Program PASTI Berakhir, Kepala BKKBN Provinsi Kalbar Sebut Aron Pemimpin Hebat
![]() |
| Berfoto bersama usai acara penutupan program PASTI oleh Bupati Sekadau, Selasa (20/10/2026) di Gedung ITKK jalan merdeka Timur Desa Mungguk kecamatan Sekadau Hilir. |
Dalam sambutanya mantan anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat mengatakan, penurunan angka stunting di kabupaten Sekadau bukan suatu yang baru, kegiatan penurunan stunting sudah berlangsung bertahun-tahun, berbagai daya dan upaya sudah dilakukan sehingga semula kasus stunting di kabupaten Sekadau tahun 2021 sebesar 36 persen dan sekarang bisa turun menjadi 9 persen.
"Hasil angka ını berkata kerja keras semua pihak, selama bertahun-tahun," ujarnya.
Tahun pertama sebagai Bupati Sekadau, hal yang pertama dilakukan untuk menurunkan angka stunting adalah dengan cara sistem pembinaan sesuai wilayah desa yang angka stunting masih tinggi.
Caranya masing-masing setiap kepala SKPD maupun unsur Forkompinda melakukan pembinaan di wilayah sesuai zona yang di tunjuk, artinya diwilayah tersebut masing-masing pihak yang sudah di tunjuk akan membina warga yang terpapar kasus stunting dengan memberikan makanan bergizi serta melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu yang baru menikah dan yang akan menikah.
"Cara menghindari stunting bagi anak-anak mereka setelah melahirkan maupun masih dalam kandungan," katanya.
Hasil kerja keras ini lanjut dia, yang telah mengantarkan kabupaten Sekadau menjadi juara kedua penurunan stunting secara nasional, saat ini kita berada di 9 persen.. Untuk itu ia mengucapkan terimakasih kepada camat, Kades serta pihak-pihak yang terkait, sehingga hasil kerja keras bersama telah membuat generasi baru terbebas dari stunting.
Sebagai penunjang kata dia, Pemerintah Daerah juga telah melakukan Open Decepticon Pree (ODF) setelah melalui perjuangan panjang akhirnya pada bulan Agustus tahun2025 kabupaten Sekadau mendeklarasikan ODF untuk kabupaten.
Cara ını juga salah satu upaya untuk menyehatkan cara hidup masyarakat,. sekaligus untuk mengurangi kasus Stunting. "Banyak tantangan yang dihadapi dilapangan pada saat pemerintahan melakukan ODF, tugas kita meyakinkan masyarakat agar mau membuat Water Close (WC) di rumah masing-masing," katanya.
Sementara itu di tempat yang sama Dr Nyigut Wudi Amini, S.sos M.SC kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dalam sambutannya mengucapkan apresiasi kepada Bupati Sekadau yang telah berhasil dengan baik menurun angka sebagai nomor dua terbaik se Indonesian.
"Aron adalah sosok pemimpin yang baik dan mau kerja keras bagi masyarakat," katanya.
Apresiasi tersebut diberikan tentu ada alasannya, kinerja baik ını dibuktikan, kabupaten Sekadau telah berhasil menurunkan kasus stunting dari 36 persen turun menjadi 9 persen. "Penurunan angka ını bukan kebetulan tapi tentu dengan kerja keras,karena
program penurunan stunting adalah program Nasional,"ujarnya.
Dikatakan dia lagi, kasus stunting di Sekadau tersisa.9 persen, angka ini berada di bawah target Nasional.
Ia juga menyarankan, agar setiap keluarga harus memiliki ketahanan pangan, fungsikan lahan kosong untuk menanam sayur mayur seperti Terong Kacang panjang serta tanaman lainnya yang dapat menambah nutrisi keluarga.
"Atas nama BKKBN Provinsi Kalimantan Barat saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah kabupaten dan khususnya kepada pak Aron pemimpin yang luar biasa," cetusnya.
Sementara itu ditempat yang sama Meiseany Hortensia.Zona program Manager Indonesia bagian barat WVI.
Menyampaikan bahwa Penutup program PASTI momen yang istimewa bukan berarti berakhir dukungan PASTI, dengan capaian yang telah dihasilkan yakni ada empat desa model' pencegahan dan percepatan stunting. Pencapaian pengurangan stunting tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja tapi lebih kepada kekompakan setiap lini dan instansi terlibat.
"Kami berharap praktek baik yang telah dilaksanakan agar dilanjutkan oleh para desa model, dan bisa menjadi contoh dari desa-desa lainnya," katanya.
"Atas nama PASTI dari WVI kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah Daerah kabupaten Sekadau, selama ını kami menyadari banyak hal belum sempurna, namun hasil pembelajaran yang kita lakukan bisa dilanjutkan," pungkasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres diwakili, Kajari Sekadau diwakili, Ketua TP PKK Ny, Magdalena Susilawati Aron SP, MAP,.kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Henry Alpius, Kadis Sosial Martinus Ridi, kepada BAPPERIDA Teresia Lili, Camat serta beberapa kepala desa dan tamu undangan lainnya (tar/man).










