 2026 diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mewujudkan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan," tutupnya.

Dalam Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Sekadau mengerahkan 25 personel yang tergabung dalam lima satuan tugas (satgas), yakni Satgas Deteksi, Preemtif, Preventif, Penegakan Hukum (Gakkum), dan Bantuan Operasi (Banops).

Adapun sembilan sasaran prioritas dalam operasi tersebut meliputi:

1. Penggunaan ponsel saat berkendara.

2. Pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.

3. Berboncengan lebih dari satu orang.

4. Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkotika.

5. Melawan arus lalu lintas.

6. Ketidaklengkapan surat-surat kendaraan.

7. Tidak menggunakan helm berstandar SNI dan sabuk pengaman (safety belt).

8. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.

9. Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan.

Sementara itu Bupati Sekadau pada kesempatan tersebut menyampaikan agar masyarakat kabupaten Sekadau bisa patuhi rambu-rambu lalulintas yang ada, tujuannya agar bisa terhindar dari kecelakaan.

Gunakan alat pengaman seperti helm, Dangan standar khusus, cek rem, lampu sen, serta perlengkapan lainnya.

"Hindari kebut-kebutan dijalan raya, agar tidak terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa," pesannya.

Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau sangat mendukung apa yang dilakukan oleh jajaran Polres Sekadau terkait pengamanan lalulintas.

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Bupati Sekadau Aron, Wakil Ketua DPRD Sekadau Jefray Raja Tugam, Raja Sekadau Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendi Sri Negara II, perwakilan Kejaksaan Negeri Sekadau, Danramil Sekadau Hilir Kapten Inf Sy. Mahendra, Camat Sekadau Hilir Gustar Indarto, pimpinan Jasa Raharja, kepala dinas dan instansi terkait, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama (tar/man).

Hadiri Peresmian Gereja Bokak, Aron Ingatkan Gereja Dibangun Untuk di Isi Setiap Minggu

 

Bupati Sekadau saat mengikuti pemberkatan bagian luar gedung Gereja Stasi Bokak saat peresmian, oleh Uskup Sanggau yang diwakili oleh kepala Pastor Martinus, CP,. Minggu (25/10/2026) kemarin di Bokak Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir jalan merdeka Timur.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH menghadiri peresmian Gereja Santo Mikael Stasi Bokak Paroki Santo Petrus Monumental. Setelah dibangun Gedung Gereja ini harus di isi setiap hari Minggu oleh umat, karena untuk itulah Gedung Gereja ını dibangun, Minggu (25/10/2026) di Stasi Bokak Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir jalan merdeka Timur.

Dalam sambutanya putra asal Nyonak kecamatan Nanga Mahap ını meminta bahwa sejatinya Gereja adalah tempat ibu berbuat kasih kepada Tuhan dan sesama, oleh karenanya perbuatan kasih itu di wujudkan dalam bentuk doa kepada Tuhan, karena itu setiap umat mesti berkumpul dan berdoa di Gereja ını sebagai bentuk kasih kepada Tuhan.

Sedangkan bentuk kasih kepada sesama adalah, didalam gedung Gereja ini para umat berkumpul jika ada sesuatu yang bicarakan terkait masalah pada umat Tuhan, minta sama Tuhan dalam doa solusi yang baik bagi kendala yang dihadapi oleh distasi ını.

"Wujudkan bentuk kasih kepada Tuhan dan sesama dalam gedung Gereja ini, agar fungsinya benar-benar baik bagi kemajuan bersama," katanya.

Penyerahan kunci Gereja oleh Uskup kepada Pemimpin umat Stasi Bokak.

Dikatakan dia lagi, gereja ını diletakan batu pertama tahun 2022, tahun pertama dirinya menjabat Bupati pada periode pertama, tahun itu ada usulan umat Stasi Bokak untuk minta bantuan bangun Gereja. Namun, usulan tersebut kita tampung dulu sambil menunggu rekomendasi dari paroki Santo Petrus Monumental.

Kenapa kita menunggu rekomendasi dari paroki, karena Stasi Bokak ini tepat berada di pusat paroki Santo Petrus monumental. Maka dari itu rekomendasi dari paroki memang perlu sebagai bahan untuk kita menyalurkan bantuan. 

Setelah ada ada surat rekomendasi maka Pemerintah Daerah langsung memberikan bantuan sebesar Rp 425 juta secara bertahap. Dengan beberapa alasan yakni sebagai Pusat Paroki Stasi Bokak hendaknya memiliki Gereja yang representatif di jalur sutra.

"Inilah alasan yang di sampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Stasi Bokak kepada Pemerintah Daerah," pungkasnya.

Sementara itu dalam homilinya pastor Martinus, CP yang mewakili uskup Sanggau Mgr, Valentinus Saeng,CP  mengatakan, bahwa Gereja sebagai tempat berkumpulnya para umat dan organisasi keagamaan seperti Wanita Katolik, Pemuda Katolik dan sebagai tempat untuk kaum muda latihan kor dan kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan sesama.

"Tumbuhkan kasih dalam Gereja agar tetap memancarkan sinar, karena tujuan dibangunnya Gereja agar bisa membantu sesama sebagai bentuk kasih dari Tuhan,"pesannya.

Untuk itu ia meminta agar kaum muda dari Stasi Bokak bisa  lebih aktif dan menghidupi Gereja sebagai umat Tuhan. Jadikan Gereja ını untuk hadiah kita kepada kepada Tuhan, karena jika berasal dari Tuhan pasti ada kasih didalamnya,karena sejatinya Tuhan itu kasih.

Peliharalah dengan baik gedung Gereja ini,dan pergunakan rumah Tuhan untuk berbuat baik sebagai lambang cinta kasih. 

"Terimakasih kepada para donatur dan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang telah banyak membantu terbangunnya rumah Tuhan ini,"pungkasnya.

Sementara Muktar ketua panitia pembangunan Gereja Stasi Bokak dalam paparannya mengatakan,bahwa Gereja ını dibangun dengan dana kurang lebih Rp 572 juta rupiah,dana ini hasil sumbangan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau yang terbesar yakni Rp.425 kita rupiah.

Ia menceritakan bahwa, terbentuknya kepanitian pembangunan Gereja sekitar tahun 2015,.dan baru bisa di letakkan batu pertama tahun 2022 oleh Bupati terpilih Aron,SH. 

Kenapa gereja ını dibangun tentu ada alasannya, pertama kapasitas Gereja lama sudah tidak memungkinkan lagi baik dari usia maupun kondisi bangunan, karena gedung Gereja lama diresmikan oleh Uskup Mancucini sekitar tahun 1996. "Jadi wajar kalau sekarang sudah bangun baru yang lebih representatif," ujarnya. 

Lagi pula lanjut dia, kapasitas umat sudah tidak memungkinkan lagi menempati gedung lama, saat ını jumlah umat Katolik Stasi Bokak kurang lebih 400 orang dengan 130 kepala keluarga.

"Sehingga bangunan lama memang tidak bisa menampung umat jika beribadah Minggu,"katanya.

Mewakili seluruh umat Stasi Bokak dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau atas bantuan serta seluruh para donatur yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

"Hanya Tuhan lah yang akan membalas semua kebaikan dan campur tangan semua pihak dalam proses pembangunan Gereja ını,"cetusnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, Asisten Drs Sandae,anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat Hasan, Bernadus Mokhtar anggota DPRD kabupaten Sekadau, Valentinus,Yodi Setiawan, kepala SKPD Radius, Apeng Petrus, Emanuel, Gunawan, Handayani, kepala bidang Hartono, Gabriel, Perwakilan dari MPE Djosapat, serta perwakilan dari MJP Tardini serta para undangan lainnya (tar/man).


Minggu, Oktober 25, 2026

DKPPP Terus Perkuat Legalitas Petani Swadaya

 

Drs.Sandea,M,si
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKP3) bidang Perkebunan mengelar lokakarya kolaborasi multi pihak untuk mempercepat sertifikasi ISPO. Kegiatan yang menghadirkan beberapa pengurus Koperasi ını bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait kepemilikan sertifikat ISPO dan STDB bagi anggota beberapa waktu lalu 

Peserta lokakarya terdiri dari pengurus koperasi Sungai Raya Mandiri desa Tp Perodah, Koperasi Usaha Mandiri Jaya desa Gonis Tekam,  Koperasi usaha Bersama desa Nanga Pemubuh, koperasi Lintas Kobak desa Mondi, koperasi Piansak Mandiri desa Setawar, koperasi Tanah Berani Sejahtera desa Boti, dan Koperasi Bokak Sejahtera Bersama, dan Perwakilan dari PT.Agro Andalan.

Kepala bidang perkebunan dinas DKP3 kabupaten Sekadau Ifan Nurpatria dalam paparannya menyampaikan, bahwa untuk menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil)

(ISPO) angota koperasi wajib memiliki Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan kesiapan administrasi koperasi

Setelah paparan dari Kabid Perkebunan kegiatan di lanjutkan dengan diskusi dan tanggapan dari masing-masing masing pengurus koperasi.

Kegiatan tersebut di support oleh Solidaridad Indonesia dan di hadiri oleh kabid Perkebunan dinas DKP3 kabupaten Sekadau beserta jajarannya, perwakilan Serikat Petani Kelapa.Sawit (SPKS) kabupaten Sekadau, ketua dan pengurus 7 koperasi peserta lokakarya (tar/man).

Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif, Investasi Di kabupaten Sekadau Terus Meningkat

 

Handayani.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Sekadau Handayani mengatakan, bahwa Realisasi investasi di Kabupaten Sekadau menunjukkan trend positif di banding tahun 2025. Sebab sepanjang tahun 2025, realisasi investasi berhasil mencapai Rp 795,69 miliar atau 121,20 persen melampaui dari target tahunan yang telah ditetapkan sebesar 21,20 persen. 

"Capaian ini menjadi indikator positif bagi perkembangan kegiatan penanaman modal serta potensi ekonomi daerah Kabupaten Sekadau,"katanya kepada media ını kemarin melalui pesan WhatsApp.

Sedangkan pada tahun 2026, realisasi investasi hingga triwulan II tercatat sebesar Rp 415,60 miliar atau 60,29 persen dari target tahunan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan investasi di Kabupaten Sekadau terus berjalan baik, dan kondisi ını tentu memberikan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. "Untuk data tahun 2026 baru tercatat pada triwulan ke II sedangkan untuk triwulan ke tiga menunggu hasil rekapitulasi lengkap pada akhir tahun 2026," katanya.

Menurut dia, capaian ini masih berpotensi meningkat pada semester kedua melalui penguatan promosi investasi, fasilitasi pelaku usaha, serta peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Perbandingan kedua periode tersebut perlu memperhatikan perbedaan rentang waktu pelaporan. Realisasi tahun 2025 merupakan capaian selama satu tahun penuh. Sedangkan data tahun 2026 baru mencakup enam bulan pertama. 

Oleh karena itu kata dia, penilaian terhadap kinerja investasi tahun 2026 perlu dilakukan secara proporsional.

Dengan mempertimbangkan target tahunan dan perkembangan realisasi pada triwulan berikutnya, 

Untuk kedepannya,Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berupaya memperkuat iklim investasi yang kondusif serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berusaha, serta 

mendorong realisasi investasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Caranya lanjut dia,dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi, serta bisa memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

"Serta mampu mewujudkan investasi berkualitas yang berkelanjutan dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya (tar/man).